نخستین 185 خط.
Semuanya, lewat sini!
Cepatlah!
Ini bukanlah perang.
Ini pengadilan.
Para biadab yang menolak belas kasih Raja Arthur yang tak terhingga
dan berani menentang kami,
setidaknya kalian bisa memasuki Nirvana dalam sekejap
melalui kebaikan Ganapati ini!
Tembakan Meriam Chandra!
Mesin Perang Raksaksa Chandra Gupta Bintang Barat
mulai melepaskan tembakan andalannya untuk menyerang kerajaan Takeda.
Hingga hanya menyisakan kedukaan rakyat yang tak berdaya.
Mengatur garis mistis reaktor sebesar 0.4.
Jarak ketinggian mendarat semakin dekat.
8 menit Pasukan Delapan siap mendarat.
Pasukan tempur mulai siaga.
Nobu.
Nona Ichihime.
aku akan menerjang semua hal yang menghalangiku
breakthrough donna ruuru no dondake itsumo kore de miseru kitto
ZainuddinAri MEMPERSEMBAHKAN
aku bertemu denganmu di dalam labirin waktu
futo ni hiroin mei no de deatta
jika kita memang ditakdirkan untuk bersama
unmei no futari nara
maka walau harus menentang sang dewa sekalipun
tatoe kami ni sugu itte mo
aku ingin hidup bersamamu
tomo ni ikitai
api yang membara
rekka made kanshokushite
dan menyala-nyala tak terkendali
kyogen made tobashiteku
menghidupkan seluruh potensi yang terkubur di dalam diriku
itazura kangoku no Deshijon
keberanianku yang membara, dan ikatan yang saling memanggil di antara kita
arekuruu ni yuuki yobiau kizuna
akan menggelegar bagai petir menuju ke masa depan
tokoro de mirai e no ikazuchi
cepat hancurkanlah segelnya
isoide fuuin tsukiyabure
segel dari seluruh makhluk suci di dunia ini
shinsei na sonzai no subete wo
terjanglah
breakthough
lebih kuat lagi
motto tsuyoku
lebih tinggi lagi
motto takaku
berlarilah melintasi zaman ini
kakenukero jidai wo
perasaan yang meluap-luap ini akan berubah menjadi api yang membara
afuredashita kanjou wa honnou ni naru
aku tak akan berpisah darimu
fools, donna toki mo hanarenai
aku akan melindungimu dengan mempertaruhkan nyawaku
inochi kakete mamoru
karena kaulah satu-satunya cahaya harapan dalam kegelapan ini
yami no naka ni datta hito hikaru kibou sa
EPISODE
SANG KAISAR
Ini
bendera Takeda.
Nona Ichihime.
Nona Ichihime!
Nona—
Tak mungkin.
Mudahnya.
Mengambil kendali Pilar Hercules
tak ada kesulitan sama sekali.
Sepertinya ada musuh kuat yang datang.
Namun, melihat ukuran sekecil itu...
Memenangi pertempuran tak ditentukan hanya berdasarkan ukuran.
Apa?
Bagaimana bisa—
Kau takkan pernah mendapatkan pencerahan.
Namun, paling tidak, aku bisa memberimu
penebusan.
Apa itu?
Niat membunuh yang menenggelamkan segalanya.
Luar biasa.
Apa?
Paduka Kenshin kalah?
Benar!
Istana Takeda runtuh.
Kerajaannya hancur. Hancur total.
Ichi.
Bagaimana bisa tuan Kenshin yang kuat itu dikalahkan?
Siapa sebenarnya musuh yang kita hadapi?
Yang kutahu hanya ada seseorang yang bisa mengalahkan Kenshin Uesugi.
Seorang pria yang mampu menaklukkan seluruh benua.
Avatar penguasa penghancur, Alexander,
dan perwujudan dari jiwa buasnya,
Mesin Perang Raksaksa, Gaia.
Kuat sekali!
Menyerahlah.
Tujuanku kemari bukan untuk membantai.
Maukah kau menggunakan kekuatanmu untuk melayani Raja Arthur?
