نخستین 200 خط.
Cabut pedang kalian.
Saat dia muncul, itu akan terjadi dengan seketika.
Maju!
Cepat sekali!
Di hutan seperti ini, mana mungkin kita bisa menghindarinya!
Dia akan menangkap kita!
Kopral, ayo kita gunakan Perlengkapan Bermanuvernya!
Kopral!
Kau tak bisa kabur!
Bala bantuan dari belakang!
Kopral, perintah Anda?
Ayo lakukan!
Dia berbahaya!
Kita harus mengatasinya!
Kalau begini, dia bisa menyusul kita!
Kita bunuh dia di sini!
Untuk itulah kita datang ke hutan ini!
Benar 'kan, Kopral?
Kopral, perintah Anda!
Semuanya, tutup telinga kalian.
Oh, sobatku
Oh, mein Freund
Sekarang kita telah menang
Jetzt hier ist ein Sieg
Inilah kehormatan kita yang pertama
Dies ist der erste Gloria
Oh, sobatku
Oh, mein Freund
Mari kita rayakan kemenangan ini untuk mempersiapkan pertarungan selanjutnya
Feiern wir diesen Sieg für den nächsten Kampf
Takkan ada kematian yang sia-sia
Muimina shide atta to iwa senai
Pertarungan kita akan terus berlanjut sampai tersisa satu orang saja
Saigo no hitori ni naru made
Lawan kita kejam... Tapi akan kita kalahkan...
Der feind ist grausam... Wir bringen...
Lawan kita besar... Kita 'kan melompatinya...
Der feind ist riesig... Wir springen...
Kita menggenggam erat kehormatan
Ryoute ni wa Gloria
Dan bernyanyi atas kemenangan
Utau no wa Sieg
Kita memikul sayap kebebasan di punggung kita
Senaka ni wa Flügel der Freiheit
Bersumpah dengan lubuk hati kita
Nigirishimeta ketsui o hidari mune ni
Kita menyerang di lingkar kegilaan
Kirisaku no wa Ringe der Torheit
Dan menerjang langit
Soukyuu o mau
Dengan sayap kebebasan kita
Flügel der Freiheit
ZainuddinAri mempersembahkan
Gigit
Ekspedisi ke-57 di Luar Tembok (Bagian 3)
Bom suara?
Tugas kalian itu apa?
Memangnya tugas kalian itu harus terbawa oleh emosi sesaat?
Seharusnya bukan itu.
Tugas regu ini adalah menjaga bocah ini agar tak terluka.
Dengan mempertaruhkan nyawa kita.
Jadi bukan untuk mengawasiku?
Kita akan terus menunggang kuda.
Mengerti?
Siap!
Kita kabur?
Kabur sampai mana?
Selain itu, dia sudah tepat di belakang kita.
Lagi-lagi?
Bala bantuan!
Kalau kita tak segera membantu, mereka bisa terbunuh!
Eren! Lihatlah ke depan!
Günther!
Jangan mengurangi kecepatan!
Terus maju dengan kecepatan penuh!
Erd!
Kenapa?
Kalau Regu Levi tak menghentikannya, memangnya siapa lagi?
Ada yang mati lagi!
Padahal kita mungkin masih bisa menolongnya!
Masih ada yang bertarung!
Kalau sekarang, kita masih sempat!
Eren, tataplah ke depan dan terus maju!
Kau menyuruhku untuk berpaling begitu saja?
Kau ingin aku lari meninggalkan rekan kita mati begitu saja?
Ya, benar!
Patuhilah perintah Kopral!
Aku tak mengerti kenapa kita harus meninggalkannya!
Aku juga tak mengerti kenapa kalian tak mau menjelaskan alasannya!
Kenapa?
Itu karena Kopral telah memutuskan itu!
Kau tak mengerti, karena kau masih pemula!
Kalau mengerti, diamlah dan patuhi perintah!
Tunggu.
Meski sendirian aku masih bisa bertarung, 'kan?
Kenapa aku hanya mengandalkan orang lain?
Aku bisa bertarung sendiri, 'kan?
Apa yang kaulakukan, Eren?
Seharusnya itu hanya diperbolehkan kalau nyawamu dalam bahaya.
Kau sudah berjanji pada kami, 'kan?
Eren!
Bukan kau yang salah.
Kalau mau, lakukan saja.
Aku sudah mengerti.
