نخستین 200 خط.
-=Semua karakter, sekolah, tempat dan organisasi di drama ini fiktif.=-
Aku menyukaimu.
Aku juga menyukaimu.
Aku menyukaimu.
Apa... Choi Jun Woo.
Aku menyukaimu.
- Panas! - Kau gak apa-apa?
Ada apa ini?
D
Da
Dam
Damn
Damn!
Damn! S
Damn! Su
Damn! Sup
Damn! Super
Damn! Super
Damn! Super S
Damn! Super Su
Damn! Super Sub
Damn! Super Sub
Damn! Super Sub I
Damn! Super Sub In
Damn! Super Sub Ind
Damn! Super Sub Indo
Damn! Super Sub Indon
Damn! Super Sub Indone
Damn! Super Sub Indones
Damn! Super Sub Indonesi
Damn! Super Sub Indonesia
Diterjemahkan oleh: ~ Ifabee Saem ~
Soo Bin.
Kau baik-baik saja?
Iya. Sudah minum obat.
Ujiannya gimana?
Sudah selesai. Dikerjain di sini sama Choi Jun Woo.
Maaf. Aku ingin membawamu ke ruang kesehatan.
Tidak, gak apa.
Kalau gara-gara aku kau salah menjawab, aku harus keluar sekolah.
Mamamu akan membunuhku.
Hei, apaan sih.
Makasih, Jun Woo.
Kau bisa kembali ke kelas.
- Seonsaeng-nim, tangannya... - Seonsaeng-nim, tangannya...
-=Episode 7=- Romeo dan Juliet
Maaf.
Mama.
Halo, Eomeoni.
Soo Bin mendadak kram perut saat ujian.
Iya.
Kenapa terjadi saat kamu ujian matematika?
Karena perjalanan kesini, waktunya berkurang...
pasti dia sulit fokus mengerjakan ujian.
Itu 'kan ujian penting.
Kenapa harus matematika coba?
Gimana ini?
Hwi Young. Gimana ini, tante minta maaf.
Karena Soo Bin ujianmu berantakan?
Bukan aku.
Siswa itu yang membawa Soo Bin kesini.
Makasih ya.
Setelah ujian kamu kesini?
Bagus. Tindakan bagus.
Aduh.
Halo.
- Soo Bin, kamu baik-baik saja? - Iya.
Bapak tak bisa buru-buru kesini karena harus mengawasi ujian.
- Oh. Eomeoni, halo. - Halo.
Seonsaeng-nim, gimana ini?
Entahlah.
Gimana dengan waktu yang terbuang saat dia kesini?
Dia tidak ingin sakit.
Tapi itu harus dipertimbangkan.
Saya tahu dia ujian di sini, tapi saya yakin dia tak bisa konsen.
Gila. Ini ujian penting.
Saya akan pastikan dia tak dirugikan...
Apa ada peraturan untuk situasi semacam ini?
Entahlah, akan saya lihat.
- Tapi, Anda bilang akan memastikan... - Kita bicara di luar, Ma.
Kamu bisa konsen?
- Iya, aku... aku berusaha yang terbaik. - Ah, iya.
- Terima kasih. - Saya yakin dia tak bisa konsen.
Omo, gimana ini?
- Ujiannya sudah selesai. - Ayo, Ma.
Iya! Yoo Soo Bin.
Kamu terlihat sehat. Beneran kamu sakit?
Kita bicara di luar saja?
- Kita bicara di luar. - Iya.
Kamu baik-baik saja?
Eomeoni, Anda langsung bisa janji checkup.
Iya.
Kliniknya milik teman saya dari Universitas Nasional Seoul.
Tapi sebelum ke sana saya ingin dia memeriksa jawabannya.
Untuk hal itu, jangan khawatir.
Saya akan kirimkan jawabannya begitu keluar.
Saya akan bahas jawabannya sekarang. Sebentar.
Oh, benar. Kami punya Hwi Young.
Dia selalu dapat nilai sempurna di ujian.
Tolong dia ya.
Iya.
- Yoo Soo Bin! Kau baik-baik saja? - Soo Bin.
- Hei. - Kami mengkhawatirkanmu.
Makanya aku terus dapat kartu Bulan.
Aku selalu dapat kartu ini tiap punya firasat buruk mengenai sesuatu.
Ngomong gitu lagi dia.
Sok kek peramal saja, ya kan?
Hei, kau gak bisa memprediksi hal seperti ini sebelum terjadi?
Teman-teman, ayo.
Hei.
Sebelum piket, kita bahas awaban ujian matematika.
