نخستین 200 خط.
Aku khawatir tentang restorannya, ada sesuatu yang hilang.
Ah, pelanggan?
Tidak, kenapa kau senang mereka tidak datang lagi?
Apa kau melihat wajah mereka? Itu...
Ya, jika tempatnya masih ada disini.
Oke, jadi restorannya bisa diandalkan, tetapi hal itu tidak mengejutkan.
Hal itu akan mengejutkan.
Pelanggan!
Aku tidak pernah menyukaimu, tetapi aku memaklumimu, tapi aku tidak pernah menyukaimu.
Biar kuperlihatkan ada apa hari ini.
Kolam ini dibangun pada tahun 1903 oleh Mortimer Hayward.
Jadi, Beekman merubah desainnya lagi?
Oh, demi Tuhan. Ini adalah hari sabtu!
Kapan dia menginginkannya?
Aku berharap kau melewatkan waktumu sama banyaknya untuk kehidupan pribadimu.
Ibu, aku memiliki banyak kencan.
Kencan pertama!
- Hei! - Ayahmu dan aku...
akan merayakan ulang tahun pernikahan kami yang ke 40, kau tahu kenapa?
Karena dia mengajakku keluar pada kencan kedua.
Maaf, Joe.
Kau tidak mempunyai waktu sebanyak itu, kau tahu?
- Ayahmu sudah mulai botak di usia muda. - Baiklah, tunggu.
- Ibu, Ayah masih memiliki rambut. - Yah, itu diragukan.
Oh, tidak, tidak. Ibuku sedang mengangguku tentang kehidupan cintaku lagi.
Oh, ya, tidak pernah ada alasan untuk datang ke kantor pada akhir minggu.
Aku memperkirakan untuk menyewa kantor.
Promosi di media sosial.
Mengumpulkan sumbangan untuk membangun.
Oke, Nat...
kita sudah bersahabat lama, jadi kurasa aku bisa mengatakan ini padamu tanpa melukai perasaanmu.
Hilangkan musik operanya.
Saat kau mengunci pintu depan, seperti ada sebuah dinding opera yang menyambutmu.
Ibuku menyukai opera.
Ya, Ibumu juga menyukai pelanggan.
Dengar, aku tahu restoran ini adalah peninggalan keluargamu. Aku mengerti, tapi...
- Rasanya berbeda. - Aku tahu, kau kira aku tidak tahu itu?
Karena itulah aku memanggil koki baru, aku hanya...
berharap setelah 6 bulan, aku akan bisa menemukan... Kau tahu, hanya...
- Aku tidak tahu. - Keajaiban?
Ya, kurasa mungkin aku bisa menemukannya.
- Oh, ya ampun, apa itu Lori Beth? - Siapa?
Lori Beth, dari saat kelas 7, ingat?
Lori Beth...
- Hai. - Hai...
- Senang sekali bertemu denganmu. - Ya.
- Ibumu mengatakan kau kembali ke kota. - Ya...
- Lori Beth, apa kabar? - Nick! Hai...
Oh, aku pindah kembali ke kota beberapa bulan yang lalu.
Senang sekali bisa melihatmu, sudah berapa lama?
- 15 tahun. - Oh, waw...
Cinta sejatiku dan penyesalanku satu-satunya.
Kehilangan kontak denganmu saat kami pindah, tetapi itu sudah lama sekali.
Kau tahu, Nick adalah seorang arsitek hebat sekarang.
- Oh. - Dia mendesain jembatan.
Nick, berikan padanya kartu namamu.
Yah, kau selalu ingin membangun sesuatu. Merubah dunia.
Aku tidak akan mengatakan bahwa aku telah melakukan itu, tetapi...
- Lori Beth berkerja di bagian pendenahan. - Oh.
Arsitek, perancang denah...
Bukankah itu manis?
Oh, berbicara tentang pekerjaan, sebenarnya aku sedang akan ke kantor.
Tapi senang sekali dapat bertemu dengamu, Lori Beth.
