نخستین 200 خط.
Aku tak apa. Serius. Tak perlu berdiri.
Masalah di tempat kerja, sayang?
Kau tahu, kehidupan seorang maestro ayam.
Mereka menyajikan mangkuk jeroan goreng minggu depan.
Dan mereka mau seluruh karyawan mencobanya.
Itu terlihat tidak menarik.
Aromanya juga tak biasa,
Tapi aku rasa kau memakan apa saja, jadi...
Berikan padaku.
Apa yang kau lihat?
Ini terlalu ujung semester untuk pindahan, bukan begitu?
Siapa yang peduli. Nikmati saja pertunjukannya.
Tak ada yang pernah menyewa tempat itu.
Pemiliknya minta mahal, jika kau tanyakan aku.
Siapa yang peduli? Mereka kelihatannya tak keberatan.
Kita sebaiknya pergi membantu mereka.
Hei, kau butuh bantuan dengan itu?
Hei, kalian butuh bantuan?
Hai. Sebenarnya, aku rasa kami baik-baik saja.
Hei, biar aku saja.
Jangan khawatir soal itu. Aku bisa.
Jangan khawatir. Aku akan mengangkatnya.
Ya Tuhan.
Kalian menakjubkan./ Tidak, kami bisa.
Sudah aku duga. Lupakan saja.
Mereka mungkin hanya wanita menyebalkan sororitas.
Jelas di luar jangkauan kita.
Bagaimana kau tahu?
Bung, ayolah, gadis seperti mereka tak berurusan dengan orang seperti kita.
Itu fakta yang jelas.
Kita dua pria, dan mereka dua wanita.
Kau harus pergi keluar sana sesekali.
Kenapa tidak sekarang?
Ya, dengar, mereka mungkin menyukai kehidupan Yunani.
Dari penampilannya, mungkin juga anak orang kaya.
Itu jelas tidak selaras dengan kita.
Kau salah melihat itu.
Kau mahasiswa, dan aku baru memasuki dunia kerja lebih awal,
Memanjat naik tangga perusahaan.
Dua pria yang giat mencari waktu kesenangan.
Oke, satu, aku dikeluarkan dari perguruan tinggi komunitas.
Dua, baumu seperti minyak goreng ayam.
Persetan itu. Mari menghisap ganja.
Dan bermain menembak orang di Flex Box.
Aku main duluan./ Main berdua.
Bung, khusus kursi panas. Kau tahu tata caranya.
Persetan itu. Kau sudah kalahkan mereka.
Plus, aku perlu tingkatkan level karakterku.
Kau memainkan itu setiap hari./ Oke, oke, oke.
Berhenti terus merengek.
Jeroan gorengnya lumayan.
Sausnya juga lumayan.
Itu tak pakai saus.
Astaga.
Bung, bisa kau hentikan itu?
Ayolah. Ambillah tabung kaos kaki dan sedikit pelumas,
Lalu merancap di sini.
Kau pasti suka itu. Kau hanya ingin melihat kelaminku,
Dan memiliki bahan fantasi untukmu merancap nanti.
Astaga.
Maksudku, kita bisa pergi mencari badai,
Mencari tornado yang kencang.
Kita temukan badai topan yang kuat.
Itu terdengar sangat buruk, tapi kau paham maksudku.
Lalu setelahnya, ibu pertiwi bisa urus sisanya.
Ada apa denganmu?
Begitu banyak hal.
Tapi serius, Bung, diluar jangkauan kita.
Tolong, berhenti melihat keluar pintu seperti orang aneh.
Ada banyak ikan di laut.
Ya, tapi bukan ikan itu.
Ikan itu tak suka orang seperti kita.
Kau tak tahu apa yang kau bicarakan. Oke?
Kau hanya terlalu takut untuk berdiri dan mencobanya.
Bung, apa-apaan?
Kau bersikap sangat menyebalkan sekarang.
Aku bisa pergi ke seberang jalan...
...dan taklukkan salah satu gadis itu jika aku mau, oke?
Apa yang akan kau lakukan?
Bawakan mereka sisa ayam?
Gajimu di bawah rata-rata, dengan mobil bobrok.
Kau membuatnya terlihat...
...seolah memiliki sesuatu yang bisa ditawarkan mereka.
Persetan denganmu.
Setidaknya aku bersedia./ Bersedia melakukan apa?
Membuang waktu berbicara tentang gadis yang tak kau kenal?
Dua gadis yang tak tahu keberadaanmu.
Yang kau lakukan hanya melihat lewat pintu itu,
Terlihat seperti pembunuh berantai.
Bung, persetan denganmu, oke?
Aku hanya bilang jika aku akan mencobanya,
Dan aku bukan orang pemalas sepertimu.
Ini sudah enam bulan.
Jangan./ Enam bulan.
Kau dan Cherie sudah putus selama enam...
Tidak, lupakan itu. Itu bukan putus,
Dia mencampakkanmu./ Ini tidak seperti itu.
Ini persis seperti itu. Oke?
Kau bahkan tak sekolah.
