نخستین 200 خط.
Kau dengar itu, Jeremy?
Dengar apa?
Nyanyian hutan?
Aku bisa mendengarnya sekarang.
Itu Gadis Serigala yang bernyanyi.
Kisah ini dimulai dahulu kala.
Seorang pendeta bernama Nicodemus...
...memutuskan mengumpulkan pasukan dari orang miskin...
...agar bisa membebaskan Tanah Suci Yerusalem.
Nicodemus berhasil meyakinkan sekelompok besar petani...
...serta jiwa-jiwa putus asa lainnya untuk mengikutinya ke makam Kristus.
Dia segera mendapatkan 100 pengikut.
Mereka mulai menempuh perjalanan...
...melintasi negeri menuju Yerusalem.
Tapi tak lama, makanan menjadi langka.
Lalu musim semi tiba dengan keras dan merepotkan.
Mereka mati kelaparan satu per satu.
Hanya segelintir orang yang memasuki hutan.
Hutan ini, lebih tepatnya.
Dulu, serigala raksasa berkeliaran bebas.
Tapi Nicodemus tak khawatir.
Ia mengaku malaikat mengunjungi mimpinya...
...dan bilang padanya ini adalah jalur pintas...
...menuju perintah Tuhan.
"Jalan!"
Kelaparan dan putus asa, Nicodemus melihat gadis muda,
Daging yang bisa menjadi santapan pengikutnya yang lapar.
Gadis itu memohon agar dilepaskan.
"Diam, wanita."
"Kau akan memenuhi kehendak Tuhan."
"Berdoalah untuk keselamatan."
Kecantikan sang gadis muda...
...serta nyanyian tulusnya telah membangunkan hutan,
Dan hutan berharap untuk melindungi dia.
Hutan adalah pembela orang tak berdosa,
Saat itulah hutan mengirimkan utusannya.
Melihat gadis itu berada di punggung serigala besar,
Nicodemus teriak, "Penyihir! Kau penyihir!
"Kau selamat karena kau bersetubuh dengan Beelzebub."
Gadis itu merepson,
"Dampingan serigala jauh lebih baik dari manusia."
"Kau akan mati, Penyihir!"
Gadis itu menghilang selamanya di hutan.
Apa masih ada serigala, Ibu?
Serigala? Tidak.
Tidak ada lagi
Tapi manusia?
Mereka masih ada.
Kita punya tenggat waktu untuk suatu alasan, Eve.
Kau tak bisa biarkan para bajingan ini terlepas dengan ini.
Aku tahu, dan aku sudah beritahu mereka,
Tapi mereka ada kendala pengiriman.
Apa yang bisa aku lakukan?/ Kau harus bersikap tegas.
Kau harus beri orang-orang ini tekanan.
Itu yang aku lakukan. Dan aku rasa mereka bisa diandalkan.
Kau harus lebih keras,
Jika tidak, semua ini akan berantakan tepat didepan kita,
Kita semua akan gawat.
Jika kau mau, aku bisa minta Martin tangani ini.
Dia di sini.
Hei. / Hai.
Dia bisa ke sana besok jika kau mau.
Tidak. Terima kasih.
Tapi aku akan tangani itu sendiri besok.
Pastikan kau melakukan itu. Aku tak suka dikecewakan.
Sampai jumpa. / Sampai jumpa.
Halo?
Tidak, aku tak bisa telepon balik. Hariku sangat buruk.
Hentikan dengan apartemen. Aku tidak tahu...
Kita bicarakan ini saat aku kembali, oke?
Ya. Sampai jumpa.
Tak ada yang pernah berani memberiku perintah.
Ini baru yang pertama.
Kau memiliki kekuatan aneh terhadapku.
Apakah itu cinta atau bukan, aku tidak tahu.
Dan kau tahu apa yang aku inginkan adalah bersama denganmu.
Itu yang aku suka.
Alex: Eve, apa yang terjadi?
Mau pesan apa?
Bisa aku pesan mojito?
Silakan.
Terima kasih./ Terima kasih kembali.
Apa kau teman kencanku?
Bukan.
Aku bercanda.
Bisa aku tawarkan kau minum?
Aku tak apa, terima kasih.
Biar kutebak. Kau orang Rusia?
Bukan./ Polandia?
Prancis.
Bukankah kau aktris Prancis?
Bukan.
Kau terlihat sedih.
Bagaimana kita kembali ke tempatku?
Sudah cukup./ Oke, oke.
Hanya berbincang, benar?
Kau pikir kau siapa? Miss Universe?
Hei, waktunya untuk berhenti. Kau mengganggu dia.
Itu tidak benar. Terima kasih banyak.
Dua lagi, untukku dan gadisku.
Kau tak apa?
