نخستین 169 خط.
Di hadapanku ada sesosok dewi.
Dewi yang berbaring dengan lembut seperti sang Buddha.
Karena dia adalah sosok mulia, maka tidak boleh lupa memberi hormat.
Pinggang tanpa lekukan.
Tubuh yang membuat orang bertanya-tanya, bukankah terlalu belia?
Yang terlihat di dadanya, apakah itu mata suci?
Dingin...
Banyak yang terjadi di antara kami.
Tapi, aku bahagia bisa terikat dengan Roxy seperti ini.
Oh, gawat, waktu kami tidak banyak di pagi hari!
Harus kubangunkan!
Roxy, ayo bangun, sudah pagi.
Selamat pagi.
Selamat pa...
Ada apa? Kenapa memasang muka seperti sedang kecewa?
Tidak.
Aku hanya ingin memandang lekat tubuh Master Roxy di tempat yang lebih terang.
Ih, kita harus cepat berangkat, yang lain pasti sudah bangun.
Baik.
Pagi, Sylphy.
Pagi, Rudy.
Hari ini Lucy sehat sekali.
Selamat pagi, Lucy.
Berkebalikan denganku yang mudah khawatir.
Lucy tumbuh begitu sehat.
Kondisi Sylphy setelah persalinan juga bagus, ibu dan anaknya sama-sama sehat.
Hari ini putriku manis sekali.
Iya, benar.
Kenapa bisa semanis ini, ya?
Pasti karena mamanya juga manis.
Dasar. Terima kasih, Rudy.
Pagi, Roxy.
Selamat pagi.
Ah, Roxy, kemarin Rudy bagaimana?
Eh, ah, a-anu, dia sangat baik padaku.
Rudy juga begitu lembut...
Ah, maaf!
Tidak perlu minta maaf.
Benarkah?
Iya, kok.
Pagi, Norn.
Selamat pagi, Kak.
Aku sedikit merangkum lagi cerita Ruijerd, bisa tidak Kakak membacanya?
Bisa, dong.
Buku yang sedang kubuat untuk memulihkan nama baik suku Superdia
sekarang lebih banyak ditulis Norn.
Meski belum terlalu bagus, dia begitu semangat menulisnya.
Kurasa hasilnya akan lebih menarik daripada aku yang menulis.
Akan kunantikan, ya.
Selamat pagi, Ibu.
Ibu, ini Kakak.
Bahkan sekarang setelah beberapa bulan kembali ke Sharia,
ingatan Zenith masih belum kembali.
Perlahan memang terlihat perubahannya, tapi sekarang cuma bisa memantau kondisi.
Sarapan...
Sarapan sudah siap!
Selamat pagi, Kakak dan Nyonya.
Pagi, Aisha.
Sarapan hari ini apa, ya?
Sarapan hari ini kurang lebih sama seperti biasanya.
Aisha.
Jangan malas menjelaskan menu sarapan pagi.
Sup kacang arab dan roti gandum.
Lalu susu kuda yang penuh nutrisi.
Tuan Rudeus, Nyonya Sylphiette, Nyonya Roxy, selamat pagi.
Selamat pagi, Lilia.
Aisha dan Lilia tetap melakukan tugas rumah seperti selama ini sebagai pembantu.
Meski Aisha sering dimarahi karena terlalu semangat,
tapi keduanya kelihatan menikmati sekali.
Kami memang pernah saling terpisah,
tapi keluargaku berhasil berkumpul lagi seperti ini.
Saat ini aku sudah cukup bahagia dengan itu.
Kalau begitu, selamat makan.
Mulai hari ini aku dan Sylphy kembali masuk sekolah.
Tapi, bukan cuma kami.
Ada apa?
Tidak, bukan apa-apa.
Begitu, ya.
Eh, Roxy sudah kamu kenalkan ke teman-teman di sekolah?
Sudah.
Saat merekomendasikan Master untuk jadi pengajar di akademi sihir,
aku sudah mengenalkan kehebatannya ke teman-teman sekalian mengantar keliling.
