نخستین 200 خط.
BADAN PERFILMAN CINA
CHINA OVERSEAS THUMB MEDIA
NOVA MEDIA GROUP
LOOK VISION
YINSHENG MEDIA
MEDIA CHINA MOVIE CHANNEL
POS SATPAM
Aku ingat saat dia masuk. Saat dia keluar lagi.
FOREVER-K
Jam berapa ini? Biar aku tidur dulu.
Apa kau sudah terima paketnya?
Ya.
Tapi bukan gaya yang aku suka.
Itu gayamu favoritmu, yang terlalu konservatif.
Tak bisa dinyatakan begitu. / Itu aku tak peduli.
Aku memaksa tetap memilih gaun pengantinku sendiri.
Tapi, tentu saja.
Sayang, aku sedang sibuk. / Baiklah, teruskan kerjaanmu.
Jangan tidur terlalu malam, aku mencintaimu.
Cinta kamu juga.
Da-dah. / Dah.
PEMBUNUHAN DI HOTEL BULAN-MADU
t
t e
t e r
t e rj
t e r j e
t e r j em
t e r j e ma
t e r j e mah
t e r j e m a ha
t e r j e m a h a n
t e r j e m a h a nm
t e r j e m a h a nma
t e r j e m a h a n m ah
t e r j e m a h a n m a h s
t e r j e m a h a n m a h su
t e r j e m a h a n m a h s un
t e r j e m a h a n m a h s unm
t e r j e m a h a n m a h s u n ma
t r a n s l a t e d b y m a h s u n m a x
Hey, itu dia, selamat!
Selamat ya! / Mbak, kau selalu tetap cantik!
Aku telat!
Meja C!
Sosok yang menarik bisa menjadi masalah.
Jangan lihat! Itu payudara palsu!
Bantu aku mengoleskannya.
Maaf, kami tak diijinkan melakukan itu.
Lalu layanan macam apa untuk hotel sebesar ini?
Ayo cepat, bantu oles.
Kenapa kau menamparku?
Apa kau tak mengenaliku? Aku Wu Dazhi.
Tak bisakah kau pakai riasan? / Sudah.
Tak sedap dipandang, dengan riasan menyeramkan begitu.
Dandan lagi!
Tidak, sebenarnya kau harus rubah penampilanmu.
Pergilah ke Korea.
Sialan, hari ini aku sungguh sial!
Hey, mana si tolol itu?
Bukankah dia akan menikah hari ini?
Menikah, hari ini?
Mau menikah bukan alasan. Lihat jam berapa sekarang?
Dasar bandel!
Ayo cepat!
Burung.
Aku kasih tahu ya, keberuntungan judi tak bersamaku sekarang.
Angin-Selatan. / Baik.
Masa bodoh!
Cai. Artinya aku akan kaya.
Aku tamu VIP kalian!
Aku datang kesini tiap hari! / Jangan buat kacau disini!
Tak punya uang, menyingkirlah!
Apa kau tahu siapa aku? Kau berani memancing emosiku?
Dasar brengsek, jangan berlagak! Menyingkir sana!
Sungguh mohon maaf. / Apa begini hotelmu mengatasi masalah?
Kau terus membuatku menunggu, menunggu, dan terus menunggu.
Aku sudah lama menunggu.
Aku sudah buat janji. / Mohon jangan panik. / Lihat jam berapa?
Aku sudah menunggu ini lama, bagaimana aku tidak panik?
Kau masih tak bisa menghubunginya. Lalu, bagaimana dengan dokterku?
Baik, kau tak bisa menghubunginya itu bukan urusanku.
Telpon dia lagi! / Dr. Chui.
Nona cantik ini pantas menunggu.
Kamu siapa? / Aku pencipta kecantikan.
Nona Chen, ruang operasinya sudah siap.
Nona Liu.
Nama tak penting, tapi kecantikan penting.
Kau tampak sangat letih.
Eh, istrimu datang hari ini.
Dia kesini minta obat tidur lagi?
Dia bilang Peminjam-Shark terus menelponnya di rumah.
Memintamu untuk pergi ke Grace Garden Hotel.
Halo? / Kemarin adalah hari terakhir pembayaran.
Apa yang sedang kau lakukan?
Aku pasti bayar besok.
Besok, besok, kentutmu!
Apa kau di rumah sakit sekarang? / Aku sedang kerja, jangan telpon aku lagi.
Hutangnya sedikit 'kan?
Aku juga kerja dan jumlahnya tak banyak, paham?
Siapkan sekarang, aku akan datang.
Apa memang mau membunuhku?
