نخستین 200 خط.
BUAT SITUS NONTON STREAMING, MOHON TAK MERUBAH KONTEN SUB INI
PRIVASI AMAN, KUNJUNGI: W W W . R E D M I T R A . C O M
Roy, hai, ini Jodi Shaw.
Kau bilang suruh meneleponmu.
Uh-huh.
Oh, tentu!
Aku bisa langsung ke tempatmu sekarang, kalau bisa.
Bagus.
Ya, aku menemukan dia.
Mm-hmm. Jodi Shaw.
Orang yang kau cari.
terjemahan broth3r max
Hai, namaku Jodi Shaw, mau menemui Roy.
Hai, Jodi. Akan kupanggilkan dia.
Roy, Jodi datang.
Wow, Roy, ruang itu luar biasa.
Dan kubisa lakukan apapun yang kumau?
Dengar, aku tak suka urus sampai detil.
Aku mempekerjakanmu karena kau bisa lakukan tugas itu.
Selain itu, eh, aku melihat situs web-mu,
dan di situ menjelaskan sendiri.
Dan dengar, aku tahu ini proyek lebih besar
dari yang biasa kau lakukan, tapi...
Rasanya aneh. Aku sedang nyari seorang asisten.
Sekarang mungkin waktu yang tepat untuk mewujudkannya.
Jadi bagaimana menurutmu?
Hmm...
Rasanya kuterima saja.
Terima kasih Roy atas kesempatan ini.
Tentu. Dan kau bisa tunjukkan rasa terima kasihmu
dengan menjadikan restoranku tempat yang semestinya.
Yah, aku pasti bisa mewujudkannya.
Baiklah.
Jangan bergerak.
Apa yang... Apa yang kau inginkan?
Kita mulai saja dari dompetmu, dan kita tak ada masalah lagi.
Oke, oke, oke.
Tolong!
Persetan ini.
Oh Tuhan. Kau tak apa-apa?
Ya, kurasa begitu. Um, entahlah.
Jan...
Jantungku terasa mau copot.
Ya sudah, sini, lihat aku, lihat aku.
Fokus saja, oke?
Tarik napas dalam-dalam. Perlahan.
Tarik dan hembuskan.
Begitu. Perlahan.
Ya begitu.
Tadi aku foto,
tapi rasanya kau tak mengenali siapa dia.
Apa kau ingin menelpon polisi?
Aku juga tadi tak bisa lihat dia.
Kurasa dia... tak mengambil apa-apa.
Yang penting tak terjadi yang tidak-tidak.
Berkat dirimu.
Pokoknya, kau sungguh menyelamatkan nyawaku.
Bahkan aku tak tahu namamu.
Namaku Wendy.
Terima kasih, Wendy. Aku Jodi.
Senang berkenalan denganmu, Jodi.
Kau senang?
Yah, kurasa kau mau pergi.
Kuyakin kau sangat sibuk. Jaga dirimu, Jodi.
Bentar. Aku tak bisa membiarkan kau pergi begitu saja
tanpa berbuat sesuatu.
Setidaknya apa kau mau kuberi imbalan?
Tidak, tidak, aku tak mau terima imbalan.
Minimal kapan-kapan aku traktik kau minum kopi.
Tak perlu begitu, Jodi.
Tolonglah. Nilai minimal "aku bisa berbuat sesuatu untukmu,"
itu sepuluh bulat.
Kuingin mengenal gadis yang menyelamatkanku.
Boleh, mengapa tidak?
Baguslah. Simpan nomorku.
Baik. / Jadi namamu Jodi Shaw...
Jo, kamu mengalami hari yang luar biasa.
Pertama, tawaran pekerjaan besar, lalu ada preman hampir merampokmu?
Ya. Masih bisa kurasakan pisau itu di leherku.
Sumpah, sesaat aku mengira bakalan terjadi.
Andai aku di sana supaya bisa menolongmu, sayang.
Syukurlah ada Wendy, gadis itu.
Aku akan mengajaknya minum kopi besok, sebagai rasa terima kasih.
Bisa kita bahas lainnya saja?
Bisa.
Jadi kenapa ada piknik ini?
Ini bukan acara makan siang biasa kita.
Aku butuh acara khusus
untuk makan siang khusus bersama pacarku?
Aku bawakan sebotol sampanye.
Bentar.
Oh Tuhan.
Tunggu, apa ini?
Oh Tuhan.
Jodi Shaw, aku mencintaimu. Apa kau mencintaiku?
Ya.
Jawaban itu menuntun ke pertanyaanku selanjutnya...
Ya, aku mau menikah denganmu!
Aku menyukainya. Terima kasih.
Wow.
