نخستین 200 خط.
PERISTIWA INI SUNGGUH TERJADI.
BEBERAPA DETAIL TELAH DIUBAH DEMI MENGHORMATI YANG MASIH HIDUP.
Mafia Polandia menyakiti banyak orang, semua tahu itu.
Pernahkah kau memikirkan berapa orang menyakiti mafia Polandia?
Menurutku, hanya satu.
Masa.
Dia menyakiti banyak preman baik dengan dongengnya yang muluk.
Dia yang pertama mulai mengadukan teman-temannya,
semua percaya kebohongannya.
Namun, kebenaran tentang gangster...
MASA KINI
...jauh berbeda.
Hadirin, aku diberi tahu bahwa...
Ya, itu dia.
Itu dia.
Bagian ketiga dari kisahmu dimulai dengan deskripsi puitis.
Kau membakar setengah ton kokaina agar tidak masuk ke pasar Polandia.
Ya, aku ingin sekali melindungi orang dari narkoba.
Terutama generasi muda.
Aku lahir di tempat kumuh yang dulunya Republik Rakyat Polandia.
Bertentangan dengan pandanganmu,
tak butuh keluarga berantakan untuk menjadi gangster.
Punya tempat untuk tinggal dan tidur.
Orang tua penyayang dan saudari hebat.
Entah bagaimana keluarga ini berakhir dengan bajingan sepertiku.
Jangan sampai kalah. Portugal. Alves, Chalana.
Kasperczak merebut bola dan mengopernya ke Lato...
Batu baranya tiba.
Banyak operan. Polandia di kiri...
- Batu baranya tiba. - Tepat waktu.
Umpan silang ke Szarmach, tetapi tidak akan sampai.
Humberto menyundulnya di belakang garis untuk tendangan pojok.
Kali ini bukan Henryk Kasperczak,
Kazimierz Deyna yang berlari ke bendera.
Penonton mencemooh. Deyna. Lari pendek, umpan silang...
Tidak, itu tembakan langsung!
Bola luput dari Gabriel. Bento tidak berdaya. Gol!
Gol!
Kazimierz Deyna mencetak gol langsung dari tendangan pojok.
Polandia memimpin Portugal di Chorzów 1-0.
Momen yang emosional.
Kita akan ke Argentina untuk Piala Dunia.
How I Became a Gangster
Itu kenapa?
Itu sup tomat.
Masih ada.
Lalu yang ini?
Dari mana luka itu?
Kejar-kejaran dengan Laura, aku menabrak pintu.
Ya.
Dia tabrak keras, hampir lepas dari engsel.
Ayah kira kau berkelahi lagi.
Tidak mungkin, Ayah.
Itu lezat. Terima kasih, Bu.
Gangster baik selalu ceritakan kisah yang ingin didengar.
Seingatku, aku melawan semua orang.
Beberapa perkelahian sehari.
Di taman bermain, aku belajar
apa yang mereka sebut MMA, Krav Maga, atau apa pun.
Awal pertarungan, pura-pura jadi pecundang.
Ketika bajingan bodoh percaya, aku akan memulai pertarunganku.
Aku pun akan kalah suatu hari.
Aku terkejut.
Putramu seperti petinju cilik.
"Cilik"? Kau akan menyesal.
Tolong jangan lakukan apa pun.
Putraku agak tersesat, tetapi...
dia anak yang baik.
Terampil, cerdas.
Tidak mencuri.
Anggap saja ini peringatan terakhir.
Terima kasih, Pak Kepala Sekolah.
Paham, Nak? Bilang terima kasih.
Apa kau menang?
Umurku sepuluh tahun.
Aku tak tahu mau jadi apa,
tetapi aku berjanji kepada diri sendiri aku tidak akan membiarkan
bajingan menangkapku lagi
Semasa kecil, aku suka mencuri taksi ayahku.
Aku tak hafal kota, maka aku ikuti rute bus malam.
Berhenti!
Itu pertama kali kulihat mereka.
Awas.
Keluar!
Mereka tak bekerja atau tidur saat malam.
Punya uang, pelacur, dan mobil.
Mereka sering berkelahi dan tak ada yang bisa berbuat apa-apa.
Mereka gangster.
Gangster.
Kataku, "Suatu hari, aku akan menjadi seperti mereka."
Taksi?
