نخستین 200 خط.
Saya mencari Dr. John Thackery.
Saya yakin dia dokter bedah disini.
Kantor Dr. Thackery ada di lantai dua
di sisi barat...
gedung.
Saya akan menyuruh seseorang dari layanan bedah mengantar anda.
Terima kasih.
Dr. Thackery, ada Ny. Alford yang ingin menemui anda.
Aku tak menunggu seseorang.
Mungkin dia pasien.
Jika begitu suruh dia membuat janji dengan Gallinger,
jika itu memerlukan perhatianku, Gallinger akan memberitahuku.
Wanita itu bilang dia seorang teman.
Lingkaran sosialku cukup kecil sehingga aku akan tahu orang
yang cukup bodoh menyebut dirinya begitu.
Haruskah saya memulangkannya?
Abby?
Halo, John.
Alford, aku...
Aku tak kenal nama itu.
Nama suamimu?
Dimana pun dia berada.
Senang melihatmu.
Tak ada orang yang bisa mengatasi hal tak terduga seperti John Thackery.
Disanalah aku tinggal.
Terima kasih, Perawat Elkins.
Silahkan duduk.
Aku tak tahu bagaimana memulai ini.
- Harusnya aku menulis surat dulu. - Tidak, tidak, tidak, tak apa.
Kau sudah disini sekarang.
Dalam kemewahanku.
Kurasa kau sudah menduga mengapa aku datang.
Tentu.
Kumohon jangan jadi tidak enak.
Aku sudah terbiasa dengan ini.
Setiap saat kita bersama, aku tak pernah terbiasa disebut normal.
Kurasa itu keadilan karena kau tak pernah
terbiasa dipanggil normal oleh orang-orang.
Ny. Alford...
biar aku memeriksamu dan melihat obat apa yang bisa aku tawarkan.
Tunggu.
Lampunya.
Tentu.
Terima kasih.
Mataku tak tahan cahaya.
Tidak, tidak. Ini gejala biasa.
Apa cahayanya masih terlalu berlebihan.
Tidak. Tidak.
Aku takkan menyalahkanmu jika kau bertanya-tanya.
Aku tak bertanya-tanya. Tahan.
Aku hanya pernah bersama dua pria dalam hidupku...
kau dan suamiku.
Ini karena suamiku.
Yang sudah berlalu biarlah berlalu.
Aku lebih suka tak ikut campur.
Dia tak begitu saat aku pertama kali bertemu dengannya.
Ini terjadi kemudian.
Dengan seorang wanita di kantornya.
Kau memiliki pembuluh kapiler yang bagus di jembatan hidungmu
dan kulit yang sehat di ujungnya.
Rupanya wanita itu memilikinya.
Kau tahu, Abby, kau tak berhutang penjelasan padaku.
Orang di luar sana bisa memandangi dan berpikir apapun yang mereka mau,
tapi aku ingin kau mengerti.
Kumohon, John.
Baiklah.
Tahan.
Jadi...
dia wanita di kantor suamimu?
Wanita itu tahu dia memilikinya.
Dia terlalu malu untuk mengatakan apapun.
Dia tidak malu bercinta dengan suamiku,
tapi malu memberitahu bahwa dia wanita jalang berpenyakit sifilis,
itu yang harus dia tahan.
Kau tahu, seingatku, kau memilih pria itu
karena kau ingin ketenangan lebih
dibanding yang bisa aku berikan padamu.
Tak sesederhana itu.
Semua bukan apa-apa tanpamu setelah itu.
Kau menarik dan pintar.
Aku tak bisa lebih mencintaimu lagi.
Aku sangat bangga bisa berada di dekapanmu.
Hampir setiap kita bersama,
aku merasa seperti mencicipi buah prem terbaik.
Itu sisanya.
Aku tak butuh kekacauan seperti dirimu.
Perjalanan ke Coney Island sangat menyenangkan sesekali,
tapi tak setiap hari.
Perjalanan itu lebih jinak dibandingkan dirimu.
Aku harus memilih salah satu dari pria yang mencintaiku.
Sebuah situasi dimana jelas aku takkan mengulangnya lagi.
Kita bisa memasang alatmu kembali.
Kau calon yang bagus untuk operasi perbaikan tapi itu takkan mudah.
Sangat sedikit orang yang melakukannya.
Bagaimana caranya?
Dokter bedah akan memilih potongan kulit dari lenganmu.
Dia kemudian akan membuka kulitnya yang sebagian tetap menempel
di lenganmu agar kulitnya tetap hidup
dan menyediakan aliran darah hingga akhir.
Kemudian dia akan menempelkan ujung lain kulitmu ke jembatan hidungmu,
sebisa mungkin untuk menyambungkan ketersediaan darah.
Pengikat akan dipasangkan selama beberapa minggu
untuk memastikan lenganmu tak menjauh dari wajahmu
yang justru akan memberi tekanan pada sambungan itu.
