نخستین 200 خط.
Lokasi pertemuannya berubah.
Bukan di aula, tapi di ruang musik.
Ada satpam.
Apa yang kau lakukan?
- Lepaskan. - Apa yang kau lakukan sebenarnya?
Lepaskan.
Hee Chan sudah tahu.
Apa Hee Chan yang mengirim pesan?
Lantas apa kau kira tidak akan ada yang tahu..
siapa orang di balik aksi bodohmu selama ini?
Lantas apa yang kau lakukan?
Kenapa kau pakai jaket ini?
Jangan bilang..
Jangan salah paham kau. Aku hanya tidak mau berhutang budi padamu.
Aku takut kau akan membuat perjanjian besar..
karena apa yang terjadi di kompetisi Matematika waktu itu.
Eun Ho mungkin saja akan berada dalam bahaya karena kau.
Apa lagi yang diketahui Kim Hee Chan?
Apa dia sudah yakin, atau hanya ingin mengujiku?
Dia hampir yakin kalau X memang kau.
Sepertinya dia ingin mengujimu karena dia tidak punya bukti.
Dia langsung kaget waktu aku yang muncul.
Tapi dia itu pintar, jadi dia tak akan percaya dengan mudah.
Dan jangan beritahukan apapun pada Eun Ho.
Jangan buat dia cemas.
Sejak kapan kau tahu?
Bukan urusanmu.
Apa kau akan baik-baik saja?
Sekolah sedang menggila untuk mencari X.
Aku tahu.
Alangkah bagusnya kalau seseorang di sini tidak ada yang membuat masalah.
Benar-benar tidak masuk akal kau ini.
Siapa yang duluan main-main seperti ini memangnya?
Kau kesal?
Aku benar-benar hilang akal.
Apa kau paham?
Apa yang kau lihat?
Aku tahu kau selalu mengawasi tempat ini.
Masuklah kalau kau mau.
Berani juga kau.
Memangnya aku selama ini kelihatan pemalu di matamu?
Apa yang sedang kau lakukan sebenarnya?
Apa sih yang ada..
Bukan urusanmu.
Jangan bilang..
ini karena Joong Gi.
- Diam kau. - Apa kau melakukan ini..
untuk menebus kejahatan..
yang sudah dilakukan oleh kau dan sekolah ayahmu ini?
- Apa, katamu Berandal? - Apa aku salah?
Ini supaya kau bisa merasa tenang, ya 'kan pengecut?
Dasar kunyuk kau..
Kau masih belum paham juga?
Dulu dan sekarang..
kepengecutanmu selalu membuat orang lain tersudut.
Diamlah kau.
Memang benar.
Eun Ho jadi tersudut karena kau.
Lagian..
kalau kali ini Ra Eun Ho terluka lagi..
kau bisa menyelamatkan dirimu sendiri lagi.
Urus saja urusanmu sendiri.
Siapa yang lebih dulu membuat Ra Eun Ho dalam bahaya?
Dia adalah Hee Chan, orang yang sama busuknya denganmu.
Berani sekali..
Bagaimana bisa berengsek sepertimu..
mencemaskan Eun Ho?
Lantas kenapa kau tidak mengaku saja kalau kaulah X-nya?
Orang-orang sudah menganggap Eun Ho sebagai kaki tangan.
Pengakuanmu akan membuat hidupnya lebih tenang.
Lantas kenapa kau tidak mengaku saja kalau kaulah X-nya?
Pengakuanmu..
akan membuat hidupnya lebih tenang.
Aku tahu kaulah X.
Datanglah ke aula jam 10.
Atau Ra Eun Ho yang akan terluka.
Di mana Hee Chan?
Dia barusan keluar dengan Dae Hwi.
Lucu sekali.
Jadi kau benar-benar X?
Kau 'kan sudah lihat sendiri.
Kau tahu..
aku tidak akan percaya itu.
Aku ada bersamamu sampai sore..
di hari di mana hasil evaluasi kita dibongkar.
Apa hanya itu alasannya..
Tentu saja tidak.
Kau kira aku siapa?
Kau menjilatku supaya kau bisa..
membebaskan diri dari tempatmu yang rendah itu.
Kau adalah orang yang sangat memalukan.
Bagaimana bisa kau yang jadi X?
Sama sekali tidak masuk akal.
