نخستین 200 خط.
Prolog.
Bocah Samurai dan Leluhur Tanpa Kepala.
10 abad lalu, sebelum Zaman Kepatuhan,
anjing bebas berkeliaran, menandai wilayah mereka.
Berniat memperluas kekuasaannya,
Dinasti Kobayashi penyuka kucing menyatakan perang...
dan mengerahkan pasukannya...
menyerang hewan berkaki empat yang lengah.
Di ambang pemusnahan para anjing,
seorang kesatria anak-anak yang bersimpati pada penderitaan...
para anjing yang terkepung,
mengkhianati spesiesnya,
memenggal kepala pemimpin klan Kobayashi,
dan mengabdikan pedangnya...
dengan haiku seruan perang berikut.
Aku berkhianat.
Pada umat manusia!
Embun beku di kaca jendela.
Dia kemudian dikenal...
sebagai Bocah Samurai Legenda, RIP.
Di akhir perang anjing berdarah,
anjing kampung yang kalah menjadi peliharaan tak berdaya,
dijinakkan, dikuasai, dicemooh.
Tapi mereka bertahan hidup dan berkembang biak.
Akan tetapi, keluarga Kobayashi,
tidak pernah memaafkan musuh mereka.
Tidak boleh ada anjing.
Catatan untuk penonton:
Manusia dalam cerita ini hanya berbicara dengan bahasa Jepang.
(Kadang diterjemahkan oleh penerjemah, murid asing, atau alat elektronik).
Semua gonggongan dalam bahasa Inggris.
Pulau Para Anjing.
Kepulauan Jepang,
20 tahun di masa depan.
Saturasi Anjing...
telah mencapai tingkat epidemik.
Wabah Demam Moncong...
mengoyak Kota Megasaki.
Badai kutu, cacing, tungau, dan caplak...
mengancam warga.
Flu Anjing terancam akan melewati batas spesies...
dan menular pada manusia.
Dalam sidang tengah malam spesial...
di Kubah Kota,
Walikota Kobayashi dari Prefektur Uni...
menerbitkan perintah darurat...
meminta karantina secepatnya,
pengusiran dan pengurungan semua jenis anjing,
baik liar mau pun rumahan.
Dengan dekrit resmi,
Pulau Sampah menjadi koloni pengasingan.
Enyahkah semua anjing!
Selamatkan Kota Megasaki di Prefektur Uni!
Pulau Para Anjing.
Sistem hukum kita...
membolehkan...
perbedaan pendapat.
Hormati.
Kandidat Partai Sains: Profesor Watanabe.
Ini tidak adil bagi anjing.
Cara yang dipilih Walikota Kobayashi...
kejam dan tidak ilmiah.
Selama ribuan tahun...
hewan-hewan ulet ini telah menyayangi,
melayani dan melindungi kita.
Kini, saat mereka membutuhkan kita,
kita mengabaikan mereka lagi?
Gelombang pasang dari histeria Anti Anjing...
telah merusak penilaian moral kita.
Beri aku enam bulan, dan akan kubuat serumnya.
Aku hampir berhasil, sialan.
Flu Anjing akan dilenyapkan. Demam Moncong akan dikalahkan.
Saturasi Anjing akan dikembalikan...
ke tingkat berkelanjutan...
dan tanpa mengebiri massal.
Apa yang terjadi kepada teman terbaik manusia?
Tidak, tidak, tidak!
Khalayak ramai meminta pengesahan dan persetujuan...
secepatnya atas usul Walikota.
Sebagai sikap solidaritas publik,
Walikota Kobayashi menyuruh...
Asisten Pesuruhnya, Mayor-Domo,
untuk menyerahkan anjing pengawal pribadi...
dari rumah walikota,
Spots Kobayashi,
kepada Komite Desaturasi Anjing.
Spots akan menjadi anjing pertama...
yang dideportasi dari kota secara resmi.
6 bulan kemudian.
Awas Anjing. Dilarang Mendarat.
Gerombolan hewan peliharaan...
yang dulu dijinakkan, kini sakit dan lapar...
menjelajah lembah sampah dan ngarai kotor,
mencari makanan sisa.
100% teruji positif...
mengidap bakteri Flu Anjing.
Gejala, berat badan turun, pusing,
narkolepsi, insomnia...
dan perilaku agresif ekstrim.
3/4-nya menunjukkan gejala awal Demam Moncong,
demam tinggi, tekanan darah rendah,
kemurungan akut,
dan hidung tersumbat.