Saat kulit sepenuhnya berhasil dicangkok
dan memiliki aliran darah sendiri dari wajahmu,
bagian itu akan dipotong dari lenganmu
kemudian kulit yang sehat
akan digunakan untuk membentuk hidungmu seperti dulu.
Itu menyeramkan.
Tanpa adanya tulang hidung untuk menyokong kulit,
itu tak lebih selain hanya untuk menutupi lubang itu.
Tapi itu akan mengembalikan sebagian dirimu.
Tidak sepenuhnya seperti kau dahulu sayangnya.
Lagipula aku sudah tak seperti dulu sejak lama.
Aku akan memberikanmu nama dokter bedah yang hebat.
Bukan kau yang melakukannya?
Aku tak terlalu mampu saat ini.
Apa ini masalah jadwalmu? Aku bisa menunggu.
Tidak, tidak, tidak. Hanya saja...
Dr. Gibbons di RS Bellevue pernah melakukan ini beberapa kali.
Aku merasa lebih nyaman jika kau yang melakukannya.
Aku tahu terlalu banyak permintaan tapi cobalah ingat aku yang dulu.
Aku sangat ingat dirimu.
Kumohon, John.
Sepertinya masalah menghampirimu, Herm.
Pencabutan gigi tiba-tiba.
Kau takkan pernah menemui aku di dokter gigi.
Tetap lanjutkan rencanamu, Dietz.
Mereka semua barbar.
Yang satu ini jelas sangat barbar.
Ayo. Aku akan menghilangkan rasa sakitnya.
Aku memilih menggunakan Phenacetin dan membalurkan rum dan kokain.
Itu sudah cukup. Aku kemari hanya untuk mengambil mayat.
Ada sedikit masalah.
Aku mendapat penawaran yang lebih baik.
Kau menjanjikanku mayat.
Orang dari Cornell datang dan memberiku 75 dolar untuk mayat itu.
Kau tak pernah memberiku lebih dari 20 dolar.
Astaga, Dietz.
Aku butuh mayat itu.
Effie, sayang.
Aku akan menemuimu sebentar lagi.
Aku sebenarnya sedikit buru-buru.
- Aku hanya sebentar. - Begitu juga denganku.
Tentu.
Kita akan bicara lagi nanti.
Dia menggunakan sesuatu yang bahkan harganya lebih dari gaji setahunku.
Suatu hari kau harus minta maaf karena tidak memperkenalkanku.
Karena aku tahu saat ini kau sedang tak ingin bertemu dengan mereka.
Tentu tidak, tapi sekarang mereka tahu itu.
Ayahku selalu menjalankan toko kainnya tanpa melupakan sopan santun.
Semua orang di kelasku begitu.
Kau jelas harus belajar dari kami.
Dan seberapa sopannya Ayahmu saat peminjam hutangnya membuka pintunya?
Bahkan saat itupun dia sopan seperti raja.
Yang jelas lebih baik daripada tingkahmu padaku saat ini.
Maaf.
Aku sedang sedikit kesakitan disini.
Mulutku terasa seperti diserang anjing neraka.
Kau bahkan tak bilang padaku akan menemui dokter gigi.
- Aku harusnya tahu itu. - Ini terjadi di akhir-akhir.
Aku tak menduga dia akan mencabut gigiku.
Bodohnya kau membiarkan dia begitu.
Kau pasti kemari untuk uang.
Kau meninggalkan apartemen begitu cepat tadi pagi,
aku bahkan tak sempat meminta.
Kau disini sekarang untuk memintanya.
Tidak banyak.
Aku ingin mengajak beberapa teman makan siang
dan anak-anak butuh baju baru untuk sekolah Minggu.
Dan saat aku keluar, kurasa mungkin aku akan
melihat-lihat Bonwit Teller.
Tentu.
Apa kau mungkin melihat anting mutiara yang kau belikan untukku?
Tidak.
Tidak sama sekali.
Antingnya hilang?
Antingnya tak ada di kotak perhiasanku.
Aku tak mungkin salah tempat menaruhnya.
Mungkin itu kerjaan pelayanmu.
Aku juga berpikir begitu.
Kau harus memecatnya.
Hal pertama yang harus dilakukan saat dia tiba besok pagi.
Seberapa sibuknya disini setelah pukul 11:00 malam?
Hanya ada aku dan Woodson yang memastikan pemanas menyala.
Tak ada orang lain lagi.
Saat malam hari, jika kau tak ada urusan disini,
kau tak perlu kemari.
Dan tak ada yang pernah punya urusan disini.
Bagaimana jika aku punya urusan disini?
Aku tak mau kehilangan pekerjaan untuk orang lain.
Tak akan.
Kau dan Hiram hanya akan mendapat tanggung jawab lain
dan mendapatkan uang tambahan untuk masalah sampinganmu ini.
Pikirkan lagi. Aku permisi dulu.
Waktu habis.
Boleh aku lihat?
Baik, tapi saya belum pernah menjahit kulit ayam sebelumnya.
Saya minta 100 jahitan.
No comments yet. Be the first to leave one.