نخستین 128 خط.
Sudah tidak berlaku.
Nona Akito.
Hampir selesai.
Sudah hampir selesai.
Kau akan merelakan segalanya?
Kau tidak akan melakukan apa pun?
Kau
akan meninggalkan semuanya?
Shigeru.
Hai.
Aku pulang. Selamat pagi.
Hei, dalam perjalananmu...
Kau bau alkohol.
Aku minum-minum dengan temanku, seorang penulis.
Minum-minum?
Kau minum-minum sampai sepagi ini?
Kami minum sampai kereta pertama hari ini.
Kau seharusnya menjadi wali.
Kendalikan dirimu.
Tidak, siapa peduli soal pria ini.
Kau jahat sekali.
Kau lihat si bodoh itu?
Kau lihat si bodoh itu dalam perjalanan kemari?
Bodoh?
Maksudmu Kyo?
Aku tidak melihatnya.
Ada apa?
Apa yang dia lakukan?
Aku juga tidak tahu detailnya.
Aku tidak percaya si bodoh itu
membuatnya menangis.
Kau pasti senang.
Kau menang.
Kau merebut posisiku.
Kau mengucilkanku
dan merebut hati semua orang.
Menyenangkan, bukan?
Berkat kau,
Sekarang kau senang?
Aku sangat membencimu.
Kau menghancurkan dunia seseorang,
tapi tetap suci dan tidak bersalah.
Padahal kau yang paling kotor!
Nona Akito.
Kau selalu ada di sana, bukan?
Jangan mendekat.
Jangan kemari. Kau sangat menjijikkan.
Nona Akito.
Jangan mendekat.
Kau selalu
merasa kesepian,
tapi berpura-pura tegar.
[dan terpaksa memisahkan diri dari yang lain.]
Kau selalu membicarakan "selamanya" dan "abadi".
Kau terus mengulangi kata-kata itu.
Karena jika tidak mengatakannya,
kau akan takut.
Kau menjadi ketakutan.
Diam!
Berhentilah bicara seolah tahu segalanya.
Kau meremehkanku?
Kau tidak bisa membodohiku.
Aku tidak akan terpengaruh olehmu.
Aku...
Aku...
Aku kotor.
Sama seperti ucapanmu.
Aku meremehkan keinginanmu agar keadaan tidak berubah.
Padahal aku juga menginginkan hal yang sama.
Aku juga berharap semuanya "abadi",
Tapi...
Orang-orang dan perasaan mereka tidak bisa dipaksa.
Aku yakin
kau juga menyadari ini.
Karena itu kau terus merasa
sangat frustrasi,
Tidak!
Tidak, aku tidak mau.
Aku tidak mau ditinggalkan.
Kenapa?
Nona Aki...
Aku takut. Aku sudah muak.
Aku tidak mau.
Aku benci dunia ini.
- Nona Akito. - Aku sudah muak!
Meski...
Meski aku menyadarinya,
harus hidup dengan orang asing
yang tidak ada perjanjian atau ikatan denganku selamanya
sangatlah menakutkan.
Tidak ada jaminan orang-orang akan menyayangiku.
Aku tidak bisa hidup di dunia yang penuh orang asing.
Aku tidak bisa.
Kalau begitu, Nona Akito,
kau mau memulai kembali denganku?
Mari kita mulai di sini.
Lagi pula, pertemuan pertama kita terasa kurang tepat.
Halo.
Aku Tohru Honda.
Siapa namamu?
Aku ingin menjadi temanmu.
Pembohong.
Hentikan omong kosongmu.
Setiap kali aku menangis,
kau akan berpikir aku menyebalkan.
Jika aku kehilangan kesabaranku,
kau akan langsung marah.
Kau akan mulai membenciku, lalu segera pergi.
Siapa pun...
Tolong!
Ada orang di sana?
Selamatkan dia!
Kau membuatku kaget.
Shigure.
Tolong.
Kumohon.
Dia terjatuh
dari tebing...
Dia tak bergerak.
Dia berhenti bergerak.
Apa yang harus kita lakukan? Dia tak bergerak.
Dia tak bergerak sama sekali.
Akito.
Tenanglah dan bicara perlahan.
Siapa yang jatuh?
Toh...
Tohru.
Dia terjatuh di mana?
No comments yet. Be the first to leave one.