نخستین 200 خط.
"Acara ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah usia 15 tahun"
"Kebijaksanaan pemirsa disarankan"
"Episode 65"
Siapa kamu?
Apa yang kamu lakukan?
Diam.
Kamu menemukannya?
Di mana dia bersembunyi? - Di mana kamu?
Apa yang kamu lakukan?
Kubilang diam.
Dia tidak ada di sini?
Kurasa dia berhasil lolos.
Cepat temukan dia!
Baik, Bos!
Ada maksudnya itu? Keluar!
Berisik sekali kamu.
Sesulit itukah untuk diam sebentar?
Apa? Beraninya kamu mengatakan itu.
Aku akan pergi.
Aku tidak akan tinggal walau kamu meminta. Aku sibuk.
Pak Han, maaf aku terlambat...
Siapa dia?
Aku tidak mengenalnya.
Kamu tidak mengenalnya?
Tapi terima kasih.
Jika kita bertemu lagi, aku akan mentraktirmu minum.
Sulit dipercaya.
Bagaimana para lintah darat itu menemukanku kali ini?
Tunggu.
Aku pernah melihat pria itu.
Di mana aku melihatnya, ya?
Apa dia klien lama?
Dia tidak ada di sana?
Ya, Bos. Dia tidak ada di belakang sana.
Ke mana perginya dia?
Dia sudah terpojok.
Berpencar dan temukan dia.
Baik. - Baik, Bos.
Jika bisa menemukanku di bar, mereka akan menemukan tempat ini.
Aku harus pergi sebelum mereka kemari.
Itukah tempat tinggalnya? - Benar, Bos.
Mereka sudah sampai?
Itu dia. Tangkap dia!
Berhenti!
Mereka harus gugur untuk memberi jalan
bagi daun yang akan tumbuh pada musim semi.
Sama seperti hubungan kita.
Kenapa kamu di sini sendiri?
Sedang apa kamu di sini?
Nenekku tinggal di sekitar sini. Aku datang untuk mengunjunginya.
Begitu rupanya.
Kenapa kamu minum sendiri?
Karena Dal Soon?
Kudengar kalian putus.
Aku kebetulan mengetahuinya.
Dal Soon dan aku satu tim.
Apa Dal Soon
baik-baik saja?
Dari yang kulihat,
dia antusias dan sibuk merencanakan hal
yang harus dia lakukan di Amerika.
Benar-benar kebalikan dari keadaanmu sekarang.
Syukurlah jika dia baik-baik saja.
Boleh aku minum?
Apa hubunganmu dengan Hyun Do baik-baik saja?
Apa maksudmu?
Bukankah kalian berkencan?
Kurasa kamu salah paham.
Aku dan Pak Seo tidak berkencan.
Tidak?
Kukira kamu dan Hyun Do
lebih dekat daripada sekadar rekan kerja.
Memang benar kami pernah saling tertarik.
Tapi tidak lagi.
Dia hanya atasanku.
Begitu rupanya.
Mari berhenti membicarakan orang lain dan minum saja.
Aku akan menemanimu malam ini.
Aku baik-baik saja.
Kamu mabuk. Aku akan mengantarmu ke tempat tujuanmu.
Tidak. Aku bisa pergi sendiri.
Hati-hati di jalan.
Jung Yoon Jae.
Tidakkah sikapmu berlebihan karena putus dengan Dal Soon?
Kamu seharusnya tahu dia hanya penghalang masa depanmu.
Apa Jeong Ok tidak datang hari ini?
Ibu, kenapa di luar sini?
Ibu menunggu Jeong Ok?
Ibu penasaran apa terjadi sesuatu.
Jeong Ok, kenapa kamu lama sekali datang kemari?
Kenapa kalian di luar sini?
Kamu lama sekali datang kemari,
Ibu menjadi khawatir dan keluar untuk menunggu.
Kalian mempersulit diri sendiri.
Mari kita bicara di dalam.
Baiklah, ayo.
Di mana yang lain?
Paman Gye Ryong dan Bibi Choo Ja di restoran.
Restorannya belum tutup.
Benarkah? Aku berharap bisa menyapa mereka juga.
Apa? Menyapa mereka?
Kamu ingin bertemu Gye Ryong dan Choo Ja?
Tidak masalah. Ibu dan ayahku tahu tentang kalian.
Kamu senang kini telah kembali bersama mereka?
Mereka bersikap baik kepadamu seperti sebelumnya?
Tentu saja.
Mereka sudah memaafkanku, jadi, jangan mengkhawatirkanku.
Nenek bisa santai pergi ke Amerika bersama Dal Soon.
