نخستین 200 خط.
Diterjemahkan oleh : Jonatan Sijabat Lampung, Desember 2017.
Teman-teman! Tunggu aku!
Mereka datang memeriksa apartemennya.
Bereskan kamarmu.
- Halo! - Selamat sore. - Silahkan masuk.
Akan segera aku pasang keset kakinya.
Astaga, tidak perlu.
Daerah di sini bagus.
Lingkungan sekitarnya baik.
Akan segera dibangun stasiun kereta bawah tanah, dan Mal didekatnya.
Belum lama ini, gereja dibangun di sana.
Sebuah gereja bagus.
Bagaimana dengan para tetangga?
Mereka tenang.
Mengapa kau jual apartemennya?
Kami bercerai.
Oh... maafkan aku.
Tak apa.
Di sana apa?
Ini kamar mandi.
Mhm.
Dan toilet di sana.
Disebelah sini?
Tempat tidur.
Berapa meter persegi?
18.
Ini?
Ruang tamu.
Berapa meter persegi luasnya ini?
25.
25?
25.
Apa lagi?
Di sini kamar anak-anak.
Ya.
Bilang "Halo" pada tamu kita!
Halo.
Umurnya 12 tapi sangat galak.
Kau punya pria sejati di sini, apa yang kau mau.
Pria sejati... Dia menangis tandanya dapat masalah.
- Nah, Mam... - Jangan "Nah" padaku, berapa kali harus kubilang!
Bisa ingatkan aku berapa meter persegi totalnya?
- 85,4. - Benar.
Aku tahu.
Hai.
Istirahat?
Apa pedulimu?
Hanya.
Jadi? Mereka datang?
Mereka bilang akan mempertimbangkannya.
Aku mengerti.
Dan bagaimana denganmu?
Sudah kau pikirkan?
Apanya?
Apa maksudmu? Kaulah ibunya.
Aku lelah denganmu...
Dia sangat membutuhkan seorang Ibu.
Diumur sekarang dia lebih butuh ayah.
Disamping itu, mengenal ayah seperti apa dirimu...
Dia senang perkemahan anak-anak, juga senang disekolah asrama. Mirip sekali.
Dia ingin jadi tentara nantinya jadi biasakanlah.
Apa yang kau mau?
Kau ingin cara yang normal?
Kau pukul dan lari, mengacau di sana-sini dan aku yang bereskan kekacauannya, kan?
Tidak, tidak akan begitu.
Aku akan pindah juga.
Sama rata?
Apa kau paham kalau mereka akan menangkap kita?
Siapa yang akan menangkapmu? Kau sendiri bisa menangkap siapa pun.
Juvenals.
Penggiat sosial, aku tak tahu, para psikologis anak...
Pegawai pemerintah!
Lalu merawat dia, jangan siksa dirimu.
Kau akan dapat masalah, kaulah ibunya!
Kau putuskan untuk peduli padaku?
Oh, terimakasih.
Juvenals...
Juvenals akan sangat bahagia.
Seperti menyelamatkan yang baru lahir dari kebakaran.
Rumah hangus, keluarga hangus, dan bayi diselamatkan.
Aksi heroik ombudsman.
Mungkin kita harus bicara pada ibumu lagi?
Bicara sendiri di spiritual seance.
Aku sudah bicara sendiri, Aku tidak mau lagi, terimakasih.
Dan "Si Janggut" akan mengetahuinya...
Oh, aku paham sekarang.
Tololnya aku berfikir kalau kau peduli pada anak itu.
Bagaimana lucunya jika kau dipecat dari pekerjaan berhargamu itu, hah?
Sewajarnya, karena mengirim puteranya sendiri ke panti asuhan!
Itu sangat tidak kristiani, tidak ortodoks, kan? "Si Janggut" tidak akan setuju, kan?
Bagaimana sikapmu bila aku menertawakanmu...
Cukup!
Lihat betapa rapuhnya dia.
Apa?
Apa yang kau lihat?
Berhenti menggertakkan gigimu.
Kau membuatku geram.
Bajingan.
Jadi kapan kita beritahu dia?
"Kita"?
Apa maksudmu "Kita"?
