نخستین 200 خط.
Atas Nama Allah Yang Maha Esa.
Film ini dibuat sesuai dengan peristiwa sejarah yang sesungguhnya dan sesuai pemahaman pribadi saya tentang sosok Mulia Baginda Nabi Muhammad Saw.
Alih Bahasa oleh #BabaNaheel
Wahai orang orang yang berada disini. Berkumpul lah apapun Suku kalian, apapun keluarga kalian.
Akan kami bacakan sebuah Peraturan. Akan kami gelar sebuah hukuman diantara kalian.
Diharap semuanya menyaksikan dan mendengarkannya. Siapapun yang berkhianat maka akan kami bakar tangan mereka.
Dengan siksaan api kami akan membakarnya.
Api lebih berbelas kasih daripada engkau wahai Abu Lahab! Kau memang orang yang Dzalim !
Kau telah bersekongkol dengan Abu Thalib! Makanya kau berhak untuk menerima hukuman ini!
Dia adalah Saudaraku wahai Tolol tak punya otak! Kaulah yang Pengkhianat!
Lepaskan dia wahai Abu Lahab!
Jika kalian menghunus pedang, maka akan aku tebas kalian ditempat.
Bukankah yang bicara ini adalah Putra Pamanku si Hamzah? Dengan menutup wajahnya?
Dan membuat kekacauan disini.
Wajahku aku tutupi karna banyak debu-
Dan kini aku ingin berbicara dengan musuhku bertatap muka.
Jadi kau anggap aku ini musuhmu? Baiklah kalau begitu.
Kau punya mata dan telinga untuk mengetahui apa yang ku katakan.
Makkah adalah mataku. Kupingku adalah istriku.
Masyi...
Hanya saja aku disini menginginkan kebaikan.
Didalam dirimu tak ada kebaikan sama sekali wahai Abu Sufyan.
Kau salah Hamzah!
Jika aku mau, seharusnya Muhammad dan Pengikutnya ku usir dari sini.
Karna Muhammad tidak beriman kepada Tuhan kita. Dia dan Pengikutnya menebarkan fitnah! Aku membiarkannya bukan karna aku takut.
Lepaskan dia.
Di Makkah, tak ada tempat bagi seorang Pengkhianat! Takkan diterima selamanya!
Laki laki ini harus pergi dari sini! Tak boleh menetap di Makkah selamanya!
Hai Kisanak! Besok sebelum terbit matahari, kau harus sudah meninggalkan Kota ini!
7 tahun berlalu Rasulullah berdakwah...
Kaum Musyrikin semakin menjadi menyakiti Kaum Muslimin.
Hingga tiba puncaknya, mereka berupaya untuk membunuh Rasulullah...
Dan inilah yang menjadi sebab, Rasulullah dan Para Sahabatnya meninggalkan Makkah.
Mereka hidup diatara dua gunung. Keluarga Abu Thalib tinggal disebuah desa terpencil.
Kaum Musyrikin memblokade semua jalur. Mereka tak henti hentinya menyakiti Kaum Muslimin.
Bantuan yang biasa datang, tak ada lagi.
Setiap orang yang datang ke Makkah, dilarang masuk ke desa ini.
Kami Kaum Muslimin selama 3 tahun ditempat panas ini serasa tak ada kehidupan lagi.
Kami kelaparan dan anak anak kecil kami sakit namun kami tetap bertahan hidup.
Nabi mendoakan dan mengucapkan selamat atas kelahiran anakmu.
Ini. Semoga Tuhan Memberkati..
Beri nama putrimu ini nama ibu beliau, yaitu Aminah.
Aminah.
Kurma ini hadiah beliau untuk anak kalian. Silakan kalian pergi.
Kau pergi kemana saja?
Aku telah pergi selama 3 hari.
Tak menghasilkan apa apa. Tak ada Suku sama sekali yang memberi kita uang.
Mereka takut, sehingga mereka tak berani membantu kita.
Jangan kuwatir. Ini semua adalah Kehendak Yang Maha Kuasa. Tidak ada yang sia sia disisi Allah.
Hari ini Rasulullah mendoakan bayi yang baru lahir. Ketika aku mendengarnya, aku bahagia sekali.
Aku merasa jalan keluar kita sebentar lagi datang.
Orang orang yang datang ke Makkah,
Nabi Muhammad dan Kelompoknya. Dan orang orang yang datang bersamanya.
Aku tak percaya bahwa mereka akan melawan tahun ini. Karna mereka sangat sabar.
Diwaktu yang sama, orang orang Quraish saling bertentangan. Dan ini membuka jalan kami.
Abu Thalib.
Para Pemimpin Suku kini sedang berkumpul di Darun Nadwa.
Mereka menunggumu.
Pasang pengawasan yang ketat dirumah Rasulullah sekarang.
