King the Land

King the Land (킹더랜드)

دانلود زیرنویس Indonesian

فصل 1

هماهنگ با نسخه‌های زیر

King the Land S01E07 1080p NF WEB-DL DDP2 0 H 264-Archie
ناشر Luh_Fil
NF Version

برچسب‌ها

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
تاریخ انتشار: 2023-07-08
تعداد دانلود: 90
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

KING THE LAND

Yu-ri.

Pacarilah pria yang menyukaimu.

Jangan aku.

Baiklah.

Akan kuberi tahu jika aku punya pacar.

Jadi, kau juga harus memberitahuku saat bersenang-senang dengan wanita lain.

Jangan buat aku dengar dari orang lain.

Aku sudah menemukan…

orang yang kusuka.

Ayam goreng!

Lihat aku, lihat baik-baik

Jangan khianati cintaku

Kemari

Ini yang terakhir kali

Buat apa kau tinggalkan aku?

Buat apa kau campakkan aku?

Berhenti bicara dan kemarilah, Ayam

Kemari

Bisa bicara sebentar?

Pak Gu.

Tadi katamu, "Kemarilah, Ayam."

Memang bisa kau habiskan sendiri?

Sebentar. Kenapa kau bisa ada di sini?

Kita bicara sambil makan.

Apa?

Sebentar. Kau mau ke mana?

Kau dilarang masuk.

- Piza - Piza

EPISODE 7

Kenapa tidak bilang bahwa kau rekan kerja Sa-rang?

Maaf, aku tiba-tiba datang,

tetapi coba pikir, apa kalian memberiku waktu untuk bicara?

Jangan marah. Kita semua keluarga.

Kami juga pegawai Grup King.

- Aku staf Fesyen King, Alanga. - Aku Maskapai King.

- Kita adalah keluarga. - Keluarga.

- Hermès. - Hermès.

Kau satu divisi dengan Sa-rang?

Tidak.

Dia…

Ya, kami satu divisi.

Kau pasti kewalahan sekali.

Kudengar ada berandal tak bermasa depan di sana.

Hei!

Itu tidak benar.

Apa yang kalian bicarakan?

Si manajer umum berandal.

Benar, jabatannya manajer umum.

Namanya siapa, ya?

Aku baru ingat. Gu Won.

Anak komisaris, yang masuk karena nepotisme.

Benar, 'kan?

- Kubilang itu tidak benar. - Astaga.

Saking sering disiksa, kau sampai berlinang mendengar namanya.

Tak apa-apa.

Kudengar kerjanya pun hanya main-main.

Padahal main saja kalau mau. Kenapa menyiksa orang?

Orang macam itu selalu ada di mana-mana.

Hei…

Soal itu…

Awalnya…

Awalnya dia memang bersikap begitu,

sedikit sekali, tetapi sekarang sudah tidak.

Sudah tidak, apanya?

Katamu dia sangat tak berperikemanusiaan.

Aku bilang begitu?

Ya, kau sebut dia sampah.

Kapan?

- Kemarin. - Kemarinnya juga.

- Pekan lalu juga. - Kurasa bulan lalu juga.

Begitu, ya?

Omong-omong, kita belum berkenalan.

Siapa namamu?

Teman-teman,

- dia… - Panggil saja Pak No, manajer Sa-rang.

Astaga, ternyata jabatanmu manajer.

Aku juga manajer.

Aku Kang Da-eul dari Alanga.

Mampirlah saat kau ke luar negeri.

- Akan kuberi diskon. - Baik.

Aku Oh Pyeong-hwa.

Dia hampir menjadi purser.

Hubungi aku saat naik pesawat.

Terima kasih.

Jangan berurusan dengan mereka.

Omong-omong, Pak No…

Ada perlu apa ke sini?

Jawabannya sudah jelas.

Pasti karena rasa rindu yang tak terbendung atau semacamnya.

Astaga, hubungan kalian sudah sejauh itu?

Hei.

Makan ini, lalu pergi.

Kenapa? Kami sedang asyik mengobrol.

