نخستین 200 خط.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
"Salam! Berkenankah kau hadir dengan kami malam ini?
Ada teman gembira di hutan, dan aku hampir berjanji pada Pria Gelap
bahwa kau akan bersama kami." Nathaniel Hawthorne
Emma Larsimon, menginterupsi saga seperti milikmu selagi memuncak,
beberapa bilang ini gegabah, seperti yang kau tahu.
Salah. Maaf, tapi aku buat 10 tahun Lizzie Larck, 10 tahun horor,
dan kurasa aku berhak...
Ibu?
Ibu di sini?
Kau harus sabar.
Ibu?
Buka mulut kotormu.
Lihat? Itu tak begitu sulit.
Kau hanya harus...
pergi lewat sini.
Ibu baik-baik saja?
Catherineku tersayang.
Aku Caroline, Ibu.
Semua baik.
Hanya...
Aku perlu...
Tepat...
di sini.
Ini dia.
Ini.
Ini untuk Emma.
"Lizzie berteriak,
'Kau bukan ayahku, kau Marianne, penyihir,
kau tak bisa sembunyi dari namamu.'
Tawa ribuan orang memenuhi gereja.
Ayah melihat putrinya. Dia membuka jubahnya.
Ada mulut menjijikkan muncul dari setiap sendi tubuhnya.
Aku Marianne, istri iblis dan aku akan merasuki ayahmu selamanya.
Lizzie meneriakkan mazmur, mengayunkan pemukul kayu bertanda salib.
Ini perjuangannya, pengorbanannya.
Saat itu, dunia terbuka, melepaskan ketakutan menjijikkan yang merangkak.
Marianne, penyihir, berteriak dari dalam tubuh ayahnya:
'Kau tahu aku tak pernah pergi dengan tangan kosong.
Tak pernah!'
Tapi Lizzi Larck tersenyum, karena dia tahu dan bisa lihat
mendekatinya dan musuhnya gelombang bayangan terdalam."
BAB TERAKHIR
Kau baru selesai baca akhirnya.
Kau minta aku baca bagian kesukaanku.
Mengapa beli bukunya?
Aku tak peduli.
Kau akan menghemat uang sakumu.
Emma Larsimon akan jawab beberapa pertanyaan.
Di sana, dengan kacamata.
Kami tahu Marianne dan Lizzie tertarik ke bayangan di akhir.
Apa sungguh selesai?
Apa tertulis di sini?
Lizzie dan Marianne punya sepuluh tahun hidupku.
Aku hampir lulus SMA
ketika Lizzie muncul di pikiranku.
Ini waktunya menulis hal lain.
Novel sungguhan, misalnya.
Bukan akhir yang jelas.
Ini terbuka.
Ny. Larsimon, kapan menikahi Pierre?
- Jangan pertanyaan pribadi. - Tapi...
Sebenarnya,
Aku akan mengulur-ulurnya,
lalu aku akan menikahinya. Aku lebih suka itu.
Bisakah kita kembali ke pertanyaan...
Kau bersembunyi.
- Tak tanda tangan? - Butuh istirahat.
Ayolah berjalan-jalan.
Aku batalkan Lille, Lyon, dan Montpellier.
Mügen marah. Mereka mau kau ke London.
Tidak, jangan London.
Kau harus. Katanya kau mau.
Kau dapat yang kuminta?
Itu yang kumaksud.
Baik. Aku ke London.
- Itu bertanggung jawab. - Keluar denganku malam ini.
Apa? Tidak.
Setelah penandatanganan, aku selesai.
Ya. Kau selesai.
Pulang, pilih gaun dan keluar bersamaku.
Aku kelelahan.
Aku kerja dua minggu tanpa henti. Lelah. Mau tidur.
Baiklah.
Sedang apa kau?
Tanya apa Rachel mau keluar.
Mengapa?
Karena dia agenku.
Aku kerja untuk agenmu.
Kau tak mau jadi agen sendiri?
Aku lebih baik pergi denganmu tapi karena kau tak mau...
- Ini pemerasan emosional? - Bukan, ini pemerasan profesional.
Baiklah.
