نخستین 181 خط.
Suatu hari,
guru bertanya pada semuanya, "Murid-murid,
apakah kalian bisa meletakkan "tugas tanpa pamrih" dalam sebuah kalimat?
Dan pada saat ini, Xiao Ming mengangkat tangannya. " Aku tahu, aku tahu."
Guru mengatakan, "Xiao Ming, silakan."
"Guru, apakah kau mau anggur?"
- Apa? - Seperti anggur--
Kalian benar-benar sangat bodoh!
Baik, ayo periksa barang untuk hari ini.
- Mari mulai dengan sup telur dengan jagung. Jagung! - Ada!
- Telur. - Ada.
- Minyak wijen. - Ada.
Garam!
Oh, Da Tou! Kau bagaimana, sih?
Bagaimana bisa makan sup tanpa garam?
Tidak apa-apa. Lagi pula ini barbekyu.
Bahan yang dipanggang lebih penting.
- Baik. Daging babi! - Ada!
- Sosis. - Ada!
- Tempura! - Ada.
- Saus barbekyu. - Ah!
Kau lagi! Bagaimana bisa memanggang barbekyu tanpa saus barbekyu?
- Aku ingat... - Ah...
Hei, lagi pula kelas kita selesai lebih cepat.
Barbekyu tanpa saus barbekyu masih lumayan.
Kita akan makan barbekyu yang ada rasa arangnya.
Benar.
- Lupakan saja. Minuman! - Ada!
- Piring! - Ada.
- Penjepit. - Ada!
- Kawul. - Ada!
Arang!
Eh, salah. Bukan aku! Kenapa kalian melihatku?
- Seharusnya Doufuru! - Ah.
Siapa yang tadi mengatakan bahwa makan barbekyu dengan rasa arang?
Bagaimana bisa memanggang tanpa arang?!
Ah. Lagi pula kelas kita selesai lebih awal dan kita masih punya banyak waktu.
Para cowok, ayo pergi... Ayo cepat beli.
Oh, kau...
Selain itu, dengan saus barbekyu juga.
Bagaimana bisa makan barbekyu tanpa saus barbekyu?
Semua karena Wu Ziying.
- Apa? - Apa hubungannya denganku?
Kau tinggal di vila yang sangat besar tapi kami tidak boleh barbekyu di sana.
Kau bisa saja meminta pelayanmu untuk membeli barang yang tidak kita miliki.
Sekarang kita harus buru-buru membelinya. Melelahkan.
Bagaimana dia bisa mengundangmu yang kakinya bau?
Kakiku tidak bau. Kakimu yang bau.
- Kau bisa lebih cepat tidak? - Sudah!
Aku sangat lapar!
- Apakah kau sudah menambahkan saus? - Aku lupa.
Kemari. Daging ini semuanya untukmu.
Belum ditambahkan... Belum!
Hei, hei, gosong!
Cepat balik! Xiao Ai!
Cepat!
Sudah gosong.
Jika begitu, kita akan kena kanker. Bagaimana?
Dia akan memeriksa perusahaan peminjaman bawah tanah.
- Siapa itu? - Xiao, cepat lari!
Laizi!
Aku belum pernah memukul wanita. Kau akan menjadi yang pertama!
Dia mencoba jadi keren tapi tidak.
Dia mencoba jadi tampan tapi tidak.
Dia bukan tipeku.
Baguslah, karena aku suka Doufuru.
Xiao Ai, berjanjilah bahwa kau akan hidup lebih baik.
Aku tidak ingin menentang kata hatiku
dan kehilangan hal yang berharga bagiku.
Kenapa kau meniruku mengenakan seragam SMA?
Aku tiba lebih dulu. Jadi kau yang meniruku.
- Kau yang selalu meniruku. - Kenapa kau terlambat?
Karena tadi aku... menyelesaikan keinginanmu yang kedua.
Jin Ai Mili menghadiahkan tiga permintaan.
Permintaan keduaku adalah kau tidak boleh berbaikan dengan Laizi.
Permintaan apa?
Tidak kusangka... kau akan melakukannya.
Itu karena kau mengancam akan memutuskan hubungan denganku. Aku terpaksa.
Selamat Natal.
Sangat lucu! Botol kecil!
Ayo.
Walaupun... aku tidak tahu maksud dari putar balik dan reuni,
tapi... aku harap kekuatan dari surat di botol itu
akan memberikan keberanian untukmu menghadapi segalanya.
Ta-da! Selamat Natal!
Aku tahu kau sangat ingin mengatasi ketakutanmu pada air
dan mengambil foto semua hal yang indah di laut.
Aku percaya... kau bisa melakukannya!
Terima kasih... karena selalu menganggapku bisa diandalkan, mempercayaiku,
dan menjadi Ai Mili yang bisa kuandalkan.
