نخستین 200 خط.
Kami dikenal sebagai Para Putra Mithras.
Ignis Fatuus, itulah urusan Para Putra Mithras ini.
Jika aku menikahi Camilla Pazzi...
Anda dan saya masih bisa merebut sedikit kebebasan di sana-sini.
Apakah kita akan membunuh Lorenzo sebelum ia berangkat?
Serang hanya ketika dua bersaudara itu sedang bersama.
Lucrezia Donati?
Siapkan kuda menuju Siena. Kita akan menanyakannya langsung.
- Dan inilah penyelamat kita yang terakhir. - Tuan-tuan.
Apa yang merasukimu sampai mengkhianati Lorenzo, mengkhianati kami semua?
- Kau adalah ayah Lucrezia Donati. - Memang.
Artista, kulihat kau berhasil kabur.
Dan aku melihat sebuah kunci.
Cosimo de Medici dulunya adalah seorang Putra Mithras.
Kapal yang disiapkan untuk sebuah perjalanan.
'Peti Surga' ada di luar sana.
== sync, corrected by elderman == == alih bahasa oleh dekpaan ==
Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Bagaimana masa depan Para Putra Mithras, Al-Rahim?
Ramalan adalah persoalan yang rumit.
Aku melihat kabaran yang suram.
Kegelapan, keputus-asaan.
Ketidakjelasan dan ocehan seperti biasanya, kalau begitu.
Kau mau memberi cahaya untuk situasi kita, Cosimo de Medici?
Cahaya adalah satu-satunya hal yang menopang diriku, teman.
Tak adakah titik-titik terang di cakrawala, kalau begitu?
Ada satu, seorang bocah dari Vinci.
Dia menjanjikan.
Bahkan sekarang, peristiwa2 bersekongkol untuk membawanya ke Florence.
Apakah aku harus mengawasi dia?
Dari kejauhan saja.
Dia harus naik atau turun dengan perangkat (muslihat) sendiri.
Dan berbicara tentang perangkat,
kami memberikanmu benda ini untuk diamankan.
Seseorang akan mengambilnya ketika sudah saatnya untuk melakukan perjalanan.
Barangkali, bocah yang dibicarakan Al-Rahim.
Dengan anggapan bahwa dia bisa bertahan dengan ujiannya.
Aku memiliki keyakinan (iman) akan hal itu.
Jika aku harus menjaga lilin-lilinnya tetap menyala,,
Aku akan membutuhkan jaminan lebih dari sekedar iman dan ramalan yg samar-samar.
Aku takut aku tidak bisa memberikanmu jaminan apapun.
Jika masa depan yang ditunjukkan oleh tanda-tanda ini terjadi,
hanya satu dari kita yang akan hidup untuk menyaksikannya.
Jadi siapa orang beruntung yang akan bertahan itu?
Kau salah paham.
Mereka yang mati akan menjadi orang-orang yang beruntung.
Orang yang hidup untuk menyaksikan masa depan ini...
..dia akan benar-benar menderita.
Aku akan merindukan tempat ini.
Dan kalian. Aku akan merindukan kalian juga, sahabatku.
Kami telah mengikutimu lebih banyak dari goresan yang sanggup kuhitung.
Mengapa tidak tambahkan satu lagi kedalam hitungan itu?
Aku tak bisa meminta kalian untuk mengikutiku menyeberangi samudera.
Kami mau, Maestro.
Peti Surga, Kitab Dedaunan,
kami ingin berada di sana ketika anda menemukannya.
Bocah ini seorang tolol...
..yang rela membenamkan biji miliknya kedalam kotoran sapi jika kau menyuruhnya.
Dan aku? Aku telah memperbanyak beberapa utang judi
yang membuat kependudukan jangka pendek-ku di Florence jadi bermasalah.
Jadi kemana lagi selanjutnya? Kita akan membutuhkan kapal, bukan?
Orang-orang Portugis sedang membangun rute perdagangan sepanjang Afrika Barat.
Kita akan memesan tiket menuju Kepulauan Canary. Setelah itu, kita akan harus berimprovisasi.