Kalian mau apa setelah mengusir kami?

Hei, Gang Da-eul!

Kau ingin kuusir?

Hei, separuh rumah ini milikku.

Deposito dan sewa bulanan separuh.

Jangan semena-mena mengusir tamuku.

Jangan sungkan main di sini.

Terima kasih, Pyeong-hwa.

Omong-omong, apa itu?

- Hadiah? - Ini?

Ini obat untukmu.

Kubeli semua sebab tak tahu kau sakit apa.

Untukku?

Kenapa aku harus minum obat?

Kulihat tadi wajahmu pucat. Bukan karena sakit?

Kau lolos, Pak No.

Aku juga setuju.

Setuju, apanya? Apa-apaan kalian?

Memang kami kenapa?

Mungkin dia malu-malu kucing.

Anggap saja kita tak tahu.

Itu tidak benar.

Permisi…

Aku ingin bicara berdua dengannya.

- Luar biasa. - Baiklah.

Silakan bicara berdua.

- Kami akan pergi. - Tentu saja.

- Santai saja. - Selamat berduaan.

Tak perlu buru-buru.

Ayo.

Minum ini.

Ya, terima kasih.

Maaf. Kau pasti pusing.

Tidak juga.

Bisa dikatakan itu menjadi momen berharga yang membuatku sadar

bagaimana pendapatmu terhadapku selama ini.

Berandal,

sampah,

dan tak berperikemanusiaan.

Aku hanya bercanda. Jangan dianggap serius.

Kelakar mereka memang agak keterlaluan.

Tampaknya kalian sangat akrab.

Mereka sudah seperti keluargaku.

Kau punya keluarga yang baik.

Omong-omong, kenapa kau kemari?

Bukan apa-apa. Aku hanya…

khawatir kau ada masalah atau sakit

sebab tadi kulihat wajahmu pucat.

Kendati begitu, masa, kau tinggalkan pacarmu sendiri?

Di hari ulang tahun pula.

Dia bukan pacarku.

- Bukan? - Bukan.

Lalu kenapa memeluknya?

- Apa? - Dia bukan pacarmu,

tapi kenapa kau memeluknya?

Apa dadamu itu terbuka untuk umum?

Sejenis area istirahat umum?

Jangan bilang kau sedang cemburu?

Aku?

Buat apa? Tidak sama sekali.

Tidak apanya?

Rasa cemburu jelas-jelas terpancar di matamu.

Terpancar apa maksudmu?

Dengar…

Aku sama sekali

tidak peduli soal siapa pacarmu.

Baiklah.

Kau sampai memelas kepadaku.

Maka, mulai kini aku berjanji

tidak akan pernah memeluk siapa pun.

Siapa yang memelas?

Baiklah.

Mulai sekarang,

aku akan bersikap lebih tegas agar kau tidak bingung.

Jangan galau karena itu.

Aku tidak galau!

Sungguh?

Baiklah.

Aku anggap begitu.

Apa-apaan?

Ini menjadi hari jadi mereka?

Senangnya.

- Selamat bersenang-senang. - Santai saja.

Mau berkencan?

Sekarang?

Ini sudah larut malam.

Besok pagi bagaimana?

Aku harus bekerja.

Lantas mau kapan?

Waktu yang enak untuk makan atau waktu yang enak untuk minum teh?

Mau minum-minum bersama juga boleh.

Beri tahu saja kapan waktu yang enak.

Nanti kupertimbangkan.

Kenapa dipertimbangkan?

Tak bisa mengikuti kata hati saja?

Aku harus melihat jadwalku.

Kini waktunya kau pulang.

Secepat ini?

Kita berkeliling beberapa putaran lagi.

Aku bersedia meluangkan waktu berhargaku.

Aku menolak waktu berhargamu itu.

Lekas pergi.

Berhenti mengusirku.

Aku akan pergi sendiri jika sudah waktunya.

Sekarang adalah waktunya.

Baiklah.

More Indonesian subtitles for King the Land

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left