Kau hanya duduk di rumah dan menghisap ganja seharian,
Dengan jubah mandi kotor itu.
Kau tak tahu apa-apa.
Kau tahu aku memiliki masalah kecemasan.
Kau bersikap menyebalkan sekarang.
Tidak, Chad, aku menjadi temanmu sebenarnya.
Bahkan, aku menjadi teman terakhir yang kau punya.
Percaya aku, itu tugas sulit,
Karena kau berkeliling di rumah ini...
...dengan begitu banyak kekacauan di kepalamu,
Lalu aku pulang kerja dan berusaha menghiburmu.
Tapi kau selalu membuatku juga merasa terpuruk belakangan ini.
Jika kau tak suka, maka keluarlah dari sini.
Seolah aku peduli./ Ya, itu masalahnya.
Kau bertingkah seolah sudah tak peduli apapun lagi.
Ada pesan menumpuk di mesin telepon.
Kau bahkan tak sekolah lagi.
Kau dalam masa tenggang akademik karena jarang masuk.
Belum lagi petugas penagihan,
Yang menghubungi untuk yang SPP-mu setiap hari.
Lupakan itu.
Mereka tak bisa mengeluarkan darah dari pecandu, bukan?
Dengar, aku mengerti. Maafkan aku.
Hanya saja, aku mengusahakannya, dan...
Bung, hanya...
Hisaplah ini. Hanya... Kau tak mau teler?
Bung, ayolah, hisap ini,
Mari menembak beberapa orang bersamaku. Dengar,
Aku sudah siapkan pemisah layarnya, agar kau bisa naik level.
Tidak, Bung, aku lelah.
Aku besok sif pagi.
Tugas drivethru sangat menyebalkan.
Bung, ayolah... Derek?
Bajingan! Maafkan aku... Maafkan aku...
Kau mendengarkan FM90, The Tiger,
Stasiun nomor satu Universitas Langley,
Untuk lagu-lagu terkini.
Kita akan segera kembali mendengarkan lagu-lagu terbaru.
Tapi pertama, Kantor Polisi Langley...
...meminta kami menyiarkan pesan penting ini.
Dia pria hilang. 22 tahun, James Van Der Fluke
Dan 23 tahun, Jack Joshua,
Telah dilaporkan hilang dari rumah fraternitas mereka,
Akhir minggu lalu.
Jika kau melihat mereka berdua,
Mohon segera melaporkan ke Kantor Polisi Langley.
Lagu berikut dipersembahkan oleh Mr. Cluck-Clucks Fried Chicken.
Cobalah Jeroan Ayam Goreng mereka hari ini.
Dan bicara soal jeroan,
Kami bersama Susie dan Candy,
Dari Sororitas Sigma Lamda Upsilon Tau,
Datang untuk bicara tentang perjalanan amal baru mereka.
Mungkin aku bisa meminta mereka goyangkan jeroannya sedikit untukku.
Ya.
Chad?
Hei!
Chad?
Bagus untukmu, sobat.
Aku ingin kembalikan buku ini.
Entahlah. Kau mau berikan aku apa?
Punya hal seru untuk diberikan kepadaku?
Itu senyuman yang manis.
Lihatlah dirimu. Kau suka kumisku?
Tidak./ Tidak?
Aku akan mencukurnya. Tak masalah.
Kau tak apa?
Kau terlihat gugup. Kau tak perlu gugup.
Ini yang pertama untukku./ Yang pertama untukmu?
Astaga. Di sini panas. Sampai jumpa.
Hei, aku ingin kembalikan ini.
Hei, aku ingin kembalikan ini.
Aku tak butuh ini untuk kelasku. Aku membawa kuitansinya.
Ini sudah lewat 30 hari. Pengembalian dana tak berlaku lagi.
Tunggu, apa?
Aku tak bisa menerima ini.
Ini sudah lewat 30 hari.
Apa mungkin aku bisa menjual ini kepadamu?
Apa ada lagi yang bisa kami lakukan untukmu?
Aku akan beri kau $13 untuk ini.
Yang ini sudah tak digunakan. jadi kami tidak mengambil itu.
Apa kau serius? Aku habiskan $600 untuk ini.
Ini sampah. Maksudku, ayolah. $13?
Itu tawaran terbaikmu?
Aku bahkan tak bisa gunakan ini untuk kertas ganja. Ayolah.
Berikutnya!
Apa ada lagi yang bisa kau lakukan?
Biar aku periksa.
Tidak ada./ Ayolah.
Dengar, kau mau $13 atau tidak?
Tentu.
Terima kasih. Sampai jumpa.
Bajingan!
Pertandingan kematian tim.
Ayo. Naiklah.
Kita akan bersenang-senang.
Chad memang pembual.
Orang itu cukup tua untuk jadi ayah mereka.
Persetan ini!
Benar begitu, sayang. Tak ada yang melihat.
Itu tak begitu buruk, bukan?
Sekarang tenangkan dirimu dan biarkan obatnya bereaksi.
No comments yet. Be the first to leave one.