نخستین 200 خط.
Goddess of Marriage
.: Diterjemahkan oleh Baalthazar :.
Episode 34
Ya, aku akan mengurus masalah itu besok.
Tidak, tidak bisa hari ini karena aku sudah ada janji.
Dan aku sudah terlambat.
Kalau begitu sampai besok.
Ji Hye.
Ji Hye?
Tae Wook.
Maaf aku terlambat.
Tidak apa-apa. Duduklah.
Tidak usah. Kita pergi saja?
Apa kau lapar?
Tidak, kenapa?
Baiklah, ayo kita pergi.
Kau kelihatan sangat lelah.
Kau belum minum.
Kau terlihat sangat mengantuk. Bersandarlah di bahuku.
Sebenarnya, tadi di restoran aku sudah tertidur sebentar.
Tae Wook, kurasa aku sudah gila.
Malam hari, aku tidak mengantuk, tapi di tempat yang tidak semestinya, aku sangat mengantuk.
Aku harus bagaimana?
Kau bisa apa? Tidur saat kau mengantuk. Tidak tidur saat tidak mengantuk.
Santai saja.
Berhenti mencoba. Tunggu.
Setidaknya tidurlah sebentar. Hmm?
Apa pekerjaanmu sudah selesai?
Ya.
Kau belum mengantuk?
Aku akan tidur sekarang.
Daripada tidur, kita jalan-jalan?
Bagaimana menurutmu saat pertama kali melihatku?
Sudah kukatakan. Tidak ada yang istimewa.
Sekarang aku bertanya lagi.
Bagaimana aku?
Aku juga begitu. Dengan sombong,
aku berkata wanita itu merasa dia hebat.
Bagi kita berdua, kesan pertama tidak ada yang istimewa.
Namun kemudian, aku tergila-gila padamu.
Kupikir kau sedang mencari mangsa.
Kau sombong dan sepertinya ingin menaklukan wanita dan sangat kompetitif.
Aku tidak menganggapmu hebat.
Meski demikian, mengapa kau terus menemuiku?
Oh... meski aku berkata demikian,
Kurasa aku tertarik padamu.
Kau punya karisma, kompeten, jujur dan setia.
Dan kurasa itu semua yang kusuka.
Apa kau sedang memujiku?
Bukan pujian,
itu adalah kelebihan alamimu.
Mungkin tidak secara langsung tapi perlahan-lahan aku menyadarinya.
Kalau begitu pernikahan kita
tidak buruk juga.
Ya benar.
Aku juga banyak belajar mengenai kehidupan.
Tapi mengapa tiba-tiba kau berkata seperti itu?
Apa maksudmu?
Bahwa pernikahan kita tidak buruk juga.
Tae Wook.
Apa aku mengatakan hal yang salah lagi?
Apa aku memberikan kesan yang salah? Meski demikian, kau tahu aku berusaha.
Kau harus sabar, benar kan?
Apa pikiranmu sedang kacau?
Ya, tentu saja.
Maka kau akan bisa tidur.
Beberapa orang mudah tidur saat mereka sedang banyak pikiran.
Jadi sekarang aku berusaha yang terbaik memperumit pikiranmu.
Setidaknya lebih baik daripada menghitung domba. Satu domba, dua domba, tiga domba.
Sangat kekanak-kanakan. Meski demikian, kau adalah mantan penulis.
Jika kau menikah, kehidupan seperti apa yang kau inginkan?
Sudah kukatakan dulu sekali.
Aku hanya ingin hidup dengan damai.
Bersama suamiku dan bekerja.
Siapa yang pulang dari kerja lebih dulu, menghangatkan makanan dan
sambil makan, kita menceritakan kegiatan kita masing-masing.
Maka akan sempurna jika keesokan hari masing-masing berpisah
untuk berangkat kerja dan tertidur bersama di malam hari.
Dan akan menyenangkan jika hidup seperti itu selama 365 hari setahun.
Lalu saat kita mempunyai anak, memandikannya bersama dan mengganti popoknya
dan saat anak kita terbangun tengah malam, aku akan menendang suamiku. Bam!
Bangun dan urus anak kita! Seperti itu.
Kau akan menendang pantatku dengan kakimu?
Ya. Aku tidak suka terbangun tengah malam.
Karena aku tidak akan bisa menulis naskahku keesokan harinya.
Sepertinya menyenangkan. Saat kita bertiga tertidur di kamar yang dingin,
perasaan ditendang di pantat olehmu.
Sungguh, kau menganggap semua hal menyenangkan.
Tapi,
kenapa kau tidak bisa tidur?
Beritahu aku.
Katakan. Meskipun anak kita menangis, cukup untuk menendang suamimu dan membangunkannya.
Wanita yang sangat menyukai tidur,
kenapa sekarang ini tidak bisa tidur?
Itu...
Sejujurnya, aku tidak tahu.
Aku tidak tahu mengapa.
Apa mungkin karena aku tertidur di restoran?
Maafkan aku Tae Wook.
