نخستین 200 خط.
"Acara ini mungkin tidak sesuai untuk pemirsa di bawah 15 tahun"
"Kebijaksanaan pemirsa disarankan"
"Episode 115"
Song Yeon Hwa?
Istri Bapak?
Ya, kurasa aku baru saja melihat seseorang yang mirip dengannya.
Apa ini?
Singkirkan anjing ini dariku. - Maaf.
Maaf.
Pergilah. - Maaf.
Ayo ikut. - Singkirkan dariku.
Bisakah kamu singkirkan anjingmu dari kami?
Astaga. Menjauh dariku.
Pergilah. - Maaf.
Kemarilah, Anjing. - Menjauhlah.
Astaga. - Aku sungguh minta maaf.
Apa-apaan tadi itu?
Apa itu? - Bapak tidak apa-apa?
Aku baik-baik saja.
Ke mana perginya dia?
Apa yang dilakukan Tae Sung di daerah ini?
Apakah aku ketahuan?
Halo?
Dal Rae, aku mau pulang.
Bu Song?
Aku mau pulang sekarang juga.
Cepat jemput aku.
Ada apa? Apakah ada masalah?
Aku tidak mau memasak hari ini. Aku mengantuk, tidak bisa memasak.
Kamu belum lama di sana. Cobalah tetap terjaga.
Aku tidak bisa, jadi, cepat jemput aku.
Kalau kamu tidak ke sini, aku akan pergi sendiri.
Ya, baiklah, aku akan ke sana.
Kamu menyusahkan. Tunggulah di sana.
Tae Sung tidak akan pulang, bukan?
Aku sungguh berharap dia tidak pulang.
Adakah yang mengusik Bapak?
Dia jelas mirip Yeon Hwa.
Kalau Bapak memang khawatir, apa kita hubungi saja rumahmu?
Tidak.
Kurasa sebaiknya aku langsung ke sana.
Sudah hampir waktunya untuk pertemuan Bapak.
Bapak bisa pulang setelahnya.
Apakah sejam akan cukup?
Ya, kurasa begitu.
Mereka bisa membuat alasan jika lewat telepon.
Aku harus melihatnya sendiri.
Sepatu Buatan Tangan Kebahagiaan.
Aku akan membuat sepatu lebih baik dengan kulit yang bagus.
Terima kasih.
Sepatu Buatan Tangan Kebahagiaan. Bacalah ini.
Terima kasih. Ini.
Sepatu kami akan membuatmu bahagia ke mana pun kamu pergi.
Datanglah ke Sepatu Buatan Tangan Kebahagiaan.
Hyun Do.
Sejak kapan kamu di sini? - Baru saja.
Aku tidak melihatmu.
Aku yakin itu. Aku tadi mengamatimu dari sudut.
Biar kubantu. Aku akan membuat banyak orang berdatangan.
Halo, Sepatu Buatan Tangan Kebahagiaan.
Kami membuat sepatu nyaman yang bagus. Terima kasih.
Kunjungilah Sepatu Buatan Tangan Kebahagiaan.
Sepatu Buatan Tangan Kebahagiaan. - Bahagialah ke mana pun kamu pergi.
Terima kasih. Ambillah satu.
Sepatu Buatan Tangan Kebahagiaan.
Enak dan hangat.
Hangatkan dirimu. Kamu di luar dalam cuaca dingin sepanjang pagi.
Tidak hanya aku, kamu juga.
Aku di luar tidak selama kamu.
Bagaimana kamu menemukanku di sini?
Aku mampir dalam perjalanan ke tempat kerja.
Berjaga-jaga kamu melewatkan makan untuk membagikan selebaran.
Bagaimana kamu tahu aku di sini?
Entahlah, apakah ini saat orang bilang kita terhubung?
Apakah Bok Nam memberitahumu?
Tempat Lee Jae Ha membuka toko pertama Songin.
Di sinilah tempatku kali pertama mulai memimpikan membuat sepatu.
Silakan. - Terima kasih.
Terima kasih. - Tentu.
Minumlah kaldunya dahulu. Itu akan menghangatkanmu.
Ini udon terenak yang pernah kumakan.
Kenapa?
Itu yang kamu katakan saat pertama aku membawamu ke sini.
Benar, saat kita bekerja di Songin.
Saat itu, tidak pernah kubayangkan akan memanggilmu dengan nama,
atau tinggal seatap.
Aku tahu. Takdir bisa sangat menarik.
Benar sekali.
Pada saat itu, kamu hanya atasanku.
Itu bisa mengenai rambutmu.
Apakah enak?
Aku makan bukan karena enak.
Aku makan karena butuh tenaga untuk berjalan.
Baiklah.
Rasanya memang enak.
Senang melihatmu tersenyum,
namun bibi agak khawatir.
Suasana hatimu baik karena Yoon Jae,
namun apakah keluarganya akan menerimamu?
