동네사람들
نخستین 200 خط.
(Perkumpulan Tinju Amatir Makan Malam - jam 7 malam)
Aku akan mempromosikan petinjumu
jangan beri tahu siapa pun...
Yeok Ki-Cheol datang.
Selamat datang.
Apa yang membawamu ke sini?
Kenapa kau membawa itu?
Duduklah.
Muridku tidak perlu ini,
dia tak lagi bertinju.
Duduklah, kita bisa mengobrol.
Dasar penipu...
Apa? Penipu?
Pak,
anakku sampai kelaparan berlatih untuk ini,
tapi kau mencurangi pertandingan dengan mudahnya!
Hei...
Petinju payah itu sama saja dengan pelatihnya.
Kau akan terpenjara jika bukan karena kami.
Beraninya kau berkata demikian, dasar kurang ajar!
Sudah, cukup...
Pergilah!
Yeok Ki-Cheol, kau pikir aku pengecut?
Ayo kita keluar!
- Hentikan! - Ada apa denganmu?
Minggirlah!
Hentikan! Ada apa dengan kalian berdua?
Kau baik-baik saja? Tarik napasmu!
Bernapaslah!
Walau demikian, kau memukul wakil ketua asosiasi?
Setelah dipecat, kau bahkan tak boleh melatih lagi.
Sangat sulit mencarikanmu pekerjaan ini,
jadi jangan membuat masalah lagi.
Setidaknya kau sekarang bisa mengajar, mengerti?
Baiklah, akan kulakukan yang terbaik.
Aku akan bekerja keras, tenang saja.
Semuanya akan baik-baik saja,'kan?
Kenapa ini?
Ada apa? Yeok Ki-Cheol?
Halo, ini...
Ada bendungan atau sejenisnya...
Aku di depan pintu masuk.
Ya, mohon segera.
Dah.
Ya ampun...
(- Cari aku! - Tidak! Haha)
Mengapa ada yang mencoret-coret ini?
Aku akan menghapusnya.
Sial...
Sial...
Kota ini sangat sepi.
Apa sebentar lagi ada pemilu?
Hei, Dong-su.
Aku di bengkel.
Ya, baiklah.
Kota yang aneh...
Ada apa?
Apa kau sudah gila?
Coret-coret mukanya lagi
maka aku akan membunuhmu,
dasar sialan.
Apa kau bosan hidup?
Anak-anak!
Murid SMA?
Jangan berkelahi di sini, pulanglah.
Pergilah, Pak, jangan ikut campur.
Apa mereka mengganggumu?
Apa terlihat seperti itu?
Itu batu, kau yang mengganggu mereka?
Kami perisaknya!
Kalian terlihat seperti perisak,
kalian yang mengganggunya?
Jangan berasumsi hanya karena penampilan.
Baiklah, jangan berkelahi, pulanglah!
Saat Soo-Yeon pulang, aku akan bertanya padanya.
Jika dia tak pulang karena kau,
kau akan mati.
Dasar perempuan aneh...
Pelatih! Apa yang kau lakukan di sini?
Lama tak berjumpa!
Tiga tahun, sepertinya.
Kau tidak berubah.
Aku terkejut mendengar kedatanganmu.
Ya.
Kenapa murid di kota ini terlihat seram?
Nenek!
Halo, Yoo-Jin.
Aku membawa obat pereda nyeri.
Terima kasih, sayang.
Soo-Yeon taka menelepon hari ini?
Tidak...
Aku sudah menghubungi polisi, tenang saja.
Kuharap dia makan dengan cukup.
Soo-Yeon!
Apa ini? Sepertinya baru.
Cantik, 'kan?
Siapa itu?
Kau!
Mengapa kau hanya menggambar kupu-kupu?
Mereka sangat bebas.
Saat dewasa nanti,
aku mau bebas juga.
Sungguh aneh, bahkan untukmu, ya?
Aku ingin menjadi cantik dan bebas!
Terbang dengan bebas!
Sebaiknya aku pergi.
Kerja paruh waktu?
Apa yang harus kita lakukan?
Biarkan saja terbang.
Sial...
Kota yang aneh...
Hentikan jalur pemasok alkoholnya.
Biar saja mereka membuka bar tanpa menjual alkohol.
- Apa yang terjadi? - Bos.
Kami sedang memberinya pelajaran.
Aku tidak melakukannya!
Aku dan ketua sedang sibuk,
jadi kalian urus saja.
Tetap tutup matanya!
Ya, bos.
Tamu penting akan datang besok,
persiapkan kadonya.
Itu saja.
- Hati-hati. - Selamat malam, bos!
Mereka tidak membayar uang sekolah dan uang makan siang.
Baiklah.
Para wali kelas sangat kewalahan.
Itu kenapa aku memintamu untuk menjadi kepala kesiswaan.
Ya, aku mengerti.
Yayasan akan mengadakan audit
pada akhir semester,
kami berharap dapat mencapai setidaknya 80%.
Aku pernah bekerja sebagai
penagih hutang kartu kredit.
Kurasa aku dapat melakukannya dengan baik.
- Benarkah? - Ya, Pak.
Kalau begitu aku mempercakannya padamu.
Aku akan melakukan yang terbaik.
Dengarlah!
Perhatian!
Ini guru olahraga
dan kepala kesiswaan yang baru, Yeok Ki-Cheol.
Selamat siang, senang berjumpa dengan kalian.
Aku akan melakukan...
- Duduklah di sebelah sana. - Di sana...
- Kau baik-baik saja? - Apa kau baik-baik saja?
Kau baik-baik saja? Kau bisa terluka.
Itu punyaku!
Biar kubantu...
Ini satu lagi! Ini!
Dasar orang aneh.
Pak Kim!
Pak Yeok.
- Halo. - Anda baik-baik saja?
Dia bisa saja terluka.
Hati-hati.
Sangat sulit menjadi kepala kesiswaan.
Tidak sama sekali.
Saya juga pernah.
Tidak mudah menagih uang sekolah dari para murid.
Ini saran saya.
Makan siang adalah waktu terbaik.
Semua murid berkumpul di kantin.
Baiklah.
Ini untuk anda.
- Terima kasih. - Ya.
- Sampai jumpa. - Ya.
Apa kau Park Min-ju?
Tidak.
Siapa pria itu?
Kudengar dia guru olahraga yang baru.
Lihat wajahnya!
Aku akan menyelesaikannya sendiri.
Ya?
Kau mengganggu kami saat makan siang?
Hei,
apa Yang Se-hee ada di sini?
Kami telah menyediakan tempat untuk anda, ketua.
Aku suka makan siang dengan murid sambil mengobrol.
Selamat siang.
Pak Yuk.
Beliau mantan Juara Asia
dan pelatih tinju.
Benarkah? Senang bertemu dengan anda.
Anda sepertinya bisa diandalkan.
Jaga mereka dengan baik.
Siapa pria gemuk itu?
Kepala kesiswaan yang baru, dia menaggih uang makan siang.
Terlihat seperti preman.
Hei, tunggu.
Apa kau Kang Yoo-Jin, murid tingkat akhir?
Kenapa?
Benar.
Kau belum membayar uang sekolah,
totalnya 432,60 dolar.
Akan kubayar.
Aku tak akan memarahimu jika kau tak membayar,
tapi kau tak bisa lulus sebelum melunasinya.
Biar saja aku tak lulus.
Baiklah, apa? Kau harus lulus!
No comments yet. Be the first to leave one.