نخستین 200 خط.
Tetap di situ.
Angkat tangan supaya aku bisa melihatnya.
Lepas baju!
Cepat!
Lepas celana! Ayo, keparat.
Aku selalu berpikir hidupku akan berakhir seperti ini.
Di suatu tempat, karena peluru melesat ke arahku tanpa kusadari.
Aku tak pernah berpikir akan peduli.
DIBERHENTIKAN DENGAN HORMAT
DARI ANGKATAN BERSENJATA AMERIKA SERIKAT
Satu hal yang kau tak ingin lihat...
aku mengenakan setelan jas sepagi ini.
Artinya, aku sedang bekerja.
Artinya, seseorang akan meninggalkan hidup secara tak terduga.
- Stan. - Ya.
Dia terlambat.
Tak apa. Dia akan ke sana.
Dengar, aku bisa kerjakan sendiri.
- Sekarang, ia di sana. - Jangan.
Selain itu, aku sudah janji pada Bobby memberinya kesempatan.
Kurasa ia cukup mahir memainkan pisau.
Ya, itu yang selalu kau katakan, tapi...
- Telepon aku kalau sudah selesai. - Dia sudah datang.
Aku bawa ini untuk Rollo.
Karena kudengar dia gemar donat.
Maka, akan kubilang dia menang selusin donat di undian mingguan.
Dia suka krim Boston.
- Ya. - Ada apa dengan setelanmu?
Ada apa dengan kaosmu?
Ini bagian dari rencana. Kubikin sendiri.
Cukup cerdas, bukan?
Ya, tapi Krispy Kremes ditulis dengan dua "k".
Siapa yang tahu itu?
Bukan kau.
Cepatlah. Kesempatanmu sekali. Kau gagal, ia kabur lagi.
Jangan khawatir, Pak Tua.
Aku antar ini.
BERDASARKAN NOVEL "GUN MONKEYS" OLEH VICTOR GISCHLER.
Trevor.
Ya?
Baik, Bung. Terima kasih. Sampai jumpa.
- Itu Rollo. - Ya.
Kenapa tak kau tikam dia?
Itu yang selalu aku lakukan.
Karena itu orang memanggilmu Blade (Pedang).
Ya. Aku ingin melakukan sesuatu yang lain.
Aku ingin tunjukkan pada Stan jarak dan imajinasi.
Apa yang kau lakukan, meracunnya?
- Apa itu? - Krim Boston, Sayang!
Donatnya kau beri apa?
Detonator kecil.
Maksudku, bagaimana Beggar akan tahu ini Rollo kalau tanpa kepala?
- Ada semacam- - Diam.
Ya, Tuhanku.
- Benny. - Bagaimana?
Dia umpani Rollo dengan donat isi bom.
Kedengarannya keren.
Ya.
Kepalanya lepas.
Maksudku, Stan akan terkejut.
Dengar, tak perlu ganggu Stan. Biar aku yang urus.
Kau tahu seorang yang kenal Rollo, kan?
Cari tahu apa dia punya keluarga di sekitar sini.
Baik.
Nona Kramer?
Maaf, mengganggu.
Rollo mati.
Ya.
Dibunuh?
Bisa dikatakan, ya.
Bisa dikatakan.
Terima kasih peringatannya. Aku urus polis asuransi jiwa yang tak pernah dia urus.
Aku datang untuk membicarakan masalah yang muncul.
Bagaimana jika aku tak tertarik dengan masalahmu?
Baiklah...
Aku mengerti. Kau akan memplester mulutku dan memasukkanku ke bagasi.
Hanya bila kau suka.
Aku hanya ingin bicara.
Tunggu di mobil, Donat.
Aku akan menawarimu sebotol tapi baru saja kau bunuh mantanku.
Kau tak tampak begitu marah.
Aku ingin dia mati jauh sebelum hari ini, dari bisnis yang dia geluti.
Kau menyukai binatang mati, Nona Kramer?
Panggil Marcie. Aku taksidermis.
Jarang ada.
Itu kesukaanku.
Ia tampak marah.
Seolah seorang mencuri kacang ek miliknya dan akan menuntut balas.
Betulkah?
Aku tak begitu paham ekspresi biwara.
Aku mungkin salah.
Aku sudah hampir marah.
Ya. Aku melihatnya.
Jangan main-main dengan buah pohon ek-ku.
Aku punya sedikit masalah, Nona...
- Marcie. - Marcie.
Aku harus meyakinkan seseorang...
bahwa mayat di dalam bagasi mobil di depan adalah Rollo.
Sesuatu menimpa wajahnya?
Wajahnya hilang.
Bersama bagian kepalanya yang lain.