Kami tidak bisa pergi sampai sakit kepalanya hilang.
Sakit kepalanya tidak begitu parah. Kalian bisa pergi kapan saja.
Begitu tanggalnya ditetapkan.
Kudengar kamu putus dengan Jung Yoon Jae.
Bagaimana kamu tahu?
Benar, bukan? apa kubilang?
Sudah kubilang kalian tidak akan pernah menikah.
Kamu yatim piatu tidak berpendidikan sedangkan dia seorang dokter
dari keluarga kaya. Kamu pikir akan berhasil?
Semua orang sudah tahu hasilnya.
Bukan hanya keluarganya yang keberatan.
Nenek juga tidak menyetujuinya.
Apa?
Kita harus merasa nyaman di dekat satu sama lain.
Latar belakang bukanlah segalanya.
Nenek tidak suka ibu dokter itu
dan nenek tidak mau Dal Soon tinggal dengan keluarga itu.
Tentu. Ibu pelayan berhak tidak menyetujui putra majikannya.
Kamu akan menginap di sini?
Kenapa aku harus menginap di sini jika sudah punya tempat tidur?
Ini sudah larut malam. - Aku akan pergi sebentar lagi.
Kuluangkan waktuku yang sibuk karena Nenek memohon.
Semuanya baik-baik saja. Nenek senang bisa bertemu denganmu.
Sungguh melegakan dan semuanya baik-baik saja.
Kenapa Boon Yi selalu pulang bekerja lebih awal?
Dia bilang punya alasan.
Alasan apa?
Datanglah lagi.
Datanglah lebih cepat lain kali dan makan malamlah dengan kami.
Boon Yi, siapa itu?
Tunggu.
Dia gadis yang datang kemari pada saat rentenir datang.
Aku akan menjelaskan siapa dia.
Halo, Paman Gye Ryong, Bibi Choo Ja. Aku Jeong Ok.
Apa? Jeong Ok?
Astaga. Kamu sungguh Jeong Ok?
Apa yang terjadi? Kamu sudah menemukan dia,
tapi tidak memberi tahu kami sampai sekarang?
Kami tidak bisa memberi tahu karena keadaan tidak mendukung.
Maaf tidak memberi tahu kalian lebih cepat.
Boon Yi, tega sekali kamu.
Apa pun keadaannya,
kamu tahu betapa kami mengkhawatirkan dia.
Saat kamu meminjam uang dari rentenir untuk mencarinya,
kami semua menderita karenanya.
Maaf, Bibi. Kami tidak berniat menyembunyikannya dari kalian.
Dal Soon, aku juga kesal denganmu.
Kamu yang seharusnya memberi tahu kami lebih dahulu.
Aku meminta mereka tidak memberi tahu siapa pun.
Agar tidak diganggu.
Apa? - Apa?
Sebuah keluarga kaya mengadopsiku.
Aku tidak ingin masa laluku berdampak negatif bagiku.
Tunggu, apa maksudmu?
Sampai jumpa, Nenek.
Baiklah. - Sampai jumpa.
Astaga. Dia sungguh Jeong Ok.
Dia masih seperti dahulu dan tidak berubah sedikit pun.
Orang tidak mudah berubah.
Sangat jelas kenapa
kalian tidak bisa beri tahukan kami apa yang terjadi.
Sulit dipercaya.
Boon Yi.
Ini terlambat, tapi selamat telah menemukan Jeong Ok.
Tapi aku tidak terlalu senang.
Di mana dia tinggal sekarang?
Di Seoul, bukan? Jika dia orang kaya.
Kalian mungkin akan sangat terkejut.
Jeong Ok tinggal bersama
orang yang memiliki dan mengelola Sepatu Songin.
Sepatu Songin?
Sepatu Songin tempat putraku, Hyun Do, bekerja?
Benar. CEO Songin dan istrinya mengadopsi Jeong Ok.
Kebetulan macam apa ini?
Semua orang di Sepatu Songin.
Aku dan Jeong Ok bekerja di tim yang sama.
Dengan
putraku, Hyun Do?
Ya.
Astaga. Kalau begitu,
ini takdir atau hanya kebetulan?
Firasatku mengatakan
semua ini takdir.
Takdir?
Apa yang ingin kamu katakan?
Yeon Hwa.
Ini mungkin membuatmu sedih,
tapi aku ingin menyudahi urusan tentang Eun Sol.
Kita sebaiknya mendaftarkan kematiannya
serta mengalokasikan saham dan warisannya
yang kutangani.
Ya, sebaiknya begitu.
No comments yet. Be the first to leave one.