نخستین 200 خط.
"Episode 1"
Pegunungan Alpen Selatan sangat indah pada saat ini.
Anggurnya pun sangat nikmat.
Pastikan kalian menikmati segelas saat berada di sana.
Permisi.
Permisi, Pak Tampan.
Permisi, Pak. Anda mau ke mana?
Aku harus makan.
Aku hampir selesai menjelaskan.
Pergilah setelah itu.
Kamu mau ke mana?
- Apa? Aku lapar. - Kemarilah.
Selain itu, garam dan madu di sini sangat terkenal,
jadi, Anda harus membelinya untuk oleh-oleh.
Membeli sebotol anggur juga ide yang bagus.
Hanya ini perlengkapan mandi yang diizinkan dibawa ke pesawat.
- Kalian sudah tahu, bukan? - Ya.
Nyonya, apa ini?
Anda tidak bisa keramas di pesawat.
- Tinggalkan di sini. - Aku butuh botol besar.
Meski begitu, kita tidak bisa keramas di pesawat.
Ini juga.
Aku tidak bisa makan tanpa kimchi.
Itu akan diambil saat Anda masuk.
Atau simpan di bagasi terdaftar.
- Tidak akan ada masalah. - Tidak.
- Kumohon, Anda tidak bisa. - Astaga.
- Astaga. - Tidak.
Astaga, bagaimana sekarang?
Mari kubantu, Nyonya.
- Akan kutekan sekali lagi. - Tutuplah.
Lagi.
Tolong cek apalah koper Anda sudah ditempeli stiker.
- Kami berangkat sekarang! - Sampai jumpa lagi.
- Semoga tiba dengan selamat. - Terima kasih.
Semoga tiba dengan selamat. Hati-hati.
- Akhirnya kita berangkat. - Astaga, akhirnya.
Semoga tiba dengan selamat.
- Semoga tiba dengan selamat. - Akhirnya kita berangkat.
Selamat jalan. Semuanya.
- Ini sangat menyenangkan. - Aku senang sekali.
- Cuacanya menyenangkan. - Ayo bersenang-senang.
Bawaanku tidak banyak.
Halo, ini Jung Hae Ra dari departemen bisnis.
Ya, Pak.
Anda menghubungi kami tadi siang, bukan?
Kastel tua yang telah direnovasi menjadi hotel itu
berjarak dua jam dari stasiun pusat.
Ada desa yang tenang di dekat kastel itu.
Pasar Natal akan segera diadakan di alun-alunnya.
Walau ada beberapa perbaikan,
kastel itu tetap sama seperti 400 tahun lalu.
Seorang kesatria tinggal di sana pada abad pertengahan.
Rumornya pria dari Hong Kong atau negara Asia lainnya
menjadi pemilik kastel itu.
Tapi dia hampir tidak pernah datang ke sana.
Entahlah.
Pasti dia sangat kaya sampai bisa mengurus kastel.
Ya, ada yang mengatakan dia seorang mafia Asia
dan bermata satu. Banyak rumor tentangnya.
Tapi tidak seorang pun pernah melihatnya.
"Soo Ho, semoga kamu bertemu dengan wanita itu di Natal kali ini"
Ada sebuah legenda tentang kastel itu.
Jika kita menemukan tulisan cakar ayam samar
di kamar atap, doa kita akan terkabul.
Saat kita bertemu lagi,
kukira kita akan bersama selamanya.
Mari bertemu di sana saat Natal tiba.
Benar. Anda tidak tertarik dengan tulisan cakar ayam.
Aku akan mencarikan jadwal penerbangannya sekarang.
Penerbangan pekan depan
ada di hari Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat.
Ada juga penerbangan yang transit di Istanbul.
Baiklah, akan kucarikan untuk Anda sekarang.
Mau kupesankan hotel kastel itu juga?
Ya, tolong pesankan.
Akan seru jika si Pemilik dengan rumor itu
bergabung denganku di sana.
Aku akan menunggu kabar darimu.
Aku tidak bisa mati.
Bangunlah!
Pria itu bukan milikmu.
Jika ada kehidupan berikutnya,
tolong lahirlah di tempat yang indah.
Sekarang,
semuanya harus kembali seperti semula.
Sayang, aku lembur lagi malam ini.
Maskapai penerbangan Eropa sedang mogok malam ini,
jadi, aku harus begadang.
Pasti kamu lelah, Hae Ra.
Aku juga masih di Kejaksaan.
Aku baru selesai dan akan segera pulang.
Kirimi aku pesan setelah kamu di rumah.
Sampai besok.
Aku juga sangat merindukanmu.
Siapa itu?
Ini bukan anggur yang tertera di kontrak!
Apa maksudmu?
