نخستین 200 خط.
Diterjemahna neng: NDASERUAG
-- Selamat Mendeleng ---
Ibu, boleh tidak?
Ya, Dali. Pergilah bersama ayahmu.
Dia sepertinya akan tinggal di sana sepanjang hari.
Terima kasih.
Mereka diciptakan untuk satu sama lain.
Oh, sayang.
Sepertinya waktunya sudah habis.
Apa serigala buas itu mengirimmu untuk melahapku?
Dali, lihat rumah itu.
Bukankah itu rumah tercantik di dunia?
Ayah yakin dia tumbuh di bukit ini.
Sesuatu seperti ini tidak bisa dibangun.
Itu sungguh ajaib.
Seperti apa benih sebuah rumah itu, Ayah?
Ayah yakinkan padamu Dali,
itu adalah benih yang sangat indah.
Yang layak untuk dilihat,
dengan warna yang belum pernah kamu lihat sebelumnya.
Ukurannya sebesar biji pohon ek kecil,
Namun lebih berat dari gajah yang cukup makan.
Hampir seberat putri Ayah.
Dali, kenakan sabuk pengamanmu.
Ayah akan menulis cerita tentang rumah itu.
Dengan semua waktu yang dihabiskannya untuk melihat rumah itu,
seharusnya ceritanya terdiri dari sedikitnya tujuh buku.
Ibumu benar.
Rumah itu terlalu banyak inspirasi untuk satu cerita.
Kurasa aku harus menulis buku lengkap mengenainya.
Besok, yakin, aku akan memberi tahu editorku.
"UNTUK DIJUAL"
Editormu masih terkejut.
Setelah bertahun-tahun mengedit bukumu,
Akhirnya, aku bisa mengedit novel pertamamu?
Aku tidak suka istilah novel.
Aku lebih suka menyebutnya buku.
Kedengarannya lebih: Sampul keras, lembab...
dan halaman kekuningan.
Aku ingin menulis buku, bukan novel.
Aku akan menuliskannya dengan tangan, menggunakan pena dan tinta,
pokoknya jadul.
Itu akan menyenangkan.
Kenapa tidak dibikin yang lebih sulit?
Jika sebuah cerita 2 halaman butuh waktu tiga tahun,
berapa waktu yang dibutuhkan untuk satu cerita dari 500 halaman?
Jangan khawatir, Nyonya Editor.
akan cepat kok, aku jamin. Aku akan mulai besok.
Dan sebelum tahun ini berakhir, kamu akan duduk di depan perapian,
membaca... 800 halaman bukuku.
Akhir tahun adalah waktu yang bagus....
tapi kamu lebih tahu dariku, kalau kita tidak memiliki perapian di rumah.
Aku akan... menidurkan Dalia.
Mereka sangat mirip!
Butuh waktu sebelum kita menyalakan perapian itu.
TUJUH TAHUN KEMUDIAN
Ibu, aku pulang.
Ibu...?
Bu?
Dia belum kembali kerja.
Tapi aku yakin dia sudah menyiapkannya.
Di mana itu?
Kebahagiaan yang digulung!
Terima kasih, Ibu.
Apa itu?
Ibu, apa kamu di sini?
Ibu?
Ruang kerja ayah.
Ayah!
Ayah!
Kamu gadis kecil pemberani, Dalia.
Untuk sesaat, Ayah pikir kamu tak akan mampu melakukannya.
Ayah, kamu menjanjikan hadiah istimewa kepadaku.
Begitu ya, untuk janji harta karun,
kamu akan melewati labirin mana pun,
tidak peduli berapa banyak Minotaur yang kamu temui di jalan.
Ayah, Ayah sudah berjanji. Hari ini hari ulang tahunku.
Ayah tahu Dali, ini bulan Februari, betapa cepatnya waktu berlalu,
dan kita masih belum punya perapian.
Dan hadiahku?
Berani namun tidak sabaran.
Ayah tak akan pernah melupakan hadiahmu, sayang.
Ada sama Ayah di sini.
Hari ini Ayah akan memberimu sesuatu yang tak akan pernah hilang
dan bahkan jika waktu berlalu, waktu tidak akan pernah bisa mengejarnya.
Bisakah kamu menebak apa itu?
Seorang teman?
Hampir, tetapi sesungguhnya Ayah merujuk pada sebuah karakter.
Karakter yang akan hidup dalam buku Ayah.
Sesuatu yang kamu ciptakan sendiri.
Sesuai keinginanku?
Ya, terserah kamu saja. / Aku mau kambing.
Seekor kambing? Kenapa tidak.