Jika semua sudah pada tahu...
Dan semua sepakat atas perubahan Peraturan...
Maka siapa yang bisa mencegahnya?
Kerabatku dari anak anak Hasyim, aku rasa sepakat dengan mereka.
Tapi nanti, disaat Muhammad datang ke Makkah.
Pasti akan membahayakan perdagangan kita.
Dan kita disuruh mengimani Tuhan yang tidak bisa kita lihat.
Bicaralah wahai 'Ash...
Apakah anda siap, serumah dengan mereka?
Dan kau Hisyam...
Istrimu kini...
Telah menjadi Pengikut Muhammad.
Apakah kau akan menerima dia dihadapanmu?
Sekarang kalian sepi dari Para Kafilah yang datang ke Makkah sedangkan kalian dapat laba dari mereka.
Oleh sebab itu bertindaklah dan ingkarilah!
Karna mereka akan menghancurkan semua Berhala orang2 yang berziarah ke Makkah.
Menghancurkan dan membakarnya! Dan tidak ada lagi Kafilah datang.
Jika ini yang memang kalian inginkan.. Ini..
Aku juga mengumpulkan suaraku kepada kalian.
Wahai Sesepuh Quraish...
Selamat datang...
Penduduk Makkah senang sekali melihat anda turut hadir disini. Mari, mereka telah menunggu anda.
Telah hadir diantara kita seorang Panutan kita, Abu Thalib. Selamat Datang.
Selamat Datang Abu Thalib.
Akan aku jelaskan kepada anda topik pertemuan orang2 ini.
Intinya, kondisi Makkah hari demi hari semakin memburuk.
Akan tetapi para Pedagang masih bisa menghasilkan untung walau tak banyak.
Sebelumnya di Kota ini banyak Saudagar Sukses seperti Khadijah.
Orang2 menganggap keterpurukan Makkah ini karna Muhammad. Allah lah yang memilih dia.
Dia adalah Dzat yang lebih Agung dari kita semua. Abu Thalib!
Tahun ini ada Haji yang banyak orang akan datang.
Saya punya rahasia yang ingin saya katakan kepada anda.
Karna hanya anda yang aku percayai.
Apa yang di Dakwahkan Muhammad, aku sendiri mempercayainya.
Namun jika aku masuk agamanya, apa yang akan aku perbuat?
Iman tidak sepantasnya disembunyikan wahai Abu Sofyan!
Wahai Saudaraku, ini akan membuatnya diganjar oleh Allah. Dan aku juga dapat.
Kita akan bersatu.
Andaikan kita bersatu, maka kita bisa mengalahkan semuanya.
Semua hati beriman, akan tetapi Peraturan tetap tidak berubah seperti sedia kala.
Abu Thalib.
Apakah anda akan mengatakan bahwa mereka tidak beragama?
Jangan anda katakan "Tidak Beragama".
Muhammad mengajak orang orang lemah untuk beriman dihatinya saja. Maka tetaplah lemah.
Sedangkan anda Abu Thalib tetap seperti dulu.
Anda Sesepuh kami dan Saudagar Senior kami.
Kau sendiri lebih banyak tahu daripada aku.
Dia tidak mementingkan harta, anak dan ketenaran. Semua itu tak ada guna.
Buang saja pemikiranmu itu dan ikutlah ajaran Kakek Moyangku.
Ini bukan omong kosong.
Mari ikut saya.
Anda lihat ini.
Mereka ini tak takut apapun.
Tanpa ampunan dan belas kasihan.
Jadi kau menghendaki peperangan? Mereka yang menginginkan ini.
Pertumpahan darah, balasan untuk mereka.
Tak seorangpun yang menyukai pertumpahan darah. Tapi kau juga jangan lupa.
Jika kau menghendaki peperangan, kami tidak takut.
Abu Thalib.
Jika Muhammad tidak menghentikan Dakwahnya, maka kami akan mengucilkan dan tidak akan melindungi Bany Hasyim.
Dan akan ada peperangan diantara kita.
Apakah kau ini menentang kehendak Allah atas Rasul-Nya?
Berarti peperangan akan dimulai oleh anak anak Hasyim.
Dan kami siap mengalahkan mereka.
Anda masih mempunyai waktu sampai pagi untuk memikirkan kembali.
Allah Tuhan Yang Maha Esa, mengirimkan kepada mereka-
Burung Ababil yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat Neraka.
Sehingga dijadikan-Nya seperti daun daun yang dimakan ulat.
Ini hartaku. Lepaskan!
Mari berangkat, kita tinggalkan tempat ini!
Ayo berangkat!
Oh tidak.. Hartaku!!!
Dimana Abdul Mutholib? Dirumahnya!
Aku kesana!
Wahai Bayiku...
Aku merasakan, engkau nanti akan menjadi seorang yang Mulia.
