هماهنگ با نسخه‌های زیر

Non Non Biyori Movie: Vacation BD
ناشر AKsensei
Dibuat berdasarkan Non Non Biyori Vacation (BD 1920x1080 x.264 FLACx5) (RAW). --- Sebenarnya ini koleksi pribadi, tapi daripada nganggur ya diupload aja. --- Silakan gunakan sebebas-bebasnya. --- Kalo ada yang kurang cocok, silakan diperbaiki. Tambah

برچسب‌ها

other
تاریخ انتشار: 2019-03-08
تعداد دانلود: 58
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Aku pergi dulu.

Belum ada siapa-siapa.

Ren-chan.

Renge.

Halo.

Maaf telat, ya.

Natsumi disuruh Ibu merapikan kamarnya.

Nyanpasu~

Ren-chan, kau sudah lama menggambar sketsa?

Aku menggambarnya setiap hari sejak awal liburan musim panas.

Kita banyak bersenang-senang, ya.

Liburan musim panas pertamaku sejak datang ke sini ...

... akan segera berakhir.

Liburan musim panas belum berakhir.

Ayo kita lebih banyak bermain lagi.

Mau main apa?

Main bola, ya?

Jangkrik ...

Ngumpulin jangkrik? Berarti mau mencarinya.

Meniru jangkrik ganti kulit.

Oh, kalau itu sih, agak ...

Kalau begitu, main petak umpet saja.

Lagi-lagi permainan anak-anak.

Ren-chon 'kan masih kelas satu.

Nattsun juga kelas satu.

Kalau begitu, "batu gunting kertas" saja.

Diawali dari batu.

Diawali dari batu.

Oh, itu Tukang Toko dan Nee-nee.

Tukang Toko ... Nee-nee.

Oh, Ren-chon.

Mau ke mana pakai mobil?

Eh, yah, mau belanja, sih.

Eh, jangan-jangan ke mal?

Kami juga pengen ikut.

Kami cuma belanja biasa.

Aku ... Aku juga ingin ikut.

Sudah kubilang, cuma mau belanja keperluan sehari-hari.

Adem banget di dalam mobil.

Syukurlah aku membawa dompet.

Benar banget.

Ah, aku malah jadi pengawal tamasya.

Apa masalahnya kami tamasya? 'Kan ada Bu guru.

Kalau ada Nii-chan, bakalan lengkap satu sekolah.

Panjang umur.

Sampai di mal.

Padahal kupikir aku bakalan bisa belanja dengan tenang.

Jangan kehilangan semangat.

Kalian berdua mau belanja apa?

Pakaian.

Hei, aku mau naik panda di lantai atas.

Nanti saja, ya.

Kalau begitu, kalau sudah selesai belanja, berkumpul lagi di sini, ya.

Baik.

Hotaru, kau sedang melirik apa? Mau kubantu pilihin—

Ah, Senpai ...

Kebetulan aku lagi bingung.

Be-Be-Begitu, ya.

Apa ada sesuatu? Kau terlihat panik tadi.

Eh, ma-masa, sih?

Bu-Bukankah terlalu dini untuk anak SD bingung soal begituan?

Begitu, ya?

Di SD-ku dulu, ada beberapa teman kelasku yang memakainya, sih.

Benar juga, ya.

Y-Yah, mungkin benar begitu.

Ja-Jadi, apa yang kau bingungkan?

Yang kupakai saat ini agak kekanak-kanakan,

jadi kupikir bagaimana kalau pakai yang hitam.

Hitam?

Ti-Tidak boleh. Kau masih terlalu cepat memakai warna itu.

Be-Begitu, ya?

Aku pikir cocok saja, sih.

Bicara apa kau, Hotaru?

Anak SD nggak boleh pakai begituan!

So-Soalnya warna hitam itu terlalu dewasa.

Se-Selain itu, bisa dibilang ngomongin soal Bra itu agak memalukan ...

Bisa dibilang aku kurang paham ...

Bra? Anu, bukan yang itu.

Aku sedang melirik ikat pinggang yang ini.

Mantap, dapat gim yang kuinginkan.

Nii-chan, kalau sudah sampai di rumah, ayo kita duel.

Oh, Natsumi-senpai.

Belanjanya sudah selesai?

Kami patungan beli gim pakai uang jajan dan angpau tahun baru.

Oh, gim yang baru rilis itu, ya.

Bukan. Yang itu harganya mahal, jadi beli yang sudah lebih lama rilis.

Nee-chan, kenapa wajahmu merah begitu?

Enggak merah.

Nggak, merah banget, tahu.

Oi, semuanya sudah di sini?

Sudah.

Kalau begitu, pulang, yuk.

Omong-omong, aku dapat tiket undian. Apa kalian juga dapat?

Dapat sih, tapi kayaknya cuma untuk sekali saja.

Kalau semuanya dikumpul, bukankah jadinya bisa beberapa kali?

Aku ingin menarik undian.