- Halo? - Halo?
- Aku tahu! Aku hanya keluar membeli sesuatu... - Jangan mengejarku. Aku baru selesai.
Walaupun aku tidak mabuk parah hari ini,
tapi aku tidak ingat apapun yang kukatakan tadi.
Doufuru! Turunkan aku! Ah! Ya ampun!
Aku pusing! Cepat turunkan aku!
Apakah aku terlalu kepikiran?
Bagaimana mungkin dia...
Mungkinkah?
Kau jelas-jelas tidak pernah menyukaiku.
Wah! Ini terlalu konyol! Apakah ini nyata?
Apakah kau suka hadiah dariku?
Aku sangat menyukainya, ini luar biasa!
Ini lebih dari 10,000 NTD.
Bagaimana kau tahu aku sudah lama ingin membeli ini?
Terima kasih, Kakak Sinterklas Tua!
Cepat buang kata tua.
Kembalikan hadiahmu.
Aku tidak mau. Bagaimana bisa aku memberikan hadiahku pada Kakak Santa yang cantik dan muda?
Tapi, aku peringatkan kau.
Jika kau tidak segera bersiap-siap pergi kerja, kau akan terlambat.
Hari ini Pengacara Zhao sangat baik.
Aku bisa kerja setelah jam sebelas.
- Sebaik itu? - Ya.
Oh, ya. Kenapa kemarin aku tidak melihat Kak Xue Eh di Bar Bloom?
Dia bilang bahwa dia pulang ke rumah untuk menemani keluarganya.
Benar.
Saat kita kecil Ibu mengatakan bahwa Malam Natal adalah hari untuk keluarga berkumpul.
Ibu, lihat! Ini kartu yang kami buat di kelas.
Ini untuk Ibu.
Yang ini untuk Ayah.
Ini untuk Weili Bau.
Aku tidak bau!
Ya, kau bau.
Ibu, lihat Kakak!
Kakak hanya bercanda.
Malam Natal adalah hari saat semua anggota keluarga berkumpul.
Kita akan meletakkan kartu di pohon dan membukanya malam ini, ya?
- Baik. - Hei!
Anak-anak, sudah pulang sekolah?
- Ayah! Kau pulang! - Oh, bagus! Ayo, ayo, ayo.
Aku ingin memberitahu hal baik.
Aku baru saja berbicara di telepon dengan Sinterklas.
Dia mengatakan bahwa anak-anak yang hari ini terbaik dan patuh
akan menerima hadiah Natal. Apakah kalian senang?
Hei, Ayah, itu untuk menipu anak kecil!
Aku sudah delapan tahun!
- Kau delapan tahun, jadi kau tidak bisa menerimanya, ya? - Benar.
Sinterklas, kakakku tidak patuh.
Aku sangat patuh. Ingatlah untuk mengirimkan hadiahku.
Bagus sekali.
Sebenarnya jam ini terlihat cocok untukmu.
Aku pernah berpikir untuk membiarkanmu memilih warnanya.
- Aku memilih? - Ya.
Itu tidak baik.
Semalam aku di rumah sakit.
Tekanan darah ayah tiba-tiba tinggi dan dibawa ke UGD.
Tadi baru dikonfirmasi bahwa dia baik-baik saja.
Kak, apakah tidak bisa kau pikirkan lagi?
Apakah kau harus begini?
Jadi kau ingin tinggal dengan perempuan itu?
Jangan begini. Bisa dibicarakan.
Tinggal dengan Ayah atau denganku. Kau pilih.
Kau tahu aku tidak suka memilih.
- Kau pilihlah pelan-pelan. Aku pergi dulu. - Tunggu sebentar!
- Berikan padaku. - Tenanglah!
Berikan padaku! Ai Mili!
Apakah kau harus membuat bibimu menangis
dan membuat keadaan menjadi tegang?
Kaulah yang membuat keadaan seperti ini, bukan aku!
Baik!
Jika kau tidak dewasa,
- aku tidak menginginkan kau sebagai anakku. - Ayah?
Pergilah.
Kak. Kak!
Pergilah. Ikut dengan kakakmu.
Paling tidak, kalian bisa saling menjaga.
Baik, Ayah.
Kak, tunggu aku!
Masuklah.
Bagaimana dengan Malam Natalmu?
Dengan teman-teman.
Halo.
Ya, aku baru keluar rumah.
Hah? Ganti tempat?
Oh, baik.
Baik, aku mengerti.
Aku akan ke Daerah Timur untuk mejemput ibu tirimu.
Kau mau ke mana?
Aku akan mengantarmu dulu.
Tidak perlu. Aku bisa turun di situ.
No comments yet. Be the first to leave one.