Mungkin aku melakukannya..
demi bisa menikammu dari belakang seperti ini.
Apa menurutmu aku bisa percaya itu?
Kenapa kau melakukannya?
Kenapa kau membodohiku?
Karena kau tidak bisa merendahkanku setiap saat.
Seperti yang kau bilang,
aku harus melindungi apa yang kumiliki.
Aku setidaknya harus tahu satu saja kelemahanmu.
Berani sekali kau sekarang.
Kenapa harus Ra Eun Ho?
Apa yang akan kau dapatkan dengan mengganggu gadis lemah?
Karena itulah aku ingin menyiksanya.
Untuk mengajari dia apa artinya kekuasaan itu.
Berani sekali dia bikin masalah denganku?
Dia bukan apa-apa.
Apa kau masih gugup dan ketakutan setengah mati..
saat menerima telepon dari ayahmu?
Coba saja kau ungkapkan semuanya.
Aku akan menemui ayahmu..
dan membongkar semua rahasiamu.
Pokoknya, kita harus berhati-hati.
Karena Hee Chan?
Pokoknya, tidak ada salahnya berhati-hati.
Eun Ho.
Astaga.
Kau di sini lagi.
Aku sudah lihat hasil sidang Komite Kekerasan Sekolah.
Aku senang kau menang.
Begitulah.
Ini.
Terima kasih.
Ini ada suratnya juga.
Kau yang menulisnya?
Aku sangat tersentuh.
Jangan ngawur kau.
Siapa kau ini?
Kenapa kau mengekorinya ke mana-mana?
Omong-omong..
memangnya Eun Ho sudah menerima cintamu, ya?
Tidak.
Jadi kenapa kau lebai sekali?
Apa?
Kau kira aku dan kau sama?
Jangan muncul lagi di depannya.
Eun Ho.
Apa kau mau nonton film bareng kapan-kapan?
- Film? - Astaga.
Ada banyak film bagus yang sedang tayang.
Aku akan beli tiketnya..
dan menghubungimu lagi segera.
Apa yang kau lihat?
Sudah sejak lama aku tidak pernah nonton film lagi.
Film?
Kalian akan menempel berdua di tempat gelap..
dan menonton film bersama?
Sepertinya ini bukan urusanmu.
Kenapa kau makan makanan milik orang lain?
Jangan dimakan. Gigimu bisa sakit.
Jangan berani kau pergi dengannya.
Astaga.
Lagian kenapa kau tidak menjawab?
Menjawab apa?
Sepertinya aku lebih dulu mengungkapkan..
perasaanku dari pada dia.
Kenapa kau tidak menjawab?
Menjawab?
Ya.
Apa harus kujawab?
Ya. Tentu saja harus.
Aku akan menjawab kalau jawabannya sudah ketemu.
Eun Ho, kau keren.
Keputusan mereka dalam kasusnya Bit Na juga berubah.
Keren sekali.
Tidak salah lagi. Keadilanlah yang akan menang.
Melegakan sekali.
Benar.
Inilah yang namanya kesetaraan.
(Yoo: Pelatihan kepekaan dan bantuan psikiater)
Apaan..
yang benar saja.
Sepertinya ada yang hidup di sana.
- Seperti cacing pita. - Menakutkan sekali.
Bagaimana kalau ayam pedas?
Hasil sidangnya sudah keluar.
Bagaimana kalau minta maaf?
Dasar bodoh..
Aku akan melakukan pengaduan.
Kita masih belum dapat hasil yang benar. Minta maaf apa?
Kau benar-benar tak punya malu.
Apa sebegitu susahnya bagimu untuk minta maaf?
Aku tidak melakukan kesalahan.
Kau terus saja membantah,
tapi kesalahan yang kau lakukan tidak akan berubah jadi benar,
dan tidak akan bisa dilupakan begitu saja.
Bagaimana bisa kau tidak tahu..
caranya meminta maaf?
Kalian sungguh tahu..
bagaimana caranya membuat orang lain melakukan hal buruk.
Dasar berengsek.
Kuharap kau mendapatkan semua balasannya.
Ayo.
Lupakan semua dan fokus saja pada belajarmu.
Kau terus ada di peringkat kedua..
karena kau tidak berusaha cukup keras.
Baiklah.
Apa lagi sih yang kurang?
No comments yet. Be the first to leave one.