نخستین 157 خط.
Subtitle oleh DramaFever Diterjemahkan oleh IndraupiK
Ayah adalah sutradara dari video musik yang kalian buat.
Tapi hari ini ayah bukan sutradara, ayah adalah fotografer Lee.
Panggil ayah Foto Lee.
Apa kau ingin ayah sopan kepadamu?
Studio foto diri sendiri penuh dengan properti properti yang cantik.
Apa yang membuat mereka kemari?
Ini hampir akhir tahun. Berkat orang-orang...
aku ingin memotret, meskipun aku tidak jago dalam memotret.
Aku ingin membuat kartu ucapan terima kasih dengan fotonya.
Jadi aku bisa mengekpresikan rasa terima kasih.
Yang terpenting di sini adalah, hari kalian jadi malaikat.
Jadi, kalian harus pakai kostum malaikat.
Malaikat pakai ini./Iya, dan pakai kostum ini.
Kostum malaikat yang lucu]
Seo Eon, cobalah ini.
Aku tidak mau pakai itu.
Ayah!
Kita akan berfoto untuk keluarga dan teman-teman.
Kalau begitu, kau ingin pakai apa?
Apa kau ingin jadi malaikat telanjang?/Iya!
Wow!
Buat wajah yang imut!
Bagus!
Bagus, itu sempurna!
Cepat berikan itu kepadaku.
Bisakah kau berikan kepadaku? Tolong cepat berikan kepadaku.
Tidak, tidak.
Tolong berikan kepadaku!
Tunggu sebentar.
Dua malaikat. Bagus.
Aku ingin memainkannya./ Apa kau ingin pesawat terbang?
Biarkan dia memainkannya sekali saja.
Hyung, kau sudah memainkannya.
Tidak.
Ini.
Kalau begitu, berikan pesawatnya kepadaku.
Kamu baik sekali!
Tetaplah di sini.
[Sebuah teknik profesional yang membuat Seo Eon melihat kamera]
Seo Jun, ini bagus!
Aku juga mau.
Ini lumayan bagus!
Seo Eon, bagaimana penampilanku?
Hebat!
[Dia sukses memotret dari level yang sama dengan tinggi badan mereka!]
Si kembar tumbuh sehat berkat kasih sayang dan perawatan yang mereka terima.
Ayah memegang keimutan mereka di dalam sudut kamera.
Aku sangat menantikan kartu si malaikat kembar.
Model!/Iya?
Model, istirahatlah.
Aku ingin minum air.
Itu bukan air.
Vitamin.
Ini minuman vitamin.
Bagaimana dia bisa tahu itu?
Ayah, aku juga./ Seo Eon juga mau meminumnya.
Biarkan dia minum.
Berikutnya, ikat kepada dan sayap...
Apa kau baik-baik saja?
Apa kau pura-pura supaya bisa minum?
Lihatlah dia.
Berhenti minum.
Sudah!
Aku juga mau melakukan itu.
Apa kau ingin melakukannya?/Iya.
Cobalah menekan tombol ini.
Tekan tombol ini.
Apa kau lihat tombol ini?
Tekan tombolnya. Apa kau melihatnya?
Biar aku sendiri.
Biar aku sendiri saja./ Kau ingin melakukannya sendirian.
Ini bukan punyanya ayah.
Itu harganya sangat mahal.
[Foto Lee Junior tahu cara memegang sebuah kamera]
Aku tidak mau difoto.
Ambil fotonya dari belakang.
Tekan ini.
Aku memotretnya.
Apa? Modelnya bersembunyi.
Modelnya pergi kemana?
Biar aku cari dia.
Tidak, tidak.
Cilukba!
Ayah, kemarilah. Aku akan memotretmu.
Tolong, kau foto ayah. Iya, tekan yang itu!
Wow, Lee Photo!
Aku bukan Toto.
Kalau begitu kamu siapa?
Aku Lee Seo Jun.
Bukan, kamu Lee Photo bila kamu yang memotret.
Lee Photo?/Iya.
Apa kau sudah memotretnya?
Berikan kepada Seo Eon. Seo Eon, tekan ini.
Iya, tombol yang itu.
Tekan yang itu!
Ditekan!
[Gambarnya tidak fokus, tapi ini foto pertamanya Seo Eon]
Cue!
Cue!
Mereka berdua lumayan bagus.
Mereke memotret aku untuk pertama kalinya.
Entah itu bagus atau jelek, aku menyemangati mereka.
Aku akan tunjukkan ke mereka saat sudah dewasa nanti.
The Return of Superman, episode 107.
"Momen yang sudah kita tunggu-tunggu."
Seo Jun, Seo Eon.
Sebentar lagi kalian masuk playgrup.
Sebelum itu, kalian harus menyeberangi jalan...
Seo Jun!
Di sana ada orang, di sana.
Seo Eon, pegang tangan ayah.
Kalian harus tahu dimana letak trotoarnya.
Kalian harus menyeberang saat lampunya hijau.
Lampu merahnya bunyi, iyakan?
Kalian bisa menyeberangi saat lampunya hijau sambil mengangkat tangan.
Kemarilah.
Sekarang lampunya masih merah.
Apa yang kalian lakukan saat masih merah?/Beep.
Saat berubah hijau?
Kalian harus pegang tangan ayah dan menyeberang./Iya.
Jangan sekarang.
Tunggu sampai lampunya berubah jadi hijau.
Ding!
Sudah hijau.
Ayah!/Sekarang sudah hijau.
Angkat tangan kalian. Seo Eon, kau juga.
Bagus.
Angkat tangan kalian. Seo Jun, Seo Eon.
Lampu hijau!/Iya, itu lampu hijau.
Saat berkedip-kedip, kita harus cepat-cepat.
Seo Eon, angkat tanganmu.
Iya, iya.
Bagus, kalian melakukan kerja yang bagus.
Ayo kita tos!
Semangat!
Semangat!/Bagus sekali!
Sekarang kita akan naik bus, pegang tangan ayah.
Ada di sebelah sini./Ayah!
Aku tak bisa melihatnya.
Busnya datang!
Busnya datang!/Busnya datang!
Busnya ada di sini.
Halo!
Naik dulu.
Hormat yang sopan, bagus! Seo Eon, kau juga.
Halo!
Ayah duduklah.
Sesaknya.
Tobot nya bergerak.
Brumm.
Aku ingin duduk sendirian.
Aku ingin duduk di sini sendirian.
Duduk di sini. Apa kau menyukainya?
Bagaimana?
Pegangan yang erat.
Seo Eon, Seo Jun. Coba lihat apa kalian bisa lihat rumah kita.
No comments yet. Be the first to leave one.