Tampaknya hanya ini jalan keluarnya.
Operasi bedah pagi ini, kau mau kemana?
Aku mau bayar tagihan listrik. / Tagihan listrik?
Akan kukembalikan foto aslinya padamu. Bawalah uangnya ke Grace Garden Hotel.
Bersikap baiklah kalau tidak akan kucopot operasi plastikmu.
Biar kau mati, kau dengar?
Operasi plastik?
Halo? / Brengsek, beraninya kau menyelinap dari pengawasanku.
Apa kau takut Tuan Gao membuatmu pincang?
Tidak, aku sedang menghadiri seminar disini.
Seminar, dengkulmu!
Jangan basa-basi, lunasi besok!
Kalau tidak, kau akan mati! / Baik, pasti kubayar besok, aku tutup ya.
Selamat datang di Grace Garden Hotel.
Bisa saya bantu?
Hidung, rahang.
Huh.
Tak akan mungkin kelihatan andai itu hasil operasiku.
Tuan.
Kartu anda melampaui batas kedit.
Sungguh aneh.
Dimana kau operasi plastik?
Kurang detil dan tampak kurang alami.
Bukan operasi plastik.
Apa masalahnya operasi plastik?
Cinta demi kecantikan bukanlah kejahatan.
Baik, jika kau memberiku diskon 20% untuk biaya kamar
aku akan balas dengan memberimu diskon 20% saat kau kunjungi rumah sakitku.
Akan kuberi pahatan ulang gratis pada tulang pipimu.
Akan kujamin wajahmu tampak sekecil wajahku.
Kartu ini juga melampaui batas kredit.
Jangan lupa
dunia ini hanya cinta pada kecantikan, huh?
Kamu lebih cantik dari sebelumnya.
Berhentilah bicara!
Aku sudah menikah.
Selamat ya, apa kau bahagia?
Sayang.
Berapa harga kamarnya, pinjami aku kartumu.
Apa?
Siapa dia?
Seseorang yang pernah kukenal.
Masih bisa mengenali wajahnya? / Tentu saja, kami dulu tinggal di desa yang sama.
Aku mudah mengenalinya dengan sekilas.
Wajah ini, disini
harusnya sangat berbeda dari sebelumnya.
Dengan keahlianku...
Brengsek, apa yang kamu lakukan disini? Cepat kembali kerja!
Penjaga Pintu, Wu Dazhi.
Sungguh ambisius.
Ini Manajer Humas.
Manajer Humas?
Ayo cepat! / Ini Manajer Humas.
Ah, tunggu sebentar.
Andai hidung ini lebih tinggi. / Oh...
Lalu agak runcing disini.
Lalu agak besar disini, sudah sempurna.
Cukup sempurna.
Lalu...
Aku sudah bilang berkali-kali, dalam bertugas
jangan ngobrol bebas dengan tamu! Kau tak dengarkan aku!
Selalu saja kau ulangi, akan kuambil tindakan terhadapmu!
Semuanya perhatikan! Akan kububarkan kalian semua, kau dengar?
Aku akan keluar sebentar.
Jangan malas, paham?
Nasib sial!
Pernikahannya? / Beres.
Kapan pengantinnya tiba?
Malam ini.
Manajer itu sangat kejam.
Bagaimanapun, ini tetaplah pernikahan.
Cuti menikah harusnya disetujui.
Kudengar kau menukar cuti menikah dengan kamar President-Suite.
Benar 'kan?
Jagalah dirimu sendiri.
Tak bisa dibayangkan.
Aku juga ingin pergi ke Maldives.
Melakukan bulan madu di tempat kerjamu
sungguh tak bisa dibayangkan! / Lalu katakan
apa yang bisa dilakukan orang sepertiku yang tak punya uang, katakan!
Hai. / Hai.
Wu Da?
Kau masih hidup?
Tn. Wu Da-zhi.
Jangan malas, paham?
Maaf, anda tak apa-apa?
Kendaraan ini tampak luarnya saja bagus
tapi dalamnya bobrok.
Bagaimanapun, mengemudikannya menuju hotel harusnya tak jadi masalah.
Nn. Pei'er, anda ini seorang superstar.
Mengapa anda tak membawa asisten?
Nn. Pei'er, anda sungguh cantik.
Dia sedang sibuk.
Bagaimana persiapan kamarku?
Dikatakan, menurut uang yang anda terima, mengatakannya
sangat sulit.
Tapi seorang superstar seperti Nn. Pei'er,
situasi ini bisa dipahami.
No comments yet. Be the first to leave one.