نخستین 47 خط.
Pelan-pelan. Hati-hati.
- Apa? - Maukah kau menaruhku di sana?
- Yah, memang di mana di ibumu? - Dia pergi ke toko.
Ya, baiklah.
Bagaimana? Kau suka?
Bagus, bagus.
Sekarang sudah selesai. Pergilah.
Kan tadi sudah kubilang sudah selesai? Kan tadi sudah kubilang?
Ayo, sekarang. Lepaskan tanganmu. Ayo. Lepaskan tanganmu.
Tunggu aku, Pinky, kau curang.
- Itu peluru-peluruku, kan? - Aku tidak tahu.
Ayo, Tubs. Bagus sekali terowongan di bawah sana.
Bukankah itu berbahaya, Pinky?
Tidak. Jangan penakut.
- Kau tidak apa-apa, Tubs? - Yah. Lututku agak sakit.
- Ayo. - Tidak. Itu terlalu berbahaya.
Kita aka menunggu keretanya.
Berikan obornya.
Pinky! Keretanya datang!
Keluar dari rel, dasar tolol. Keretanya datang!
Pinky, keluar dari rel! Keretanya datang!
Pinky, keluar dari rel!
Ada apa di sini, anak muda?
Tulisan cakar ayam misterius? Kode rahasia?
Tidak. Cuma puisi.
Puisi, anak-anak!
Anak muda ini membuat sebuah puisi.
"Uang, kembalilah. Aku baik-baik saja, Jack.
Jauhkan tanganmu dari karya-karyaku.
Mobil baru, kaviar, impian empat-bintang.
Mungkin aku bisa membeli sebuah tim sepakbola."
Benar-benar sampah, anak muda!
Kembali pada pelajaranmu.
Ulangi saya:
Hektar adalah sebuah wilayah berbentuk persegi...
yang panjangnya seratus meter...
dan lebarnya seratus meter.
Puisi, anak-anak. Anak muda ini membuat sebuah puisi.
Sekali lagi. Hektar adalah sebuah wilayah berbentuk persegi...
yang panjangnya seratus meter...
dan lebarnya seratus meter.
Halo. Halo. Apakah ada orang di sini?
Kau ingat aku?
Aku yang dari kantor pendaftaran.
- Halo? - Ya, panggilan berbayar...
untuk Ny. Floyd dari Tn. Floyd.
Apakah Anda bersedia menanggung biaya dari Amerika Serikat?
No comments yet. Be the first to leave one.