نخستین 200 خط.
Apa yang terjadi ini?
Omona.
Apa?
Sa Do Chan!
Itu benar-benar switch yang tidak terduga.
Aku yakin mereka tidak akan pernah membayangkan kau akan menipu Kejaksaan.
Berikan tasnya kepadaku.
Sudah kubilang pada kalian.
Para Jaksa itu hanya peduli soal promosi jabatan.
Mereka tidak peduli soal penipu seperti kita.
Para Jaksa itu masalahnya.
Cepat bukalah.
Sa Do Chan!
Bajingan! Bajingan itu pantas dihajar! Dasar bedebah!
Augh, aku semestinya melemparkan dia ke laut!
Sini kau! Sini kau! Sialan!
Ha Ra-ya. Ha Ra-ya, sadarkan dirimu.
Augh, sialan!
Tunggu saja sampai aku menangkapmu.
Bagaimana aku mendapatkan kembali 3 milyarku?
Hei, Sarjana! Ke sini!
Ya, Bos.
Apa yang harus kukatakan pada Presdir Geum?
Adakah alasan supaya aku tidak dihukum keras?
Katakan saja Anda sedang mencoba merancang dana gelap.
Anda sebenarnya menang sampai kemudian Jaksa melakukan penggeledahan.
Nah, 'kan? Sarjana memang "salah" dari semua orang. (*dia menggunakan frase ejaan yang tidak tepat, padahal sebenarnya ingin mengatakan "berbeda")
Ah. Dana gelap.
Saya bukannya "salah". Tapi saya "berbeda".
Kalau "salah", artinya hal itu tidak tepat.
Kalau "berbeda" berarti tidak sama.
Dengan kata lain, mengatakan saya "salah" adalah pemilihan kata yang tidak tepat.
Kau mulai lagi. Kau mau mengajariku?
Memang kau itu guruku atau apa?
Presdir Geum sudah tiba.
Berhentilah membaca itu.
Ada sebuah restoran kari yang sangat enak di Maldives.
- Sungguh? - Akan kuajak ke sana.
- Sungguh. - Tentu saja.
Kalian akan pergi ke suatu tempat yang bagus?
- Kami akan pergi ke Maldives. - Ah, begitu rupanya.
- Mereka bersamamu? - Apa maksudmu?
Aku senang melakukan segalanya sendirian.
Omong-omong, apa yang membuat Jaksa Oh ke sini?
Kau tidak merasa kita perlu bicara?
Haruskah kita ke luar?
Kenapa semua orang ingin bicara denganku?
Tolong ampuni saya, Presdir Geum.
Sung Doo-ya.
Kudengar kau memakai dana perusahaan lagi.
Biar saya menjelaskan hal itu, Presdir.
Saya sedang berusaha mengumpulkan dana gelap untuk perusahaan.
Dengan berjudi?
Saya sudah hampir menang kedua kali,
tapi seorang Jaksa menerobos masuk.
Jaksa?
Beraninya kau menipu Jaksa?
- Aku ingin menghajarmu! - Ini menarik.
- Bagaimana kau bisa tahu aku di sini? - Pelacak.
Aku akan menyita ini.
Pelacak?
Hei, ini pelanggaran hak asasi.
Aku harus berhadapan dengan penipu licik sepertimu.
Pikirmu aku tidak akan punya rencana cadangan!?
Berikan kepadaku sekarang!
Soal itu.
Jangan sampai hal ini mengejutkanmu, Jaksa Oh.
Di dalam boks itu,
tidak ada apa pun.
Kau mau aku memercayainya?
Itu...
Namanya Baek Joon Soo.
Baek Joon Soo masih hidup?
Anda kenal si berengsek itu?
Apa benar dia orangnya?
Ya, benar. Pria itu.
Benar. Benar. Ya.
Maafkan saya, Presdir. Saya bersalah.
Inilah alasannya sangat memalukan ketika seekor ikan kabur.
Aah, kenapa kau tidak memercayaiku?
Aku serius. Tidak ada isinya.
Ya, Detektif. Sudah menggeledah mereka?
Tidak ketemu?
Ya, terima kasih bantuannya.
Di mana kau sembunyikan?
Aku juga penasaran...
...siapa yang telah mengambil barang senilai lima juta milyar won.
- Lima milyar won? - Itulah yang Nam Seung Tae katakan.
Dia menyerah atas lima milyar won.
Itukah sebabnya kau pura-pura bekerja sama untuk dapat mencurinya dari kami?
- Dasar penipu sialan. - Lalu, apa itu?
Nam Seung Tae. Jawablah.
Nam Seung Tae-ssi, apa yang terjadi?
Maafkan aku, Jaksa.
Sejujurnya, aku memiliki barangnya.
- Namun, ada syarat. - Syarat?
Agar aku dapat menghilang, aku membutuhkan uang.
100 juta?
Wah, ini gila.
Bagaimana caranya mendapatkan uang itu? Astaga.
Kita harus melakukan yang terbaik.
