نخستین 186 خط.
Subtitle bY iQIYI Ripped == ANANG KASWANDI ==
Ayo ke toko sekolah.
Kau punya banyak camilan.
Harus beli lebih banyak jika mau melalui hari ini.
Memang kau tupai yang bersiap untuk musim dingin?
- Ayo. - Bagaimana dengan Ja-rim?
Ada apa dengannya?
Aku yakin kau tahu aku menyukaimu,
tapi aku tidak sempat memberitahumu hal terpenting.
Kurasa aku takut mengatakannya.
Tapi kurasa aku bisa memberitahumu dengan jelas hari ini.
Maukah kau menjadi pacarku?
Aku menunggumu mengatakan itu.
Hei.
Jangan terlalu menghayati saat latihan, ya?
Kau membuat semuanya canggung.
Kenapa kau melatih itu, Bodoh?
Jika menyukaimu, apa pun usahamu akan berhasil.
Dia tidak suka, pasti gagal.
Dia jelas tertarik kepadaku.
Setelah kemarin, aku tahu orang seperti apa Ja-rim.
Ja-rim dingin di luar, tetapi perhatian di dalam.
Makin dia tampak cuek,
artinya sebenarnya, aku mendapat perhatiannya.
- Omong kosong apa itu? - Itu benar.
Katanya aku seperti anak anjing saat dia mentraktirku makan.
Anak anjing itu manis,
artinya dia menganggapku manis.
Mungkin dia mengira kau anjing.
Kau yakin tidak salah paham?
Tapi jika Gong Ju-young mengungkapkan perasaannya, itu akan berhasil.
Itu juga membuat jantungku berdebar.
Kenapa jantungmu berdebar?
Kalian seharusnya berkencan saja.
Kalian akan menjadi pasangan gila.
Kenapa kami harus berkencan?
Ju-young.
Kenapa kau tidak menjawab?
Ayo ke toko sekolah. Akan kubelikan sesuatu.
Aku tidak mau.
Aku mau. Ayo.
- Siapa itu? - Apa yang terjadi?
Kapan dia menemui seorang gadis?
Gadis itu mencoba menggodanya, bukan?
Aku tak percaya gadis nakal sepertinya
berusaha mendapatkan perhatian pria yang lugu seperti Gong Ju-young.
Dia seharusnya menarik perhatianku saja.
[Pengakuan Analog, Episode 6, Mengakui Perasaanku Lagi]
Sabtu ini adalah Hari Mawar.
Aku yakin Gong Ju-young tidak akan diam saja.
Aku turut senang, Ja-rim.
Tidak perlu.
Aku ingin menghabiskan akhir pekan ini dengan tenang.
Aku yakin dia merencanakan acara kejutan untukmu.
Dengan tenang.
Kalian membahas Gong Ju-young?
Dia bertanya kapan kita bertemu pada hari Sabtu.
Apa menurut kalian dia akan menunggu sampai Ja-rim keluar?
Itu sebabnya aku berencana tinggal di rumah.
Benarkah?
Aku kecewa. Kau harus menerima saat dia melakukan sesuatu untukmu.
Lantas, kami bisa berimajinasi melaluimu.
Hei.
Jika dia mengungkapkan perasaan, cobalah memacarinya.
Haruskah aku mengencani sebarang orang agar kalian bahagia?
Kau mau pergi?
- Ya! - Apa enak?
Ya.
Berikan juga untukku. Berikan kepadaku.
Hei. Itu Gong Ju-young.
Siapa gadis itu? Dia menempel seperti lem.
Dia pasti menyukai Gong Ju-young.
Dia di Kelas Dua.
Ja-rim!
Kau mau ke mana?
Kau baru kembali dari toko sekolah?
Seharusnya kau bilang. Pasti akan kubelikan sesuatu.
Halo.
- Halo. - Itu kelihatannya enak.
Ayo.
A-rong. Ayo.
Hei. Makanlah.
Baik, beri tahu kami. Siapa gadis itu?
Aku punya banyak wanita, aku tidak tahu siapa maksud kalian.
Aku tidak bertanya tentang para wanitamu.
Maksudku gadis yang bersama Ju-young.
Jang Hae-ri?
Dia di Kelas Dua.
Bagaimana dia bisa mengenal Ju-young?
Dia bersikap akrab dengannya beberapa hari ini.
Aku tidak tahu lebih dari itu.
Apa aku tampak bodoh bagimu?