Pokoknya Guru adalah orang yang mulia,
mengetahui kemuliaannya itu jelas akan jadi nilai plus untuk semuanya.
Khas Rudy sekali.
Aku senang dikenalkan ke banyak orang.
Tapi, meski menyebutku sebagai masternya,
Rudy tidak bilang kalau aku istrinya.
Rudy...
Ma-Maaf, Roxy!
Ah, cintaku sayangku, aku betulan mencintaimu, kok.
Te-Terima kasih banyak.
Hei, Rudy, kamu tidak mau bilang itu padaku?
Tentu aku juga mencintai Sylphy.
Kalian berdua itu!
Sangat kucinta!
- Ih, Rudy! - Keren, Bos!
- Mantap, Ahli Rawa! - Jangan begitu kalau di sekolah.
Benar itu.
Kakak memalukan, tahu.
Kalau begitu, aku ke arah sini.
Iya, Norn semangat belajarnya.
Baik.
Kak, hari ini aku pulang lagi, ya.
Pagi.
Kamu lama sekali.
Pagi.
Pagi, Norn.
Norn sangat tenar, ya.
Karena Norn adalah anak manis.
Sangat terasa kalau dia sudah berusaha keras.
Jadi ingin menyemangatinya.
Sebagai kakak, aku senang kalau adikku tenar.
Tapi, tidak akan kubiarkan kalau cowok-cowok itu berani colek-colek Norn.
Tidak akan kurelakan adikku ke orang yang tidak jelas asal-usulnya.
Benar begitu, kan, Ayah?
Silakan.
Permisi.
Pe-Permisi.
Sudah saya tunggu.
Mulai hari ini Rudeus aktif kembali masuk ke akademi, ya.
Iya, kemarin baru sekadar memberi salam, tapi mulai hari ini
saya jadi murid merepotkan lagi.
Kami juga mohon bantuannya.
Roxy juga harus mulai mengajar hari ini.
Tapi, apa kamu merasa gugup?
Iya.
Guru.
Roxy yang dulu bilang tidak ingin jadi pengajar,
sekarang banyak berubah, ya.
Benar, saya sendiri juga kaget.
Waktu itu saya terlalu merasa besar diri.
Tetapi, sekarang saya merasa sedikit mengerti rasa senangnya mengajari sesuatu ke orang lain.
Mohon bantuannya, Bu Guru Roxy.
Baik!
Kalau begitu, aku duluan ke kelas, ya.
Iya, sampai nanti.
Selamat pagi.
Walah, ternyata aku yang pertama.
Oh, Bos!
Selamat pagi, meong.
Pagi.
Selamat pagi kalian berdua.
Aku lihat, lo, Bos.
Enak sekali hidup Bos, pagi-pagi sudah berangkat sekolah bawa dua cewek.
Bajingan sekali mencampakkan kami dan bawa istri kedua.
Kami akan lulus tahun ini, mungkin saatnya cari pasangan, meong.
Benar, tuh. Tahun ini harus duel.
Buat cari cowok lalu pulang ke kampung halaman.
Ayo cari cowok yang oke!
Padahal selama ini bilang kalau itu merepotkan.
Tapi, sepertinya mereka iri padaku karena punya dua madu.
Guru!
Ternyata ada Guru!
Selamat pagi.
Selamat pagi, Tuan Besar.
Pagi, Zanoba.
Pagi juga, Julie.
Kalau Guru datang ke kelas, berarti mulai hari ini?
Iya, kita bisa meneliti sama-sama lagi.
Pas sekali kalau begitu.
Setelah ini ada yang ingin kutunjukkan.
Apa ada sesuatu?
Hasil penelitianku selama setengah tahun ini!
Ba-Baiklah, akan kutunggu.
Pagi.
Pagi.
Kamu tidak apa-apa?
Tidak apa-apa.
No comments yet. Be the first to leave one.