نخستین 169 خط.
SERIAL NETFLIX
THE LEELA AMBIENCE GURUGRAM - HOTEL & PENGINAPAN
Pak, kami mau tutup.
Ya, tetapi kami masih buka.
Siangmu habis untukku,
dan kini sebagian malammu.
- Tidak apa-apa, sungguh. Aku senang. - Ya.
Aku ingin tahu.
Kulihat kau tidak tersinggung
saat kutanya kenapa foto suamimu tak ada di mejamu.
Tambah lima detik keheningan, lalu artinya kita berhubungan.
Namun, kau bicara.
Ayo berbuat salah.
Aku pernah berbuat salah.
Buatlah denganku.
Aku tak berharap apa-apa dari itu.
Buatlah kesalahan besar malam ini.
Dalam situasi normal, aku pasti menyetir. Aku bisa…
Ya, kau bisa melakukan tes ini?
Hidungmu atau hidungku?
Baik. Senang bertemu kau. Selamat malam. Pergilah.
Apa?
Itu kamarku.
Sungguh?
Pertama kali selingkuh? Ayo. Tidak apa-apa.
Lebih keras, agar seisi hotel dengar.
Tidak apa. Sudahlah.
Ayo.
EPISODE 6 PERSELINGKUHAN
Kamar yang indah.
Hei.
Ada seragam pramugarimu?
Ya.
Pasang sabuk pengaman, Pak.
Ya.
Modal recehan jadi Jutawan! Visi Mis Foya Foya, cuma di RECEH88
Riasan yang sangat tipis.
Di Korea, para pria punya prinsip.
"Selalu kencani gadis di kolam renang dahulu."
Kenapa begitu?
Untuk tahu wajah aslinya tanpa riasan.
Ayolah.
- Mereka cantik. - Tidak.
Kau yang cantik.
Katakan satu hal yang pria harus tahu tentangmu
sebelum melihatmu bugil.
Yang penting atau remeh?
Yang remeh, tentunya.
Aku bukan suamimu.
Kopinya tidak panas.
Maafkan aku, Pak.
Ini tidak bisa diterima.
Sungguh, maafkan aku, Pak.
Aku sangat kecewa.
Adakah yang harus kulakukan untuk menebus kesalahanku, Pak?
Ya.
Tunggu.
Sebentar.
Aku merasa terganggu.
Aku merasa
ada seseorang di dalam lemarimu.
Kau sudah menonton Parasite?
- Ya. - Ya.
Film sialan.
GERAKAN #METOO MAKAN KORBAN PESOHOR LAGI
VIRUS BARU MISTERIUS INFEKSI MENYEBAR DI KOREA SELATAN
Arya.
Misalkan kau kencan dengan seseorang.
Kau akan bilang kepadaku?
Itu pertanyaan jebakan?
Kau kencan dengan seseorang?
Aku tahu kau menguap saat berpura-pura biasa saja.
Kau harus bilang jika kencani seseorang.
Kupikir kita tak perlu saling memberi tahu.
Begini, seperti kataku,
jika kau ditemukan tewas misterius,
akulah tersangka utamanya.
Aku setidaknya harus tahu siapa tersangka utamanya.
Beri tahu aku nama, alamat, ukuran, semuanya.
Kau ada kencan malam ini?
Tidak.
Bagus. Kita akan ke pameran foto Basu.
Ya, tentu.
Jangan mimpi.
Dia terang-terangan merayuku
dan aku sudah tak tahan lagi.
Ambisius sekali.
Dia kira kau akan meninggalkan aku demi dia.
Yang benar saja.
Itu yang kau risaukan saat ada yang merayuku?
Sungguh, Sayang?
Ya, jika orangnya macam Basu.
Pasanganmu berikutnya
akan memengaruhi reputasiku.
Bayangkan ini.
Jika kita kencani seseorang dan warga kompleks tahu,
itu akan sangat…
- Kacau. - Ya.
Begini saja.
Beri tahu semua orang.
Kita adakan… pesta.
Ya, kita adakan pesta pisah ranjang.
Lanjutkan.
Pesta besar untuk mengumumkan kita akan bercerai.
Bercerai bukan berarti kita hidup terpisah.
Bisa jadi hal membahagiakan.
- Itu pesan yang diterima Rohini. - Benar.
Kita akan
mengenakan pakaian pernikahan kita.
Kau berjalan mundur
lalu kita berjalan saling menjauhi.
Itu upacara yang unik. Bagaimana?
Lihat itu. Tradisi kental India, hanya membuka satu gerbang.
Apa masalahmu?
Parkirnya penuh.
Tidak, masih ada.
Ya. Dapat.
Kau tahu?
Dia tak bisa menyetir, tetapi kita lihat saja.
Jenis pria yang terlalu percaya diri.
Dia ingin membantu, Sayang.
Sebab itu aku suka tinggal di negara ini.
Dia baik karena kita membuat dia tetap miskin.
Bisa parkir sekarang?
Ya. Baiklah.
Apa-apaan?
Cukup. Aku benci parkir.
- Aku akan pergi. - Apa?
Akan kujemput Ganesh.
Aku tahu kampung halamannya.
Di mana desa Tikli?
- Apa? - Nama desa tak ada gunanya.
Kenapa lama menjawabnya?
Alamat lengkapnya?
Saat kalian orang India Utara bertanya alamat,
artinya dia tidak tahu, bukan?
Diam, Arya.
- Tanya dia. - Alamat lengkapnya?
Jika tak tahu nama desanya, untuk apa tanya alamat lengkapnya?
- Astaga. - Kau mencari siapa?
Ganesh.
Nama lengkapnya?
Arya, tolong hentikan.
- Ini gila. - Gila?
Kau bilang "gila"?
Kau berani menghinaku di sini?
Ombir, Balakram, kejar mobil itu!
Sial. Mereka mengejar kita.
- Astaga… - Sial!
Tertawalah, Berengsek. Ayo.
- Tenang. - Kau yang harus tenang.
- Aku tidak… - Kau buat mereka marah.
Pegang sepedanya.
Gawat! Mereka turun dari mobil. Sial!
Keluar.
- Ada apa? - Dia bilang aku gila.
Dia berani menghina kami di sini.
- Bilang kau gila? - "Ini gila."
Pak, "gila" adalah ekspresi biasa bagi mereka.
Bertemu orang atau tidak, "gila".
Pekerjaan selesai atau tidak, "gila".
Makan atau tidak makan, "gila".
Bahasa modern memang begitu.
Jangan diambil hati, sudahlah.
Sudahlah, Pak.
Biarkanlah.
Maaf, Pak.
- Hampir saja… - Kau pengacau, Arya.
Pengacau besar.
No comments yet. Be the first to leave one.