نخستین 200 خط.
SERIAL NETFLIX
Aku memikirkan neraka.
Meski masih hidup, aku menganggap dunia sebagai neraka.
Bagiku, neraka…
adalah menyaksikan orang tersayang mati menggantikanku.
Tapi itu belum menjadi neraka.
Saat ini, aku butuh keyakinan.
Keyakinan pada kebohongan
bahwa itu bukan yang terburuk dan semua akan baik-baik saja.
EPISODE 1 SESEORANG SEPERTI DIRIMU
MAJALAH SENI BULANAN
KISAH PULAU DAN DANAU OLEH JEONG HUI-JU
Li-sa, ada apa selarut ini?
PUSAT DARURAT
RUMAH SAKIT TAERIM
Li-sa.
Li-sa, apa yang terjadi?
Li-sa, lihat ibu.
Kenapa wajahmu?
Li-sa, lihatlah ibu.
Pasien Ahn Li-sa, mari ke ruang pindai CT.
Apa?
Li-sa.
Li-sa.
Apa…
RUMAH SAKIT TAERIM
- Bagaimana ini? - Kenapa dia? Sudah gila?
- Ada apa? - Dia tidak boleh begitu.
- Apa yang terjadi? - Mereka bertengkar?
- Apa? - Ada apa?
- Hei! - Jangan begitu!
- Parah sekali. - Haruskah kita lerai?
- Dia gila, ya? - Apa masalahnya?
- Mana boleh guru mendorong muridnya? - Ada apa?
- Kita sebaiknya bagaimana? - Hei.
- Dia sudah gila? - Kenapa menamparnya?
- Apa masalahnya? - Haruskah kita melaporkan ini?
- Kacau sekali. - Mana boleh dia begitu?
- Sudah gila, ya? - Ya, dia gila.
Apa ini?
Maafkan aku, Nyonya Lee. Ini kecerobohanku.
Ada murid yang merekam seenaknya.
Kenapa dia memakai ponsel saat belajar?
Sebelum kelas dimulai, ponsel harus dikumpulkan.
Tapi Ju-yeong membawa satu ponsel lagi.
- Bukan itu. - Ya?
Apa-apaan wanita ini?
Guru seni sedang cuti hamil, dia guru penggantinya.
Aku tidak peduli dia siapa.
Kenapa seorang guru memukul Li-sa?
Li-sa belajar pelajaran lain saat kelas.
Itu yang aku dengar.
Kami juga merasa Li-sa tidak melakukan kesalahan besar.
Maksudmu kalau kesalahannya besar, dia boleh dipukuli seperti ini?
Astaga.
Untuk apa membahasnya di sini? Ini sudah terjadi.
Ibu.
Kenapa harus terjadi saat ayah Li-sa tak di sekolah?
Kapan seminarnya selesai?
Jika sesuai jadwal, dia akan kembali tiga hari lagi.
Halo.
Mungkin dia tidak tahu siapa Li-sa, jadi…
Pak Guru.
Jika terjadi pada murid lain dan bukan Li-sa, ini masalah besar.
Pemeriksaan Li-sa sudah selesai. Pergilah.
Tunggu di sini.
Kau tidak pergi?
Kau mau biarkan Li-sa sendirian?
- Kenapa? - Aku mau pergi.
Dokter ingin mengobservasimu sehari lagi.
Apa yang terjadi?
Apa?
Kalau kau seperti ini, ibu jadi berpikir negatif.
Di mana mobilnya?
Pasti ada alasannya.
Maksud ibu, bukannya kau salah. Guru itu pasti…
Wanita gila.
Dia wanita gila.
Jalang. Sinting. Itu alasannya.
Langsung blokir videonya karena wajah murid terlihat.
Ayah Li-sa… Atur rapat komite
- setelah dia datang. - Baik.
Laporkan ke dinas pendidikan dahulu. Agar tak ada komentar kurangnya tindakan.
Untuk seluruh murid… Tidak.
Kirim pesan ke wali murid bahwa itu tidak akan terulang lagi.
Kau harus meminta maaf dengan baik.
Memangnya ini zaman apa?
Main tangan seenaknya. Dasar rendahan hina.
SLIGO, IRLANDIA
BAGIAN GAWAT DARURAT
RUMAH SAKIT UMUM SLIGO
Bagaimana keadaan Li-sa?
Mungkin karena obat nyeri, dia tertidur tanpa mandi.
- Lantas kau? - Dia tak mau bicara denganku.
Penyembuhannya tiga pekan, tapi dia tidak mengeluh.
Dia dipukul sampai gendang telinga pecah, tapi dia terus tidur.
Aku menanyakan keadaanmu.
