Kisah Untuk Geri

Kisah Untuk Geri

دانلود زیرنویس Indonesian

هماهنگ با نسخه‌های زیر

Kisah Untuk Geri WEB-DL S01E05
ناشر Aurora Patandean

برچسب‌ها

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
تاریخ انتشار: 2021-07-09
تعداد دانلود: 6
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 177 خط.

Aduh. Tapi temanku bukan maling, Pak. Ini pasti salah paham saja.

Din, sudah!

Dinda!

Berhenti buat masalah!

Dengar, kau tidak spesial, Tuan Putri.

Hidup itu tidak adil buat semua orang!

Kau dengar?

Dinda bukan pencuri, Bu.

Makanya Dinda harus tetap ada di sekolah ini.

Sempurna banget.

Terima kasih, ya, Ger.

Terima kasih karena kau sudah mau memarahi dan mengingatkan aku.

Hati-hati.

Nanti kau sungguh jatuh hati sama aku.

Din, ada video lanjutannya tidak?

Ger!

Sudah!

Sudah cukup kau membelaku, Ger.

Tapi Geri pacarmu, Din.

Dia bukan pacarku.

Aku mau sudahi saja hubungan ini.

Geri!

Kenapa kalian diam saja?

- Bantu! - Tolong!

Ayo, semua angkat!

Ayo, cepat.

- Ger. - Awas, pelan-pelan.

- Geri! - Sini kau!

- Apa-apaan kau? - Jangan dekat-dekat sama Geri!

- Tidak bisa! - Jia, sudah!

- Sudah! - Tolong, Jia!

Berhenti!

Ada apa dengan kalian?

Kalian berdua sekarang ikut Ibu ke kantor.

Kalian selalu membuat onar di sekolah.

Bagaimana kalian ini bisa naik kelas?

Ibu tidak mau lagi mendengar kalian membuat onar di sekolah ini...

selama kalian masih menjadi siswa siswi di sekolah ini.

- Perawat. - Ya, Mbak?

- Ruangnya Geri di mana, ya? - Belok ke kiri saja.

Terima kasih.

- Kak Irene. - Dinda.

- Dinda. - Kak, aku harus bertemu dengan Geri.

- Kak, aku harus... - Ya, Dinda. Tunggu.

Geri sudah sama dokter.

Kak...

Geri tidak apa-apa, Din.

Maafkan aku, Kak.

Din, Kakak pulang dulu. Mengecek Lucy.

Tadi Kakak menitipkannya ke rumah tetangga.

Titip Geri, ya?

- Telepon Kakak selalu nyala. - Ya, Kak.

Kak, aku antar ke depan, ya. Sekalian mau ke toilet.

Ayo.

- Titip Geri, ya? - Ya.

Yuk.

Bud.

Daripada kita diam di sini,...

mending kita cari Rio.

Ayo.

Hei.

Tunggu dulu, Adit, Budi.

Apa?

- Mau ke mana? - Mencari Rio.

- Untuk apa? - Ya, hajar dia!

Sekalian saja kalian berdua pulang ke rumah...

terus ambil otak kalian yang ketinggalan!

Din, kau kenapa?

Padahal Geri itu selalu membelamu.

Bahkan dari kelab...

waktu kau masih kencan sama si Rio,...

- dia tetap membelamu! - Aku tidak pernah kencan sama Rio!

Ya, aku tahu Geri selalu membelaku!

Makanya kenapa dia bisa kayak begini? Karena dia membelaku!

Karena semua orang yang bantu dan dekat sama kau,...

semua menjadi kena sial, tahu tidak?

Kau cewek toksik!

Kau sadar, tidak? Ayah, dan sekarang Geri!

Itu semua gara-gara kau!

- Jia! - Apa-apaan kau?

Kau keterlaluan banget, ya.

Kau bisa lihat tempat, tidak? Ini rumah sakit.

Mungkin sekarang Tuhan sudah mengabulkan doaku.

Kau kena karma dari aku.

- Jia, cukup. - Apa-apaan kau?

- Kau mending ikut aku ke depan! - Tidak mau!

Ya, Bu. Siap.

Ya, akan aku kabari, Bu.

Siap, terima kasih, Bu.

Ya. Asalamualaikum.

Bagaimana?

