نخستین 200 خط.
Sebelumnya dalam Being Human...
Kami sedang berkencan.
Jadi kau memutuskan
lebih baik mati setiap hari daripada berkencan denganku.
Semakin lama hantu berkeliaran, mereka akan menjadi semakin gila.
Kau membunuh mereka semua!
Aku tak melakukan apa-apa. Itu ulahnya!
Sally! Malaikat Maut itu tak ada.
Apa kau tak mengerti, Sally?
Kau adalah aku.
Kau sendiri yang membunuh mereka semua.
- Sally! - Jangan!
Garam mengikat arwah pada rumah.
Teman-teman, keluarkan aku.
Kataku keluarkan aku dari sini!
Kita semua suka berpikir bahwa kita kuat
dan mampu menyelesaikan permasalahan kita sendiri.
Sally! Sally!
- Sally! - Ya, tidak menolong.
Apa persamaan non-jasmaniah
dari air dingin di wajah?
Entahlah. Ia sudah mati.
Kau sudah hidup 500 tahun
dan belum pernah berurusan dengan hantu yang lemas?
Aku tak setua itu!
Dengar. Aku vampir.
Aku bukan pembisik hantu.
Aku belum pernah melihat hal semacam ini.
Kita berkata pada diri sendiri: "Aku mampu melakukan ini."
"Aku akan menaklukkan jalan yang sulit ini
dan muncul lebih percaya diri. Diriku yang lebih berhasil."
Menurutmu dimana dia sekarang?
Terkadang kau benar.
Terkadang yang dibutuhkan hanya fokus, arah
dan kehendakmu sendiri untuk melewatinya.
Tidak, Bu. Aku sungguh tak mau tahu detailnya. Terima kasih.
Tapi untuk menyelesaikan masalah
kau harus tahu lebih dulu bahwa masalah itu ada.
Dan terkadang
rintangan paling menantang bukanlah keadaan
kekuatan dari luar, atau orang lain
tapi dirimu sendiri.
Dan pada akhirnya
sebagian besar dari kita tak kuat untuk menghadapinya.
Aku mencium bau daging asap.
Mengakui bahwa kita tak sempurna.
Kemudian, kau terjebak.
Telur pedas.
Kesukaanmu.
Kau tak bisa menyelamatkan diri
jika tak tahu bahaya yang sedang kau hadapi.
Sync & corrections by honeybunny Diterjemahkan oleh mifae :)
Bagaimana kita memperbaiki ini?
Aku tak tahu.
Kita akan berdiskusi
atau menyerah saja soal dia?
Bukan itu maksudku.
Aku mengerti. Jika dibutuhkan, lakukan yang harus kau lakukan.
Kita patahkan lehernya, panggil tim pembersih. Apa pendapatmu?
Kita bisa menyeretnya ke hutan, mengikatnya di pohon
menghajarnya habis-habisan, mematahkan lengannya.
- Kita akan bertengkar? - Ya.
Bagus! Aku bisa mengerti sikap bermusuhanmu.
Lagipula, kulit wajahku utuh.
Pasti sulit bicara pada seseorang
yang kulit wajahnya utuh.
Tunggu! Apa yang kita lakukan?
Entahlah. Aku hanya...
Aku sangat mudah tersinggung saat ini.
- Ini malam bulan purnama. - Ya.
Itu bukan satu-satunya alasan kekesalanku!
Baiklah! Ya, aku tahu.
Sudah lebih dari 24 jam sejak aku terakhir kali menghisap manusia.
Manusia hidup itu lebih buruk atau lebih baik daripada...
Ya, itu kemunduran yang cukup serius.
Kau harus mencari seseorang...
Aku takkan melakukan itu!
Kita butuh bantuan.
Zoey.
Hanya dia penangkap hantu yang terpikirkan olehku
dan Sally baru saja menghancurkan kekasihnya.
Ya, aku juga memikirkan itu.
- Mungkin rahasiakan itu. - Ya.
Saat kau memohon agar ia menyelamatkan Sally
Ya.
hilangkah fakta itu sepenuhnya.
Zoey!
Apa kau baru habis donor darah?
Aku harus bicara padamu tentang Sally.
Sally? Sally yang menghabisi seluruh grup dukungan hantu?
Kurasa tidak.
Apa?
Apa yang mau kau katakan?
Tidak!
Baik, dengarkan aku.