- Ya, kau juga, Nick. Aku pasti akan meneleponmu. - Bagus!
Ada banyak yang harus kita bicarakan setelah selama ini.
Ya memang, memang, memang,
- hubungi dia. - Oke, pasti akan kulakukan!
Aku akan melakukannya, sampai jumpa.
- Sampai jumpa! - Sampai jumpa.
Kami tiba-tiba saja saling bertemu.
Benar-benar suatu kebetulan.
Kau tahu, kehidupan memiliki banyak kebetulan, walaupun terkadang kau harus agak mendorongnya.
Aku merasa buruk, kau tidak mendapatka uang tip.
Apa kau mau berhenti?
Aku mau kau berhenti.
Berhenti berpikir bahwa kau harus menjaga tempat itu sama seperti saat Ibumu masih hidup.
Maafkan aku, Nat, aku tidak bermaksud...
Tidak, tidak apa-apa. Hanya saja...
Jika aku tidak maju ke depan, maka aku akan kehilangan restoran itu.
Restoran itu terjebak di masa lalu dan begitu juga denganku.
Ayolah...
- Nenek, paman Nick! - Halo!
- Hai. - Coba lihat ini...
Maaf, aku terlambat.
Kami mampir ke toko kesukaan mereka, Rumah Neon dan Kerlap-kerlip.
Namanya bukan seperti itu.
Yah, tidak apa-apa. Ibu menemukan cara untuk mengenalkanku kepada calon menantu masa depannya.
- Oh. - Lori Beth.
Dia dulu tergila-gila padanya.
Aku berusia 12 tahun saat itu.
Nenek, apa aku bisa meminta uang receh untuk membuat permohonan?
Uang receh? Pada masaku itu satu sen.
Yah, jangan memandangiku, aku menghabiskan uangku di Rumah Neon dan Kerlap-kerlip.
- Namanya bukan seperti itu. - Benarkah?
Uang receh... Paman Nick mempunyai uang receh.
- Ayo kesana. Kita buat permintaan. - Kau akan menyesalinya.
Oh, ini cantik sekali.
Mungkin aku harus membeli ini untuk di restoran.
- Selamat pagi, gadis-gadis. - Hei...
Seikat bunga untuk mencerahkan hari kalian?
- Ya, mereka sangat indah. - Harganya $5.99 seikat.
Oh, oke, ah...
Aku akan mengambil yang ini.
Ini dia.
- Ah, tidak usah, terima kasih. - Tidak, dia akan mengambilnya.
- Tidak, tidak apa-apa. - Ambil saja.
Terima kasih.
Maafkan aku.
- Apa yang kau lakukan? - Oke...
Baiklah, ini. Kau membutuhkan ini.
Mohonlah untuk sebuah kejutan.
Oke, merubah sebuah restoran tidak terjadi dengan keajaiban.
Oke, kalau begitu kalau kau tahu kejutan ini akan jadi nyata, apa yang akan kau minta?
- Uang receh untukmu? - Ah, aku sudah mempunyai semua yang aku inginkan.
Tapi bila aku punya permohonan untukmu...
Oh, kau akan berharap aku memberikanmu penerus.
Aku akan mohon agar kau dapat melupakannya.
Aku tahu bagaimana perasaanmu pada Jesse.
Tapi kau harus beranjak, sayang.
Kau harus mencari orang yang tepat.
Permohonanku menjadi kenyataan sebelum permohonanmu.
Oh, ini sudah hampir pukul 11. Kita harus naik bis.
Sampai jumpa, sayang.
Tunggu, maksudmu dia menyerahkannya padamu begitu saja?
Pelayan itu datang kepada kami dan...
Dia memberikan bonnya padaku, seperti itu adalah... - Tidak...
- Aku tidak mempercayaimu. - Kami hanya berkencan selama 2 minggu?
Aku serius.
Aku sulit mempercayainya, pria mana yang melakukan itu? - Seorang pria berusia 44 tahun.
Kurasa begitu.
Aku melihatnya.
Aku melihatnya...