Jangan main-main denganku kecuali kau ingin kehilangan tangan.
Tapi Ju-young membiarkannya?
Dia tidak melakukan hal buruk, jadi, haruskah dia mengusirnya?
Tapi tetap saja.
Bisa-bisanya bersama gadis lain saat menyukai Ja-rim.
Gadis itu yang mendekatinya dahulu, jadi, dia bisa apa?
Siapa peduli jika dia bersama gadis lain? Apa pentingnya bagi kalian?
Itu tidak penting bagi kami, tapi bagi Ja-rim.
Hei, Wang Ja.
Apa itu penting? Kau bahkan tidak berkencan dengannya.
Tidak, itu tidak penting bagiku.
Lihat?
Jangan seperti ini kepadaku, dan bicaralah dengannya.
Tapi kenapa dia harus menolak orang yang menyukainya?
Wang Ja bilang itu tak penting.
Anggaplah kalian dalam masalah. Itu kesempatan atau krisis?
Kedua, Seleksi Ide.
Hanya itu. Kalian memilih ide
dan mengekspresikan proses kesuksesan.
[Ju-young, mau bertemu saat jam istirahat?]
Ada satu orang, bukan? Bukan 45 orang.
Baiklah. Sekali lagi. Akan berubah seperti ini.
Krisis keempat adalah...
Ini tentang kesulitan.
Sesulit apa?
Apa saja yang kita butuhkan?
Ja-rim. Apa rencanamu hari Sabtu?
Aku akan tetap di rumah.
Kenapa kau ingin tahu?
Karena aku juga senggang.
Aku ingin tahu apa kau ingin bermain.
Aku sibuk.
Katamu kau akan ada di rumah.
Aku akan sibuk di rumah.
Astaga.
Pasti gadis itu.
Kau melihatnya? Ja-rim.
Aku tidak ingin kau salah paham.
Aku tidak punya hubungan dengannya.
Baiklah.
Kau tidak salah paham, bukan?
Bukan begitu. Aku hanya sibuk.
Aku senggang hari Sabtu.
Aku sibuk.
Kenapa kau sibuk?
Itu...
Sepertinya kalian perlu bicara. Aku akan pergi.
Tidak, tidak ada yang perlu dibicarakan. Ayo pergi bersama.
Hei, sedang apa kau? Bel berbunyi. Masuk ke kelas.
Ja-rim, kau sibuk hari Sabtu?
Kurasa aku senggang.
Benarkah?
Tapi kau sibuk.
Apa? Aku? Kenapa?
Kau harus menemui gadis itu.
Kenapa harus?
Aku sungguh tidak punya hubungan dengannya.
Jangan mengikutiku dan kencanilah orang yang menyukaimu.
Lantas, kau bisa mengencani orang yang menyukaimu.
Aku. Bagaimana menurutmu?
Bel sudah berbunyi. Kami ada kelas matematika.
Aku tidak mau.
Aku tidak akan pergi sebelum kau menjawabku.
Ja-rim?
Bisa kita bicara?
Aku baik-baik saja. Kalian bisa pergi lebih dahulu.
Kau tidak mau makan?
Kau sangat cantik.
Kau memelototiku agar aku menyadari itu?
Apa yang ingin kau katakan?
Benar juga. Sebelum itu,
mari lakukan sesuatu dengan matamu.
Berhentilah menatapku.
Sudah kubilang, menurutku kau sangat cantik.
Katakan kau mau apa.
Lihat dirimu. Kau kasar sekali.
Karena itukah kau dengan kasar memberi harapan palsu ke Gong Ju-young?
Kurasa aku tidak pernah begitu.
Aku ahlinya memberi harapan palsu,
jadi, aku bisa tahu saat melihatnya.
Namun, kau agak berbeda.
Bagaimana mengatakannya, ya?
Kau tampak seperti jalang sungguhan.
Astaga. Apa itu membuatmu kesal?
Apa itu terlalu vulgar?
Maafkan aku.
Jadi, lepaskan dia agar kita tidak perlu bertemu lagi.
- Bagaimana caranya? - Apa maksudmu?
Kau bertanya karena itu sulit atau karena tidak tahu?
Aku menyuruhmu menolak Gong Ju-young dengan jelas dan tegas.
[Aku sungguh tidak punya hubungan dengan gadis itu.]
Kalau begitu, aku permisi.
Hei. Lagi pula, kau tidak akan mengencani Gong Ju-young.
Benar, bukan?
No comments yet. Be the first to leave one.