Sally sakit parah
dan kami pikir kau satu-satunya harapan yang dimilikinya.
Tolong dengarkan.
Pemanas air brengsek!
Alasan ke-110 kita harus pindah dari rumah ini.
Aku takkan pernah mengerti kenapa
kau begitu menyukai rumah ini.
Aku hanya...
Aku selalu merasa...
Entahlah. Di sini.
Tapi kita bisa mencari rumah yang jauh lebih bagus.
Inilah yang terjadi, Sally.
Orang jatuh cinta. Cincin muncul.
Mereka memasang pemanas sentral
jika itu berfungsi.
Kita akan mengadakan pesta pertunangan akhir pekan ini.
Semua teman kita akan datang ke sini.
Kita bisa menjadikannya acara dua perayaan.
Melanjutkan hidup.
Pindahan.
Bisa dipikirkan?
Aku tahu aku mengambil resiko mengulangi kegagalan dengan Nora
tapi apa kau bisa menyalahkanku?
Julia mewakili segalanya
yang kukira takkan kumiliki.
Jujur saja... Bisakah kita jujur di sini?
Ia jauh lebih seksi dari saat aku meninggalkannya.
Kita kembali? Apa kau menemukannya?
Syukurlah!
Zoey, selamat datang.
Baiklah.
Ceritakan dari awal.
Baiklah. Kami pulang
dan Sally tampak berbeda
seperti dirasuki makhluk lain.
Kemudian, ia bersikap
seperti makhluk neraka pada kami dan...
Kurasa ucapanku ini tak berlebihan.
Ia coba membunuh kami
seperti yang akan dilakukan jika kau makhluk neraka.
Benar, jadi kami memecahnya memakai besi perapian
dan ia muncul di sini di tempatnya meninggal
dan di sinilah kami.
Dasar bodoh.
Apa?
Bukan kau.
Kau juga, tapi lebih tepatnya aku.
Aku seharusnya sudah menduga ini.
Pertama kali Sally menyebut tentang Malaikat Maut...
Malaikat Maut apa? Apa aku melewatkan sesuatu?
Ya, Sally berpikir ada Malaikat Maut yang dikirimkan untuk membunuhnya
saat ia melewatkan pintunya
lalu Malaikat Maut itu menawarinya pekerjaan.
Itu satu hal.
Sosok bayangan dari pintu dalam mimpinya?
Ya, kurasa Malaikat Maut itu perubahan dirinya.
Semua yang diyakininya.
Menyeimbangkan semesta, penghakiman.
Menurutnya ia merusak keseimbangan
saat melewatkan pintunya?
Ia menunggu akibat terburuk.
Kemudian, ia mewujudkannya.
Bagus. Baiklah. Kita balas melawan.
Baik. Bagaimana jika Malaikat Maut ini menang
dan kita tak bisa melepaskan Sally dari semua ini?
Jika Malaikat Maut itu menang, kurasa tak ada yang bisa dilakukan.
Ia menguasai Sally yang kita kenal
dan ketika ia terbangun, ia sudah bukan dirinya.
Tapi kita bisa bicara padanya.
Mungkin ia bisa mendengar kita.
Ia tak bisa mendengarku.
Aku bicara padanya seharian.
Ayolah, Justin. Kau bertemu dengannya di acara Dane Cook.
Ia pasanganmu? Yang benar saja.
Sally, aku di sini.
Baiklah, Aidan.
Aku agak takut di sini.
Sally yang salah, Nak.
Ya, tidak usah.
Selamat tinggal, aneh.
Apa ini bagus?
Ia balas bicara.
Kita menggapainya. Aidan, terus bicara.
Sally, kami ada di sini untukmu.
Bisakah kau mendengar kami?
Tutup.
Apa-apaan ini?
Astaga!
Scott, kau membuatku takut setengah mati!
Tenang!
Tenang.
Ada apa?
Seseorang di dunia maya terus mengirimiku pesan.
Aku menutup obrolan, mematikannya
tapi pesannya kembali terus.
Mungkin hanya virus.
Akan kubawa ke rekan kerjaku.
Jangan khawatir.
Akan kuperbaiki, Sayang.
Apa ia baru saja mengunci kita di dalam?
Yang benar saja.
Kau melihat ini?
Ya, seluruh rumah terkunci rapat.
Ia... Mereka... Mereka mengunci kita di dalam.
Kenapa? Apa salah kita?
No comments yet. Be the first to leave one.