Lebih rincinya kita bisa bahas di kelompok belajar.
Aigoo, rajin betul si banjang. Buru-buru amat sih?
Harus kita bahas.
Baik, kita bahas.
Pertanyaan 1 gampang, kan? Jawabannya 3.
- Aduh, aku salah. - Aku salah.
Pertanyaan kedua, pilihan 3
- 3? - Pertanyaan 3, 4.
- Pertanyaan 3 apa? - 4.
Konsenlah teman-teman.
Apaan? Jawabannya apa?
- Pertanyaan 4, 1. - Oke!
Pertanyaan 5, 2. Berikutnya...
Seonsaeng-nim, anak yang membawa Soo Bin kok tidak begitu asing.
Namanya Jun Woo. Belum lama pindah kesini.
Yang dipaksa pindah itu, benar?
Tidak, itu...
Hanya pindah biasa saja.
Jun Woo, mau kemana?
Kamu tak ingin tahu jawabannya?
Saya harus mengurus ini.
Kenapa dia membawa Soo Bin ke ruang kesehatan?
Seonsaeng-nim 'kan ada.
Saya mengawasi ujian di kelas lain.
Seonsaeng-nim, tak bisa begini. Soo Bin tidak boleh bergaul dengan anak itu.
Pemilihan kelompok acak juga.
- Jun Woo tak seburuk itu. - Dia dipaksa pindah kesini.
Seonsaeng-nim, tolong awasi mereka berdua.
Iya, baik.
Sudah kuduga, aku bisa.
Soo Bin sepertinya sudah baikan.
- Ke karaoke yuk. - Karaoke? Ide bagus.
Terakhir, aku dapat nilai bagus.
Nilaiku sama.
Aku gak suka matematika.
Soo Bin.
Nomor 15-mu benar?
Tidak, jawabanku 1.
Kau salah berapa?
Apaan? Soo Bin lebih bagus darimu.
Hei, Hwang Ro Mi. Yang kau ributin apa sih?
"Soo Bin bisa masuk. Kenapa aku gak masuk?"
"Pusing pala berbie."
Dia bisa ikut kelasnya Son Jae Young!
Dia pasti memprediksi semua soal untuk mereka!
Soalnya nyebelin!
Buset dah.
Temannya sakit, bisa-bisanya dia bilang gitu?
Hei, Chan Yeol.
Dasar...
- Mulutmu bisa dikondisikan? - Urus masalahmu sendiri, bro!
Pil Sang, diam.
Siswa itu yang membawa Soo Bin kesini.
Makasih ya.
Yang ini kamu juga salah?
Ini juga? Pertanyaan mudah begini kamu salah?
Hei, mama bisa menjawabnya.
Kalau gini, bisa kamu dapat nilai tinggi? Tak bakalan dapat.
Kenapa pula kamu keluar kelasnya Son Seonsaeng?
Apa yang membuatmu pede?
Mama lebih mengkhawatirkan ujian daripada aku yang sakit.
Kalau minum obat, kram perutmu bakalan sembuh.
Kau itu bukan sakit parah, Soo Bin.
Aduh, mentalmu harus benar-benar kuat.
Dengan mental seperti ini gimana caramu bertahan?
Maaf kalau mentalku lemah.
Hei, mama dengar anak yang membawamu ke ruang kesehatan adalah biang kerok.
Choi Jun Woo bukan biang kerok.
Yang pasti, dia anak yang dipaksa pindah kesini.
Anak tampan yang kita lihat di depan hagwon itu, 'kan?
Dia dengan wanita muda yang entah ibu atau tantenya.
Yang tasnya KW. Itu anaknya, 'kan?
Tadi kenapa dia yang membawamu?
Kenapa kamu terus bergaul dengannya? Apa ada sesuatu?
Kamu suka karena tampangnya?
- Jangan coba-coba bergaul dengannya. - Tidak.
Jangan dekat-dekat dengannya.
Jangan berteman dengannya.
- Jangan dekat dia. - Kami cuman teman, beneran.
Pelankan suaramu.
Ujian matematikanya lumayan sulit, kan?
Aku saja merasa kesulitan, jadi jangan berkecil hati.
Aku yakin nilainya bagus lagi.
Ujian berikutnya kita berusaha lebih baik. Aku akan membantu kalian.
Berikutnya. Oh, nomor 15.
Guru matematika menjebak kita.
Hei, Hwi Young.
Kau bilang ke teman-teman kalau jawaban soal nomor 15, 4?
Hei, gimana bisa pilihan 4 benar?
No comments yet. Be the first to leave one.