هماهنگ با نسخه‌های زیر

Duvvada Jagannadham durasi 2:26:55
ناشر MelsBatakJogja
Enjoy

برچسب‌ها

other
تاریخ انتشار: 2019-11-18
تعداد دانلود: 74
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Ini adalah Pesan Layanan Masyarakat

Merokok dan mengkonsumsi Minuman Beralkohol dapat menyebabkan serangan jantung dan kanker

Special Request * ABIZAR *

MelsBatakJogja

Hubungi 08818196705 (WA ONLY) untuk iklan komersial

Hubungi 08818196705 (WA ONLY) untuk subtitle film lainnya

Ayat-ayat Sansekerta

Dewi Annapurna, berkatilah. Ayo berangkat!

Hati-hati.

Kita sudah masak sejak subuh agar tepat waktu.

Jangan ada yang tertinggal!

Semua sudah beres.

Ayat-ayat Sansekerta

Semua sudah diberi minum? / Sudah.

Katering Annapurna, Vegetarian murni!

Seharusnya 20,000. Ini cuma 5,000, ada apa pak?

Tak usah dipikirkan! Sudah kubayar, bergembiralah!

Bukan begitu pak, kebutuhan naik, ya sudah 10,000 saja.

Masih kurang? Mau lagi?

Dengan begitu, walaupun kurcaci kerdil, Bali mampu menang atas Chakravati.

Kek, jika dewa itu satu, kenapa begitu banyak bentuk dan namanya?

Pahami, bukan berapa bentuk dan namanya, tapi apa yang telah dia buat.

Melakukan hal-hal baik, manusia juga salah satu bentuk dewa.

Kebaikan kita harus nyata, bukan malah mengharapkan kebaikan.

Anak 10 tahun menjaga kakaknya yang berusia 18 tahun, lucu sekali.

Kau mau masuk ke kelasku?

Pulang sana! / Baik, sampai nanti!

Hai Ruthi! / Hai.

Dia adikmu? / Ya.

Bulpennya terbawa.

Bung, mereka ini mahasiswi kita kan? / Pastinya. Kupandangi dan aku tahu.

Kami mahasiswi baru. / Aku juga mahasiswa baru.

Orang harus melihat niat baik kita. Bukan diri kita sendiri.

Kenapa? Kau malu? Ayo cium kami!

Mereka yang buat salah, kenapa ayah pukul adik?

Apa pun yang terjadi, kau harus patuh!

Kau pikir mereka tak akan...

...mengenali wajahmu jika kau lumuri tinta?

Mereka akan bakar rumah kita.

Ayat-ayat Sansekerta.

Selama kalung Rudraksha ini tergantung di lehermu, kau tak boleh pukul orang.

Kalau aku hendak berkelahi, boleh kulepas?

Hadeuh!

Jika tanganmu melepas kalung ini, maka ayahmu akan mati!

2 Minggu Kemudian

Secunderabad

Antar barang-barang ini ke Vaijagera...

...ini alamatnya! / Baik ayah.

Hati-hati, sebentar lagi hujan. / Baik.

Kasus yang sudah ditutup, kembali dibuka.

Buruk sekali!

Kau tak akan lolos!

Loloskan dulu dirimu sekarang!

Mau apa kau dengan pistol jadul itu?

Lihat ini, pistol Rusia model terbaru!

Begini caranya, tarik pemicunya. Boom..!

Cobalah!

Ayo, ayo, ayo! Cobalah!

Hey bocah, kenapa di sini? Cepat pergi!

Hei, siapa kau? Letakkan pistolnya!

Mau apa?

Uang? Ambillah!

Letakkan pistolnya!

Terima kasih dokter.

Selesai sudah.

Kau dari mana? Bihar, Chhatisgad, Orissa, Kharkhand...

Vijayawada, Satyanarayanapuram Agraharam, Pak.

Suku Brahmin! Siapa namamu?

Cepat jalan!

Hei, siapa itu?

Pak, dia tersangka utama kasus pemerkosaan mahasiswi.

Oh, begitu. Nanti aku urus. Kau pergilah!

Siap pak. Duduk kau!

Namamu?

Aku bertanya! Siapa namamu?

Hei, aku tanya namamu. Apa yang kau lihat?

Jagannatham... Duvvada Jagannatham.

Kenapa kau tembak dia?

Aku bertanya, kenapa kau berbuat itu?

Kendalikan dirimu!

Aku tak tahan bila lihat orang seperti dia.

Jadi, kau boleh bunuh...?

Ravan pernah menculik Sita, dan setiap tahun kita bakar dia.

Kenapa tak boleh tembak dia, sedangkan dia merusak hidup kakak kita semua?

Sebab itulah kami ada!

Kami tangkap dan bawa ke pengadilan.

Berapa lama prosesnya, pak?

3 bulan, 6 bulan atau setahun! Kenapa memangnya?

Sebelum proses selesai, bagaimana bapak bisa tidur?

Aku tak akan bisa tidur.

Sebab itulah aku mau tangkap Laala.

Dengar baik! Mereka semua telah melakukan kejahatan...

Kutulis semua kejahatan mereka dengan tanganku. Jadi semuanya perlu dibunuhkah?

Ya, mereka patut di bunuh, betul itu!

Jika kita melindungi keadilan, keadilan akan melindungi kita, pak.

Aku kagum! Kata-katamu hebat. Mau jadi polisi sepertiku?

Tidak pak! / Kenapa?

Bagaimana jika kejadian di pasar menimpaku?

Kata kakek 'Kebaikan kita harus nyata, bukan malah mengharapkan kebaikan.

Seperti Arjuna bertemu Dewa Krishna. Kini Krishna menjumpaimu Arjuna!

