نخستین 200 خط.
Ternyata kau, Meow.
Kau datang untuk menjenguk Panthep? Silakan masuk.
Silakan masuk.
Panthep, Meow datang menjengukmu.
Halo, Meow.
Maaf aku tak membuka pintunya sendiri.
Tidak apa-apa.
Kau bawa apa?
Ini bubur.
Namun, tak apa-apa. Makananmu sudah banyak.
Tidak apa-apa. Kau bisa bergabung dengan kami.
Akan kuambilkan piring.
Benar juga, Panthep.
Ayo makan
agar kau bisa minum obat dan beristirahat.
Baiklah.
- Astaga. - Maafkan aku.
- Maaf. - Tidak apa-apa.
Kau mau makan sup, bukan?
Pakai sendokku saja.
- Enak? - Ya. Terima kasih.
- Maaf. - Silakan.
Hei, Claire.
Hotel Sea Hua Hin?
Di mana kau sekarang?
Jalan Khlong Thian?
Astaga.
Aku kurang paham daerah itu.
Bagaimana ini?
Baiklah. Tunggu, Claire.
Panthep, kau tahu letak Hotel Sea Hua Hin?
Temanku tersesat dan tak tahu jalan kembali ke hotel.
Tentu. Aku bisa memberi tahu arahnya.
Baiklah.
Claire, akan kusambungkan dengan seniorku.
Terima kasih.
Halo. Di mana posisimu sekarang? Baiklah.
Terus lurus sampai mencapai persimpangan.
Belok kanan ke Jalan Phet Kasem dan terus lurus.
Hotelnya ada di sisi kiri jalan.
Kau akan tiba di sana sekitar satu kilometer lagi.
Sama-sama. Sampai jumpa.
Kabari aku begitu sampai di hotel.
Baiklah. Semoga berhasil.
Terima kasih banyak, Panthep.
Temanku bilang logatmu sempurna.
Astaga. Dia terlalu memuji.
Temanku ini penulis
di majalah pariwisata Prancis.
Kami sedang menerjemahkan majalahnya ke bahasa Thailand.
Masalahnya,
terjemahannya
agak terlalu kaku.
- Begitu rupanya. - Jadi, kami mencari editor.
Kau tak perlu mencari jauh-jauh, Ink.
Aku bisa merekomendasikan seseorang.
Meow.
Sungguh?
Konten yang dia tulis sangat menarik.
- Sungguh? - Ya.
Beberapa tulisannya ada di laptopku.
Bagaimana kalau kutunjukkan?
Bagus sekali. Terima kasih.
Baiklah.
Aku bisa mengambilkannya.
Baiklah. Ada di rak buku di sana.
Baiklah.
Kau baik-baik saja?
- Ya. - Baiklah.
Rak buku ini?
Kurasa ada di laci.
Tertemu.
- Aku kesal sekali. - Penulis ini sangat ceroboh.
Dia sudah merusak satu komputer?
- Sungguh? - Ya.
Aim, jujurlah.
Apa?
Apa ada sesuatu antara Panthep dan Meow?
Aku yakin tidak ada.
Kau tak perlu khawatir, Ink.
Gadis itu jelas bukan tipe Pak Panthep.
Baiklah.
Bagaimana kabar Krit?
Aku belum bertemu dia sejak pulang ke Thailand.
Benar.
Suamiku sibuk bekerja belakangan ini.
Dia sangat sibuk sejak kliniknya dipromosikan pesohor.
Bagaimana bisa punya anak jika kalian selalu sibuk?
Begini,
berdua saja sudah membuat aku dan Krit bahagia.
Kami bisa berwisata
dan melancong tanpa khawatir.
- Benar. - Benar.
SAYANG
Kapan kita akan bercerai?
KAPAN KITA AKAN BERCERAI?
Kalian siap? Lihat ke kamera.
Satu, dua, tiga.
Bagus. Sekali lagi. Satu, dua.
Dempetkan wajah kalian. Satu, dua, tiga.
