نخستین 200 خط.
Eh Ayah. - Hm?
Musim panas tahun depan, kita nyalakan di Oshima ya.
Tentu.
Tahun depan Ayah sudah sembuh kan?
Ya.
Sebenarnya, Kapan Ayah
akan sembuh?
Asalkan Miu menjadi gadis yang baik, Ayahmu pasti akan segera sembuh.
Benar kan, Kei-san?
Ah, kabur.
Eh Kotaro, Bagaimana caranya menjadi anak yang baik?
Jadi anak yang baik? - Bagaimana pun juga,
Miu harus jadi anak yang baik. - Anak yang baik itu
anak yang berbakti kepada orang tua.
Sungguh? - Selalu memberi salam,
Mengerjakan yang mereka perintahkan,
membantu pekerjaan rumah, dan selalu mengerjakan PR.
Memberi salam, Menurut, Membantu di rumah, dan mengerjakan PR?
Tapi kalau aku sih, tidak akan bisa jadi anak baik seperti itu.
Aku sendiri kurang mengerti sih.
Bye bye.
Polosnya ~.
Aku pulang!
Selamat datang. Cuci tanganmu dan bantu mempersiapkan sarapan.
Baik! Laksanakan!
Kau bersemangat sekali hari ini.
Apa ada hal yang membuatmu senang saat senam tadi?
Ayah, apa ini?
Itu...
Kartu nama dokter Ayah.
Orang yang mengobati penyakit Ayah agar cepat sembuh?
Yup.
Sudah ah, saatnya sarapan.
Met makan.
Met makan!
Ayah, kau tidak merokok lagi kan?
Tidak. - Obatnya di minum kan?
Di minum. - Bagus
Lebih penting dari itu, Miu
Apa PR Musim panasmu sudah beres?
Akan kukerjakan setelah sarapan.
Sungguh?
Luar biasa.
Ah, Dingin. Dingin. Mune-san!
Mune-san, Mune-san, Mune-san.
Kalau pakai mesh T-shirt* dan pelembab ini,
Aku siap menghadapi Musim panas!
Baguslah. - Ya!
Pagi. - Pagi.
Hei Akio. - Ya?
Masih bodoh saja? - aku tidak bodoh.
Bisakah kau berhenti memanggilku bodoh dan memberi salam seperti biasa saja?
Kita lihat. Hari ini...
Membereskan scantling…
Pagi.
Selamat pagi. - Selamat pagi.
Kei-san,
Aku sudah memberitahu kemarin, tapi kukatakan sekali lagi untuk memastikan,
Hari ini kita akan membereskan scantling
dan sorenya menyortir barang kiriman.
Bahan2 pewarna akan tiba nanti siang,
kita kerjakan kedua sisi porosnya dan kita selesai.
Baik. - Kalau Sacho sudah mengtakannya
kau tidak perlu lagi mengulangnya. Kei tidak akan lupa.
Bukan begitu Kei-san? - Ya.
Aku duluan. - Ya, Selamat bekerja.
Kei-san,
Sacho. - Hm? Ada apa Mune-san?
Jangan pura2 bodoh.
Apanya?
Aku bukan seseorang yang tidak bisa kalian minta bantuan.
Apa maksudmu? - Jangan pura2 bodoh!
Ada apa, pagi2 begini sudah ribut?
Aku sudah bekerja di sini selama 20 tahun.
Sacho dan Kei-san juga,
Tadinya aku berpikir kalau aku orang yang bisa kalian ajak bicara
Seberat apapun situasinya, kita mengahadapinya bersama2
layaknya pejuang di medan tempur.
Tapi apa ini, kalian tidak mengatakan apapun padaku?, kenapa?!
Kau salah paham Mune-san - , Apanya yang salah paham,
Terserahlah!
Mune-san, maaf! - Tidak, ini salahku.
Biar aku saja Kei-san tidak perlu bilanga apa2.
Timingnya kurang... - Tidak, Biar
Aku saja yang menjelaskannya.
Mune-san, Sebenarnya...
Kau tidak perlu bilang. Aku sudah tahu.
Kau pikir aku ini siapa?
Kei-san,
Kau terlilit hutang kan? - Eh?
Alasan kau selalu melihat buku itu
karena kau kuatir mengenai waktu jatuh tempo kan?
Eh ... Mune-san... - Apa kau berpikir untuk
pindah kerja dan mencari tempat yang bayarannya lebih tinggi
Apa membutuhkan uang sampai begitu? - Bukan begitu Mune-san...