Jangan khawatir.
Aku bisa mengatasi apa pun selama Yoon Jae di sisiku.
Baiklah.
Bibi tidak terbiasa melihatmu seperti ini,
namun bibi akan menganggapnya sebagai kekuatan cinta.
Kurasa cinta memang memiliki cara mengubah seseorang.
Sampai kemarin, seluruh dunia kelabu.
Hari ini, sangat penuh warna dan indah.
Penuh warna dan indah?
Mereka pekerjakan juru masak baru? Kenapa makanannya sangat enak?
Astaga.
Ayo mencari udara segar. Di dalam sana sesak.
Apakah sulit saat dikerumuni?
Mungkin begitu, namun lebih baik saat dikerumuni.
Rasanya menyenangkan bisa menarik perhatian dan dihargai.
Benar.
Kamu sungguh-sungguh mengenai
mengencani Nona Han?
Aku sudah memberi tahu itu kepada Paman.
Paman hanya khawatir.
Sejujurnya, kamu masih belum melupakan Dal Soon.
Aku akan melupakan dia suatu hari nanti.
Semua orang begitu.
Orang-orang putus meski tidak menginginkannya,
dan bertemu orang lain dengan hati yang terluka.
Memang benar,
namun sebagai pamanmu, paman mau kamu bahagia.
Memang baik bersama seseorang yang kubutuhkan,
namun tidaklah buruk bersama orang yang membutuhkanku.
Kalau aku bisa menawarkan kekuatan dan kenyamanan bagi seseorang,
itu juga bagus.
Dia memohon untuk belajar memasak dan kini bilang mengantuk?
Bagaimana dengan investornya?
Dia kaya karena keberuntungan tidak terduga
dan sangat arogan serta pemilih.
Dia bahkan tidak mengatakan dengan jelas mau berinvestasi atau tidak.
Dia yang rugi kalau tidak mau berinvestasi di Songin.
Kalau dia belum memutuskan, masih ada kemungkinan.
Mari sudahi untuk hari ini. Aku sebaiknya bergegas pulang.
Tentu.
Astaga.
Di mana dia? Aku sudah lama menelepon.
Kenapa kamu lama sekali? Aku menunggumu.
Kamu mendikte kapan aku datang dan pergi seolah-olah kamu melatihku.
Maaf.
Hari ini, aku sungguh mau pulang cepat.
Ayo bergegas. - Tidak perlu terburu-buru.
Ada apa denganmu hari ini? - Ayo pergi.
Kenapa dia di rumah?
Sekarang bagaimana, Dal Rae?
Halo, Pak.
Di mana istriku?
Dia...
Dia tidak di rumah?
Dia pergi bersama Sekretaris Go? Ke mana mereka pergi?
Soal itu...
Astaga.
Sayang, kamu sudah pulang?
Dari mana kalian?
Sudah kubilang tetap di rumah.
Ya, kami memang di rumah.
Bu Song bilang merasa sesak, karena itu kami ke taman.
Kami tidak boleh melakukan itu?
Taman?
Aku tidak melihat kalian saat masuk tadi.
Kamu tidak lihat kami tidak memakai mantel?
Kamu tidak melihat kami, namun kami melihatmu.
Benar.
Aku bersama Dal Rae di halaman belakang,
dan kami masuk saat melihatmu.
Kenapa pelayan kita tidak bisa langsung jawab?
Dia tadi membersihkan lantai atas dan tidak mungkin tahu lokasi kami.
Dan saat kamu marah dengannya sejak awal,
mungkin dia menjadi tidak bisa menjawab, bukan?
Benar. Bapak menaikkan nada bicara sejak awal.
Aku permisi dahulu.
Sayang, kamu mendapatkan investasi hari ini?
Benar.
Apakah Steve setuju berinvestasi? Dan apakah kamu membeli lahannya?
Kami sudah menandatangani kontrak investasinya,
namun tidak membeli lahannya.
Kenapa tidak? Kamu butuh lahan untuk membangun pabrik.
Aku merasa curiga mengenai itu dan memutuskan lebih berhati-hati.
Apakah terjadi sesuatu?
Tidak. Aku hanya butuh waktu lagi untuk berpikir.
Aku mau melihat Songin
tumbuh besar dalam waktu dekat.
Ambilkan mantel kami dari belakang guci
di taman tanpa diketahui Pak Han.
Tentu.
Kami hampir ketahuan.
Naluri Yeon Hwa tepat. Bagaimana dia meneleponku saat itu?
Halo?
Tae Sook?
Pulang?
Ya. Pasien bertekad untuk pulih.
Dia bisa mengupayakannya di rumah.
Namun dia belum bisa berjalan.
Ada kemungkinan keadaannya ini sifatnya psikologis.
Akan lebih membantu kalau dia berada di tempat dia merasa nyaman.
Begitu rupanya...
No comments yet. Be the first to leave one.