Pertama, aku punya tanggungjawab tertentu untuk dilunasi dengan Kediaman Medici.
Kenapa repot-repot dengan Keluarga Medici? Kenapa tidak hindari Florence seutuhnya?
Ada hal-hal yang harus aku katakan pada Lorenzo.
Kata-kata yang harus didengarnya sendiri.
Bisakah kita bertemu di Warung Barking Dog malam ini?
Kenapa tidak? Segelas minuman, satu perampokan terakhir di celah Florence demi keberuntungan.
Kita bisa lihat apakah bijinya Nico telah jatuh.
Itu hal yang aneh.
Seekor Lanner Falcon.
Mereka jarang berada di sisi Lautan Adriatik sebelah sini.
Turki, Afrika, ya. Tapi di sini?
- Ia kehilangan arah. Begitulah. - Tidak, tidak sering.
Terakhir kali aku melihat seekor Lanner
adalah di hari ibuku menghilang.
- Kau bilang mereka berasal dari Turki? - Mm.
Aku berani bertaruh bahwa burung itu adalah sebuah pertanda buruk, yang ditujukan untuk dirimu sendiri.
Aku harus mengikutinya.
Aku bilang itu pertanda buruk. Berarti, kau harus berkendara kearah yang berlawanan.
- Aku akan menemui kalian di warung. - Leo!
Yah!
Kuanggap sekarang kau percaya dengan bayangan...
..dan setan?
Dimana kira-kira Giuliano berada?
Seburuk apa pembicaraanmu dengannya mengenai pernikahan ini?
Dia sudah tahu bahwa dia harus menikahi gadis itu.
Dia sudah setuju bahwa tak ada cara lain
untuk menghentikan perseteruan kita dengan Keluarga Pazzi,
namun aku belum melihat batang hidungnya beberapa hari ini.
Apa kau benar-benar mendengar dia mengucapkan kata-kata, "Aku setuju",
atau apa kau hanya mendengar apa yang memang ingin kau dengar?
Dia menyetujuinya.
Giuliano mungkin tidak akan datang sama sekali.
Menurutku kita menyerang.
Bunuh Lorenzo dan Clarice sementara kita punya mereka di sini.
Apa kau begitu buta dengan kesuksesan rivalmu itu?
Dua bersaudara itu populer.
Hanya membunuh satu orang akan memungkinkan yang selamat
untuk mengerahkan seisi kota melawan kita.
Hanya dengan rasa syok dari kehilangan mereka berdua secara bersamaan
Florence akan tunduk pada para pemimpin baru.
Anda bisa mengutus orang2 anda untuk mengejar Giuliano, dimanapun dia berada.
Aku sendiri bisa menangani Lorenzo.
Lakukan itu maka artinya kau menentang kehendak Roma, Francesco.
Aku memperingatkanmu dari sekarang.
Luar biasa.
Menurut cerita,
benda itu akan membuka Peti Surga.
Solomon Ogbai, orang Abyssinia itu, dia mengatakan lokasinya padamu?
Dia bilang padaku bahwa letaknya
pada sebuah puncak tua, di sebuah kota yang terbuat dari batu.
Di bawah sesuatu yang disebut "Tiang Tambatan Matahari."
Dengan kunci ini dan peta menuju peti itu sendiri,
maka Kitab Dedaunan akan tampak begitu teguh dalam genggaman kita.
Kapan terakhir kalinya kitab itu benar-benar terlihat?
Seribu tahun yang lalu.
Ketika Perpustakaan Alexandria (Mesir) dibakar.
Namun kita masih memiliki keyakinan (iman) ia masih ada.
Iman.
Selalu berujung kesitu, bukan?
Bukan hal apa lain yang bisa dibuktikan. Cuma...
..cuma asap.
Yang dongengnya disulut oleh api unggun.
Kau marah.
Paus Sixtus meng-klaim bahwa kau adalah agen dari Dinasti Utsmani.
Para Putra Mithras tidak dibatasi
oleh batas-batas geografis.
Pelayanan kami meliputi seluruh umat manusia.
Nah, pria biasa ini
sudah lelah dipermainkan.
