نخستین 200 خط.
A
Al
Ali
Alih
Alih B
Alih Ba
Alih Bah
Alih Baha
Alih Bahas
Alih Bahasa
Alih Bahasa D
Alih Bahasa DS
Alih Bahasa DSU
Alih Bahasa DSUB
Alih Bahasa DSUBS
Alih Bahasa DSUBSI
Alih Bahasa DSUBSIN
The Painter Of The Wind - Episode 1 -
The Journey Paint From Life
Sekarang aku akan bercerita tentang seseorang,
Perasaanku campur aduk ada rasa gembira dan ada rasa sedih.
Ketika aku memikirkannya, aku merasa senang.
Jika aku kehilangan dia, aku akan dilanda rasa kesedihan.
Dia adalah muridku,
Guruku..
Temanku..
Dan juga..
Cintaku..
Tahun 1777, tahun pertama Raja Jeongjo memerintah.
Apa yang kau lakukan?
Iya atau tidak.
Biru atau merah? Aigoo!
Chaa, sudah 3 tahun kita tidak berkompetisi untuk bersaing.
Memperkenalkan Biru “harus menang”, Jang Hyo Won.
Memperkenalkan merah, Raja Biro melukis “yang aneh” Shin Yoonbok.
Lihatlah! Mereka sudah mencelupkan tinta dikuas mereka.
Lihat! Kedua pesaing berkonsentrasi, mata mereka tidak biasa.
Melihat dari wajahnya, mereka sudah siap.
Mereka sudah memberi sinyal.
Baik! Sekarang …mulai!
Kalau kau mau sukses di kompetisi ini, ujung kuas harus dipegang sangat lurus sehingga tinta yang dikeluarkan maksimal.
Ya, benar.
Kayanya kuas Shin Yoonbok menekuk. Itu nekuk loh.
Tidak, tidak bisa. Sepertinya tintanya habis.
Ah! ini strategi perang, strategi.
Teknik kuas seperti ini jarang dilihat dalam 10 tahun
Tidak apa-apa…tidak apa-apa…Jang Hyo Won, tidak apa-apa.
Ada lagi setelah ini, masih bisa terus dilakukan. Tidak apa-apa.
Kau mau nyerah? Aku melakukan ini karena aku merasa kasihan padamu.
Kau sudah tahu batasanmu sendiri, untuk bicara hal-hal seperti itu.
Lakukan dengan baik, lakukan dengan baik!
Cuma kuas ini yang bisa menentukan pemenang, ujian melukis. Mungkin kau bisa hidup dengan gemilang.
Ya benar. Kau harus menggunakan kuas besar yang berasal dari dinasti Qing.
Benar, benar. Itu poin utamanya.
Apa ada bahan yang kurang? Tintanya sekarang mau melewati batas.
Kertasnya, kertasnya kurang.
Bagaimana kertasnya bisa kurang?
Kalau aku kalah sama orang lemah sepertimu, mungkin aku tak akan mau memulai kompetisi ini.
Apa yang ada dalam kepalanmu?
Kau, kaya anak kecil yang mau ngajak ribut.
Kenapa kau berhenti sampai disini, kau mau nyerah?
Oi, Bener dah! Kau sungguh banyak omong ya. Sheng Tu Jang! Terimakasih
Sheng Tu Jang : Murid pemagang
Sini lihatlah,… menang!!!!!!!
Apa yang terjadi?
Ini….tidak ada yang salah…
Diam!
Indah, bukan? aku punya kesempatan untuk bisa menggunakan kuas berharga dari Dinasti Qing. Aku akan merawatnya.
Kau bocah yang tak cukup layak untuk menggunakan kuas itu.
Kenapa?
Tak suka?
Kalau gitu, cukup panggil aku “Hyung Nim”
Dasar bocah!
3….2….
Yah!
1..
Hyung Nim.