Kalau begitu, ayo kita menarik undian.

Nyanpasu-pasu~

Adik punya tiket undian, ya?

Punya.

Kalau begitu, coba putar sekali.

Semoga saja menang, ya.

Serahkan saja padaku!

Ah, yang biru dapat tisu.

Ini, silakan.

Aku dapat tisu!

Boleh aku ambil?

Ya, aku berikan padamu.

Tukang Toko, aku dapat tisu!

Oh, kau berhasil.

Berhasil!

Pasti karena kebiasaan sehari-hariku.

Ini berkat aku membantu membersihkan kamar mandi setiap hari.

Oh begitu, ya. Kau luar biasa ya, Renge.

Nee-chan nggak mencoba?

Kalau nggak salah, masih bisa sekali lagi.

Kalau soal beginian, aku pasti bakalan zonk.

Selamat! Hadiah utama! Hadiah utama!

Selamat!

Karena memenangkan hadiah utama,

Anda mendapat tiket tur ke Okinawa untuk empat orang.

Wah, nggak sabar ke Okinawa.

Syukurlah kau juga ikut, Konomi-chan.

Aku pengen mencoba naik perahu kayak.

Wah, aku juga.

Dan juga, aku pengen mencoba yang beginian.

Soalnya, kayak ada sensasi Okinawa-nya.

Hotelnya masih belum ditentukan?

Kalau nggak salah, kita sendiri yang memilih.

Tanyakan saja sama Kazu-nee.

Duh, aku bakalan ngapain, ya?

Natsumi. Sebelum pergi, selesaikan PR-mu, ya.

PR-nya tinggal berapa lagi?

Um, bahasa Jepang dan bahasa Inggris ...

Selain itu, kumpulan soal matematika, penelitian bebas, kesan setelah membaca buku ...

Berarti masih semuanya, dong.

Oh, menang undian, ya.

Selama aku pulang dari Tokyo, ternyata terjadi hal seperti itu.

Kami semua pergi.

Semua? Tukang Toko juga?

Aku disuruh Senpai untuk menjaga mereka.

Konomi-chan juga ikut.

Eh, Okinawa, ya.

Hika-nee tidak ingin ke Okinawa?

Enggak terlalu pengen juga. Saat ini di sana panas banget.

Lautannya sangat biru, 'kan?

Kalau cuma yang biru-biru, di Tokyo juga ada.

Tokyo jauh lebih hebat dari Okinawa.

Oh iya, aku menaruh kue manjuu dari Tokyo di altar.

Kue manjuu. Aku mau memakannya.

Pengen ikut ... Pengen ikut ... Pengen ikut ...

Kumohon, kumohon, tolong bawa aku juga.

Ke Okinawa ... Okinawa ...

Perubahan sikapmu cepet banget.

Kalau pengen ikut, bilang saja dari awal.

Mana mungkin aku bersujud di depan adikku.

Sujud ini adalah sujud terakhirku dalam seumur hidup.

Meski aku sudah begini, masih tidak boleh?

Yah, aku tidak punya uang, mintalah sama Senpai.

Birku habis.

Silakan birnya.

Oh, terima kasih.

Jangan menuang bir sambil sujud.

Yah, aku sudah menduganya. Tiket untukmu juga ada, kok.

Mantap.

Terima kasih. Terima kasih banyak.

Oke.

Terima—

Yah, kalau sudah ada tiket untukku, aku tidak keberatan ikut, sih.

Semuanya kedengaran sampai altar.

Jadi nggak sabar, ya.

Akhirnya aku bisa naik pesawat.

Lautnya biru banget. Tukang Toko, coba lihat juga.

Oh, kau benar.

Eh, apa tadi? Bautnya biru banget?

Dia bilang laut.

Duh, gawat ini. Gara-gara tekanan udara di pesawat, telingaku terasa aneh.

Hika-nee, kelemahanmu telinga.

"Ikae, kelemahanmu belinga"?

Eh, apaan tuh? Makan malam hari ini?

Hi-ka-nee~

I-ka-nee?

Hei, kita akan naik ini terus sampai hotel?

Tidak, kita akan menyeberang pakai perahu.

Meski pakai perahu, katanya cuma memakan 10 menit.

Penginapan yang ditemukan Nacchan di majalah begitu indah,

aku jadi pengen segera ke situ.

Okinawa ... Kita di Okinawa ...

Yah, dari tadi kita sudah di Okinawa, sih.

Hebat, terasa aura khusus.

Nattsun, jadi liar, ayo jadi liar.

Ren-chon, teriakanmu boleh juga.

Oke ...

Kira-kira ada apa di balik jalan itu? Ayo kita lihat.

Ya!

Oi, tunggu. Jangan asal pergi saja.

Aku mengerti kalian bersemangat, tapi sebelumnya kita ke penginapan dulu.

Baik.

Di sini juga pedesaan?

Okinawa, tahu.

Non Non Biyori: Vacation subtitles in other languages

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left