هماهنگ با نسخه‌های زیر

Black Clover - 125
ناشر Inisial ZA
125. Pulang

برچسب‌ها

other
تاریخ انتشار: 2020-03-11
تعداد دانلود: 48
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 191 خط.

Kerajaan Semanggi.

Di negeri yang utamakan sihir ini,

ada seorang anak yang tak bisa gunakan sihir.

Namanya adalah Asta.

Dengan tekad serta kerja keras, dia berhasil jadi Kesatria Sihir,

separah apa pun luka yang diderita, dia tak pernah menyerah!

Tanpa gentar dia terus membidik posisi puncak!

Meskipun seorang rakyat jelata,

meski orang miskin...

Siapa pun yang hidup di dunia ini bisa bersinar!

Demi buktikan hal itu,

dan demi jadi Kaisar Sihir!

Setelah selesaikan kekacauan yang terjadi di ibu kota kerajaan,

Asta dan teman-temannya kembali ke markas mereka.

Semuanya, sebentar lagi kita sampai di rumah!

Ya!

Saking banyaknya yang terjadi, rasanya seperti sudah lama tak berada di markas.

Benar juga, ya! Kalau sudah sampai, khusus hari ini aku akan latihan dengan tenang!

Bagian mana yang tenang?

Sebentar lagi tiba, lo.

Halaman 125 Pulang

Sip, sudah sampai!

Henry, cepat kembalikan wujud banteng ini jadi markas lagi!

Hem.

Kak Henry?

Ada apa?

Sedang kebelet, ya?

Aku lupa seperti apa bentuk markasnya.

Benar-benar konyol.

Oi, oi!

Yang paling lama tinggal di markas justru lupa?

Saat pertama masuk, ada ruangan besar, 'kan?

Dan di dalamnya lagi...

Asta, beri tahu dia!

Eh? Aku tak tahu!

Ruangan pameran Marie.

Bagian dalamnya dapur yang dipenuhi bahan- bahan makanan dari seluruh penjuru negeri!

Bukan, tapi di sana ada sauna, 'kan?

Memangnya ada ruangan semacam itu?

Oh, tidak, tapi sepertinya memang ada, sih.

Tapi...

Ruangan-ruangan di markas selalu berubah-ubah, jadinya sulit mengingatnya.

Itu sih karena kalian suka hancurkan markas.

Terima kasih sudah perbaiki ruangannya, tapi jangan ubah-ubah seenaknya, dong!

Sudah berapa kali aku jemput Komandan Yami saat dia tersesat waktu mau ke toilet?

Kuharap kau beri tahu kami letaknya!

Maaf, ya.

Baiklah!

Bagaimana kalau kita utarakan keinginan kita,

agar markas bisa dibentuk ulang sesuai keinginan kita semua?

Ide bagus, Asta!

Setuju!

Apalagi kalau markasnya dibuat lebih nyaman untuk minum-minum!

Maksudnya itu dibuat nyaman secara umum.

Ini kesempatanku untuk lebih akrab dengan teman-teman!

Ya, dicoba saja dulu.

Hore!

Kak Henry, kuserahkan padamu!

Serahkan padaku!

Ini, nih!

Silakan tulis permintaan kalian di sini.

Nih, Nero dan Zora juga.

Dasar, kau ini memang suka ikut campur ya, Cebol Sialan.

Sepertinya dia sulit menentukan, ya.

Soalnya mereka menulis sesuka hati, sih.

Aku ingin markas kita bersebelahan dengan gereja tempat Marie berada.

Kakak, sekarang kita bisa bertemu setiap hari, ya!

Marie, sebentar lagi kita bersebelahan, lo!

Aku ingin seruangan dengan kalian selama 24 jam sehari dan 365 hari setahun.

Aku ini pemalu, jadi, kalau bisa markasnya di tempat yang tak dilihat siapa-siapa!

Kalau bisa, aku ingin pasang banyak tirai agar tempatnya jadi gelap!

Ayo makan sepuluh kali sehari!

Biasanya porsinya memang sebegitu, 'kan?

Jangan lupa kita harus bisa minum sepuasnya, ya!

Aku dikelilingi orang- orang bodoh, ya.

Aku ingin kamar yang bersebelahan denganmu lo, Magna.

Soalnya, aku bisa tahu apa yang kau lakukan di balik dinding dengan pendeteksi energi sihirku.

Dan aku bisa sepuasnya menjahilimu!

Akan kubunuh kau!

Tak bakalan bisa!

Apa, katamu? Balik sini, Sialan!

Kamar sebelahan?

Kalau Nero pindah kamar, berarti kau tak bisa bangunkanku lagi, ya.

Aku mematukmu karena dengkuranmu terlalu berisik.

Benar juga,

Asta dan Nero itu tak hanya bersebelahan, tapi mereka sekamar!

Tapi itu saat Nero berwujud burung, sih!

Lagian dia hanya bertengger di atas jendela! Lagian, itu bukan urusanku!

Sepertinya Kak Henry masih belum akan memutuskan, ya.

Tentu saja!

