نخستین 200 خط.
Di mana aku?
Aku mendengar suara-suara aneh.
Apakah kebanggaan menuntun langkahku?
Siapa yang menjaga kaumku?
NOVEMBER 1920 SUATU TEMPAT DI DEKAT VERDUN
Tunggu.
Aku merasakan sesuatu.
Ya Tuhan,
apa yang aku lakukan?
FUTA TOORO, SENEGAL
Ayah!
Pegangi kakinya. Dia bisa terluka jika bergerak.
Sedikit lagi.
Tenang, tenang.
Tidak apa-apa.
Selesai.
Ambilkan kain itu.
Sudah.
Liangnya pasti dekat.
Sapi kita mengganggunya.
Dia waspada.
-Selamat sore. -Sore.
-Tidak terlalu lelah? -Tidak. Terima kasih.
Sudah.
Belum bersih?
-Sekarang? -Belum.
-Sudah bersih. -Belum.
Sudah bersih?
Makanlah.
Kau mau?
-Mau lemon? -Ya.
Mereka menangkap empat pemuda di Mawoundou.
Sudah sepuluh desa yang dirazia.
Jika anak-anak kita lindungi, Prancis akan menangkap kepala desa.
Kita harus menolak.
Ya.
Kita harus bernegosiasi.
Mereka bersenjata. Mustahil.
Jangan biarkan itu terjadi.
Sembunyikan anak-anak kita.
-Tuhan akan membantu kita. -Semoga.
Mau lagi?
Ini.
Thierno!
Ayo.
Prancis datang.
Cepat!
Ayo. Cepat!
Thierno, semoga Tuhan menjagamu.
Aku akan kembali sebelum petang. Ayo.
Bermalamlah dengannya.
Akan kulakukan sebisaku.
Sembunyi sampai Ayah kembali.
Baik.
Berhenti!
Ayo! Cepat!
Lari!
Pergi!
Jangan berhenti!
Lari, Thierno! Lari!
Ayah,
di mana Thierno?
Dia akan kembali.
Lihat aku.
Demi Tuhan, jangan salah paham.
Buka mulut.
Namamu?
Bakary.
Nama belakang?
Die ye.
Eja.
D-I-E-Y-E, Pak.
Usia?
Tiga puluh tahun, Pak.
Sah.
Selamat atas keberanian dan tekadmu untuk melindungi tanah air.
Sudah?
Berdiri!
Cepat.
Thierno.
Ini Ayah.
Kita pergi. Bangun.
Lewat sini.
Ayo!
Jalan!
Cepat!
Jangan katakan aku ayahmu.
Berlutut! Jangan bergerak!
Saudaraku, tolonglah.
Kami butuh lelaki di desa...
Kurung mereka.
Kita akan cari jalan keluar dari sini.
FATHER & SOLDIER
Minggir!
Yang di belakang, bangun!
Lebih cepat!
Bawa barang-barangmu.
Bawa barang-barangmu. Cepat.
Tunggu di sini.
Mau apa kau?
Pergi!
Tunggu di sini.
Aku segera kembali.
Thierno.
Adama.
Kau mengerti bahasa Fula?
Tidak? Dia? Kau mengerti bahasa Fula?
Kau bisa bahasa Fula?
Sedikit?
Kau orang Fula?
Kau mengerti atau tidak?
Aku baru tiba, tapi aku tahu seseorang.
-Benarkah? -Ya, Muhammad.
Dia bekerja di kantin.
-Muhammad? Di kantin? -Ya. Di sana.
Ada yang bisa bahasa Fula?
Apa maumu?
-Kau kenal Muhammad? -Aku kenal beberapa orang.
Kudengar dia membantu sesama orang Fula.
Itu Muhammad Sarr. Tapi dia tidak ada.
Kenapa?
Dia libur hari ini.
Di mana dia?
Di suatu tempat di sini.
Aku orang Fula. Aku tak mengerti bahasa Wolof.
Kau bisa bahasa Prancis?
-Ya. -Bagus.
Kami akan melindungimu.
Dan kau harus membayar kami.
Siapa dia?
Aku tidak kenal.
Bayar.
Serahkan uangmu!
Apa?
Kau mau apa?
Aku mencari Muhammad Sarr. Kau kenal?
Bangun! Tanya dia.
Tunggu di sini.
Prajurit, bangun.
Bangun, Prajurit!
Prajurit!
Sersan.
Angkat dia.
Siapa yang melakukannya?
Prajurit lain.
Bawa dia.
Dudukkan di sana.
Ini.
Siapa?
Makanlah.
Setelah itu kita main. Dia kalah.
Sudah selesai, Prajurit.
Bisa bahasa Prancis?
Di mana kau belajar?
Di sekolah orang kulit putih.
Siapa namamu?
Thierno.
Nama depan atau belakang?
Nama depan.
Mau makan? Aku traktir.
Anggap saja rumah sendiri.
Satu-satunya tempat tanpa pangkat. Kita semua setara.
Kita saudara seperjuangan.
Untuk Letnan!
Kita hidup bersama, makan bersama, bertempur bersama.
Dan kita akan mati bersama.
Alih-alih meninggalkan saudara kita sendiri.
Silakan.
Dia di atas.
Terima kasih.
Yang mana Muhammad?
Aku.
-Apa kabar? -Jangan basa-basi.
Aku lelah.
Aku sedang mencari cara agar tidak dikirim ke lini depan.
Dua orang. Aku dan teman dari desaku.
Aku bisa memberimu pekerjaan di kantin.
Biayanya 300 franc.
-Apa? -Biayanya 300 franc per orang.
Kau orang kelima belas malam ini.
Aku tak punya sebanyak itu.
Tapi aku janji, setelah pulang nanti...
Kita jauh dari rumah.
Jika kau punya uang, aku akan membantu.
Jika tidak, kembalilah setelah punya uang.
Temanku tak akan bertahan di lini depan.
Aku punya 170 franc. Anggap saja uang muka.
Aku mohon.
Pasti aku bayar.
Ambil uangmu
dan ajak temanmu.
Entah bagaimana aku harus berterima kasih.
Kau ingin berterima kasih?
Biarkan aku tidur!
Selamat malam.
Berkumpul di alun-alun! Cepat!
Diallo! Kita berangkat ke lini depan! Berkumpul di alun-alun!
Lebih cepat!
Berkumpul di alun-alun. Sekarang!
Ayo, lebih cepat!
No comments yet. Be the first to leave one.