Kamu sudah membaca kontraknya dengan benar?
Pak, anggur itu berharga 6.500 dolar!
Aku tidak akan meneken dokumen itu.
Hati-hati. Jangan terluka.
Maaf sudah mengganggumu tengah malam begini.
Maaf sudah mengganggu satu-satunya liburanmu di tahun ini.
Apa yang kamu inginkan?
Soo Ho, siapa sebenarnya kamu?
Apa kamu seorang pembunuh?
Semua pesaingmu
dan orang yang mencoba merebut kontrakmu
tewas atau mengalami kecelakaan.
Lorenzo, Joseph, Antonio…
Apa aku membunuh mereka?
Kami juga sudah memeriksa alibimu.
Kurasa kamu dianugerahi sebuah berkat khusus
dari Dewi Fortuna. Maaf anakku sudah tidak sopan.
Dia terjatuh dari tangga di gudang anggur.
Itu belum pernah terjadi.
Aku datang untuk mengatakan, aku ingin meneken dokumen itu.
Apa semua label desainer seperti ini?
Aku tidak bisa memasang label harganya lagi.
Sudah banyak yang memakai peniti untuk label harga.
Mereka melakukannya karena orang-orang sepertimu.
Orang yang memakainya sekali dan menjualnya lagi.
Hei, lihat ini. Ini terlihat baru, bukan?
Labelnya jatuh lagi.
Tempelkan lagi.
Bisakah kamu melakukannya?
- Aku akan meminta persetujuan. - Baiklah.
Hae Ra, teleponmu berbunyi.
Pegang yang erat.
Halo, ini dengan Jung Hae Ra.
Kamu sudah memakai baju yang kukirimkan hari ini?
Kamu tidak menjualnya, bukan?
Kuharap kamu sudah memakainya.
Kamu akan lihat nanti.
Putra sulung Grup Ji Myeong akan datang hari ini.
- Lalu? - Pacarmu akan datang?
Tentu saja.
Aku tidak sabar menemui pacar jaksa kesayanganmu.
Kamu sudah memilih tempat bulan madumu?
Pesanlah dari perusahaanku. Akan kuberikan harga khusus.
Di mana Jung Hae Ra?
Panggil dia sekarang!
Tunggu.
Ada yang bisa kubantu?
Anda Pak Cho Perusahaan Dagang Tae Gon?
Kamu Hae Ra? Berandal!
Hei!
- Astaga. - Apa yang Anda lakukan?
Kamu sengaja menyusahkanku?
Istriku mengecek ponselku setiap hari.
Berani sekali kamu mengirimiku pemesanan spa?
Ini perjalanan Anda dengan wanita lain.
Dan aku tidak mengirimkan pesan sesuai permintaan Anda.
Itu dikirim dari hotelnya di Jepang.
Dasar…
Mulai sekarang, aku akan memakai agen perjalanan lain
untuk perjalanan bisnis perusahaan kami.
Anda tidak mau minta maaf?
Dasar kamu…
Aku akan menyerahkan rekaman kamera CCTV sebagai bukti.
Anda akan kulaporkan atas penganiayaan.
- Marco. - Soo Ho.
Hai.
Aku baru tiba dari perjalanan bisnis ke Roma.
Soo Ho, apa wanita itu akan datang tahun ini?
Dia harus datang. Aku juga harus menyampaikan sesuatu kepadanya.
"Untuk menepati janji di masa kecilnya,
Soo Ho menghidupkan kembali kastel tua ini."
Aku ingin berterima kasih kepadanya.
Marco.
Aku akan ke Korea untuk mencarinya.
Ke Korea?
Tapi mungkin dia tidak mengenaliku.
Kamu baik-baik saja?
Dasar gila. Bisa-bisanya dia…
Kenapa kamu tidak menghentikannya?
Aku sudah mencoba.
Astaga, ini gila. Kamu baik-baik saja?
- Kamu baik-baik saja? - Permisi.
Halo?
Kantor Polisi?
Kami sedang menginvestigasi sebuah kasus
dengan Jaksa Choi. Bisakah Anda datang untuk membantu?
Aku harus melaporkan Pak Cho selagi di sini.
"Divisi Pidana"
Sayang.
Sayang.
Ada apa ini? Kenapa kamu tidak bisa dihubungi hari ini?
Kamu terlibat skandal politik?
Kamu difitnah?
Ayolah, Sayang.
Choi Ji Hoon.
Ya ampun.
Teganya kamu melakukan ini kepadaku?
- Hentikan dia. - Tega sekali.
- Hentikan. - Astaga.
Kembalikan 80.000 dolarku.
Ada apa denganmu?
Sayang. Astaga, apa yang terjadi?
No comments yet. Be the first to leave one.