The Ramen Girl

The Ramen Girl

دانلود زیرنویس Indonesian

هماهنگ با نسخه‌های زیر

The Ramen Girl 2008 BluRay Releases
ناشر Ariel Nugie
IDFL.me. Ingin Request? Silahkan inbox aku disertakan link download. Hanya menerima satu request tiap waktu.

برچسب‌ها

BluRay
تاریخ انتشار: 2015-09-02
تعداد دانلود: 60
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Penerjemah: Ariel Nugie

- Terima kasih banyak! - Sama-sama!

Terima kasih.

Hai, Ethan!

Hei, kau!

Maaf aku telat, aku salah masuk stasiun.

Tak perlu khawatir. Abby, ini Mio, Jin, dan Asami.

- Senang berkenalan! - Mau minum?

Ya.

Dah!

Aku ada urusan sebentar.

- Hai, aku Abby! - Hai, aku Charlie!

Jadi, kalian kenal Ethan?

Siapa yang tidak?

Namaku Gretchen.

Kau terdengar orang dari Selatan.

Bukan, aku suka cara bicara seperti ini.

Jadi, Abby. Baru turun dari kapal?

Sebenarnya, dua minggu yang lalu. Benar-benar gila.

Aku tak pernah mengira pergi ke Tokyo. Ethan bekerja di sini.

- Aku tak tahan hubungan jarak jauh. - Abby, butuh kerja?

Tak usah, aku sudah punya. Aku bekerja sebagai pemeriksa naskah di firma hukum Jepang.

- Astaga! - Kerja yang berwibawah.

Ayolah, itu bercanda! Mereka jarang memberiku tugas.

- Jadi, apa pekerjaan kalian? - Aku minum, dan Gretchen adalah Geisha.

Aku bukan geisha, aku seorang dewi.

- Dia pelacur. - Aku pembawa acara.

Apa itu?

Aku dibayar untuk terlihat menarik dan menghibur para pengusaha.

Ini dia!

Sulang! Selamat datang di Jepang.

Terima kasih.

Kau senang aku datang?

Ya, itu benar!

Sesuatu yang berwarna dan punya pengaruh.

Video streaming.

Baiklah. Aku bisa melakukannya.

Sampai nanti! Salam!

- Apa yang terjadi? - Aku dapat klien baru.

Aku harus pindah ke Osaka. Website mereka harus bisa berjalan.

- Bagaimana kalau aku ikut? - Kau punya kerja, 'kan?

Aku benci pekerjaanku.

Kau bekerja, dan aku akan jadi turis.

Lalu kita bisa bermain sepanjang akhir pekan.

Akan terus berlangsung selama 24 jam, 7 hari.

Takkan ada waktu untuk bermain bersamamu.

Kapan kau kembali?

Aku tak yakin.

Mungkin lama.

Selama ...

Seminggu?

Ethan?

Kau bertanya semalam, apakah aku senang kau datang.

- Ya? - Aku ingin berkata iya, tapi tidak bisa ...

... dan itu kacau.

Keadaan jadi tambah serius ada kau di Tokyo. Itu terjadi sangat cepat.

Apa maksudmu? Kita membicarakannya.

Kita tak pernah membicarakannya, kau hanya berkata kau akan datang.

Kau bilang, kau ingin aku datang.

- Aku tak pernah mengatakannya, - Kau mengatakannya.

- Aku tak pernah mengatakannya, - Kau mengatakannya.

Abby, aku tak merasa menginginkannya.

Jadi sekarang, akan kulakukan apa yang perlu dilakukan.

Aku harus pergi.

- Kau tak akan kembali? - Aku tak pernah mengatakannya.

Ini gila.

Abby, maaf! Aku tahu ini menyebalkan.

Aku harus melakukan apa yang harus dilakukan, aku seorang wisatawan.

Aku sudah bangga jika bisa membawa dua koper.

Semangatlah!

Aku mungkin kembali.

Ethan, pergi saja! persetan denganmu!

Kupikir kau yang paling mengerti hal ini.

Kunci di bawah tempat tidur.

Kumohon tunggu!

Ini Ethan! Tinggalkan pesan!

Ini aku.

Aku benar-benar minta maaf atas kemarin.

Aku tahu ini salahku.

Kau benar.

Aku terlalu memaksakan diriku datang ke negeri ini.

Jadi!

Aku hanya ingin minta maaf!

Aku ingin membicarakannya. Hubungi aku!

Aku menunggu!