Menyerah?
Tak akan.
Jika aku menyerah padamu,
aku takkan bisa bertarung denganmu lagi.
Rasa takut yang mencengkeram hati
dan menahan pisau ke tenggorokan!
Aku takkan melupakannya.
Inilah pertempuran ideal yang kunantikan.
Karena itu, aku takkan menyerah!
Selama kita bertarung dengan mengorbankan nyawa,
maka takkan berakhir sampai salah satu dari kita ada yang mati!
Saling beradu dengan kekuatan yang dahsyat,
mengerahkan diri secara maksimal sampai mati dengan kegembiraan!
Inilah rasa takut yang sebenarnya!
Prajurit hebat sepertimu pasti mengerti maksudku!
Sayangnya, aku tak mengerti.
Apa?
Aku belum pernah mengalami rasa takut akan kematian dalam bertempur,
karena aku belum pernah bertemu lawan
yang bisa membuatku bertempur secara maksimal.
Sangat disayangkan.
Dan lagi, aku belum tahu batas kekuatanku.
Maka aku bersumpah padamu
akan membuatmu merasakan kebahagiaan dalam bertempur.
Orang yang menarik.
Akan kuingat namamu,
Kenshin Uesugi.
Jangan lupa memenuhi sumpahmu itu.
Ya. Aku takkan lupa.
Kau melukis sebelum perang dimulai?
Kau punya banyak waktu luang.
Aku tak cocok menggunakan pedang.
Walaupun seseorang menghunuskan pedang kepadaku,
aku tetap akan melanjutkan penelitianku.
Kata-katamu menunjukkan kau berkomitmen.
Apa itu?
Mungkin bisa disebut tatanan alam semesta.
Gambar yang bagus.
Oh?
Lukisan belum selesai, Anda bilang "Bagus"?
Jika kau belum bisa menilai sesuatu ke depannya yang belum pasti,
berarti kau masih tak bisa menilai seseorang yang masih hidup.
Kau akan tahu dengan sendirinya walau belum pasti.
Benar juga.
Namun seringkali, masa depan yang belum jelas
hanya menciptakan ketidakpastian yang lebih besar,
sama seperti Anda sekarang.
Hari ini, Anda banyak bicara dari biasanya.
Kau memang pria yang cerdas.
Jika keraguan di hati Anda muncul
karena hilangnya tuan Mitsuhide, maka ambillah kartu ini.
Mungkin Anda bisa menghilangkan keraguan Anda.
Begitu rupanya.
Sang Kaisar.
Keraguan yang sekarang mengisi pikiran Anda
berasal otoritas dan kekuasaan yang berlebihan.
Alexander Bintang Barat memang mampu menjadi seorang kaisar.
Aku tahu.
Pria yang mampu mengalahkan Paduka Kenshin
tak boleh dianggap remeh, itu sudah pasti.
Lagi pula, tanpa Raja Arthur,
Alexander bisa menaklukkan Bintang Barat dan menjadi Raja.
Walau begitu, aku tak mundur.
Aku harus menghadapinya agar bisa menguasai langit dan bumi,
tak peduli apa pun risikonya.
Begitu rupanya.
Aku harus segera melapor kepada Nobu
jangan sampai Nobu bertarung dengan Alexander.
Dia bagaikan iblis yang akan melahap langit dan bumi.
Monyet, ya?
Ketahuan, ya?
Ada kau terasa berisik.
Kejamnya.
Dan juga bau.
Sampai segitunya?
Ada apa?
Tak seperti biasanya.
Apa?
Pemimpin hanya melihat ke depan tanpa ragu-ragu.
Lalu pasukannya hanya mengikutinya.
Pasti Mitsu juga sependapat denganku.
Ragu karena kehilangan satu pengikut
jadi tak seperti biasanya.
Jika ragu,
aku akan bekerja keras bagaikan dengan 2 ataupun 3 pengikut.
Segitu masih belum cukup?
Monyet banyak bicara juga.
No comments yet. Be the first to leave one.