Dan aku merasa, engkau kelak hebat seperti Ayahmu.
Menjadi seorang lelaki yang Agung, jadi Panutan sepertinya.
Abu Thalib?!
Ada apa?
Aminah tak menghiraukan ucapanku. Dia bilang akan tetap disini!
Berikan anakmu padaku. Jangan tinggalkan dia. Cepat susul dia!
Abu Thalib!
Apa yang kau lakukan disini? Dan kenapa dengan wajahmu?
Pasukan Gajah memukulku. Mereka mengambil apa saja milik ayahmu.
Apa mereka mendekati perbatasan Tanah Suci?
Ya betul. Sebentar lagi mereka akan mencapai disini.
Aku melihat mereka menyiksa orang orang. Dimana Ayahmu? Aku akan segera kembali.
Ayah..
Dalam kegaduhan ini, kenapa anda tak pergi?
Tak ada seorangpun dari kita yang berperang. Aku menyerah dan tak mau perang.
Baru saja ada orang bilang, Pasukan Abrahah telah menahan beberapa Pembesar kita.
Aminah di mana? Dia ingin tetap dirumahnya. Aku telah mengirim Fatimah kesana.
Tolonglah orang orang yang berada disekitar Ka'bah.
Dan orang orang yang ingin meninggalkan sini. Dan semua orang yang memerlukan bantuan.
Carikan aku orang Habasyah untuk menemaniku menghadap mereka.
Namaku Abdul Muthallib, Pemimpin Makkah.
Abdul Muthallib, Pemimpin Makkah? Mari!!
Pemimpin Makkah telah menghadap Sang Raja....
Selama dalam hidupku ini, aku banyak melakukan berbagai macam kesibuan.
Namun tidak pernah ku alami seperti hari ini dalam penaklukan.
Sesungguhnya orang orang yang ku datangi memohon agar aku mengasihani mereka, dan aku mengasihinya.
Sebagian dari mereka ingin memerangimu.
Sebagian dari mereka menginginkan peperangan menentangku.
Aku ingin engkau sekarang meninggalkan Sesembahanmu dan tunduk kepadaku.
Namun jika menolak, maka aku akan menghancurkan Rumah Sucimu itu dan rumah rumah kalian semua!
Aku beri kau waktu untuk memutuskan!
Aku hanya mempunyai permohonan....
Semua Pasukanmu pergi dari sini. Dan jika tidak segera pergi....
Maka aku tidak akan memberi kalian apa apa.
Aku ingin kau meninggalkan keluargaku dan rakyatku...
Kau ingin kami meninggalkan kalian tanpa mendapatkan apa apa?
Kau telah merendahkanku wahai Pemimpin Makkah.
Kau ingin Raja Pasukan Gajah mengampuni mereka-
Dan kau ingin aku meninggalkan Kotamu tanpa aku hancurkan?
Sesungguhnya aku tak butuh belas kasihmu..
Aku hanyalah Pengembala unta untaku.
Kota ini dan Ka'bah aku pasrahkan kepada Tuhanku.
Aku adalah Abrahah Raja Habasyah dan semuanya harus tunduk kepadaku.
Tidak ada yang bisa menentangku!
Aku menguasai kota kota besar dengan perintahku.
Hanya dengan 1 tembok dari tembok kamarku, aku mampu membeli Makkah seluruhnya!
Jawablah wahai Pemimpin Ka'bah...
Mengapa orang orang mendatangi Ka'bah dengan berhaji terus menerus? Ada apa dengan Ka'bah?
Dan mengapa orang orang dari berbagai bangsa datang kemari? Apa rahasia dibalik Ka'bah?
Aku tak tahu ada rahasia apa didalamnya.
Yang aku tahu hanyalah..
Ka'bah dibangun dari batu.
Tak ada seorangpun Penguasa, Raja ataupun yang lain menyebarkannya.
Kalau memang begitu, cukup sampai disini perbincangan kita. Berhati hatilah kau!
Beri orang ini apa yang ia inginkan maka Pasukan Gajah akan pergi.
Perhatikan aku baik baik, aku akan berbuat sesuatu kepada keluargamu, kotamu yang indah ini dengan menguburnya!
Ya Allah..
Ini adalah Rumah-Mu....
Kami adalah Pelayan-Mu...
Hanya berlindung kepada-Mu...
Allah Tuhan Yang Maha Bijaksana..
Menjadikan Gajah tak mau masuk ke Makkah.
Mereka tak mau maju tapi malah mundur.
Cahaya apakah itu? Bangun! Aku telah melihat Cahaya ! Itu adalah Bintang Pembawa Kabar Bahagia!
Bangun, itu adalah Bintang! Bangun! Itu adalah Pembawa Kabar Kebahagiaan!
No comments yet. Be the first to leave one.