Ya. Terima kasih./ Terima kasih kembali.
Benar-benar bajingan./ Ya, tentu saja, itu...
Dua mojito.
Bisa aku tawarkan kau minum?
Kenapa tidak? Ya./ Ini dari si bajingan tadi.
Benar. Terima kasih.
Apa yang kau katakan padanya?
Aku bilang dia sebaiknya ganti deodorannya.
Ya, benar.
Apa yang kau lakukan di tempat menawan ini?
Aku ke sini untuk mengawasi proyek pembangunan di area ini,
Dan malam ini aku ingin mencari udara segar,
Minum-minum... Jadi aku berakhir di sini.
Kau?
Aku.../ Kau kemari untuk menari?
Aku melihatmu. Kau berbakat alami.
Kau belum melihat semuanya.
Sungguh?/ Ya, aku bisa melakukan split .
Tidak, aku disini untuk bertemu saudaraku.
Dia di belakang.
Kondisinya sangat tidak baik sekarang.
Pacarnya baru meninggal karena kanker.
Aku turut prihatin./ Begitulah hidup.
Aku traktir kau putaran berikutnya jika mau.
Kau punya gerakan menakjubkan.
Ayolah./ Tidak, serius.
Itu tarian yang sangat serius.
Ikut aku.
Kau tak apa?
Apa aku melakukan kesalahan?
Apa yang kalian lakukan?
Kenapa kau sangat lama?
Apa yang terjadi?
Kita harus pergi dari sana, bukan?
Tempat itu buruk. Aku tahu tempat yang lebih baik.
Tapi kita tak bicarakan itu. Ke mana kita pergi?
Tenanglah. Tak perlu berlebihan.
Aku tidak berlebihan. Antar aku kembali, oke?
Astaga. Bulatkan pikiranmu.
Dengar, ini menyenangkan,
Tapi kau harus antar aku kembali, karena aku harus kerja besok.
Aku besok juga kerja, oke?
Kita bisa minum-minum lagi di rumah,
Lalu kita bisa bersenang-senang secara bersamaan?
Apa maksudmu, secara bersamaan?
Kau tahu, kita bertiga.
Apa? Dengan adikmu?
Aku bukan adiknya.
Oke, apa ini? Hentikan mobilnya! Biar aku keluar!
Kunci pengaman anak. Maaf.
Hentikan mobilnya!
Hentikan mobilnya sekarang juga!
Ya, kami akan mengeluarkanmu. Kami bukan orang gila.
Berhenti!/ Ya, kami akan berhenti.
Baiklah, hentikan mobilnya...
Wanita ini turun di sini.
Sampai jumpa.
Apa kabar?
Baik, terima kasih. Bagaimana kabarmu?
Apa kabar?
Baik, terima kasih. Bagaimana kabarmu?
Hai./ Halo.
Bisa aku melakukan panggilan telepon?
Ponselku ketinggalan, dan aku ingin hubungi taksi.
Taksi?
Kau tak akan mendapatkan taksi di jam selarut ini.
Sial./ Jika kau mau,
Aku menutup toko 20 menit lagi,
Aku bisa mengantarmu kembali ke kota?
Ya, itu akan sangat bagus. Terima kasih.
Sementara itu, silakan melihat-lihat...
...berbagi produk kami untuk yang tua dan muda,
Dan semuanya buatan Kekaisaran Tiongkok yang megah.
Mereka akan jadi penguasa dunia kita berikutnya, kau tahu?
Ya, aku tahu.
Dan saat itu terjadi, aku akan siap.
Halo, gadis kecil.
Aku sangat manis,
Dan aku suka pelacur kecil sepertimu.
Tinggalkan aku sendiri./ Hentikan, Andy.
Aku memintaku untuk sopan. Maafkan aku.
Bisa kau diam, pelacur kecil?
Tidak, aku memintamu tak bicara seperti itu pada wanita, Andy!
Maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf.
Aku perlu ajarkan dia tata krama, tapi dia tak mendengarkan.
Apa ada masalah, Nona?/ Apa orang ini mengganggumu?
Astaga, kami pasangan.
Beritahu dia, Sayang.
Ayolah, kau tak bisa tinggalkan aku seperti ini.
Kau mematahkan hatiku.
Dengar, Bung, ini mungkin bukan tempatnya...
...untuk selesaikan masalah seperti ini.
Aku cinta dia. Sungguh.
Kau benar. Aku bertindak bodoh.
Tidak, jangan terlalu keras terhadap dirimu, kawan.
Dengar, Confucius pernah berkata,
"Kemenangan terbesar kita yaitu untuk tidak terjatuh,"
"Dan tahu caranya untuk bangkit setiap kita terjatuh."
Pikirkan soal itu.
No comments yet. Be the first to leave one.