نخستین 200 خط.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"Still Loving You"
Astaga. Ibu tidak apa-apa?
Ikutlah bersamaku ke kafeku
dan beristirahatlah.
Apa Ibu sudah merasa lebih baik?
Terima kasih.
Kamu tahu...
Tentang wanita di penatu...
Ibunya istri keponakanku?
Ibunya istri keponakanmu?
Kurasa Ibu tidak tahu.
Dia ibunya istri keponakanku.
Istri keponakanmu pasti...
Dia istri adik Soo Hyun.
Jadi, dia istri adik ipar Bit Na.
Aku pulang.
Hai. Kamu pulang malam.
Ya. Aku bertemu teman.
Begitu, ya.
Boleh ibu bertanya siapa yang kamu temui?
Aku menemui orang yang tidak Ibu kenal.
Begitu, ya. Beristirahatlah sekarang.
Baiklah.
Ibu ingin berpura-pura tidak tahu apa-apa, tapi ibu tidak bisa.
Ini sangat konyol. Ibu harus membicarakannya.
Apa ada masalah?
Kamulah masalahnya.
Kamu berpacaran dengan seseorang, bukan?
Apa kamu bahkan tahu siapa dia?
Ya, aku tahu.
Astaga. Jika begitu, apa kamu juga tahu
siapa anaknya?
Ya, aku tahu.
Kamu berpacaran dengannya meski tahu semuanya?
Benar begitu?
Ya. - Astaga! Apa kamu sudah gila?
Bagaimana kamu bisa menyebut dirimu ayah?
Itu menghancurkan hati ibu.
Jika Bit Na tahu, dia akan terkejut.
Bagaimana kamu bisa melakukan ini meski mengetahui hubungan
antara anaknya dan Bit Na?
Aku akan memberi tahu Bit Na nanti.
Dia akan terkejut, tapi aku yakin dia akan memahamiku.
Terkejut?
Kamu keterlaluan.
Apa kamu benar-benar berpikir dia hanya akan terkejut?
Tolong tenanglah, Bu.
Bagaimana kamu mengharapkan ibu untuk tetap tenang sekarang?
Kenapa kamu sembrono sekali?
Jangan lupa bahwa kamu ayah Bit Na.
Aku tahu itu.
Itulah sebabnya aku memikirkannya baik-baik dan ragu, tapi...
Tapi apa?
Rasanya memalukan mengatakan ini,
tapi dia orang baik dan aku ingin menghabiskan hidupku bersamanya.
Meskipun kamu tidak memedulikan ibu,
apa kamu tidak memikirkan anakmu satu-satunya, Bit Na?
Ibu tidak percaya kamu mengorbankan tawaran pekerjaan karena wanita itu.
Jadi, begini sikap seorang pria ketika terpesona oleh wanita?
Kamu benar-benar sudah gila.
Karena wanita seperti itu... - Tolong hentikan.
Dia pantas dihormati.
Aku lelah. Aku akan tidur sekarang.
Tolong pergilah sekarang.
Kenapa kamu tega
melakukan ini kepada ibu?
Seperti apa rasanya?
Tidak bisa begini.
Kenapa? Apa tidak enak?
Terlalu enak. Aku tidak mau berat badanku naik.
Apa kamu akan mencintaiku meskipun aku menggemuk?
Tentu saja.
Bagaimana jika aku menjadi botak dan perutku besar?
Begitu kamu menjadi milikku, kamu selamanya milikku.
Meskipun kamu menjadi gemuk dan jelek,
dan bahkan saat kamu sudah tua,
kamu akan tampak sama bagiku.
Kamu juga.
Tapi jangan sampai lemak pinggangmu menjadi dua kali lipat.
Itu terlalu banyak.
Astaga.
Beri aku sedikit lagi.
Tunggu. Ini.
Potong bawang daunnya dan masukkan ke rebusan.
Ya, Bu.
Hei.
Pergilah dari situ sekarang.
Saat pria bekerja di dapur, harga dirinya terluka.
Apa kamu harus menyuruhnya bekerja saat besok dia harus bekerja?
Bu, Eun Soo juga punya pekerjaan.
Ambilkan aku air.
Kenapa kamu diam saja?
Kamu bilang pria tidak boleh bekerja di dapur.
Soo Ho, pergilah.
Ayah ingin tugas pria dan wanita tetap terpisah
setidaknya di rumah ayah.
Ya, Ayah.
Ayah, apa yang harus dilakukan pria di rumah?
Seingatku, Ayah hanya
menyuruh Ibu mengambil air, mematikan atau menyalakan lampu,
atau mengambilkan koran untuk Ayah,
dan berkata, "Wanita harus tetap diam."
Ibu mengerjakan semua tugas rumah.
Dahulu kupikir itu normal,
tapi kini menurutku itu tidak adil.
Ayah menyuruh Ibu mengerjakan semua tugas,
dan Ayah hanya menikmati waktu senggang.
