نخستین 200 خط.
Benar
Selalu saja menjelaskan
Mereka menyuruhku untuk bicara cepat, seperti pertunjukan bicara cepat saja
Lalu pada akhirnya langsung di potong
Semuanya di potong
Gak bisa dipercaya
Astaga! Bilang donk!
Ini gak mudah!
Dari Budha Welas Asih
Kakaknya Hachiya-sensei, itu berarti...
Benar, lama tidak jumpa, Sister
Ketika gereja terbakar, dia salah satu murid yang ada di lokasi
Klo gitu, dia pelaku kebakarannya
Itu hanya salah tuduh
Dia hanyalah korban
Bisa bertemu lagi seperti ini...
Anda melalui banyak hal, kan?
Ya, karena aku tidak bisa selamanya bergantung pada orang tua
Aku mengambil kualifikasi SMA korespondensi sambil bekerja paruh waktu
Lalu penerbit Tokyo memperkerjakan aku
Sudah cukup, aku tak mau mendengarnya
Ada apa ini?
Membuat dirimu menjadi heroin dari tragedi?
Pertengkaran adik kakak dilakukan nanti saja
Sejak musim gugur, sebagai penulis lepas
Aku bekerja untuk Tōkai Teen.
Lalu aku mendengar tentang festival gabungan dari sekolah ini
Karena dulu aku adalah salah satu pengurus komite festival tersebut
Tidak tahan lagi. Aku ingin cepat-cepat mengaku
Jika aku mengaku, apa yang akan terjadi?
Kamu gak lihat?
Semua orang di sini
Menggunakan souvenir Gomen ne Seishun
Siapa yang mengira kalau semua pendengar setiaku berkumpul di ruangan ini
Aku dah mencapai batasku! Rumit bagiku!
Tenanglah, kepala sekolah!
Keringatmu banyak!
Maaf!
Kita harus bagaimana?
Ah, benar juga!
Ini kesempatan emas untuk meningkatkan reputasi SMA Seishun kita
Seperti yang tercatat, lebih banyak murid yang mengikuti ujian masuk dan tingkat kelulusan juga meningkat
Di tambah lagi, ikut dengan "wave"
Yang benar "web", bukan "wave"
Jika Sannomiya-sensei mengijinkan anda
Bisa tolong jangan bicara sendiri?
Ya, kita akan mencoba memikirkannya secara positive, kan? Hara-sensei?
Ya
Constellar Subs Presents
GOMEN NE SEISHUN! Regret from My School Days 9
Teater Minggu
Ketika diangkat jadi kepala sekolah, pernah terpikirkan untuk berhenti
Huh?
Karena acara radio
Para staff memanggilku diam-diam
Ano, boleh aku jabat tangan?
Jangan beritahu siapa-siapa
- Aku gak merasakan apa-apa - Karena kita bertemu tiap hari
Selamat datang
Tuan
Aku memanggilnya
Gak ada yang memanggilmu
Sebelah sini!
Ayah!
Yuko
Saya mengganggu?
Saya mengganggu kan?
Aku keluar saja
Jangan. Tetap di sini
Klo gitu, keluar lah!
5 atau 10 menit
Tidak usah membawa barangmu
Bawa handphonemu
Yuko!
- Kau mau ke mana? - Melarikan diri, Beiyan?
Aku gak lari
Temanilah dia
Maafkan aku
Ayah pernah mengabaikanmu
Aku tahu.
karena aku mendengar radio
Begitulah!
Saya juga, aku minta maaf sudah membuatmu khawatir
Ketika aku menetap di Atami
Aku menemukan ini di Hotel
Setelah kuhubungi, aku terkejut melihat Satoshi-kun yang datang
Tak lama setelah itu, aku mendengar radio
Gak mungkin...
Maarkan aku
Kita yang tidak dengar radio sama sekali, gak mengerti apa yang kalian bicarakan
Ya kan? 3D!
Benar
Pelaku kebakarannya sudah tertangkap?
Ah, belum
Sudah kuduga
Dari beberapa interview, aku dengar kalau masa pembebasan untuk pelaku pembakaran adalah 10 tahun
Aku melakukan penyelidikan ke kantor polisi Mishima
Sudah berapa tahun yah?