5000 dolar untukmu jika kau ikut aku dan menjamin bahwa itu Rollo.
Aku mau uangnya.
Tapi aku bersumpah takkan kembali lagi ke dunia itu.
Jadi, aku ingin kau tak buang uang aku tak buang waktu.
Saudaraku seniman tato.
Memberi aku dan Rolo sepasang tato sebagai kado perkawinan.
Di pantat kami.
Aku suruh orang Rolo dihabisi tahun lalu. Kenapa kau?
Menyuruh orang menghabisinya.
Entah. Biasanya semacam seorang menghabisi orang lain.
Alasan itu paling sering muncul. Makanan sehari-hari dalam pekerjaan Rollo.
Begitulah. Bagaimanapun, dia kembali beraksi di Biloxi yang kebetulan wilayah bosku.
Maka kami berlaku sopan pada kolega-kolega kami di New Orleans.
Aku suka betapa kalian begitu sopan.
Buka bagasi, Donat.
Bungkusnya kacau.
Ya, cocok untuk dapur.
Itu pantat Rollo.
Ya, kan?
Sudahlah, Bung. Bagaimanapun kita tak membutuhkan kepalanya.
Kemarahanmu tak ada gunanya.
Kenapa kau tidak...
Pasti kau tak tahu Beggar dan Rollo teman satu sel di Angola.
Cukup yakin dia telah melihat tato itu dari dekat.
Stan takkan suka ini, Donat.
- Jangan panggil aku Donat! - Baik.
Keluarkan senjatamu!
Sekarang.
Taruh di mobil.
Persetan dengan Stan...
Beggar bilang bisa menerimaku bekerja kapan saja.
Posisi dia naik. Dan ini membuktikan aku siap mengurus pegawainya.
Siapa pun panggil aku Donat lagi, aku akan kembali dan mencincangmu.
Pak Tua.
Jangan memanggilku Donat, keparat!
Aku belum tahu namamu.
Charlie.
Posisiku naik, sayang!
Posisiku naik, sayang!
Astaga.
Kau pernah kerja bersamanya?
Tidak, ini pertama.
Kacau sekali.
Tak apa. Itu mobil curian.
Maksudku anak itu. Kelihatannya dia menembak diri sendiri.
Dia lebih mahir dengan pisau.
Sial.
Baiklah.
Kau tahu, ukuran mereka sama.
Mungkin datangilah saudaramu yang seniman tato...
Mungkin ia bisa, kau tahu lah...
Baik, tapi aku tak mau penggal kepalanya.
Ya, Scotty, Border tampak lebih aktif di sana.
Dia sungguh berkembang.
- Kau beri ketumbar? - Tidak.
Aku jelas mengecap lemon.
Ya. Namanya lemon.
Aku benci ketumbar.
Karena itu aku memakai lemon.
Kau beli ayam di Domenic?
Domenic di North End. Kita di Biloxi.
Benar. Entah ada apa denganku.
Toh, pada intinya, enak sekali, jangan salah paham.
Sangat enak, meskipun pakai ketumbar.
Menurutku secara pribadi, bukalah restoran.
Satu cara untuk mendapat uang di bisnis itu...
membobol kartu kredit. Dan kau tak bisa melakukannya sendiri.
Maksudku, siapa orang waras mau berbisnis restoran?
Tak ada uang di bisnis restoran.
Tak ada. Kau tahu, kau harus buang gagasan itu, Charlie.
Ya. Apa?
Lihat permainan itu, Stan.
Stan Mullin, bosku.
Dia menguasai Biloxi selama 47 tahun.
Dia sudah mulai pelupa.
Baik.
Maka kuterima tanggung jawab untuk mengawasinya.
Aku berhutang budi padanya.
Aku punya minyak ikan!
Omega tiga.
Bagus untuk jantungmu.
- Ada sisa makanan di kulkas kalau kau lapar. - Ya.
Aku prihatin dengan yang menimpa anak itu.
Ya, memalukan. Kenapa kau biarkan anak muda melakukannya?
Maaf, Stan. Takkan terjadi lagi.
Kita akan mendapat masalah?
Tidak. Aku sudah membereskannya.
Tidur nyenyak.
Terima kasih, rekan.
Beggar Mercado, preman jalanan yang menjadi ketua kelompok di Ninth Ward.
Salah satu bos angkatan baru yang mengacak-acak New Orleans.
Mari kita lihat.
Orang yang menghabisinya agak keterlaluan.
Seorang bernama Blade. Mungkin kau kenal dia.
Tak tahu, teman.
Itu Rollo?
Ya.
- Di mana kau menemukannya? - Ayo, Bung.
- Persewaan, dekat bandara. - Sudah?
No comments yet. Be the first to leave one.