Bu. Tidak, maksudku, Ibu.
Terima kasih sudah membesarkan aku dan saudara-saudaraku.
Ibu senang kamu berpikir begitu.
Bu, jangan hidup seperti ini lagi.
Zaman sekarang, menghindari tugas bisa menjadi alasan untuk bercerai.
Ibu juga bisa menyuruh Ayah mengerjakan tugas rumah.
Apa? Lancang sekali kamu? - Hentikan.
Dia ada benarnya.
Tidak adil bahwa wanita harus mengerjakan semua tugas rumah.
Lupakan sudut pandangmu yang sudah kuno,
dan mulailah hidup sesuai dengan zaman.
Bu, hebat.
Mulai kini, pria akan mengerjakan tugas satu hari setiap akhir pekan.
Tidak terkecuali kamu.
Apa kamu sungguh akan ke kantor seperti itu?
Ya.
Kamu akan membuat orang lain merasa tidak nyaman.
Setidaknya pakailah lipstik.
Seandainya bibi bisa memihakmu karena memercayai cinta bebas,
tapi bahkan bibi pun tidak bisa menyetujui hal ini.
Jika ibumu tahu, dia akan membunuhmu.
Aku tahu.
Bibi.
Bibi tidak benar-benar memedulikan apa pun saat jatuh cinta, bukan?
Bibi tidak bisa memikirkan apa-apa. Bibi menjadi buta jika soal cinta...
Maksud bibi, meskipun bibi jatuh cinta dengan seorang pria,
bibi tidak pernah berpikir untuk berpacaran
dengan suami orang, pria yang cerai, atau pria yang punya anak.
Apa Bibi lupa bahwa Bibi pernah menyukai ayah Bit Na?
Dia lain. Dia duda.
Woo Ri dan Na Ra, kalian akan terlambat. Cepatlah.
Hati-hati. Tidak apa-apa. Ayah akan mengambilnya.
"Bisakah kamu mendengar hatiku?"
Na Ra, ini sarapanmu.
Ayah, apakah dia dokter yang kita kenal?
Kamu tahu dia karakter utama webtoon ayah.
Apa Ayah menyukainya?
Ayah hanya perlu kamu dan Woo Ri.
Kalian akan terlambat. Buka mulutmu.
Woo Ri, kemarilah.
Ambil tasmu. Ayo pergi.
Hati-hati.
Na Ra dan Woo Ri!
Ayah sayang kalian. Semoga hari kalian menyenangkan.
Baiklah. Sampai nanti. - Sampai nanti.
Hati-hati dengan mobil.
Permisi. Apa kamu mendengar hatiku?
Berhentilah mengetuk.
Meskipun aku bisa mendengarmu, aku tidak bisa menerima hatimu.
Di mana Eun Soo?
Dia pergi ke ruang istirahat. Soo Ho datang.
Mereka manis sekali.
Kopimu yang paling enak.
Apa rahasiamu?
Dua sendok cinta dan tiga sendok kebahagiaan,
dan ada bahan khusus.
Satu sendok kecantikanku.
Jangan tertawa. Aku malu.
Ada apa?
Tiba-tiba, aku memikirkan ibuku.
Pasti sudah lama dia tidak merasakan kebahagiaan semacam ini.
Kuharap dia akan merasa sebahagia ini lagi.
Bukankah kamu bilang dia punya pacar?
Tadinya begitu,
tapi kurasa dia mencemaskan kami.
Bit Na, apa kamu datang untuk mengambil kopi?
Soo Ho, kita sedang di kantor.
Ya, Nona Kim.
Kamu menyuruhku mengabaikan formalitas saat kita sendirian.
Kita tidak sendirian. Eun Soo juga ada di sini.
Pasangan menikah menyatu dalam tubuh dan jiwa.
Apa kamu sudah berpikir untuk menyuruh ibumu menikah lagi?
Aku membenci ide itu ketika aku masih kecil,
tapi kini aku akan bahagia asalkan dia bahagia.
Bagaimana denganmu, Nona Kim?
Apa kamu akan bahagia untuk ayahmu jika dia ingin menikah lagi?
Soo Ho, jika kamu di sini untuk bekerja, kamu harus bekerja.
Kamu juga sama, Eun Soo.
Bukankah kalian punya cukup waktu untuk mengobrol di rumah?
Fokuslah pada pekerjaan kalian.
Astaga. Dia membuatku kesal.
Dia menyebalkan, bukan? - Ya.
Bukankah kamu bilang akan memberi proposalnya kepada Pak Yoon?
Sebaiknya kamu pergi sekarang.
Biar aku minum ini dahulu. Bersulang.
Bersulang.
"Penyebab Demografis"
Kamu harus membuatnya lagi. Ini kurang bagus.
Ini sudah kali ketiga.
Jelaskan perbaikan macam apa yang harus kubuat.
Ini rencanamu.
No comments yet. Be the first to leave one.