Baiklah. Kita istirahat
- dan ganti latarnya. - Baiklah.
Begini…
Aku hampir selesai. Entah kenapa fotonya banyak sekali.
VILA PHA SUK
Tentu saja.
Kita tak sederajat.
Kau sudah menemukan wanita yang tepat untukmu,
jadi, kudoakan kalian bahagia.
Kau bisa tidur di luar.
Perutku sakit. Aku lapar.
Berikan. Aku juga akan memakainya.
Aku belum selesai. Aku belum terlihat cantik.
Ini warna ombre.
Omong-omong, Jeffrey melakukan siaran langsung kemarin.
Ada yang menontonnya?
Aku.
Dia sangat seksi.
Astaga. Yang benar saja.
Berkacalah.
Kalian jahat sekali.
Mari makan.
Ayahmu di belakangmu.
Kalian pembohong.
Ayahmu di belakangmu, Jalang. Lihat.
Sial. Bagaimana ini?
Halo, Pak.
Kalian teman-teman Gundam?
Ya.
Orang tua kalian tahu kalian homoseksual?
Memuakkan.
Hei, Dam.
Ayah. Sedang apa Ayah di sini?
Sedang apa kau di sini?
Aku membeli makanan setelah bermain sepak bola.
- Begitu rupanya. - Aku baru mau pergi.
Apa? Temani ayah makan.
Kita bisa pulang bersama.
- Baiklah. - Masuklah.
Dua anak di belakang itu temanmu?
Bukan, Ayah.
Kami sekelas, tapi tidak dekat.
Bagus. Hindari para homoseksual ini. Ayah membenci mereka.
- Kau homoseksual. - Hei. Diam.
Kau sudah makan?
Sudah.
- Hai, Ibu. - Hei.
Hei. Kenapa kalian pulang bersama?
Dengar. Kau harus mengawasi Dam.
Kenapa? Ada apa?
Aku bertemu teman sekelasnya hari ini. Mereka homoseksual.
Jika putraku homoseksual, akan langsung kutampar.
Homoseksual, apanya? Putra kita sangat jantan.
Dam.
Hati-hati.
Baiklah, Ibu.
Hei, Yoon.
- Ya? - Ada apa?
Aku kemari mengantar semur kaki babi. Aku permisi. Sampai jumpa.
Kau memesan hamburger? Totalnya 359 baht.
Kau juga memesan piza? Totalnya 499 baht.
Ini. Ambil kembaliannya.
Meow, kenapa kau memesan banyak makanan?
Aku hanya menginginkannya.
Astaga.
Kau sanggup menghabiskan semua ini?
Tentu saja.
Baiklah.
Baiklah.
Di mana Panthep?
Dia jahat,
jadi, kutaruh di luar.
Jangan lihat aku.
Hei, Meow. Kau sungguh akan berhenti berdiet?
Ya.
Jangan bantu aku mendekati Pak Panthep lagi.
Kenapa? Ada apa?
Dunianya sangat berbeda denganku.
Dunia kami tak akan pernah bersatu.
Apa maksudmu?
Bisakah kau mengatakan hal yang masuk akal?
Aku tak mau bicara.
Tolong jangan bertanya.
Menyakitkan membicarakannya.
Jika kau diam saja, bagaimana aku bisa membantumu?
Aku tak ingin menjadi kurus lagi.
Tidak ada yang mencintaiku.
Aku akan kembali menjadi gemuk.
Aku bisa berhenti melewatkan waktu makan.
Aku akan makan bersamamu.
Aku tak sanggup lagi.
Aku bukan untuknya.
Dia tak akan menyukaiku sekeras apa pun aku berusaha.
Hei. Ayolah.
Kau juga membuang ini?
Aku kehilangan motivasi. Tidak ada gunanya lagi.
Hei.
- Halo, Toy. - Hai, Aerin.
Aku beli ini.
Perutmu kembung?
No comments yet. Be the first to leave one.