Hari ini benar-benar harus dikenang, huh?
Ya.
Tunggu, jadi ini artinya, um...
kita akhirnya bisa tinggal bersama?
Kau tahu bagaimana perasaan orangtuaku soal hidup bareng diluar nikah.
Aku tak mau membuat mereka kesal sekarang.
Hey, kita akan segera menikah,
dan semua itu tak akan jadi masalah lagi.
Sesegera apa?
Pokoknya segera.
Kau tahu, kadang menurutku kau itu cuma ingin melama-lamakan
masa lajangmu.
Mungkin sedikit saja.
Tapi aku milikmu sepenuhnya.
Kita semua tersenyum hari ini. Senang melihatnya.
Ada yang baru terjadi?
Aku sudah bertemu dengannya.
Benarkah?
Ya.
Bagus sekali, Wendy!
Memang itu yang kita upayakan.
Sekarang, um, semoga kau bisa mewujudkan harapanmu.
Ini bukan situasi yang biasanya.
Jangan khawatir, Dr. Farber.
Ini lebih dari yang diharapkan.
Sebenarnya, aku merasa mendingan akhir-akhir ini,
kayaknya aku tak perlu menemuimu lagi.
Tapi aku sangat berterima kasih atas semua bantuanmu.
Wendy, kau tak bisa hentikan terapimu begitu saja.
Sekarang, kadang kita mengira semua membaik
saat tak bisa menjauh dari faktanya.
Dan kadang kita memang begitu.
Tapi sekali lagi terima kasih, Dr. Farber. Sungguh.
Aku tak bisa melakukannya tanpamu.
Mungkin nanti aku akan menghubungimu.
Tak mungkin! Semua ini terjadi dalam sehari saja?
Ya. Eh, tawaran pekerjaan
selanjutnya ada yang mau menusuk
langsung diakhiri dengan pertunangan.
Oke, tapi siapa gadis yang menyelamatkanmu di tempat parkir itu?
Namanya Wendy Richards.
Aku akan mengajaknya minum kopi besok untuk berterima kasih dengan benar.
Hey, itu semua gila banget.
Tak percaya kau akan menikah.
Aku ikut senang.
Jadi kalian belum menentukan tanggalnya?
Kami fleksibel saja.
Hmm. Maksudmu dia membeli cincin itu untuk mengulur waktu.
Hey, kukira kau menyukai Eric.
Memang. Hanya saja, kamu sadar tidak
kau meninggalkanku di sini sendirian, betul?
Monica...
Kau ingin aku bilang apa?
Teman dekatku mau kawin.
Aku bakal jadi gadis sedih tak punya teman
duduk sendirian di ujung bar.
Ayolah, temanmu lainnya 'kan ada.
Dan kita melakukan hal lain selain pergi ke bar.
Ya.
Tanganmu bersedekap, yang benar saja?
Entahlah. Aku menyedihkan, begitu?
Aku turut bahagia, sumpah.
Tentu saja, artinya kita akan memanfaatkan
waktu bareng Jodi-Monica selagi sempat.
Apa? Kenapa?
Tak ada apa-apa.
Agak cemas saja soal kerjaan yang kuterima ini.
Itu cuma sebuah restoran.
Cari saja meja yang berkelas, warnai dinding pakai cat.
Beberapa kursi bar. Kulihat tak ada masalah.
Ini lebih rumit dari itu.
Jodi, kamu handal dalam kerjaanmu.
Kau pasti bisa atasi.
Ya, itulah yang kucemaskan.
Ada orang dirumah!
Hey, apa yang kau lakukan di sini?
Aku ada pertemuan di dekat sini,
jadi berniat memberi kejutan sama tunanganku
dengan bunga kasih sayang.
Betapa sangat bujangannya dirimu. / Kurasa begitu.
Kamu romantis banget.
Jadi bagaimana perkembangannya?
Um, tak begitu baik.
Aku mau nyari sesuatu yang menginspirasi,
dan sejauh ini belum nemu.
Menurutmu apa aku terlalu kepikiran?
Mungkin kau agak lapar saja.
Mm, ya.
Sebenarnya aku belum makan hari ini. Kamu mau makan sesuatu?
Aku bisa makan sedikit.
Ya, betul sekali.
Rasanya ini tak akan lama.
Aku mau menemui Wendy untuk minum kopi sejam lagi.
Gadis yang baik itu. Aku hampir lupa.
Mm-hmm.
Hey, aku harus terima telpon. Ini soal kerjaan.
Sudah kubilang jangan meneleponku.
Aku yang akan meneleponmu.
Dia ada di ruangan lain sekarang.
Yeah, yeah, kita masih urus itu malam ini.
No comments yet. Be the first to leave one.