نخستین 200 خط.
Kau lagi memikirkan apa?
Aku sedang memikirkan sesuatu...
...yang seseorang pernah bilang padaku.
Maksudku, kau terbiasa dengan kondisi tertentu.
Dan...
Apa menurutmu kita tidak bisa berubah...
...atau menurutmu kita bisa berubah?
Maksudmu orang sepertimu?
Aku, kau, semua orang.
Aku tak tahu apa ada yang pernah berubah total.
Tapi kita bisa berubah secara bertahap, 'kan?
Itulah yang kita coba lakukan.
Menjadikan diri kita pribadi yang lebih baik.
Tiarap!
Tiarap!
Hood.
Obat akan mengatasi rasa sakitnya.
Kai...
Maafkan ibu, Kai.
Andai saja ibu lebih kuat,..
...ibu mungkin bisa menyelamatkanmu.
Bisa menyelamatkan kita berdua.
Kai, kau di mana? Ini Emily.
Kau harus pulang sekarang.
Tetap tiarap.
Kau mau ke mana? / Mencegah mereka masuk.
Alma, kau tak apa? / Kurasa begitu.
Baiklah, tetap tiarap.
Alma, minta bantuan lewat radio!
Radionya tidak berfungsi. / Coba pakai telepon!
Teleponnya mati.
Mereka juga memblokir sinyal ponsel. Coba terus.
Hood! Hood!
Kau tak apa? / Ya, aku baik-baik saja.
Raven? / Tak apa-apa.
Semuanya baik-baik saja? / Ya.
Siobhan, kau tak apa? / Ya.
Tak berdarah. Tak berdarah. Kau tak apa?
Aku mengerti penampilan fisikku mungkin mengganggu, tapi...
Lupakan.
Siapa itu? / Kukira dia temanmu.
Sheriff, keluarkan aku. / Diamlah.
Siapkan senjata dan bentuk formasi. Bergerak!
Himpun senjata.
Brock. / Ya?
Keluarkan aku dari sel ini sekarang! / Diamlah, Proctor.
Jika kau tak melihatnya, kami sedikit sibuk.
Aku tak terlindungi di sini! / Kau dapat perlindungan sama seperti kami.
Jika aku ingin masuk ke sini, pintu itu takkan menghentikanku.
Untungnya kau sudah berada di dalam sini.
Hei, itu Redbones.
Mereka menyebar di parkiran dan seberang jalan.
Kita harus tahan mereka sampai State Police datang.
Mereka takkan datang. Teleponnya mati.
Ponsel juga? / Ya.
Sial. Jadi intinya kita sendirian melawan...
...pembunuh maniak dan puluhan preman bersenjata seperti satu peleton.
Seperti itulah. / Apa yang mereka inginkan?
Entahlah, tapi apa pun itu, kita takkan suka.
Mereka menginginkanku. Aku membunuh Tommy.
Aku tak peduli yang Chayton inginkan. Dia takkan mendapatkannya.
Raven, Siobhan, bawa mereka ke lantai bawah.
Semuanya, ikut kami. Kami akan bawa kalian ke tempat aman.
Kau tak apa? / Ya, aku tak apa.
Sedang apa mereka di luar sana?
Kurasa pintu-pintu ini memberikan mereka tantangan.
Mereka membentuk formasi, melakukan langkah selanjutnya.
Apa langkah kita selanjutnya?
Entah berapa lama pintunya bertahan. Kita butuh lebih banyak senjata.
Pergi ke gudang senjata. Ambil semuanya.
Apa ini cukup? Kuharap kau tak keberatan, Sheriff, aku mengambil inisiatif.
Kupikir sudah tak ada waktu lagi.
Kau yang memberiku surat lamaran, 'kan?
Dade County Sheriff Department. / Ya, pak. Kurt Bunker.
Bagaimana kau masuk ke loker senjata, Bunker?
Kuhancurkan gemboknya.
Kau diterima. / Apa?
Terima kasih, pak. / Bagikan senjatanya.
Benarkah, Hood... / Apa?
Bagaimana dengan Tn. Proctor? / Bagaimana dengannya?
Menahannya di sel adalah pelanggaran HAM.
Itu sudah nasibnya.
Kau akan mengeluarkannya atau tidak? / Tidak.
Baik, berarti sheriff sengaja membahayakan nyawa klienku.
Kau adalah petugas pengadilan. Lakukan sesuatu.
Ini zona perang, Pengacara. Proses hukum baru saja diledakkan.
Sperling, aku ada ide. Kau pergilah ke lantai bawah.
Aku takkan ke mana-mana tanpa Tn. Proctor.
Bunker, beri dia senjata. / Apa? Kenapa?
Waktunya buat dirimu berguna. / Aku tak tahu cara menggunakan itu.
Aku juga tak tahu, tapi itu takkan menghentikanku.
Bu, senjata itu sangat berbahaya. / Apa kau akan...
...berdiri di sana seperti Misoginis dan mengguruiku.
Atau kau akan tunjukkan cara menggunakan senjata ini?
Terima kasih, aku merasa baru menikah lagi. Baiklah, kita mulai.
Magazennya tepat di sini. Pastikan pengamannya dimatikan.
Pistolnya sudah siap untuk ditembakkan.
Ulangi seperlunya. Hood, lantai bawah.