Kau yang akan bilang!
Ya, kau bisa bilang kapan pun kau mau, kau boleh bangunkan sekarang dan bilang!
Silahkan.
Bajingan.
Sudah cukup, jangan bicara hal itu lagi padaku.
Tidak perlu bicara padaku! Aku tidak tahan lagi.
Pergilah, berapa lama lagi kau bisa menunggu!
Jika kau begitu rakus, aku bisa upah tukang sampah untukmu!
Supaya mereka mengangkut sampahmu.
Pergilah! Tunggu apa lagi? Ini sudah sangat lama!
Aku punya hak yang sama sepertimu!
Ya, benar! Kau akan dapat apa yang kau mau!
Keparat.
Sampah.
Aku tidak lapar lagi.
Habiskan. Kenapa aku mesti membuangnya?
Aku tidak lapar lagi.
Minum cokelatmu.
Kenapa kau sangat loyo? Apa kau sakit?
Aku tidak sakit.
Baiklah, letakan saja di situ.
Dan mana "Terimakasihnya"?
Terimakasih.
[Suara dari radio berbicara tentang politik
Perhatikan jalanmu,
goblok.
Permisi.
Tolong, lantai 5.
Terimakasih.
Hai.
Hai.
Halo.
Hai.
Hai.
- Selamat menikmati. - Terimakasih.
215 rubel.
Hei, seandainya status keluarga karyawan perusahaan berubah,
Akankah mereka mengetahuinya?
Cepat atau lambat.
Selama team-building atau pesta perusahaan.
Karena masing-masing harus bersama keluarga, anak-anaknya.
Kenapa kau menanyakan itu?
Penasaran saja.
Selama aku bekerja di sini, belum pernah kulihat ada yang bercerai.
Itu karena kebijakan korporat.
Kau tahu sendiri.
Orang bercerai disebabkan alasan wajar.
Kematian dan sebagainya.
Jadi maksudmu tak seorang pun pernah bercerai?
Pesta perusahaan di tahun baru kemarin.
Seorang IT (Information Technology)
membawa istri palsu
- bersama dua anak. - Tidak mungkin.
Karena dia sudah bercerai dengan istri sahnya.
Begitulah cara dia mengatasi situasi tersebut.
Dari mana dia dapat istri gadungan.
Aku tak tahu.
Mungkin disewa.
Kelihatannya sampai sekarang tak seorang pun tahu ini.
Dia masih bekerja di sini.
Mungkin dia sudah menikah lagi.
Aku mengerti.
Jadi, jika bercerai dan segera menikah, kau tidak akan ketahuan?
Jika keluarga kalian bukan teman akrab.
Keluargaku tidak.
Lantas, siapa peduli.
Benar.
Dan dari mana kau tahu tentang pria IT ini?
Nah, pertama-tama,
Dia bukan seorang IT.
Aku sengaja bilang begitu.
Dia dari departemen yang berbeda,
Jangan tanya dari mana.
Yang kedua,
Aku mengetahuinya dari sumber.
Nah, kau paham itu.
Ngomong-omong, aku sudah lama tidak bicara padanya,
Tidak ada waktu kosong.
Sekedar.
Bilang "Halo" satu sama lain, kadang dari kejauhan.
Kau tidak akan beritahu siapa pun, kan?
Persis saat mengaku dosa, jangan cemas.
Menurutmu, apakah dunia ini akan berakhir?
Pasti.
Maukah kau memberiku bahan kerja?
Punya sesuatu?
Tuhan bilang kita mesti berbagi.
Mungkin akan kubawakan sesuatu sore nanti.
Ini harus sama untung, jangan cemas.
Dia begitu gelisah.
Bagus, biarkan dia gelisah.
Pria malang, dia sedang menderita,.
Bagus. Mereka ahlinya mengacau, Mau dibersihkan?
Menurutmu dia khawatir dengan anaknya? Tentu saja.
Pinjamannya banyak di bank, dia takut dipecat.
Kau tahu, bosnya begitu ortodoks sampai ketulang.
Fundamentalis?
Berjanggut lebat sembari mengenakan setelan Brioni.
Pria glamor?
No comments yet. Be the first to leave one.