Jika kau tersesat dalam sebuah hutan dan kau melihat sebuah tanda (petunjuk),
apakah tanda itu mempermainkanmu sepanjang jalan tertentu?
Aku cuma pembimbingmu belaka.
Tapi jika aku mengabaikan jalan yang kau pilih, maka...
Aku tidak akan pernah menemukan ibuku, bukan?
Dia sungguh kasihan.
Mengobati hati Camilla Pazzi itu baru urusan yang paling kecil...
..jika memang saudaraku merusak perjamuan ini.
Penghinaan ini bisa mendorong kita semua ke dalam perseteruan berdarah bertahun-tahun lebih lama.
Lihat Francesco. Lihat mereka semua.
- Keluarga Pazzi pandangannya penuh amarah. - Tepat sekali.
Hari ini seharusnya berbeda.
Berapa lama kita harus menunggu?
Selalu tidak sabaran, Francesco.
Bicaralah dengan mereka.
Keluhkan soal skandal ketidakhadiran Giuliano.
Kemarahanmu soal ketidak-sopanan yang terjadi sekarang ini
akan menyamarkan hasratmu untuk membunuh.
Atau mungkin malah mendorongku untuk menyerang lebih cepat.
Kapten, melacak kedatangan dan kepergian penduduk Florence adalah spesialisasi-mu.
Dimana saudaraku?
Saya tidak bisa mengatakan.
Seminggu yang lalu, petugas saya, Bertino meminta izin
untuk menemani Giuliano ke Siena.
Saya tidak melihat mereka berdua sejak saat itu.
Mengapa Siena?
Giuliano,
tampaknya ia menginginkan satu masa bebas terakhir sebelum upacara pernikahannya.
Si alim Bertino telah berjanji untuk menjauhkan dia agar tidak terlalu banyak bermasalah.
Bagaimana jika Bertino gagal?
Bagaimana jika Giuliano diserang di jalan?
Tentunya itulah satu-satunya alasan mengapa dia menghina kami dengan ketidakhadirannya hari ini.
Kapten, bawa beberapa orang dan telusuri jalan-jalan...
..antara Florence dan Siena.
Kita semua penasaran akan apa yang terjadi dengan Giuliano, Kapten.
Selesaikan urusannya untuk kita. Tolong.
Ada kapal menuju Cape Verde, Basilisk.
Dibawah pimpinan Antonio de Noli.
Sementara kita berbicara, de Noli sudah berada Florence,
sedang memuat kapal tongkang dengan perbekalan untuk sebuah perjalanan.
Saat fajar, ia membawa tongkang itu ke Pisa,
Dimana Basilisk dilabuhkan.
Kau, Leonardo, harus memesan tiket untuk kapal itu.
Dengan keterampilan navigasi Anda,
Basilisk akan bertahan dari badai
dan mencapai daratan lain seutuhnya,
dimana Kitab Dedaunan menanti.
Beberapa tahun yang lalu, seorang penyihir berjanji padaku bahwa dia akan menyembunyikan sesuatu untukmu.
Seorang penyihir?
Cosimo de Medici?
Yang tersimpan dibalik makam Cosimo adalah sebuah astrolab (kompas bintang) untuk pelaut.
Dengan itu, kau akan mengarahkan Basilisk dengan aman
ke daratan yang ditunjukkan pada peta.
Cosimo menyembunyikannya dengan semacam cara supaya hanya kau yang bisa memecahkan teka-tekinya.
Seperti biasa, kau tahu permainan yang tepat untuk menggodaku.
Kau harus membawa astrolab ke kapal tongkang itu.
Kitab Dedaunan, nasib ibumu,
akan tetap menjadi misteri.
Bukankah ini waktunya bagimu untuk memutar koin,
atau membuatku pingsan?
Tak ada koin.
Tak ada pingsan.
Kau memesan tiket menuju ke barat atau tidak.
Kau berhasil atau kau gagal.
Pilihan dan konsekuensinya, semua tergantung padamu.
- Jangan bergerak, nak. - Aku mulai kesakitan.
Kau sudah sakit. Tidak seorang pun memanggilku jika mereka sehat.
No comments yet. Be the first to leave one.