- Satu minuman saja. - Malam pesta gadis.
- Tak terlalu tua? - Pertama, tanda tangan.
Takkan lama.
Berikutnya. Ini dia.
Ini dia.
Ini. Berikutnya?
Alexandra.
Alexandra.
Aku mengagumimu.
Jahat meninggalkan kami begini tanpa akhir.
Buat sendiri.
Berimajinasi bagus. Agar tak di media sosial saja.
Selanjutnya.
Ini dia.
- Lanjut! - Apa di sini?
Lihatlah.
Baru jam satu.
Teman, kau tahu rahasiaku.
- Siapa namamu? - Joseph.
Oke, Joseph.
Ini hanya antara kita, ya?
Saudara perempuan? Dua.
Kau bisa jual buku ini kembali.
Ini ditandatangani dan bernilai.
Kau yang terbaik.
Tidak, kau yang terbaik.
Selanjutnya!
- Ini untuk... - Ibuku.
Keren. Siapa namanya?
Tak mengenaliku?
Caro.
BAB 1 - CAROLINE
Emma Larsimon, menghentikan saga saat memuncak...
Caroline Daugeron. Wah. Sudah...
Lima belas tahun.
Masih di Elden?
Ya.
Geng Kapal Pecah, masih bertemu mereka?
Ibu menyuruhku datang.
Dia baca semua bukumu 10 kali.
Aku tersanjung.
Kau tak mengerti.
Dia sudah baca cerita horormu sepuluh kali.
Oke. Jadi dia penggemar berat.
Bukan. Dia gila.
Karenamu.
Dia menyakiti ayahku.
Katanya mereka berdebat dan dia pergi. Bohong.
Dia menyakitinya.
Oke, Caroline, pelan. Aku tak tahu yang kau bicarakan.
Dia bilang "dialah" Marianne.
Marianne tak ada. Aku mengarangnya.
Dia mau kau menemuinya di Elden.
Dia suruh aku ke sini untuk memberitahumu. Kau akan pergi, 'kan?
Kau akan kembali karena kau buat ini.
Marianne ada karenamu.
Ini fiksi, Caroline.
Aku tak perlu jelaskan. Ini demi uang.
Kau tak mengarang.
Kau memimpikannya.
Di SMP, kau beri tahu kami. Ingat mercusuar, mimpi buruk?
Ini konyol.
Ini tak konyol.
Lihat.
Ibuku memberi ini untukmu.
Apa benda aneh ini?
Bukalah!
Sial.
Petugas keamanan?
Di malam hari, dia melihatku tidur.
Dia buka pintuku dan berdiri di belakang. Dia memandangku berjam- jam.
Dia selalu lakukan ini.
Aku hanya tutup mata sekali.
Dia lakukan ini.
- Ikut kami, Nona. - Aku takut.
Kembali atau dia lanjutkan yang ia lakukan.
Kau tahu artinya?
Kau tahu artinya?
Aku akan jadi yang selanjutnya.
Aku tak mau.
Ini tak adil.
Ini mimpi burukmu, bukan mimpi burukku.
Kembali ke sana, kumohon!
Pierre menunggumu.
Ya, tapi aku layak dapat yang ini.
Siapa gadis pagi tadi?
Teman dari SMP.
Kami satu geng.
Kita tak punya teman sungguhan saat besar.
Kita hanya punya rekan.
Juga koneksi.
Mimpi burukmu?
Aku dahulu punya mimpi berulang-ulang saat kecil.
Selalu ada yang sama di dalamnya.
Apa itu?
Marianne.
Itu berakhir saat aku mulai menulis.
Lalu aku ciptakan Lizzie Larck untuk menendangnya.
Lalu aku jadi kaya.
Tidak, terima kasih.
- Pierre menunggumu. - Aku akan makan malam dengan Pierre.
Setelah yang ini...
Aku akan temui Pierre.
EMMA, KAU INGKAR. KAU TAK DATANG.
KAU MUNGKIN MABUK. JANGAN BANGUNKAN AKU. PIERRE.
Aku tak mabuk.
Maaf.
No comments yet. Be the first to leave one.