نخستین 200 خط.
FLEX X COP
TOKOH, LOKASI, ORGANISASI, & PERISTIWA DALAM DRAMA INI FIKSI
SEMUA AKTOR ANAK DIJAMIN KEAMANANNYA
Kematian ibuku bukanlah bunuh diri.
Dia tak minum pil tidur.
Aku menyembunyikannya.
Juga tak tersisa apa pun
di dekat jasad Ketua.
Seseorang memasukkan pil itu
ke minumannya.
Maksudmu, kedua kasusnya
bisa saja pembunuhan?
Ada yang berkunjung hari itu,
tapi aku tak ingat siapa.
Jin Seungju?
Dia Cho Heeja.
Kita tak punya petunjuk
selain kecurigaan.
Tidak adakah cara menangkap mereka?
Apa maksud kalian?
Tidak ada cara menangkap mereka?
Sekitar pukul 01.00,
ada mobil yang meninggalkan rumah,
tapi kami tak bisa melihat pengemudinya.
Tidak ada kamera pengawas di sekitar vila
dan kartu memorinya
tak ada di kamera dasbor.
Lalu?
Siapa pelakunya?
Kalian pasti punya tersangka meski tidak ada bukti.
Menurut kami
Jin Seungju orangnya.
Apa?
Demi posisi ketua...
Itu yang Cho Heeja inginkan!
Dia ada di rumah hari itu.
Mungkin saja dia yang bawa mobil.
Dia juga punya pil tidur.
Cho Heeja memang punya SIM,
tapi dia tak bisa mengemudi.
Kalian tak tahu soal Seungju.
Hanya dia
yang selalu ada di sisiku.
Pelakunya Cho Heeja. Pasti dia.
Jika tak bisa menemukan bukti dari kasus ayahku,
akan kubuktikan dengan kasus ibuku.
Kasus itu...
sudah kedaluwarsa.
Tak bisa kita tuntut dengan itu.
Aku akan membuktikannya.
Kawan.
Kau sedang apa?
Kenapa kau bangun?
Aku tak bisa tidur.
Apa yang kau pikirkan saat ini?
Astaga, aku tak bisa membohongimu.
Aku hanya...
Aku takut jika membuat kesalahan.
Sudah lama sejak kali terakhir aku dengar itu.
Apa maksudmu?
Saat pertama kau bekerja di sana, kau bilang kau takut
setiap harinya.
- Sungguh? - Ya.
Kau tak bisa tidur karena khawatir jika melewatkan sesuatu.
Kau bahkan mengigau.
Begitukah?
Kau bekerja sangat keras selama 30 tahun.
Aku tahu itu.
Tapi kali ini, sepertinya aku sungguh melewatkan sesuatu.
Aku sangat takut.
Kalau begitu,
selesaikanlah.
Kau akan menemukan caranya.
Dan
kau punya putri
yang merupakan detektif andal.
Benar.
Sekarang, tidurlah.
Aku akan menyusul.
Baiklah. Jangan lama-lama.
LAPORAN KASUS KIM SEONYOUNG
DUA SIDIK JARI TAK DIKENAL
Masuk.
Kau datang pagi hari ini.
Kapten.
Kau sedang sibuk?
Tidak juga.
Bisa bantu aku mengerjakan sesuatu?
Tentu.
Kapten.
Ya.
Benar. Ada di sini.
Ini dia.
Apa ini semua?
Sisa berkas setelah sistem kepolisian terkomputerisasi.
Apa yang kau cari di sini?
Pelaku kejahatan yang kulewatkan.
Mari kita mulai.
Apakah sulit? Kau mengerang.
Tidak, aku baik-baik saja.
Aku teringat masa lalu kita.
Bisa dibilang,
kita membuang banyak waktu.
Belakangan ini,
ada banyak kamera pengawas.
Polisi muda tak pernah tahu betapa sulitnya itu.
Kau terdengar kolot.
Aku akan terus hidup
secara kolot.
Ini dia.
KUMPULAN BUKTI
Kau butuh sidik jarinya?
Ya.
Ini berasal dari anak-anak yang tak terdaftar dalam sistem,
jadi, tak bisa kupindai.
Kini kau bisa mengenalinya.
Minta mereka periksa komponennya juga.
Akan kuminta cepat dikerjakan.
Kirim hasilnya ke Ganghyun.
Apa?
Dia kini yang bertanggung jawab.
Dia tak berbicara atau bereaksi terhadap rangsangan.
Dia tidak berakting?
Kurasa tidak.
Dia juga tak mau makan.
Tampaknya, dia menolak untuk menyadari kenyataan,
seolah-olah sedang bermimpi.
Kenapa dia tiba-tiba begitu?
Beberapa hari lalu, putranya datang.
Sejak saat itu, keadaannya memburuk.
Aku telah menemukan sopir
yang dulu kerja untuk Bu Cho.
Kami belum buka.
Permisi.
Kau Pak Kim Daehyun?
Ya.
25 tahun lalu, pada 10 Oktober.
Sudah terlalu lama, ya?
Tidak.
Aku ingat jelas hari itu.
Itulah hari saat aku dipecat.
Bu Cho sangat marah hari itu.
GANGHA 1-DONG NOMOR 34/5
- Tunggu apa lagi? - Maaf, Bu.
Dia pergi ke sebuah rumah di Gangha-dong
dan keluar beberapa menit kemudian.
Setelah beberapa menit?
Ya, lalu...
Dia pulang
dan tak keluar.
Dia tak keluar?
Dia mabuk berat
dan kudengar dia melempar barang-barang.
Kau ingat pukul berapa
saat kau pergi ke Gangha-dong?
Petang hari.
Sekitar pukul 18.00 atau 19.00.
22.00 - 23.00
Yang keluar malam itu adalah putranya.
Aku tetap di sana seandainya mereka butuh aku
dan aku melihat putranya keluar.
Kau mau ke mana?
Aku mau pergi ke suatu tempat sebentar.
Aku akan mengantarmu.
Tidak usah. Lokasinya dekat.
Ke mana dia pergi?
Entahlah,
tapi dia pergi
dan terluka akibat kecelakaan mobil.
Kecelakaan mobil?
Itulah alasanku dipecat.
Aku ingin mengantarnya,
tapi dia menolak. Jadi, dia pergi sendiri dan...
Pekerja sepertiku selalu disalahkan.
Kau tak pulang?
Ada masalah?
Aku memeriksa semuanya,
tapi tidak ada bukti yang meyakinkan.
Terkadang, bukti muncul secara tiba-tiba.
Saat ibu Jin tewas,
beberapa sidik jari yang ditemukan di TKP
dikesampingkan.
Itu dari anak yang tak dikenal.
Anak?
Ya.
Jadi, Ayah mencarinya
dan ternyata masih ada.
Ayah mengirimnya ke KCSI.
Kau akan dikabari saat hasilnya keluar.
Mungkin kau bisa memulai dari sana.
Soal itu...
Baiklah.
Ya.
Pada hari kematian ibuku,
apa Seungju mengalami kecelakaan mobil?
Ya,
benar sekali.
Apa yang terjadi?
Aku tak tahu pasti.
Tapi kudengar dia dirawat di Rumah Sakit Wonjong.
No comments yet. Be the first to leave one.