Dia itu benar-benar monster.
Bukan karena dia punya kekuatan Raksasa.
Sekeras apa pun usaha kalian menahannya...
Seketat apa pun kalian mengurungnya...
Memaksa pikirannya agar terkendali itu
tak ada yang bisa.
Aku ingin membunuh para Raksasa!
Eren, perbedaan antara keputusanmu dan keputusan kami itu
muncul dari perbedaan pengalaman kita.
Tapi,
kau tak perlu mengandalkan hal itu.
Pilihlah.
Percaya pada dirimu,
atau percaya padaku dan anggota Pasukan Pengintai lainnya.
Aku pun tak tahu jawabannya.
Selalu tak tahu.
Meski aku percaya pada diriku,
meski aku percaya pada keputusan rekan-rekanku,
hasilnya tak akan ada yang tahu.
Karena itu,
berusahalah untuk memilih keputusan yang tak akan kausesali.
Eren!
Percayalah pada kami!
Aku punya ide agar tak perlu membunuhmu.
Apa?
Aku pernah bilang satu-satunya cara untuk menghentikanmu dalam wujud Raksasa adalah membunuhmu.
Kalau dengan cara ini, kau hanya akan terluka.
Meski begitu, ini membutuhkan kemampuan yang cukup.
Intinya, kau akan tertebas di bagian tengkuk leher Raksasa.
Akibatnya, ujung dari kedua lengan dan kakimu akan terputus.
Meski begitu, itu akan tumbuh lagi seperti kadal, 'kan?
Menjijikkan.
Tunggu dulu.
Aku tak tahu kalau itu akan tumbuh lagi atau tidak.
Apa tak ada cara lain?
Jadi kau tak mau mengambil risiko
dan tak mau mempertaruhkan apa-apa?
Ti-Tidak.
Kalau begitu, bersiaplah.
Kita semua sama.
Bisa saja kau yang membunuh kami.
Jadi, tenanglah.
Baik. Aku mengerti.
Ja-Jadi, aku boleh bereksperimen, 'kan?
Risikonya tinggi.
Meski begitu,
kita tetap harus memeriksanya.
Rencana percobaannya biar aku yang menentukan, benar 'kan?
Eren, kalau masih ada yang ingin ditanyakan, tanyakan saja.
Ada banyak alasan kenapa kita harus mempertaruhkan nyawa untuk ini.
Kau sudah siap, Eren?
Kalau kami sudah siap, kami akan menembakkan suar asap.
Sisanya kuserahkan padamu.
Dimengerti!
Seharusnya, sumur ini bisa menahannya meski Raksasanya tak bisa dia kendalikan.
Itu sinyalnya.
Mengendalikan Raksasa.
Sejak menutup tembok aku belum pernah mengulanginya.
Kalau aku sampai mengamuk lagi,
mungkin aku akan dibunuh oleh Regu Levi, ya?
Apa dia tak melihat sinyalnya, ya?
Tidak.
Sejak awal kita pun sudah tak yakin dengan rencana ini.
Hei, Eren!
Eksperimennya ditunda.
Ada apa?
Mayor Hanji.
Aku tak bisa menjadi Raksasa.
Luka dari gigitanmu juga tak menyembuhkan diri?
Ya.
Kalau kau tak bisa berubah menjadi Raksasa,
rencana untuk menutup Tembok Maria itu hanya impian belaka.
Ini adalah perintah.
Carilah cara lain.
Siap.
Jangan murung begitu, Eren.
Tapi...
Ya, ini berarti kau jauh lebih manusiawi dari yang kita duga.
Ini lebih baik daripada harus terburu-buru dan mempertaruhkan nyawa.
Ini pun tak sia-sia.
Ya.
Kita harus tetap waspada.
Kenapa semuanya bisa setenang ini?
Kalau aku tak bisa berubah menjadi Raksasa memangnya tak apa-apa?
Kau baik-baik saja?
Ya.
Hei.
Ada apa?
Ledakan apa itu?
Kenapa malah sekarang?
Tenanglah.
Kopral Levi!
I-Ini...
Sudah kubilang tenang.
Kalian.
Suar Asap (Bagian 1) Pistol kecil yang mampu menembakkan peluru suar yang menggunakan mesiu. Silinder yang terpasang peluru suar bisa ditukar saat digunakan.
No comments yet. Be the first to leave one.