Mulai hari ini, mari kita tidur nyenyak.

Agar orang lain pun tidur nyenyak seperti kita.

Gangster Laala, Osman Bhai, dan Narsin telah di bunuh di hari yang sama.

Satu lagi penjahat telah tewas! Tak ada pernyataan dari polisi?

Apakah gangster lain pelakunya? Mohon jawab pak! Kenapa diam?

Betul, ada gangster lain muncul di kota ini! / Siapa pak?

Belum ada informasi yang jelas.

Kami hanya tahu namanya.

Apa namanya pak? Apa namanya?

DJ!

DJ? / DJ?

Masa Sekarang di VIJAYAWADA

Hei, harus siap 1 jam lagi! Kenapa pada bengong?

Jagannadham bilang akan masak kari.

Jagannadham juga mau masak polao.

Kami sedang menunggu Jagannadham!

Tak bisa apa-apa tanpa Jagannadham.

Jagannadham segala-galanya!

Hei, aku tak lihat ada yang bekerja!

Mana Jagannadham? / Aku tak tahu dia ke mana.

Kurasa, dia ada di pasar.

Jagannadham!

Jagannadham!

Hei, hei, berhenti!

Kelas Brahmastra kalian ke sini hanya untuk main, pesan apa bagi masyarakat?

Pak Ganapati belum datang.

Bukan alasan! Kalian tak bisa berlatih sendiri?

Belajar ayat apa semalam? / Abang ajarilah kami.

Waduh, tak ada ayat lagi? Kita ulangi ayat sebelumnya.

Abang tahu? Kalau tahu ajarilah kami.

Ayat-ayat Sansekerta

Pak Ganapati anda telat, contoh yang buruk di masyakarat.

Aku sudah tiba dari tadi, aku kagum melihatmu mengajar...

...dan tak sampai hati menghentikanmu.

Kalian dengar?

Ya, ayah! Aku pulang sekarang.

Bukan saat yang baik, tiba-tiba manusia beradab...

...harus bekerja. Sampai kapan?

Hai ayah! / Sudah sampai? Kenapa lama sekali?

Semua karena ayah, tadi pagi apa kubilang?

Apa?

Kubilang, aku ketemu kucing, dan harus menunggu sebentar.

Tapi apa ayah bilang?

Apa?

Ayah bilang itu tahayul, hanya omong kosong...

...dan menyuruhku cepat berangkat selagi ban vespa-ku belum kempes.

Aku terjebak macet di pasar.

Nasinya sudah matang. Mau ku keluarkan dari dapur?

Kau tambahkan inggu tidak?

Ini pernikahan antar kasta, mereka tak mau inggu dalam nasi.

Kini banyak pernikahan antar kasta, sebentar lagi terjadi pada kita.

Ada apa gerangan di masyarakat? Suatu saat kasta akan sirna.

Tanpa inggu, nasi seperti belum matang, pesan moral apa bagi masyarakat?

Akan kuajari mereka!

Halo, siapa ya? / Bu, boleh aku bicara dengan tuan?

Di rumah aku yang pegang kendali, bicaralah!

Baiklah, ibu bilang jangan pakai inggu, tanpa inggu, nasi jadi kurang enak!

Lagi pula suami ibu orang Brahmin, cobalah rasa makanan kami.

Jika ibu tak suka, tinggalkan saja anak gadis ibu.

Mana bisa begitu? Kami Kamma dan mereka Brahmin.

Bagaimana bisa kami biarkan anak kami sendirian di Vijayawada.

Ibu orang Kamma? Kenapa tak bilang? Jangan khawatir!

Di sini di Vijayawada, Dewa sentiasa memberkati ibu.

Anak gadis ibu tak akan hadapi masalah. Percayalah, ibu tak akan kecewa!

Baiklah, kami tak akan kecewa. / Begitu lebih baik!

Hei, semuanya sudah sepakat! Tak perlu berselisih kan?

Kita akan buka layanan khusus pernikahan antar kasta segera.

Tolong pegang ini ayah. Aku mau sembahyang.

Sharma, kau mau ikut tidak?

Semua pekerjaan diselesaikan oleh 1 orang.

Yang lain tak ada gunanya!

Hei, tiada hari tanpa mengeluh?

Hei tunggu, aku ikut!

Hei, sudahlah kau. Pergilah, pergi!

Jangan cari masalah dengan paman.

Aku tahu betul wataknya.

Halo!

HP mu tak bisa kuhubungi, ada apa?

Mode senyap. Bicaralah!

Kapan ke Hyderabad? / Sebentar...

Ayah..! / Ada apa?

Kapan kita masak di Hyederabad? / Tanggal 23 bulan depan.

Tapi kita berangkat sehari sebelumnya.

23 Juni, bulan depan!

Siapa kali ini? / Datanglah, nanti kuceritakan.

Siapkan karangan bunga dan kuburan baginya!

Kau mau aku siapkan Sraddha?

Sraddha hanya untuk orang yang sudah mati, bukan untuk acara pernikahan.

Pertanyaanmu aneh, nanti, apa kata orang?

Saat peringatan diabaikan, biar peluru yang bicara.

Belum saatnya, kita beri mereka peringatan dulu.

Tak usah diperingatkan, biar langsung kubunuh saja!

Kau mau membunuh?

Kenapa pendengaranmu?

Bukan membunuh...

...tapi memasak, dengar tidak? Memasak.

Mau ketemu di mana?

Tilloo Marshet...

...kontraktor besar, tapi di dalamnya ada bisnis narkoba.

Dia suruh anak buahnya mencekoki siswa-siswi sekolah.

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left