Nih, kalau lagi senggang.

Apa ini?

Apa kita bakal berburu serangga untuk mengisi waktu luang?

Kalian ini, gara-gara markas kita dihancurkan,

peliharaanku yang manis jadi pada kabur.

Cepat tangkap mereka sebelum terjadi masalah!

Benar juga!

Tapi santai saja, mereka sudah terbiasa denganku, karena akulah yang mengurusi mereka!

Jangan remehkan monster sihir, lo.

Hutan itu bagai taman bermain mereka.

Dalam beberapa hari lagi, mungkin mereka akan liar lagi.

Kalau lengah, kau akan langsung mati!

Tunggu dulu, mencoba menangkapnya dengan alat ini

justru lebih tak masuk akal, 'kan.

Tak usah banyak omong dan bereskan mereka!

Baik!

Monster sihirnya ada bertiga.

Kalau kalian sedang senggang, berpencarlah dan temukan mereka.

Baik!

Siap!

Bertarung melawan monster sihir sepertinya menarik!

Kalau sampai peliharaanku yang berharga terluka meski sedikit, akan kubunuh kau.

Oi, hentikan, aku sedang sibuk menghayati foto Marie!

Temanku, ayo kita temukan bersama!

Mohon kerja samanya!

Dengarkan aku, Sialan!

Noelle, Nero, sebagai anggota baru, ayo kita berkelompok cari mereka!

Apa boleh buat.

Tunggu, di mana si Zora itu?

Merepotkan sekali, aku tak punya waktu untuk ini.

Baiklah, nanti si bocah berpenutup muka itu akan kuhukum karena tak mau ikut mencari.

Ada sesuatu yang harus kubereskan.

Sisanya kuserahkan pada kalian!

Oi, Monster Sihir!

Keluar sini!

Guk, guk, guk, guk. Meong!

Imut juga!

Meong!

Mana mungkin kita bisa menemukannya dengan cara seperti itu!

Selain itu, katanya monster sihir itu sudah kembali liar,

jadi, kita bisa terbunuh kalau lengah.

Ya, aku selalu mengurusi mereka, jadi, harusnya mereka pasti mengingatku.

Pasti mereka akan bermanja-manja padaku!

Lagian, saat Nero berwujud burung, kau sudah seperti peliharaanku, 'kan?

Jadi, pasti kau setuju denganku, 'kan?

Jangan bicara kurang ajar begitu.

Aku hanya mengawasi grimoire-mu.

Justru kau yang seperti peliharaanku.

Aduh, duh, duh!

Ada yang bilang, bertengkar itu tanda keakraban.

Lagian aku tak peduli!

Aku ikut karena terpaksa!

Aku merasakan ki!

Bukan berarti aku memikirkan kalian...

Di sana, ya!

Burung Antisihir?

Sedang apa kalian di sini?

Sepertinya mereka terganggu karena kau terlalu berisik.

Aduh, duh duh!

Aku akan cari monster sihirnya dari langit.

Tunggu dulu!

Sepertinya mereka memang tak akur, sih.

Kami ditinggal berdua?

Hutan ini ngeri sekali, ya.

Kau takut ya, Magna?

Apa katamu? Jangan banyak omong dan cepatlah kemari!

Oi, cepat kataku...

Kalau dia itu,

pasti lagi sembunyi biar bisa tiba- tiba bilang "dor" di belakangku.

Seenaknya saja meremehkanku! Biar kuberi pelajaran sini!

Di sana rupanya! Kau pikir serangan kejutan seperti itu bakal mempan?

Dor!

Rencana mengagetkan dan menyetrumku sukses besar!

Kubunuh kau!

Kau pikir bakal bisa?

Serang aku sekuat tenaga!

Di sini takkan ada yang mengganggu, jadi, kita bisa bertarung sepuasnya!

Yakin menantangku? Kurasa level kita sudah jauh berbeda.

Biar kutunjukkan padamu.

Setelah melawanmu yang dirasuki Elf waktu itu, aku sudah jadi sangat kuat!

Wah, sama, dong!

Mana memanggilku.

Sudah lama kita tak saling beradu.

Jangan salahkan aku kalau terlalu berlebihan!

Memang itu yang kumau!

Suara apa itu?

Sepertinya Magna dan Luck sedang mempererat persahabatan mereka.

Siapa juga yang peduli?

Hoi, mau sampai kapan kalian sembunyi di belakangku?

Aku malu banget, tolong jangan lihat ke sini!

Kalau malu, ya tak usah ikut!

Tapi aku butuh dinding untuk sembunyi!

Siapa yang kau sebut dinding?

Kita tak tahu kapan para monster sihir itu akan menyerang,

dan hutan ini juga seram dan mencekam.

Di sini wajahmu yang paling menyeramkan, Gordon!

Eh?

Sungguh, aku terlalu malu, jadi, jangan dilihat terus!

Muncul juga mereka.

Aku harus bergegas menangkap mereka

supaya aku bisa bersama Marie lagi!

More Indonesian subtitles for Black Clover (ブラッククローバー)

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left