Kesalahan apa pun itu… Sebesar apa pun kesalahan Li-sa…
- Bagaimana bisa guru memukul… - Sayang.
Hui-ju, besok aku akan pulang.
Kau dengar aku?
Kau seperti ini karena tidak melihat videonya.
Dia tak menghindar dan terus menerima pukulan dengan wajah kebingungan.
Dia bahkan tak menghindar.
Fokus pada penyembuhannya dulu.
Lukanya bisa disembuhkan, tapi rasa malunya? Bagaimana dengan itu?
Dia pasti sangat terkejut…
sampai tidak menangis dan hanya tidur.
Aku takut melihatnya seakan-akan tak ada masalah.
Aku tak tahu bagaimana harus menemui guru itu.
Katanya dia minta maaf. Apa aku harus
kita menerima begitu saja? Tidak mau.
Kalau begitu jangan.
Jangan hadapi sendiri. Akan kuurus saat kembali.
Bagaimana dengan urusanmu di sana?
Tidak masalah.
Urusan pentingnya sudah selesai.
Ya, tidurlah.
Kontrak dengan Bu Gu langsung dibatalkan.
Dinas Pendidikan bisa memberi hukuman,
tapi untuk guru pengganti hanya ada pembatalan kontrak.
Namun, Bu Gu ingin minta maaf langsung…
Nyonya?
Siapa nama guru itu?
Gu Hae-won.
Gu Hae-won?
Silakan masuk.
Bu Gu.
Bu Gu, minta maaflah.
Ya.
Maaf.
- Haruskah kita lerai? - Kita sebaiknya bagaimana?
- Astaga. - Apa boleh merekam begini?
- Psikopat parah. - Dia tidak boleh begitu.
- Dia kenapa? - Kenapa menamparnya?
- Dia sudah gila? - Kenapa menamparnya?
- Mana boleh guru begitu? - Bagaimana ini?
Kau juga tidak bisa menonton sampai akhir, 'kan?
Bukan.
Aku yang melakukannya. Tidak perlu menontonnya.
Kalau begitu, kau pasti tahu akibat
dari kekerasan yang kau lakukan pada Li-sa?
Itu hukuman.
Bukan kekerasan.
Itu hukuman.
Bu Gu.
Hukuman?
Li-sa berbuat salah.
Jika hukumanku terlalu keras, aku sanggup dikenai sanksi.
Di mataku hukuman itu
terlihat seperti kekerasan.
Apa kesalahannya sebesar itu?
Kalau begitu, tanya Li-sa sendiri.
Jika murid berbuat salah, bimbing dia.
Li-sa sedang tertekan karena persiapan masuk universitas.
Tetap saja tidak boleh dibiarkan.
Kalau berbuat salah, dia harus meminta maaf terlebih dulu.
Dia tidak mengaku
dan hanya beralasan. Aku tak bisa memaafkannya.
Memberi tahu Li-sa bahwa itu salah…
Seperti ini?
Astaga.
Kau memberi tahu dengan cara seperti ini?
Nyonya, jangan seperti ini.
Aku tahu kekerasan dilarang di sekolah.
Kau juga harus tahu.
Aku juga tahu itu bukan sikap orang yang meminta maaf.
Nyonya.
Berikan profil orang itu.
Riwayat kerja, ulasan kinerja, apa pun itu.
Nyonya, kami diwajibkan oleh hukum untuk merekam interaksi apa pun
di ruang konseling.
Kejadian tadi pun…
Berikan profilnya.
PAMERAN SOLO UNTUK UNDANGAN JEONG HUI-JU
REKOMENDASI GURU PENGGANTI GU HAE-WON
Hannah?
GU HAE-WON
UNIVERSITAS GYEONGMYEONG SENI RUPA BARAT
Ayo ke karaoke.
- Mau karaoke koin? Kau yang traktir. - Aku ikut.
Kau bilang kau yang mau traktir waktu itu.
Ayo!
Mereka menyita ponselku.
Maaf.
Bukan kau yang harus minta maaf.
Kukumu cantik. Kau hias sendiri?
Ya, tiap hari ganti warna.
Apa ini? Videonya dihapus?
Video lain masih ada. Aku tidak lihat.
- Kalau begitu beres. - Tunggu.
Bisa kau jelaskan kenapa hari itu dia seperti itu
pada Li-sa?
Mimi memang seenaknya.
"Mimi"?
Dia dijuluki Mimi yang artinya guru seni sinting,
tapi setelah insiden Li-sa, dia dijuluki Mitto.
Psikopat sinting.
Kenapa kalian juluki begitu?
Apa pernah ada kejadian seperti ini?
No comments yet. Be the first to leave one.