Siapa nama kambingmu?
Ya jelas Kambing lah, Ayah. Dia temanku.
Itu melompat ke mana-mana,
tapi tidak pernah jatuh karena lahir di pegunungan.
Kenapa ibu tak pernah mengizinkanku masuk ke sini?
Ayah dulu mengizinkanku.
Aku ingat kamu lebih besar.
Buku Ayah!
Aduh, apa itu tadi?
Ya, akhirnya!
Ceritanya mulai bekerja.
Pintunya terbuka lagi.
Kali ini itu akan terjadi.
Kapan kamu akan mengerti.
Kita tidak bisa melanjutkan cerita ini. / Apa kamu baik-baik saja, sis?
Sepertinya bukan hanya kita karakter yang bosan.
Pintunya terbuka lagi?
Menarik sekali.
Dali!
Ibu pulang.
Ini tadi di sini...
Dali?
Oh, Dali.
Beruntungn aku menyembunyikan ini,
agar bisa menyelamatkannya.
Nah.
Dali?
Dali?
Apa kamu ada di kamarmu?
Ya bu, aku sedang rapih-rapih.
"Rapih-rapih?"
Aku harus melihatnya.
Oh, tidak!
Dia tidak boleh melihatnya. Cepat.
Ayo, Dalia. Berpikirlah.
Berpikir, Dalia.
Di mana kamu bisa menyembunyikannya?
Hai, Bu.
Jadi kamu sedang rapih-rapih, ya?
Ibu rasa tidak.
Aku sedang merapikan beberapa teks di...
sudahlah.
Apa kabar hari ini?
Kita sudah membicarakannya, Ibu.
Selamat ulang tahun!
Sudah kubilang, aku tak mau hadiah apa pun.
Ibu tahu sayang, tapi itu konyol.
Kamu sudah 12 tahun dan kamu tidak ngizinin ibu
ngadain pesta bareng teman-temanmu.
Maka, ibu punya sesuatu yang tidak penting untukmu.
Tidak ada yang begitu mengesankan, ibu jamin.
Itu bagus.
Ekspetasi besar membunuh kebahagiaan sekecil apapun.
Aku menyukainya!
Ini pertama kalinya
ibu memberiku sesuatu yang sangat kusukai.
Dali, ibu punya hadiah lain untukmu.
Jam tangan ayah.
Dia akan senang jika kamu memilikinya.
Ayahmu membawanya kemana-mana.
Apa itu teks yang kamu perbaiki?
Cerita baru?
Oh bukan, hanya...
Itu belum siap.
Itu tak akan pernah siap. Kamu persis seperti ayahmu.
Aku tahu itu yang Ibu harapkan dariku.
Aku tidak sebaik dia sebagai penulis.
Dali, ibu seorang editor.
Pekerjaan ibu adalah untuk mengenali penulis
dan kamu sangat hebat. / Aku bukan seorang penulis.
Aku suka menulis tetapi aku bukan seorang penulis.
Aku juga menyukai banyak hal lainnya.
Sungguh? Contohnya?
Hal-hal lainnya, seperti...
Hal-hal lainnya. / Dahlia,
Yang ibu inginkan hanyalah kamu bahagia.
Ibu tidak peduli apa yang kamu lakukan dalam hidup.
Yang penting itu membuatmu benar-benar bahagia.
Mengingat kita tidak punya tamu.
Ayo bersiap makan banyak panekuk.
Kebahagiaan yang digulung.
Aneh sekali...
kupikir aku sudah menutup pintunya pas aku ngambil arloji.
Aku mulai tua dan pikun.
SEMUANYA DIMULAI KETIKA...
BAGAIMANA CARAMU TAHU KAPAN SEMUANYA DIMULAI?
Bagaimana bisa itu begitu jelas di kepalaku?
Dan ketika aku mulai menulis, itu menghilang?
Selamat malam, sayang,
Ibu akan ke bawah untuk bekerja.
Jangan tidur terlalu larut.
Selamat tinggal, Ibu.
Sampai besok.
Akhirnya,
tak ada yang lebih baik daripada
menyembunyikan sesuatu dengan membiarkannya terlihat.
Apa ini?
Daya tahan tubuhku semakin berkurang setiap harinya.
Tua, pikun dan ngantukan.
Buka!
Di mana kuncinya?
Aku beruntung.
Aku yakin dia sudah tidur.
Mari kita lihat apa aku bisa pulih dengan secangkir kopi.
Mari kita lihat yang ini.
Bukunya tertutup,
pintu tertutup
No comments yet. Be the first to leave one.