Kuharap segalanya berjalan lancar. Terima kasih!

Permisi!

Ada orang di sini?

Hai!

Kita tutup!

Aku tak mengerti.

Toko ini buka?

Ramen habis.

Pulanglah!

Kenapa berdiri? Pergi dari sini!

Baiklah, Aku mengerti!

Aku mengerti!

Jadi, silahkan! Duduklah!

Duduklah! Lalu tunggu!!

Ada apa?

Entahlah!

Dia mungkin lapar.

Mungkin dia sakit.

Tidak dibawa ke rumah sakit?

Dia akan pulang setelah makan ramen.

Semoga bule makan bawang. Dia bisa makan bayam.

Popeye suka bayam.

Aku tak tahu sedang apa dengan kehidupanku.

Segalanya berantakan.

Sepupuku, Heather. Baru saja dapat gelar PhD.

Ini aku, empat tahun tidak kuliah.

Phi Beta Kappa.

Namun tak ada yang bisa aku sukseskan, tidak satu pun.

Aku kira datang ke Tokyo adalah pilihan tepat.

Tapi ...

Ethan ...

... meninggalkanku.

Dan aku ...

Aku sangat kesepian.

Makanlah!

Nona! Makanlah!

- Apa? - Makan!

- Dia bilang apa? - Entahlah, dia gila.

Ayo, makan!

Makanlah!

Terima kasih!

- Dia gila. - Makanlah!

Terima kasih!

Makan!

Ini enak. Terima kasih!

Terima kasih.

Lihat, dihabiskan bersama kaldunya.

- Ra-men! - Ra-men.

Terima kasih!

- Berapa? - Tak perlu!

- Kau yakin? - Tak usah!

Terima kasih!

Terima kasih!

Tunggu!

Aku baik-baik saja, terima kasih! Aku tinggal di seberang jalan!

Terima kasih!

Hanako-san!

Kau tahu cara memasak ramen?

Aku? Tentu tidak. Sulit sekali.

Dibutuhkan pelatihan untuk memasaknya.

- Terima kasih banyak. - Kembalilah lagi!

- Terima kasih! - Selamat datang!

Maaf menunggu.

- Terima kasih! - Terima kasih banyak!

Selamat datang!

- Aku bawa payungmu. - Tidak perlu!

Duduklah!

Terima kasih banyak!

Ramennya sudah habis. Aku minta maaf!

Datanglah lagi! Maaf!

Orangtuaku mengirimkanku tiket.

Waktuku sisa kurang dari 24 jam dan aku tak mau pulang.

Jadi kumohon panggil aku.

Sampai nanti!

Maaf, ramen habis. Pulanglah!

Boleh aku bantu?

- Anda harus istirahat. - Apa?

- Kaki anda. - Apa?

- Duduk! - Dia hanya ingin membantu.

- Duduklah! - Aku harus bagaimana?

- Bawa ini ke sana! - Terima kasih.

Ini dia.

Ini!

- Terima kasih. - Sama-sama!

Kau dengar? Dia balas pakai bahasa Jepang.

Halo! Selamat datang.

- Kau terlambat. Ramen sudah habis. - Maaf!

Benar juga.

Tak beruntungnya diriku.

Hey!

- Hey! - Apa?

- Apa dia baru di sini? - Oh, yah, dia.

- Sudah jadi warung internasional. - Manisnya!

- Dia mungkin sudah menikah. - Coba tanya dia!

Tak mungkin lah! Dia sudah dewasa.

Kamu sudah gemuk dan tak tahu bahasa inggris. Kenapa dia mau denganmu?

Terima kasih!

Aku harusnya belajar lebih giat bahasa inggris.

Sudah larut. Dia harusnya pulang.

- Dia masih di sini? - Ya.

Apa-apaan dia!

Dia benar-benar gila.

Nona! Pulanglah!

Aku tak mau pulang.

- Aku ingin tinggal. - Aku tak tahu apa yang kaukatakan.

- Di Jepang, kita harus pulang untuk tidur. - Aku ingin tinggal.

- Ayolah. - Tidak.

Aku tak tahu apa yang kaukatakan.

Ayolah! Pulang!

Kau harus tidur, 'kan?

Aku ingin masak ramen.

- Apa? - Aku ingin masak ramen.

Apa-apaan sih kamu? Si wanita badai?

Pulanglah!

Kau, ajar aku. Guru

More Indonesian subtitles for The Ramen Girl

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left