Bu Ali sudah mengumpulkan semua ponsel anak kelas satu sama kelas dua...

yang punya video Dinda.

Itu semua sudah dihapus.

Kalau ada yang menyimpan,...

bakal diskors sama kayak Rio.

Jadi, Rio cuma diskors?

Juga ancaman dikeluarkan.

Aku sudah benar-benar tidak peduli tentang video itu.

Tapi kalau Geri sampai kenapa-kenapa...

Din.

Percayalah sama aku.

Geri bakal baik-baik saja.

Jazzy, Kiara.

Kalian ditunggu Jia di depan.

Aduh, menyebalkan banget.

Ya sudah, kita balik dulu ya. Dah.

- Dah. - Terima kasih.

Operasinya lancar, Bu.

Kondisi Geri juga sangat baik dan stabil.

Saat ini, kita tinggal menunggu dia siuman saja.

Kira-kira berapa lama lagi, Dok?

Otak manusia itu kompleks dan rumit.

Aku tidak bisa menebaknya.

- Baik, Dok, terima kasih. - Kalau begitu, aku permisi dulu, Bu.

Din, kau pulang dan istirahat.

Tidak, Kak. Dinda tidak mau pulang.

Mau di sini saja dan menemani Geri.

Seharusnya Kak Irene yang pulang.

Kasihan Lucy, dia masih dititipkan sama tetangga, 'kan?

Sudah, biar Dinda saja yang temani Geri. Jadi, Kak Irene tidak usah khawatir.

Aduh. Bagaimana, ya, Din?

Kalau tidak karena Lucy, Kakak yang menjaga di sini.

Sudah, Kak Irene mendingan pulang saja sekarang.

Ya sudah, begini saja.

Kakak beli makanan dulu untukmu di kantin.

Baru pulang, ya?

Ya, Kak.

Selamat pagi, Mbak.

Perawat.

Bagaimana keadaan Geri?

Kondisinya masih stabil.

Kita doakan saja semoga Mas Geri cepat siuman.

- Ya. - Kalau begitu, aku permisi dulu.

Ya, terima kasih.

Halo? Selamat pagi, Kak.

Din, kau masih di rumah sakit? Kau tidak baca pesan dari Kakak?

Aduh, maaf, Kak. Aku baru bangun. Jadi, belum lihat ponsel dari tadi.

Kakak tunggu di sekolah sekarang, ya?

Kita bertemu dengan orang tua Rio dan selesaikan masalah ini.

Ke sekolah, Kak?

Tapi ini bukannya hari Minggu, ya? Kenapa Dinda harus ke sekolah?

Ya, tapi untuk urusan ini, sekolah menyediakan waktu.

Lebih enak juga, sekolah lebih sepi. Urusan ini bisa jadi lebih pribadi.

- Ayo ke sini sekarang. - Tapi bagaimana dengan Geri, Kak?

Kakak sudah menelepon dokternya.

Kita tinggal tunggu dia siuman. Kondisinya sudah membaik.

Ayo, Kakak menunggumu sekarang di sekolah, ya?

Ya sudah kalau begitu, aku ke sana sekarang, ya?

Dah.

Tunggu aku balik, ya, Ger.

=Kisah Untuk Geri=

Seperti yang sudah dibahas semalam dengan ibu wali kelas Geri,...

apa yang dilakukan Rio bukan kenakalan remaja pada umumnya.

Dia sudah melakukan pelecehan seksual.

Itu kriminal.

Banyak pasal yang bisa menjeratnya.

Permisi.

Maaf aku terlambat.

Ini Dinda.

Dinda di sini sebagai korban.

Karena ulah Rio juga...

Geri, adikku, dirawat di rumah sakit.

Rio perlu mendapat teguran yang serius.

Aku akan membawa kasus ini kepada polisi.

Bu Irene, sebelumnya,...

aku selaku kepala sekolah...

meminta maaf atas kejadian yang menimpa Dinda.

Kami berharap agar kasus ini...

sebaiknya diselesaikan secara kekeluargaan saja, Bu.

Nanti akan terulang lagi, kejadian seperti ini lagi?

Tidak membuat efek jera.

Bu, aku pastikan.

Aku akan memberikan hukum yang setimpal untuk Rio.

Rio.

Kau cuma mendapatkan hukuman.

Seminggu atau sebulan lagi, kau juga sudah lupa.

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left