نخستین 153 خط.
Apa kau juga datang dari dunia nyata?
Ya, namaku Sinon.
Aku kemari untuk menolongmu dan Bercouli dari Dewa Kegelapan Vecta.
Maaf, sepertinya aku terlambat.
Tidak.
Yang bodoh adalah diriku.
Bagaimana keadaan medan perang?
Asuna dan Pasukan Wilayah Manusia sedang menahan gempuran lawan
dengan susah payah.
Kalau begitu, aku akan kembali ke utara.
Jangan.
Alice, kau harus terus pergi ke Altar Ujung Dunia.
Kalau konsolnya...
Bukan, panel kristal di altar berhasil kausentuh,
suara dari dunia nyata akan tersampaikan padamu.
Untuk apa?
Kaisar Vecta sudah mati, 'kan?
Sayangnya, tidak.
Saat manusia dari dunia nyata mati di Underworld,
nyawa mereka tak benar-benar hilang.
Musuh yang berada di dalam wujud Kaisar Vecta,
bisa saja kembali ke dunia ini dalam wujud yang lain.
Jadi, pria yang paman bunuh dengan korbankan diri itu tak mati?
Dia hanya menghilang sementara, dan bisa kembali hidup begitu saja?
Itukah maksudmu?
Kalau begitu, untuk apa semua ini? Untuk apa paman harus mati?
Duel di mana hanya satu pihak yang mempertaruhkan nyawa itu,
hanya seperti sandiwara!
Jadi, Alice, apa maksudmu penderitaan Kirito juga sandiwara?
Soalnya Kirito dari dunia nyata juga.
Meskipun dia mati di dunia ini, dia tak benar-benar menghilang.
Tapi luka yang dialaminya tetap saja nyata.
Rasa sakit yang dirasakannya, jiwanya yang rusak, itu pun nyata juga.
Aku menyukai Kirito.
Aku sangat menyukainya.
Begitu pun dengan Asuna dan yang lainnya.
Dan kami semua khawatir pada Kirito.
Kami bertanya-tanya kenapa Kirito berjuang sejauh ini.
Kirito mengalami banyak luka hanya untuk selamatkanmu, Alice.
Begitu juga dengan Komandan Kesatria.
Demi selamatkanmu, dia terima semua luka itu.
Dan mengulur waktu agar kau bisa selamat dari musuh.
Sinon,
kalau aku pergi ke dunia nyata melalui Altar Ujung Dunia,
apa aku nanti bisa kembali lagi ke sini?
Apa aku bisa temui orang- orang terkasihku lagi?
Ya, selama kau dan Underworld selamat.
Baiklah.
Kalau begitu, aku akan selatan.
Entah apa yang menantiku di Altar Ujung Dunia nanti,
tapi kalau memang itu keinginan paman dan juga Kirito...
Apa yang akan kau lakukan, Sinon?
Menurutku, Dewa Kegelapan Vecta akan hidup lagi di tempat ini.
Jadi, aku akan berjuang sebisaku.
Terima kasih.
Takkan kubiarkan usahamu sia-sia.
warna dari jiwa itu berwarna apa?
tamashii no iro ha naniiro desu ka
aku telah hancur seperti semestinya
mou isso oreta mama de
makin kularikan diri makin banyak yang terbuang
suteru hodo nigedasu hodo
lihatlah, sebenarnya aku tidaklah kuat
tsuyokunai yo hora
sekali lagi jantungku berdebar kencang
mou ichido kodou takanaru
apa yang benar
nani ga tadashii ka nante
aku pun tak tahu
wakaranai kedo
sesuatu yang tak berbentuk
katachi no nai mono bakari ga
bisa menjadi berharga
taisetsu ni natte yuku
hanya kata-kata tanpa hiasan saja
kazaranai kotoba dake ga
yang mengikatnya dengan erat
tsuyoku musubareteru
tersandung lagi dan jatuh
mata tsumazuite korogatte
namun ku takkan hancur
sore demo kudakenai
warna dari jiwa itu berwarna apa?
tamashii no iro ha naniiro desu ka
walau terluka dan hanya berkata kuat
tada kizutsuite tsuyogatte
namun ku masih ingin mencarinya
sore demo mitsuketai yo
serta memastikan bentuk dari jiwa itu
tamashii no katachi tashikameteru yo
selamanya
zutto
selamanya
zutto
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
Hasutan
Hasutan
Hasutan
Hasutan
Hasutan
Hasutan
Hasutan
Hasutan
Hasutan
Hasutan
Hasutan
Hasutan
Hasutan
Hasutan
Hasutan
Ya, mati seperti ini takkan buat malu pemimpin sebelumnya di akhirat.
Rasa sakit apa ini?
Aku sadar ingin menebas orang itu.
Aku ingin nikmati pertarungan itu lagi yang membakarku sampai ke intinya.
Lalu aku ingin mengoyak kepalan tangannya, yang lebih keras dari permata.
Aku begitu yakin hanya itu keinginanku.
Lalu, kenapa?
Tebas, tebas, tebas tanpa henti.
Hanya di ujung jalan penuh darah ini kau akan temukan kunci untuk melepas kutukannya.
Setidaknya, mungkin saja begitu.
Oh, begitu.
Terima kasih untuk semuanya.
Terima kasih juga, Yoiyobi.
Kau pasti lelah, mari istirahat dulu.
Maaf, pedang berhargamu jadi rusak karena aku.
Tak apa-apa, aku akhirnya sadar...
Kenapa aku selama ini hanya bisa menebas.
Yaitu demi temukan hal yang tak ingin kutebas.
Menemukan hal yang kulindungi.
Karena itu aku terus bertarung.
Dan itu adalah dirimu.
Sialan, aku jadi ingin berkeluarga denganmu.
Pasti anak kita akan sangat kuat.
Lebih kuat daripada pemimpin sebelumnya, lebih kuat dariku.
Anak itu akan jadi petinju liar terkuat yang pernah ada.
Tidak, aku akan membesarkannya sebagai kesatria.
Sepertinya di sini hampir selesai, ya?
Terima kasih banyak.
Klein.
Aku tak tahu harus bagaimana berterima kasih.
Hoi, ayolah. Jangan begitu.
Aku berutang padamu dan Kirito jauh lebih banyak dari ini.
Dia juga ada di sini, 'kan?
Setelah pertarungan usai, tolong temui dia.
Kalau kau mengatakan lawakan payahmu lagi, mungkin dia akan bangun untuk memakimu.
Jahat banget, sih!
Tak apa-apa.
Pasti semua akan berjalan lancar.
Maju!
Kau yang bilang, ya!
Baiklah, sisa satu ronde lagi.
Ya.
Kenapa?
No comments yet. Be the first to leave one.