Tepatnya, bagaimana?
Haruskah aku mengajukan pinjaman pribadi?
Atau haruskah kugadaikan sertifikat rumahku?
Terima kasih, Pak.
Kau ini sebenarnya ada dendam apa kepadamu?
Itu lelucon. Lelucon. Astaga.
Kita harus mendapatkan benda itu.
Astaga. Harus. Harus.
Dana Khusus.
Dana Khusus.
Kita punya dana itu untuk digunakan pada saat seperti ini.
- Aku benar, 'kan? - Ya, Pak.
Baiklah. Aku akan mendapatkan dananya apa pun yang terjadi.
Beri saja aku waktu seminggu.
Anda harus mendapatkannya.
Mereka akan mengabulkannya, 'kan? (*pengajuan dana khusus)
Satu minggu?
Aku mengerti. Kau harus datang sendirian.
Ya.
Lepaskan aku. Lepaskan.
Kau sungguh berpikir dapat kabur dari kami? Di mana barangnya?
Aku tidak akan pernah memberi tahu monster sepertimu.
Beri tahu aku di mana tempatnya sebelum aku selesai membaca.
Jika kau belum juga memberi tahu aku saat itu,
kau mungkin akan mati.
Bakarlah.
Sekarang, Anda sudah memilikinya.
Tidak perlu menghubungi Jaksa Baek untuk membunuhnya.
Aku harus mengakhirinya dengan rapi sebelum keparat sepertimu bertambah banyak.
Baiklah. Kau sudah membuktikan aku tidak bersalah.
Bagaimanapun, kuharap kau menerima barangnya dengan baik, Jaksa Oh.
Mari tidak saling berjumpa lagi.
Apa lagi kali ini?
Apa aku sudah membuatmu berdebar?
Keadaan berubah.
Apanya?
Jika aku menyuruhmu bekerja mulai Senin,
apa kau akan menolak?
Kau sedang bergurau denganku, ya?
Kenapa harus?
Kau tidak akan bisa menolak.
Oppa!
- Hyeong. - Do Chan-ah?
Oppa, bebaskan kami dari sini. Aku lapar.
Aku butuh jaminan jika bekerja sama denganmu.
Betapa murahan caramu mengancam.
Tepatnya aku memberikan penawaran.
Bawakan barangnya kepadaku minggu depan. Maka kubebaskan mereka.
Apa? Kau ingin kami tinggal di sini seminggu?
Ah Oppa!!! Tempat ini membuatku merinding.
Aku bahkan belum mandi berjam-jam. Kau ingin melihatku tanpa riasan, ya?
Oppa!!! Bebaskan aku dari sini cepat!
Baiklah, kulakukan.
Jika syaratnya diubah.
Keluarkan mereka sekarang juga.
Tidak, tidak.
Kau pikir aku akan sepakat?
Menyamar sebagai PNS.
Kau adalah kaki tanganku.
Kau mengancamku?
Ini tawaran.
Heol.
Hyeong, dia di sini.
Kau sudah menyelesaikan PR-mu sebelum pergi tidur?
Kau ingin aku mengingat semua inio dalam beberapa hari?
Ini namanya penyiksaan mental.
Ini ulang tahun Baek Joon Soo.
Seperti aku akan mengajaknya berpesta saja. Astaga.
Kau mau mati, ya?
12 April 1987.
3-22 Ongang-dong, Sokcho City, Gangwon-do.
Dia lulus dari SD, SMP, sampai SMA dengan nilai bagus.
Lulus dari Fakulitas Hukum Universitas Humum, berhasil dalam ujian.
Program Pelatihan Jaksa, Angkatan 44.
Dia dengan suka hati menjadi orang buangan sejak kuliah hukum,
dan sulit mendapatkan teman selama masa pelatihan.
Satu-satunya rekan dekatnya...
.. keras kepala, temperamental, dan mulut berbisa.
Jelas tukang bully di sekolah. Oh Ha Ra.
Hentikan komentar tidak penting itu. Orang-orang terkait.
Orang-orang terkait. Ke halaman 13.
Dua rekan yang relatif dekat, Kim Min Suk dan Park Jung Woo.
Kim Min Suk bekerja di Daejeon, dan Park Jung Woo di Chuncheon.
Lebih dari itu, orang yang paling berkaitan,
adalah Woo Jae Shik. Pembimbingnya sejak masa pelatihan,
dan Kepala Jaksa di Departemen Internal.
Aku jangan... jangan... jangan pernah dekat dengannya.
Jangan pernah. Jangan pernah.
Aku akan pergi duluan. Jangan sampai terlambat.
Jaksa.
Departemen Tindak Kriminal Unit Enam.
Pergi untuk diinterogasi?
Sanggah dan kau dapat tiga tahun penjara. Akui, dapat potongan hukuman.
Itulah cara untuk hidup.
Kau kenal dia?
Halo. Halo.
Halo.
Aey, si cantik Mi Ran kita.
Siapa...
No comments yet. Be the first to leave one.