Yuko
Tentu saja, kasus penyelidikan itu sudah ditutup
Tapi polisi memberitahuku sesuatu
Terdapat roket kembang api tergeletak di TKP
Kembang api?
Nona!
Kenapa kau datang ke Mishima?
Untuk interview festival SMA Seishun
Klo gitu, lupakan saja kejadian itu
Itu bukan urusanmu!
Tapi...
Festival budaya gabungan 14 tahun lalu yang tidak jadi diadakan karenamu
Anakku dan adikmu, mereka bekerja sama dan membangunnya lagi
Tinggal beberapa hari lagi festivalnya
Apa kau mau mengacaukannya lagi?
Dah kubilang, aku bukan pelaku kebakaran itu
Klo gitu, seharusnya dari dulu kamu bilang
Sebelum kamu menghilang!
Kamu lari dan karena itu kamu di tuduh kan?
Pendeta, sudah cukup
Zen-chan, maaf!
Aku yang sudah mengacaukannya!
jangan melalui penderitaan karena anak kita
tentang kakakku, kau baik-baik saja?
Ya
Jujur, aku tidak tahu harus bilang apa padanya
Kalau denganku?
Kamu tahu apa yang akan kamu katakan padaku?
Uh, uhm...
Tidak usah!
Setidaknaya diam dan dengar!
Baik!
Kenapa!?
Kabur begitu saja, lalu kembali sekarang!
Selalu saja, jadi bahan pembicaraan
Sewaktu pertunjukkan ballet juga!
Dia terkena usus buntu dengan sengaja sehingga ibu dan ayah tidak melihat pertunjukanku
Hari porseni, dan juga perjalanan
Karena One-chan, aku sama sekali tidak bisa bersenang-senang
Bahkan sekarang! Ketika akhirnya hanya ada aku dan Hara-sensei
Tidak menyenangkan sama sekali
Aku sudah legah!
Ayo kembali!
Terima kasih sudah mendengarkan!
Kira-kira apa yang sebaiknya aku bilang padanya
"Jika kau punya dendam dengan kakakmu, pendamkan padaku!" seperti itu?
Katakan sesuatu, ibu!
Tadi itu apa? Fenomena Rap?
Kakak!
Ada orang di dapur! Pencuri! Orang asing!
Bukan!
Itu hanya pacar barunya ayah
Setsuko-san. Setelah kita menikah, dia akan menjadi Hara Setsuko.
Hara Setsuko: mantan artis Jepang
Sungguh?
Selamat pagi, Secchan
Selamat pagi
Sup Miso dengan tofu goreng?
Miso lagi dibuat
Ah, pagi
- Selamat pagi! - Anak tertua Ippei dan anak kedua Heisuke
Sarapannya bentar lagi siap!
Aromanya sedap!
Bagaimana menurutmu, Kakak?
Gimana yah, aku gak tahu harus gimana
Benarkan? Saya juga
Karena, ini pacar barunya ayah
Seperti, lebih menggoda atau
Kau akan bilang "Western!" atau "Latina!" kan, tapi
Diatas semua itu, dengan wanita dewasa yang cantik itu...
Membawa Nukazuke, dia sempurna!
Apa lagi gaunnya Elenacho?
Balance ball dan Nintendo DS.
Dia mau melakukan perjalanan?
Pagi!
Pagi!
Tamagoyaki itu kelihatannya enak
Dia sudah dijerat!
Karena, bagi Elenacho, dia adalah ibu mertua!
Jangan katakan seperti mengatakan "dondake"
dondake = Slogan di TV
Semuanya sudah ada
Klo gitu, Itadakimaz
Itadakimaz
Kau tahu, sebelum ini, boleh kamu jelaskan baik-baik?
Kan ada yang namanya "urutan" kan?
Tanpa diskusi dulu dengan keluarga
Itu gak benar!
Aku gak mengira Heisuke-san akan marah.
Aku gak marah
Kakak yang marah
Nasi ini keras
- Itu?? - Benarkah?
Kamu tidak tahu?
Ayah, aku dan adikku suka nasi lembek
Ibu, tambah!
Baik
Tapi sepertinya istriku menyukainya
Nasi keras ini tidak bisa di makan!
Baik
Bagaimana?
- Lembek - Syukurlah
No comments yet. Be the first to leave one.