Aigoo! Katakan dengan sedikit lebih pelan. Akan ku gunakan ini dengan baik.
Sebenarnya, itu milik ayahku.
Seorang pria harus menepati ucapannya sendiri.
dan tidak kaya “gadis”
Gadis?
Beraninya kau mengataiku gadis?
Apa ini? Apa?
Apa yang kalian semua lakukan disini?
Kalian tidak mau membuat perjalanan melukis dari kehidupan?
Kalian tidak mau pergi?
Tidak...tidak…
Segera persiapkan diri kalian, murid-murid.
Aku hitung sampai 10, kalau kalian tidak mempersiapkan diri, semua akan dibatalkan.
Songseungnim!!!
1…2….3!!!!!!
Kemana semua murid pergi?
Kenapa kau disini dan melakukan itu?
Pil Chul Orrishin, anda disini?
Pil Chul Orrishin: Pangkat pengadilan
Kenapa aku tidak melihat yang lain?
Di musim semi hari ini, perjalanan melukis dari kehidupan “Wei you Sa Sheng” dimulai.
Wei You Sa Sheng ?
Perjalanan melukis dari kehidupan.
Kita berada ditengah lukisan naga kerajaan dan hari ini menjadi hari perjalanan itu.
Apa kau punya otak?
Ini permintaan dari Il Chul (Shin Hang Pyeong) Orrishin untuk melakukan praktek-praktek ini di setiap tahun.
Dasar keras kepala...Sungguh keras kepala.
Hari ini keputusan untuk menggambar naga kerajaan, di semua bangsa telah diperintahkan.
Namun, demi melihat keindahan di hari pembukaan musim semi yang indah ini, pelajaran hari ini adalah perjalanan ke luar ruangan.
Aku sebagai guru gimana bisa menghentikan apresiasi kalian dalam perjalanan seperti ini?
Apa kalian mengerti?
Ya. Terimakasih, Guru
Baiklah…Baik.
Aku akan menanggung semua tanggung jawab untuk mengambil kesempatan ini.
Karna kita berada di pelayanan Kerajaan seniman, kita harus menempatkan upaya semaksimal mungkin untuk itu.
Kalian semua mengerti?
Ya!!
Apa yang kalian lihat disana?
Aigoo! Kelompok wanita yang sungguh lembut dan ramah.
Dimana “giban” yang mereka tempati? Lihat wanita yang pakai baju merah.
"Giban” : Rumah pelacur
Kau sungguh tidak melihat yang dibelakangnya.
Lihat baik-baik orang yang berada dibelakang, dia yang memimpin.
Apa kau tau?
Ah! Sejahtera banget.
Sejahtera?
Sejahtera sebagai manusia yang makmur
Hal ini untuk mengatakan bahwa wanita ini paling makmur.
Beginilah para Yanban melihat para gisaeng. Bukalah kedua bola matamu lebar-lebar.
Aigoo! Sejak kapan kau dapat memahami wanita sepenuhnya?
Seratus bunga mekar dengan banyak pandangan pegetahuan, bulat gemuk dan kurus langsing, ada berbagai jenis.
Seperti apa yang kau inginkan. Apa kau ngerti?
Hyung Nim, sudah berapa banyak wanita yang kau lihat. Kau paham sekali?
1…2…3…4
Lalu, tipe seperti apa yang kau sukai?
Aku? Entahlah?
Kau yang disamping, kenapa kau memberi senyuman?
Bukankah sudah kubilang, tanpa izinku kau dilarang untuk menangis ataupun tersenyum.
Dasar bocah nakal, apa yang kalian lihat?
Ketika aku jadi seniman kantor kerajaan, aku sama sekali tidak tergerak oleh wanita manapun.
Lihatlah kalian, lihat apa yang kalian lakukan?
Seharusnya tidak kubawa kalian semua.
Aigoo! Apa kalian tidak mau melukis?
Tidak, kami mau!!!!
