School 2021

School 2021 (학교 2021)

دانلود زیرنویس Indonesian

هماهنگ با نسخه‌های زیر

학교ㆍ2021ㆍSchoolㆍ2021ㅡE10ㅡNEXT
ناشر nungstagram
10. Manual translate | 01:02:26 | Maaf kalau masih ada typo atau missed translate. Kolaboresyen with CliffEdge | Silakan, BUAT YANG MAU AJA :))))) | Jangan lupa rate ijo-ijo kalau suka dengan subtitle ini. Happy watching! :)

برچسب‌ها

other
تاریخ انتشار: 2021-12-23
تعداد دانلود: 57
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

School 2021 Episode 10

Diterjemahkan oleh "Sekolah Online Team"

Kamu orangnya.

Orang yang ingin sungguh-sungguh kupacari.

Oh...

Um.

Bagaimana ya...

Maaf, aku sama sekali tidak tahu.

Pasti aku menyebalkan dengan bilang bahwa aku tidak tahu...

tapi aku sangat minta maaf.

Aku mengatakannya bukan untuk dibalas kata maaf.

Sepertinya aku terlalu nyaman denganmu sampai tidak bisa peka.

Tapi, jangan terlalu tidak nyaman juga.

Apa itu hal yang sulit untuk diucapkan?

Jangan merasa bersalah...

dan jangan merasa tidak nyaman.

Tolong pikirkan saja tentang itu.

Bisa, 'kan?

Y-ya...

...okay.

Sepertinya ponselmu bergetar.

A-apa?

Hari ini aku gak bisa pergi.

Maaf.

Aduuhh!

Kamu pulang dengan selamat?

Maaf, aku tidak bermaksud membebanimu.

Selamat malam.

Hey.

Kenapa tadi kamu gak datang?

Ssaem bilang katanya kamu mau datang.

Buat apa?

Nanti malah ganggu.

Hey.

Tetap saja, itu 'kan idemu.

Aku mengerjakannya dengan Young Joo dan mengumpulkannya.

Bagus.

Sekarang aku boleh turun, 'kan?

Huh?

Ya.

Dia itu kenapa lagi sih?

Bisa gila aku.

Orangnya kamu.

Orang yang sungguh-sungguh ingin kupacari.

Jangan bilang... Jiwon bilang suka sama dia?

Gak mungkin.

Baru juga kemarin dia bilang suka sama aku.

Pasti ditolak, 'kan?

Sialan!

Bodo amat ah, gak usah dipikirin!

Ngapain?

- Butuh bantuan? - Apa?

Oh, gak apa-apa. Hampir selesai.

Kakek.

Kakek dapat talenan kayu ini dari mana?

Itu buatan Ji Won dan dia kasihin ke aku sebagai hadiah.

Kerja bagus.

Makan nih.

Sekarang udah musim jeruk ya?

Kapan belinya?

Tadi Ji Won beli sekeresek penuh.

Oh, ini juga dari Ji Won.

Apa kamu meminjamkan baju olahragamu?

Ki Joon.

Bisa tolong ambilkan penggaruk punggung di sana?

Oh, ini?

Ji Won juga membuatkan ini untukku.

Ki Joon.

Di komplek apartemenku akan ada pemilihan satpam baru.

Apa aku juga harus melamar?

[*Bahasa Koreanya 'Melamar' adalah 'Jiwon'.]

Hentikan!

Kakek! Udah dong!

- Hentikan. - Jangan?

Mulai sekarang,

dilarang menyebut "ji won" di rumah ini.

Dilarang!

Ji Won dilarang!

Hey.

Bocah napa sie?

Aku gak boleh melamar?

Kakek harus "mencoba", bukan "melamar."

Kerja bagus hari ini.

- Dadah! - Sekarang kita harus ke mana?

Ayo.

Kerja bagus hari ini.

Hyung-nim!

Hey.

Jadi kau tidak bekerja di bidang ini lagi?

Apa jadi guru cocok denganmu?

Aigoo, siapa yang peduli itu cocok atau tidak?

Yang penting aku bekerja.

Hyungnim,

Apa tidak ada...

telepon dari Sang Rim?

- Dari Sang Rim? - Ya.

Aku berhenti kerja dari sana

tidak lama setelah kau berhenti.

Dan mereka tidak menghubungiku sejak itu.

Kenapa?

Belakangan,

aku menemui Cheol Joo.

Kau ingat dia, 'kan?

Siswa magang yang mengalami kecelakaan.

Aigoo, aku ingat.

Gara-gara insiden itu aku berhenti.

Gara-gara itu?

Manajer brengsek itu sangat membebaniku.