Kenapa? / Pintu luarnya tak ada gerbangnya.
Bunker, pergilah ke bawah. / Siap, pak.
Alison, ikut dia... / Aku takkan ikut dengannya.
Dengan segala hormat, Bu. Aku mengerti penampilan...
...fisikku mungkin merisaukan-- / Sudahlah. Aku mengenal orang sepertimu.
Aku tahu semua hal tentangmu. / Jika kau ingin membantu orang-orang,..
...di bawah ada yang membutuhkan bantuanmu.
Membiarkan Nazi menenangkan mereka.
Aku memintamu. / Baik. Tapi jaga jarakmu...
...dan aku baru ini pegang senjata, jadi mungkin saja tak sengaja meletus.
Bisa diterima? / Ya, pak.
Warga sudah diamankan dilantai bawah. / Kita bagaimana sekarang?
Baiklah, berpencar. Siaga.
Tembak apa pun yang masuk melalui pintu besinya.
Hood!
Hood!
Aku mendengarkan.
Ada Billy Raven dan Proctor di dalam.
Kirim mereka berdua keluar bersama Nas dan Tate...
...dan kami akan mengampuni kalian.
Biar kupikirkan dulu. / Waktumu dua menit.
Sheriff kau tak sungguhan...
...mempertimbangkan menyerahkan Tn. Proctor pada psikopat itu?
Tenanglah, Jackson.
Aku yakin sheriff tak lupa kejadian di malam yang...
...mirip seperti ini saat dia hampir mati jika tak ada campur tanganku.
Kan, Sheriff?
Hei, Chayton.
Aku tak bisa.
Kau takkan dapat kesempatan lain. / Benarkah?
Begini saja.
Kau pergi sekarang, kubiarkan kau hidup. / Kami akan masuk, polisi.
Mungkin, tapi jika kau lakukan banyak Redbones yang akan mati.
Bukannya adikmu saja sudah cukup? / Tutup mulutmu, kulit putih.
Kau harusnya lebih melindunginya.
Akan kubuat kau menderita.
Hei, Chayton.
Enyahlah.
Jika pintu besinya jebol kita takkan bertahan lama.
Berapa banyak amunisi tersisa? / Tidak cukup.
Sheriff, biarkan aku bicara pada Chayton.
Dia tak ingin bicara denganmu, Billy.
Dia ingin membunuhmu. / Aku bisa akhiri ini.
Dengan mengorbankan dirimu?
Itu peradilan adat. / Tidak, itu omong kosong.
Kita kalah, kita mati bersama-sama.
Ini menyebalkan.
Siapa butuh senter? Siobhan? / Aku ada satu di laci.
Billy? Kau ada senter? / Ada.
Hei, Brock! / Ini, ambillah.
Di mana lampu darurat?
Kita tak punya lampu darurat. / Sempurna.
Sial. Tetap menunduk. / Sial.
Kalian buang-buang waktu.
Sedangkan Chayton lebih memahami situasi...
...dan dia akan menjebol pintu besinya.
Lalu dia akan melumatmu hidup-hidup.
Aku selalu bisa mengirimmu keluar sebagai hidangan pembuka.
Ya. Aku lebih pilih memperjuangkan hidupku di luar sana...
...daripada menunggu mati di dalam kegelapan seperti kalian.
Dia ada benarnya.
Hood, dengar. / Ya?
Ada generator cadangan di lantai bawah.
Tak bisa hidupkan semuanya, tapi bisa memberi kita sedikit cahaya.
Aku akan ke sana. / Baiklah.
Siapa itu? / Siobhan.
Mereka mematikan listriknya.
Mereka mencoba buat kita frustasi. / Itu berhasil.
Baiklah, dengarkan. Ada yang dengar suara tembakan.
Jadi, State Police , mereka dalam perjalanan.
Sampai mereka datang, aku ingin kalian bersabar. Bisa?
Ya. / Bagus.
Siobhan, urus generatornya.
Aman? / Sejauh ini, pak.
Bahasamu selalu santun? / Saat aku gugup saja.
Tetap siaga, Bunker. / Ya, pak.
Sial. / Kehabisan bensin?
Hampir. Pegang ini.
Sialan.
Biar kucoba. / Tidak, aku bisa!
Kubilang aku bisa!
Harinya makin lama semakin bertambah buruk.
Tahu yang kurasakan? Aku memikirkan untuk pensiun.
Kau bajingan. / Ya.
Kau bahkan tak tahu yang kau lakukan. Kau bukan polisi.
Memang tidak.
Terus kenapa kami semua mendengarkanmu?
Kau tahu?
Kau benar.
Tapi aku sudah pernah mengalami lebih daripada ini, dan aku masih hidup.
Jadi aku ingin kau percaya padaku.
Kau sadar betapa konyolnya perkataanmu?
Ya.
Aku tak ingin mati malam ini. / Kau takkan mati.
Kita semua akan melewati ini bersama-sama. Coba lagi.
Oh, syukurlah.
Ini bukan pertama kalinya terjadi, kau tahu?
Maksudku, satu orang bersenjata mesin sudah cukup buruk.
Tapi dua? Itu... / Nasib sial?
Tidak, itu sesuatu yang lain.
Ya Tuhan. Hei. / Hei.
Ini. / Terima kasih.
No comments yet. Be the first to leave one.