Solidaritas, Wałęsa, Popiełuszko, darurat militer.
Aku tak peduli tentang semua itu.
Pada tahun 1980-an, negara adalah mafia.
Saat itu, ada penipuan terbesar.
Jika mau uang, harus bekerja sama.
Dengan izin otoritas, Nikoś mencuri mobil di Jerman Barat.
Barabasz mencuri truk, Malizna menangani uang,
Słowik merampok, Pershing mengelola kasino.
Penjahat kecil menjadi gangster sungguhan.
Aku mau seperti mereka.
Aku pemuda kurus, tetapi terlihat dewasa untuk usiaku.
Ide bisnis pertamaku muncul dari seorang gadis cantik...
Dorotka.
Sejak kecil, moralnya kacau,
tetapi dia setia dan tekun.
Itu sebabnya dia menjadi anggota Parlemen pada tahun 1990-an.
Kau hebat. Senang berbisnis denganmu.
Kuakui, agak menjengkelkan.
- Masa bodoh kata orang... - Punya rokok?
Ambil pak rokok ayahku.
Buat apa satu pak?
Untuk layanan ini, satu dus penuh.
Layanan?
Kau pikir aku ke sini untuk bergembira?
Ya.
Kau tampan, tetapi yang benar saja.
Baik, 100 złoty juga boleh.
PRIA BERMATA PUTIH
Dengarkan aku.
Apa kau kenal gadis yang akan dengan mudah,
kau tahu,
menjual diri ke orang demi uang?
Menjadi PSK?
- Ya. - Tentu.
Temanku,
saudariku,
ibuku.
Aku tak percaya keberuntunganku.
Aku berutang ilham gangster pertamaku pada pelacur kecil ini.
Mungkin bukan ibumu.
Rencana bisnis yang sempurna.
Aku tidak menciptakan prostitusi, hanya perlu menghubungkan beberapa hal.
Lihat KTP-mu.
Dia putraku.
Pertama,
aku punya akses ke wanita yang tak punya harapan terhadap dunia.
Kedua,
ayahku sering mengantar orang Arab kaya yang mencari satu hal saja.
- Selamat datang di Polandia. - Lech Wałęsa.
Ya.
Ke mana?
Wanita.
Seks anal.
Pak, ini negara Katolik.
Akan kutunjukkan seks anal.
Keluar.
Silakan keluar dari mobil.
Keluar dari taksi.
Lech Wałęsa.
Dilarang duduk di taksi dengan bokong kotormu.
Akan kutunjukkan seks anal.
Ayah tertutup soal beda agama.
Tak sepertiku.
Apalagi jika itu menguntungkan.
Aku satu-satunya anak di ibu kota yang beri tunjangan ke ayah.
Terima kasih kembali.
Kuhubungkan informasi, penghasilanku semalam melebihi ayahku sebulan.
Bagaimana dia?
Sopir.
Tunggu, aku saja.
Segera kembali.
Ayahku sangat khawatir.
Para wanita girang, karena dapat banyak uang.
Orang Arab senang karena seks anal.
Namun, aku merindukan lonjakan adrenalin.
Akhirnya, syukurlah.
Lepaskan aku!
Nak?
Astaga.
Ini caramu mencari nafkah?
Ayah, dia hendak memukuli temanku.
Senang bertemu.
Ryszard.
Pergi ke mobil.
Ayah.
Baik, aku pergi.
Selamat tinggal, Pak.
Kau dalam masalah besar.
Perlu kuambil?
Tidak mungkin.
Pelacur akan mengadukan aku.
Kembalikan ke orang Arab dan mati karena bosan?
Untungnya, ada pilihan ketiga.
Tuan-tuan,
berkat kalian, pemikiran penting muncul di benakku.
Apa pun yang kalian lakukan, jangan lakukan demi uang.
Semuanya beres?
Satu hal lagi.
Kau bisa mencuri uang, membelanjakannya, menyeka bokongmu pakai itu.
Namun, ada hal yang tak bisa kau beli.
Adrenalin.
Harga diri.
Rasa kekuasaan.
Karakter.
Kau hebat.
Senang berbisnis denganmu.
Apa pun kata mereka, kalian seperti saudaraku.
Ini pertama kalinya aku melihat anak itu.
Sepuluh tahun kemudian, dia akan jadi sahabatku.
No comments yet. Be the first to leave one.