Aku juga tidak tahu kenapa aku begini.
.: Diterjemahkan oleh Baalthazar :.
Jaksa, apa yang anda lakukan pagi-pagi begini?
Ya, pagi yang cerah.
Kim Seong Jo,
dia dan aku kawan bermain golf.
Dia dan aku sering bermain golf
di halaman depan rumahku.
Dia sangat tidak sabar
sehingga dia memukul dengan emosi dan meleset.
Dengan cekatan dia memindahkan bolanya,
dan banyak kali, aku berpura-pura tidak melihatnya.
Apa kau tahu kenapa aku berpaling?
Aku tidak tahu.
Karena akan merusak suasana permainan?
Bukan.
Atau mungkin, sebagai sekutu?
Tidak.
Aku punya banyak teman hukum yang posisinya di atas Kim Seong Jo.
Ada Kepala Park dan Kepala Ahn.
Menteri Kim juga, mereka semua temanku.
Meski demikan, alasanku secara khusus berhubungan dengan Kim Seong Jo
adalah karena dia memindah bolanya, aku sangat tertarik akan hal itu.
Dia menjadi hakim,
bahkan di luar wewenang resmi, dia diperkenalkan hingga ke lingkaran hukum kelas atas.
Dan juga, dia hidup dengan baik.
Karena dia dari keluarga baik-baik.
Orang yang memindahkan bola golfnya dan
mempertaruhkan hidupnya, dan melakukannya dengan hati-hati
sangat menyenangkan dan menarik.
Ibu Yoo Jin
orang-orang adalah binatang
yang sangat menyenangkan dan menarik.
Itu adalah pembelajaran sebuah spesies yang tiada akhirnya.
Mungkin
Kim Seong Jo akan memberi kesempatan mengenai surat perintah.
Maka kita akan bisa mengulur waktu.
Orang gila.
Apa dia sinting?
Buktinya sudah jelas,
bagaimana dia bisa menolak mengeluarkan surat perintah?!
Temukan bukti lainnya, cepat.
Bagaimana dengan Wakil Presdir Kim?
Apa yang kita dapat darinya?
Tokoh utamanya adalah Jang Gyung Min! Jang Gyung Min!
Temukan Jang Gyung Min dengan cara apapun!
Mengerti.
Permisi, ada orang di sini?
Besan.
Halo.
Pintu depan anda terbuka.
Ah, ya.
Masuklah.
Ah, rumah anda menyenangkan.
Apa maksud anda menyenangkan?
Ini rumah kecil jelek di Gangbuk.
Maaf?
Apa salahnya rumah kecil?
Tidak apa-apa selama orang bisa hidup di dalamnya.
Begitukah?
Begini...
Oh, anda pasti sedang menyetrika pakaian menantu Kim.
Ya.
Jadi bisa kubawa saat mengunjunginya kali ini.
Anda pasti sangat khawatir.
Dalam situasi ini, apa yang bisa kukatakan untuk membantu.
Makanya, dia harus berhenti bekerja di sana,
dan bekerja untuk perusahaan ayah Se Kyung, semuanya akan baik-baik saja.
Sudah kukatakan berkali-kali, dia tidak mau mendengar dan tetap keras kepala,
dan sekarang apa yang terjadi?
Bukankah ada pepatah yang mengatakan, jika kau mendengarkan orangtuamu dengan baik,
bahkan saat kau tidur kue beras akan muncul?
Tapi kenapa menantu Kim tidak mau mendengar orang tuanya?
Karena tingkah laku menantu Kim menyulitkan,
maka saat ini terjadi, aku berkata jauh lebih baik, dakwa dia.
Apa?
Besan, maksudku, Ibu Se Kyung,
Oh, anda terlalu sensitif.
Meski demikian, bagaimana anda bisa berkata jauh lebih baik?
Dakwa dia?
Tentu saja, putra anda di sana seperti itu
bisa dipahami anda sensitif.
Besan, itu... aku hanya bercanda.
Jangan salah paham.
Bagaimana aku tidak marah?
Putra anda ditangkap begini,
bagiku, masalah putriku juga.
Kami mencoba segala cara menggunakan pengaruh kami, tapi
kasus ini sangat sensitif.
Dan juga,
Se Kyung, gadis itu, menangis tanpa henti,
sulit bagiku di rumah karena aku tidak mampu menahannya.
Dan juga, di depan kantor polisi, kurasa aku telah
membuat kesalahan pada anda.
Maka aku datang kemari.
- Kenapa Se Kyung menangis? - Apa anda bertanya karena anda tidak tahu?
Menantu Kim bermasalah seperti ini, maka dia menangis. Kenapa lagi dia menangis?
Apa anda tahu apa yang dikatakannya saat Se Kyung mengunjunginya?
Dia menyuruhnya jangan datang mengunjunginya lagi.
Hyun Woo begitu?
Apa itu pantas dikatakan pada wanita yang datang mengunjunginya?
No comments yet. Be the first to leave one.