Populasi anjing yang diasingkan semakin lemah, sedih, dan marah.
Putus asa.
Hei, tunggu dulu.
Sebelum kita saling serang dan saling mencabik...
seperti segerombolan maniak,
mari buka kantung ini dulu dan lihat apa isinya.
Mungkin saja isinya tidak sepadan.
- Bagaimana menurutmu? - Aku tidak yakin.
Mungkin.
Baiklah.
Satu inti apel tengik; dua kulit pisang bercacing;
satu kue beras berjamur; satu acar kering;
sekaleng tulang sarden; setumpuk cangkang telur;
satu empedal busuk berulat.
Baik, ini sepadan.
Enyahlah dan jangan kembali.
Astaga, Igor. Kurasa dia menggigit putus telingamu.
Kurasa aku tidak sanggup makan sampah ini lagi.
- Sama di sini. - Aku baru mau bilang begitu.
Dulu aku tidur di bantal bulu domba...
di sebelah pemanas listrik.
Itu wilayahku. Aku anjing rumahan.
Aku membintangi 22 iklan Doggy-Chop.
Lihat diriku sekarang. Aku bahkan tidak akan lolos audisi.
Aku maskot utama...
dari tim bisbol SMA yang tidak pernah kalah.
Aku kehilangan semua semangatku. Aku depresi.
Aku hanya meminta yang selalu kumiliku dulu,
makanan bergizi seimbang, perawatan rutin,
dan pemeriksaan fisik setahun sekali.
Kurasa aku akan menyerah.
- Apa? Sekarang? - Sekarang.
Tidak ada masa depan di Pulau Sampah.
Kau dengar isunya, bukan? Tentang Buster.
- Tidak yakin. - Bisa kau ingatkan aku?
Siapa Buster?
Saudaraku dari peranakan lain.
- Apa yang terjadi padanya? - Bunuh diri.
Gantung diri dengan tali kekangnya.
- Hmm. - Astaga.
Aku mau tuanku.
Ah...
Kalian membuatku mual.
Aku pernah melihat anjing yang lebih berani dari kalian.
Berhenti menjilat lukamu!
Kau lapar? Bunuh sesuatu dan makan itu.
Kau sakit? Tidur yang lama.
Kau kedinginan? Gali lubang di tanah,
masuk ke dalamnya, dan kubur dirimu.
Tapi tidak ada yang boleh menyerah di sini...
dan jangan pernah lupakan itu.
Kau Rex!
Kau King!
Kau Duke!
Kau Boss!
Aku Chief.
Kita gerombolan anjing pejantan tangguh dan menakutkan.
Kalian bicara seperti peliharaan yang rindu rumah.
Kau tidak mengerti. Bagaimana bisa? Kau...
Silakan, katakan. Aku anjing liar. Ya.
Bagaimana bulunya bisa begitu bersih?
Tidak ada sampo di Pulau Sampah.
Kau dengar isunya, bukan? Tentang dia dan Felix.
- Apa katanya? - Felix? Tidak.
- Apa yang terjadi pada mereka? - Mereka kawin.
Ooh.
Siapa Felix?
Semua betina yang kusuka tidak pernah dalam masa kawin.
Hei, pesawat kecil itu terbangnya aneh.
- Oh, kau benar. - Tenanglah.
Naiklah. Dia akan kehilangan sayap.
Wow.
Bagian Satu: Si Pilot Kecil.
Pria kecil. Tidak banyak dagingnya.
Ya, apa dia mati?
- Dia tampak mati. - Aku punya pertanyaan.
Apa kita memakannya atau menyelamatkannya?
Kita belum tahu.
Tidak ada yang boleh memakan pilot kecil itu.
Bahkan tidak jasadnya. Anjing tidak makan tuannya.
Kau bukan pemimpin kami. Kita mandiri. Mari ambil suara.
Semua yang menolak memakan si pilot kecil, bilang "Ya."
- Ya. - Tidak.
Pertama-tama,
mari buka helmnya...
agar dia bisa bernapas jika dia masih hidup,
lalu kita coba tarik...
bongkahan kopling baling-baling...
dari kepalanya, jika itu tidak membunuhnya.
- Itu terdengar benar? - Ya, itu benar.
Mmm-hmm.
Spots! Spots! Spots!
Kami mengerti.
Kau mencari anjingmu yang hilang, Spots.
- Ada yang mengenalnya? - Hmm. Tidak.
Tidak.
Wow.
No comments yet. Be the first to leave one.