Jika kota menjadi kacau, kau menghubungkan jembatan itu ke saluran listrik...
dan jembatan itu akan mendapat semua tenaga yang dibutuhkannya.
Memberikan nilai tambah ketika tidak melakukan hal itu...
Kau mau memberitahunya itu?
Tuan Beekman, Pak. Selamat pagi.
Yah, terima kasih sudah datang pada akhir pekan.
Tenngat waktu adalah tenngat waktu, kami mengerti, George dan tidak usah khawatir.
Aku akan memberikan padamu, sentuhan Beekman.
Karena itu komisi perencanaan datang padamu, kami tahu kau akan menyelesaikannya.
Beekman pernah mengenalkanmu pada klien?
Tidak sama sekali.
Jadi dimana dia?
Aku tidak yakin, seharusnya dia terbang kesini kemarin.
Jika dia tidak datang, aku bisa memasak.
Oh, ah, terima kasih, Damian.
Tapi mungkin kau bisa mengisi wadah merica ini.
Tentu saja.
Apa kabar.
Aku baru saja tiba.
Dan itu dia koki baru kita.
Natalia, senang sekali bertemu denganmu.
Kau adalah gadis yang sangat cantik.
Ah, apa yang dikatakannya?
Oh, bahwa aku... Menurutnya kecantikanku memancarkan cahaya.
- Manis sekali. - Yah, kau sendiri juga tidak terlalu buruk.
Aku Sharla, dengan huruf A, yang mirip dengan nama Italia.
Ya, ya, tatap saja aku terus seolah namamu seperti nama es coklat...
Namanya adalah Mario. Mario.
Kukira kau mengatakan dia adalah orang tua dari Italia, ini bukan orang tua.
Yah, aku harap dia bisa memasak, karena aku yakin pada saudara Italiaku yang mengatakan dia hebat.
Hei, maafkan aku.
Maaf, aku tidak bisa menyambutmu di bandara, kemarin.
Ah, aku tidak tahu bagaimana mengatakan semua itu dalam bahasa Italia.
Tidak masalah, aku merasakan kehangatan dari penyambutanmu, oke, Natalia.
Dan dia bisa berbahasa Inggris.
- Dan aku yang memasak untuk malam ini? - Ya, biar kuperlihatkan dapurnya.
Oke.
Jadi, ini adalah sebuah dapur biasa.
Bodoh!
Ada orang disini?
Halo? Hei...
Tidak, IBu, sudah kukatakan kau tidak perlu membawakan makan siang.
Aku hanya ingin agar kau mendapatkan makanan yang layak.
- Apa kabar, Joe? - Hai.
- Ada sesuatu untukmu juga. - Aku suka Ibumu.
Apa Nick mengatakan padamu kami bertemu dengan mantan kekasihnya?
Cinta sejatinya.
Kau tahu, saat aku berusia 12 tahun.
Kemudian dia pindah dan membuatnya patah hati.
Tidak... saat itu aku berusia 12 tahun.
- Ciuman pertamanya. - Saat kau berusia 12 tahun.
Kau mempercayai itu?
Aku mau kau mengajaknya keluar.
Tidak, Ibu...
Kau seorang Ibu yang hebat, aku menyayangimu.
Sudah berapa kali kukatakan untuk tidak menjodohkanku.
Kau...
Malam komedi, di restoran komedi, besok, pukul 8 malam.
Lori Beth suka tertawa.
- Ini sebuah kencan, yang kuatur untukmu. - Ibu... Ya...
Woa, woa, woa, cuma ada 2 tiket disini.
Maksudku bukankah seharusnya kau membeli 3? Karena kau mau duduk bersama kami agar,
- kau bisa ikut campur. - Oh, aku bisa melakukannya?
- Ya. - Ya, ya, ya...
Ada mustard tambahan di kantong, Joe.
Ibumu adalah yang terbaik, kawan.
Hei, apa kau kira Lori Beth punya teman?
Jangan mengecewakanku.
No comments yet. Be the first to leave one.