Alat pengangkat yang Cheol Joo naiki saat itu...

memang agak rusak, jadi tidak ada yang mau menaikinya.

Setelah Cheol Joo jatuh,

mereka khawatir kalau kita akan bersaksi melawan mereka

dan mereka heboh lalu membuang alat pengangkat itu.

Astaga.

Aku tidak bohong.

Dan aku tidak bisa memihak Cheol Joo, jadi aku berhenti.

Lalu aku di- blacklist , jadi aku tidak bisa bekerja dengan Sang Rim lagi.

Sang Rim punya banyak proyek konstruksi di sekitar sini.

Sekarang Cheol Joo...

menggunakan kursi roda.

Dan persidangannya dengan Sang Rim masih berlangsung.

Lalu apa yang akan kau lakukan? Maju?

Sejujurnya, aku pun tidak tahu.

Sekolah tempatku bekerja, ada di yayasan yang sama dengan Sang Rim.

Aigoo. Kenapa semuanya harus serumit ini?

Tidak akan ada bukti yang bisa membantunya, 'kan?

Sepertinya perusahaan itu membuang semua laporan yang kuberikan.

Astaga, sudah pasti mereka akan membuangnya.

Kau ingat dulu...

kinerja manajernya sangat lamban dan membuat kita frustasi,

jadi kau sendiri yang mengirim pesan padanya.

Apa kau mengirim pesan padanya tentang alat pengangkat itu?

Aku mengirimnya.

Sepertinya aku mengirim pesan padanya.

Pesan itu pasti ada di ponsel lamaku!

Kalau begitu, coba cek dulu.

Tapi ponsel lamaku...

- Terima kasih, selamat tinggal. - Selamat tinggal.

Masuk ke dalam.

Ah. Istriku!

Yeobo.

Lihat.

Selama seharian aku menelepon temanku dan orang-orang di tempat kerja.

Tapi tidak ada yang menjawabnya.

Oh, ya.

- Aku harus menelepon istrinya Jo Daeri. - Kubilang hentikan.

Hentikan apa?

Mereka bilang aku menerima suap.

Tapi orang-orang ini tahu...

aku tidak menerima disuap.

Mereka tahu, tapi kenapa...

Itulah kenapa aku bilang untuk jangan terlibat.

Tapi aku tidak melakukan sesuatu yang salah.

Aku melakukannya karena orang-orang itu meminta bantuanku. Tapi...

kenapa malah aku yang dipecat?

Kapan aku menerima suap?

Ikut campur urusan orang lain, itu juga dosa!

Itu dosa jika kau berpura-pura jadi pahlawan,

pura-pura mempunyai keahlian padahal tidak punya.

Kau sudah selesai bicara?

Ayo cepat jawab!

Tolong siapapun, katakan baha aku---

Ponsel yang lama?

Yang kau lempar dan rusak?

Ya, apa kabarnya setelah dilempar? Apa dibuang begitu saja?

Aku tidak yakin.

Kenapa?

Aku bertemu Man Soo Hyung-nim setelah sekian lama.

Dan aku ingat kalau aku mengirim pesan ke Manager Gu Byeong Chul.

Sepertinya aku sudah memberitahunya bahwa alat yang dinaiki Cheol Joo

yang menyebabkan kecelakaan itu, sudah harus diganti.

Apa ini karena persidangan Cheol Joo?

Tidak, aku hanya mengira-ngira.

Apa kau tahu kenapa kau datang ke sekolah kami?

Apa maksudmu?

Guru yang mengajar di sini sebelum kau datang,

Kim Moo Kyung Sonsaeng-nim,

dia adalah wali kelas Cheol Joo, saat dia mengalami kecelakaan.

Dia juga sangat memihak Cheol Joo.

- Benarkah? - Dan di sinilah kau sekarang.

Setelah dia pergi.

Maksudmu dia dipecat?

- Karena memihak Cheol Joo? - Aku...

tidak ingin jadi orang jahat untukmu lagi.

Aku harap semoga kau bisa menepati janji yang kau buat saat kita bercerai,

janji tentang hanya akan hidup sebagai ayahnya Ah Reum.

Ibu!

Ji Won.

Huh?

Kamu gak bawa payung?

Ya.

Makasih.

Aku nebeng sampe masuk ke kelas.

Ayo.

Kenapa gak bawa payung di saat hujan deras begini?

Itu dia.

Kenapa tiba-tiba hujannya turun sederas ini?

Sebentar lagi pasti reda, 'kan?

Makasih banyak.

Kenapa kamu selalu hidup cuma buat hari ini?

More Indonesian subtitles for School 2021

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left