Bocah nakal.
Selesaikan lukisan kalian malam ini, dan setelah itu kalian harus berkumpul kembali disini dilokasi ini, mengerti?
Ya!!
Ini…Ini… ini…benar-benar.
Aku pamit.
Ya. Anggap saja perjalanan melukis ini sebagai relaksasi. Santai saja untuk menggambar lukisanmu.
Ya.
Abuji, Aku pamit juga.
Ya. Tolong jaga dia.
Kau harus tau, masa depannya tidak cuma membatasinya untuk menjadi seorang seniman Biro Royal.
Ada hari dimana ia akan menjadi unggul sebagai master pelukis.
Ini akan membawa ketenaran besar dan reputasi keluaraga Shin kita.
Tanpa diminta pun. Aku juga akan melakukan hal yang sama dan merawatnya dengan baik.
Baik. Aku percaya padamu. Teruskanlah!
Anda sudah tiba? orang itu sudah menunggumu.
Sudah beberapa tahun ini, tidak ada kabar darimu.
Aku berkeliling untuk merenungkan perasaanku dan sudah merenungkannya ratusan ribu kali dan ini bukan untuk diriku sendiri.
Tidakkah kau dan aku memiliki sesuatu di masa lalu dan saling berjanji untuk merindukan kerinduan yang panjang.
Bagaimana aku bisa membuatmu mengerti? Ini pahit dan menyakitkan.
Kemarilah, bisa jadi ini yang terakhir kalinya untuk saat ini.
Kapan kau akan berhenti mengikutiku?
Kemanapun kau pergi, aku akan mengikutimu.
Hyung Nim, sampai kapan kau akan berhenti mengikutiku?
Yoonbok, Akan kukatakan ini lagi, kau tidak ingat metode “tongyak”.
Kayu pinus, air pegunungan, hewan, manusia, tanaman. Itu harus sesuai dengan urutan.
Lukisan merupakan suatu hal yang sangat bagus, tapi kurangi unsur-unsur ini.....
Hyung Nim, bukankah perjalanan di luar ruangan adalah topik bagi kita untuk bebas dalam melukis? Lalu apa gunanya “tongyak”.
Benar juga. Lalu, kau mau lukis apa?
Kenapa kau peduli sekali dengan yang ku lukis? Hyung Nim - Hyung Nim, aku - aku. Kita berpisah.
Adik! Di keluarga ini kenapa kau suka sekali ke jembatan dan jalan-jalan?
Pokoknya, Hyung Nim kesana dan aku kesini.
Kuhitung sampai 3 dan pergilah. 1…2…3
Kau harus selesaikan sebelum matahari terbenam.
Aigoo! Bagusnya.
Sudah siap.
Mari kita pergi.
Apa itu?
Apa maksud anda?
Itu, disana?
Siapa kau, Nak? Apa ada orang? Siapapun?
Siapapun, tangkap anak itu.
Tangkap dia, tangkap.
Kau tidak keberatan untuk berdiri?
Aku mengikuti bau wewangian, sepertinya aku melihat ada bunga mekar.
Mana ada kupu-kupu yang cuma melihat bunga?
Bunga cantik secara alami akan menarik kupu-kupu.
Tapi aku bukan bunga liar atau bukan bunga bagi siapapun untuk dipetik.
Mana ada bunga yang tidak menyukai kupu-kupu.
Kemana dia pergi…disana?
Nona, jangan…membuat suara
Jangan.
Maaf disini, Maaf disini,
Kau gila ya?
Ah! Ternyata bunga yang berduri dan juga beracun.
Hormat!
Persembahan hadiah untuk selamatan, akan melimpahkan hasil panen. Anggota kabinet harus taat pada titah.
Ya.
Bagaimana?
Kami masih mencarinya. Karna kunjungan ini dilakukan diam-diam jadi ada beberapa...
No comments yet. Be the first to leave one.