نخستین 30 خط.
Amudo moreuge Wae tto ireoke nan
Honja meonghani Gogael sugigo isseo
Naega daeche Wae ireoneun geonde
Pogihago shipeojineun geol Eotteokhae
Dashi dajimeul hae bwado Irugi himdeun baraemil ppuningeol
Saenggageul jeongnihaebwado Eojireoun nae mam eotteokhae
Haruharuga Chetbakwicheoreom ne
Gyeoteul maemdolda Banbokdoeneun deuthaedo
Maeilmaeiri Nega eopshi himdeureodo
Naeiri omyeon
Dashi dajimeul haebwado Irugi himdeun baraemil ppuningeol
Saenggageul jeongnihaebwado Eojireoun nae mam eotteokhae
Modeun geol jamshi Ijeun chaero
Dashi saerobge Shijakhal su itge
Ne saenggakdo Da jeobeodugo
Kkumsogeseo neowa chumeul chullae
Tanpa orang tahu
Kenapa aku menjaga jarak seperti ini Dengan menundukkan kepala?
Kenapa aku bersandiwara Seperti ini?
Aku hanya ingin menyerah Apa yang harus Ku lakukan?
Aku mencoba membuat keputusan lagi Tapi itu hanya harapan yang tak tergoyahkan
Aku mencoba menyusun pikiranku Tapi kepalaku pusing, apa yang harus kulakukan?
Hanya menari Hanya menari
Sepanjang malam Aku hanya ingin menari
Hanya menari Sepanjang malam, Ku hanya ingin menari
Setiap hari Rasanya seperti perlombaan
Rasanya seperti Aku berputar-putar setiap hari
Meskipun setiap hari Susah tanpa dirimu
Ketika esok datang Semua akan baik-baik saja
Aku mencoba membuat keputusan lagi Tapi itu hanya harapan yang tak tergoyahkan
No comments yet. Be the first to leave one.