Diam dulu, aku sedang mengemukakan pendapatku.
Bantu aku.
Jadi kenapa kau bisa terlilit hutang?
Pachinko?
Balapan?
Aku juga pernah mengalaminya, jadi aku mengerti.
Ini pakailah.
Aku.. tidak terlilit hutang.
Eh?
Sebenarnya
Aku sakit.
Sakit?
Yosh. Hari ini cukup.
Coba kita lihat yang besok?
Karena aku lupa, Jadi aku mencatatnya agar
Aku tidak membebani kalian.
Aku selalu menceknya saat bekerja.
Mhm, mhm, mhm.
Miu-chan juga sudah tahu, tapi
Dia berpikri kalau Kei-san akan sembuh setelah meminum obat,
jadi tolong berhati-hati untuk tidak mengucapkan hal yang tidak seharusnya.
Dan juga, akan lebih baik kalau kita juga merahasiakan ini dari Akio.
Kenapa? - Kau tau dia kan,
dia pasti kelepasan dan menceritakannya pada Miu.
Benar juga.
Dia sedikit, kau tau kan.
Sepertinya terlalu dingin.
Tapi, pasti berat ya Kei-san,
Bekerja, Membesarkan Anak, dan sekarang ditambah itu... Tidak tidak tidak,
Tolong beritahu kalau ada yang bisa kubantu.
Terima kasih. - Em.
Selamat pagi! - Oh Miu-chan
Semangat sekali. - Pagi.
Apa Akane-chan ada? Aku mau minta bantuannya untuk mengecek PR ku.
Sebentar ya.
Miu-chan,
Bantu Ayahmu ya,
jangan menyakitinya,
Jadilah anak yang baik. Mengerti?
Mune-san. - Aku tau.
Oke Miu-chan?-. - Baik!
Anak baik.
Ayo kita bekerja Kei-san.
Ya.
Nanti ya, Miu. - Hati2.
Colok di sini...
Wah menyala.
Permisi.
Anda Kinoshita-san kan?
Takuya-kun.
Terima kasih atas sambutannya saat upacara pernikahanku.
Ah tidak, Aku juga tegang saat itu.
Apa yang membawamu kemari?
Apa Akane ada?
Ayah dan Ibu banyak membantu
saat pemakaman Ibu. - Tidak banyak yang kami lakukan.
Sudah lewat setengah tahun yang lalu ya? - Ya.
Kapan kau berangkat dari Osaka?
Aku baru saja tiba.
Aku membawa Akane. - Hm?
Kenapa?
Sudah kubilang di telepon kan?, "Aku ingin bicara langsung denganmu"
Aku datang ke sini bukan untuk membahasa hal yang lain, melainkan
Hanya mengenai hubungan kami.
Anak ini tidak cerita apapun pada kami
jadi kami tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi...
Aku bilang begini karena sudah membulatkan tekad,
Aku tidak punya keinginan untuk berpisah dari Akane.
Eh?
Aku tidak mau menyembunyikan apapun dari orang tuamu.
Aku tau kau punya sesuatu yang ingin kau katakan.
Jadi apapun yang ingin kau bicarakan, bicaralah.
Apa yang harus di benahi atau
kesalah pahaman yang butuh penjelasan.
Kita sebaiknya pergi.
Ayo Chieko.
Em, tapi... - Sudahlah,
Ini masalah mereka.
... Begitu ...?
Akane,
Bicarakanlah baik2.
Kau juga Takuya, Bicarakanlah.
Eh!? Jadi kau turun
tanpa mendengar apapun?
Jadi ini ya yang namanya perceraian.
Tapi itu artinya Akane jadi single lagi kan?
Akio, karena seenanknya banyak omong seperti itu lah
kau tidak berguna. Bukan begitu Kei-san?
Tapi ini sungguh menarik. Iya kan Kei-san?
Ini sungguh berat.
Oh ya.
Di mataku, tidak ada alasan bagiku untuk menulis namaku di sini.
Aku membutuhkanmu.
Aku baru menyadarinya saat kita hidup terpisah.
Heh.
Soalnya...
Bagaimana kedengarannya?
Aku sudah mengatakan perasaanku.
Karena hari ini ada acara makan malam dengan manajer,
Aku akan datang lagi besok.
Saat itu aku ingin mendengar perasaanmu.
Oh, Sudah pulang lagi? - Hm?
Ada pekerjaan. Aku akan datang lagi besok.
Seperti biasanya kau sibuk ya.
Akane, antar Takuya!
No comments yet. Be the first to leave one.